Agil Putra Tri Kartika
Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Effect of Tera Exercise on Blood Pressure Reduction in Elderly with Hypertension in Suranenggala Village Cirebon Regency Agil Putra Tri Kartika; Asep Novi Taufiq; Fegi Rosdiyanti
Plyometric : Jurnal Sains dan Pendidikan Keolahragaan Vol 2 No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Prodi Ilmu Keolahragaan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/ply.v2i1.3476

Abstract

Hipertensi kerap dialami lansia rentan penyakit hipertensi, akibat proses degeneratif yang terjadi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan lansia adalah aktifitas fisik seperti olahraga senam tera. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh senam tera terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Suranenggala Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel dalam penelitian berjumlah 60 responden yang terdiri dari 30 responden kelompok eksperimen dan 30 responden kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dengan uji statistik Willcoxon Signed Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistol-diastol sebelum dan sesudah diberikan senam tera pada kelompok eksperimen (p<0,05) dan ada perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistol antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol setelah diberikan senam tera (p<0,05). Disimpulkan bahwa ada pengaruh senam tera terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Suranenggala Kabupaten Cirebon.
Hubungan Persepsi Perawat terhadap Early Warning Score dengan Pelaksanaanya Agil Putra Tri Kartika; Sri Setiyarini; Uki Noviana
Jurnal Gawat Darurat Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v4i2.665

Abstract

Perburukan pasien yang tidak diantisipasi dapat menyebabkan In-Hospital Cardiac Arrest (IHCA). Sementara itu angka keberhasilan hidup dari kejadian IHCA masih relatif kecil. Pasien yang mengalami perburukan pasti mengalami perubahan tanda-tanda vital, sehingga dengan adanya pelaksanaan Early Warning Score (EWS) di rumah sakit dapat membantu perawat dalam mendeteksi kondisi perburukan pasien. Pelaksanaan EWS bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pelatihan EWS yang telah diikut, pengetahuan, motivasi dan sikap perawat. Akan tetapi, dalam pelaksanaanya masih terdapat perawat yang memiliki persepsi bahwa EWS hanya menambah beban kerja mereka. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi perawat terhadap EWS dengan pelaksanaan EWS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Penelitian ini melibatkan 97 perawat yang bertugas diruang rawat inap dewasa. Persepsi perawat dinilai menggunakan kuesioner, sedangkan pelaksanaan EWS dilihat dari dokumentasi pelaksanaan EWS yang terdapat pada 291 rekam medis pasien. Selanjutnya dilakukan analisis hubungan menggunakan uji korelasi spearman rho dengan tingkat kepercayaan 95%. Gambaran persepsi perawat terhadap EWS menunjukan bahwa terdapat 94,8% perawat memiliki persepsi yang baik, kemudian gambaran pelaksanaan EWS menunjukan bahwa terdapat 80,4% perawat sudah melaksanaan EWS dengan baik. Terdapat hubungan yang kuat antara persepsi perawat terhadap EWS dengan pelaksanaan EWS (p-value = 0,001; r = 0,674). Persepsi perawat yang baik terhadap EWS berpengaruh pada baiknya pelaksanaan EWS yang dilakukan oleh perawat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME KOPING DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERCULOSIS Janter Sumilat, Vervando; Iswati, Ning; Tri Kartika, Agil Putra; Anugrah, Anas Kiki; Edy Santoso, Raden Bagus
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Edisi 2 April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i3.2343

Abstract

Based on document searches, Puskesmas Meuraxa is one of the Puskesmas with the highest TB cases in Aceh Province. It is known that there were 52 cases of TB during 2022. The purpose of this study was to determine the factors that influence coping mechanisms with adherence to taking medication in patients with tuberculosis. The design of this study was cross sectional. The research time began in November 2022. The sample amounted to 52 people who were collected using random sampling technique. Data analysis used is univariate and bivariate. The results of the study with statistical tests showed that there was a relationship between respondents' knowledge about Tb (p value: 0.001), family support (p value: 0.016) and coping mechanisms (p value: 0.001) with Tb patient compliance. It is recommended that patients who will undergo Pulmonary TB treatment should adhere to a predetermined schedule of taking medication and be able to manage stress well and for the family for the family to provide support and motivation in undergoing treatment and providing all the needs of the patient.Keywords: Family support, Knowledge, Tuberculosis
Analisis Tingkat Pengetahuan Orang Tua Pada Pengobatan Mandiri Demam Pada Anak Usia 5-12 Tahun di Kelurahan Gegunung Alfiani, Fitri; Supriyadi, Supriyadi; Kartika, Agil Putra Tri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.23392

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan. Ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan maka akan mengganggu kegiatan yang dilakukan, sehingga perawatan diri atau pengobatan mandiri sangat diperlukan. Demam terjadi ketika keadaan suhu tubuh yang meningkat, suhu tubuh normal seseorang bervariasi antara 36°C-37°C, namun suhu tubuh bisa melebihi 37°C. Salah satu ganguan kesehatan paling banyak dan sangat umum terjadi pada masyarakat adalah demam. Demam merupakan gejala awal dari beberapa penyakit serius, antara lain: demam berdarah, influenza, malaria, diare dan tifus. selain pengobatan yang diberikan tenaga medis, pengobatan mandiri merupakan cara yang paling umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi gejala penyakit sebelum mencari pertolongan tenaga medis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan orang tua pada Pengobatan Mandiri demam pada anak usia 5-12 tahun di Kelurahan Gegunung. Metodologi penelitian yang digunakan peneliti adalah kuantitatif dengan pendekatan survey dengan dengan responden 82. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 82 responden, sebanyak 34 orang (41.5%) memiliki pengetahuan pada kategori baik, dan 11 orang (13.4%) memiliki pengetahuan kategori cukup sedangkan 37 orang (45.1%) memiliki pengetahuan pada kategori kurang. Berdasarkan hasil uji presentase di peroleh bahwa tingkat pengetahuan orang tua pada pengobatan mandiri demam pada anak tergolong presesntase baik 41.5% dan cukup 13.4% sedangkan kurang 45.1%.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN CACAR MONYET Kartika, Agil Putra Tri; Wardin, Ito; Sumantri, Arya
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3313

Abstract

Abstract: Monkeypox (Mpox) is a disease caused by infection with the monkeypox virus. The monkeypox virus is in the same family of viruses as the variola virus, which is the virus that causes smallpox. The monkeypox virus has been found in small rodents, monkeys, and other mammals that live in the area. The incidence of monkeypox in Indonesia from 2022 to August 2024 was 88 cases. Public knowledge, attitudes, and behavior play an important role in preventing the transmission of monkeypox. The purpose of this research is determine level of knowledge, attitude and behavior of the community towards preventing the transmission of monkeypox in the Pulasaren Primary Health Center of Cirebon City in 2024. This research is a quantitative descriptive study involving 99 people in the Pulasaren Primary Health Center in Cirebon City using cluster random sampling. Data collection was conducted using a questionnaire. Data analysis used a percentage frequency distribution. This research shows that 47.5% of the community has a low level of knowledge, 51.5% have a positive attitude, and 58.6% exhibit good behavior towards the prevention of monkeypox transmission. Stakeholders need to provide accurate information to the community about monkeypox transmission prevention so that the community's knowledge, attitudes, and behaviors are not misguided.Keywords: Monkeypox, Knowledge, Attitude, Behavior.
Caring di Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan Kepuasan Keluarga Pasien Kartika, Agil Putra Tri; Firdaus, Asep Novi Taufiq; Nugraha, Mochammad Eki
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1223

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan awal pelayanan medis pasien bagi pasien gawat darurat di Rumah Sakit. Pelayanan di IGD harus sesuai dengan standar yang berlaku. Jika tidak, maka konsekuensinya dapat berakibat fatal bagi pasien. Menurunnya perilaku caring perawat di IGD menyebabkan menurunnya kualitas layanan dan berdampak pada kepuasan pasien dan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan caring di pelayanan IGD dengan kepuasan keluarga pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 109 subjek dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisa data menggunkan uji Spearman rho. Hasil penelitian ini menunjukan hasil caring pelayanan IGD RSUD W Kabupaten Cirebon dalam kategori baik (45%), cukup (45,9%) dan kurang (9,2%). Sedangkan kepuasan keluarga pasien dalam kategori sangat puas (48,6%), puas (44%) dan cukup puas (7,3%). Hasil uji hubungan menunjukan terdapat hubungan kuat antara caring pelayanan dan kepuasan keluarga pasien di IGD RSUD W Kabupaten Cirebon dengan arah hubungan bersifat positif (p-value=0,001; r=0,774). Sehingga, semakin baik caring pelayanan di IGD maka akan semakin tinggi kepuasan keluarga dan/atau pasien.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOL DAN DIASTOL PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI KECAMATAN DUKUPUNTANG CIREBON Agil Putra Tri Kartika; Rizaluddin Akbar
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi masih menjadi penyakit tidak menular yang mematikan atau biasa dikenal dengan (silent killer), kebanyakan penderita hipertensi tidak menyadari akan penyakitnya sampai bertahun tahun. Selain pengobatan farmakologi untuk penderita hipertensi memerlukan kombinasi pengobatan non farmakologi salah satunya intervensi bekam basah Metodologi: Metode penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi di Kecamatan Dukupuntang pada bulan juni 2022. Sampel yang didapat dalam penelitian ini berjumlah 15 responden diambil menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan sphygmomanometer, peralatan bekam, dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Normalitas menggunakan shapiro-wilk dan uji statistic menggunakan uji paired t-test dan uji wilcoxon. Hasil Penelitian: sebelum diberikan intervensi bekam, tekanan darah sistol 163,07 dengan hipertensi derajat 2 dan diastol 90 dengan hipertensi derajat 1. Setelah diberikan intervensi bekam, tekanan darah sistol 141,53 dengan hipertensi derajat 1 dan diastole 87,80 dengan pre hipertensi. tekanan darah sistol menggunakan uji paired t-test menunjukan nilai P 0,000 dan diastol menggunakan uji wilcoxon menunjukan nilai P 0,001, yang berarti keduanya menunjukan nilai p < 0,05, maka Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian terapi bekam basah terhadap tekanan sistol dan diastol darah pada lansia penderita hipertensi.
Hubungan Family Support Dan Kelelahan Anak Yang Menjalani Kemoterapi Di Rumah Sakit Ito Wardin; Agil Putra Tri Kartika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32608

Abstract

Kelelahan terkait kanker atau cancer related fatigue (CRF) merupakan gejala yang paling umum terjadi pada pasien kanker anak yang bersifat multidimensi ditandai dengan berkurangnya energi dan meningkatnya kebutuhan untuk istirahattidur dan mengganggu kegiatan sehari – hari anak dengan kanker. Kelelahan terkait kanker (Cancer Related Fatigue / CRF) merupakan gejala yang mempengaruhi antara 36% dan 93% dari total kasus, dengan tingkat kelelahan yang meningkat pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi sekitar 70% dan 100% dari total kasus. Tujuan: Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Hubungan Family Support Dengan Tingkat Kelelahan Anak Yang Menjalani Kemoterapi Di Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan lembar kuesioner Dukungan Keluarga (Family Support) dan The Pediatrics Quality of Life Multidimentional Fatigue Scale Versi. Populasi pada penelitian ini adalah 30 dengan kelelahan anak yang menjalani kemoterapi dan sampel penelitian ini adalah total sampling. Penelitian menggunakan uji SPSS analisis koefisiensi korelasi spearman rank. Hasil: Hasil penelitian bahwa tidak ada hubungan Family Support Dengan Anak Yang Menjalani Kemoterapi dan penelitian menggunakan uji statistik Sperman Rank diperoleh nilai p= 0.466 yang artinya < 0,05. Sedangkan nilai Correlation Coefficiont untuk variabel dukungan keluarga adalah sebesar 0.138. hal ini menunjukan terjadi hubungan yang sangat lemah antara dukungan keluarga dengan kelelahan anak yang menjalani kemoterapi. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan tidaka ada Hubungan antara Family Support Dan Kelelahan Anak Yang Menjalani Kemoterapi.
Triase Instalasi Gawat Daruat Berbasis Artificial Intelligence Berdasarkan Emergency Severity Index Agil Putra Tri Kartika; Rizaluddin Akbar; Widuri Azmi Atmaji; Efa Dwina; Alizha Gennie; Ano Aldi Krisna
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54523

Abstract

Instalasi Gawat Darurat merupakan unit penting rumah sakit yang berfungsi menangani pasien dengan kondisi yang mengancam jiwa. Namun, beban layanan meningkat karena banyak pasien tanpa kondisi darurat yang tetap datang, sehingga diperlukan sistem triase yang cepat dan akurat. Emergency Severity Index adalah metode lima tingkat yang umum digunakan, tetapi keterbatasan tenaga medis dan jumlah pasien yang tinggi dapat mengurangi kecepatan dan ketepatan penilaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan kecerdasan buatan berbasis AI ChatGPT dalam melakukan penilaian triase pada pasien gawat darurat. Penelitian menggunakan desain retrospektif dengan 420 rekam medis pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon pada Maret–Mei 2025. Hasil triase berdasarkan AI ChatGPT dibandingkan dengan tenaga medis terlatih sebagai standar emas. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (ρ value = 0,031) antara klasifikasi AI ChatGPT dengan standar emas, khususnya pada kategori tingkat darurat satu hingga tiga. Uji diagnostik memperlihatkan sensitivitas 87,2% dan spesifisitas 88,2%. Hasil ini menunjukkan bahwa AI ChatGPT cukup handal dalam mengidentifikasi pasien gawat darurat, meskipun masih ditemukan kasus salah klasifikasi, terutama under-triage yang berpotensi menunda penanganan. Oleh karena itu, kecerdasan buatan memiliki potensi untuk dapat membantu pengambilan keputusan dalam triase, namun tidak dapat menggantikan penilaian klinis tenaga medis secara penuh. Implementasi terbaik adalah menjadikan kecerdasan buatan sebagai deteksi dini untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan pasien.