Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Potensi Ibu Rumah Tangga dalam Manajemen Sampah Dapur Astuti, Yuni; Faruq, Hilman; Khusna, Hikmatul; Anugrah, Devi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.13618

Abstract

Sampah yang dihasilkan di pulau Pari jauh lebih tinggi saat musim liburan. Sampah organik dari sisa sayur dan makanan laut menimbulkan aroma tidak sedap. Sampah anorganik dari plastik dan sterofoam terlihat di pinggir pantai. Sampah tersebut harus bisa dikurangi dari bagian hulu yaitu rumah warga. Pulau Pari yang dikelilingi oleh laut mengharuskan warganya untuk mengelola sampah dengan bijak agar tidak berakhir di laut. Dengan demikian, warga memerlukan sistem manajemen pengelolaan sampah dapur sebagai solusi yang tepat untuk menanggulangi sampah dari bagian hulu. Dapur warga dijadikan sebagai tempat mengolah makanan katering oleh ibu rumah tangga sebagai pelaku usaha tersebut. Para ibu yang tentunya memiliki waktu luang di rumah perlu diberdayakan potensinya untuk melakukan manajemen sampah dari dapur rumahnya. Kegiatan pelatihan manajemen sampah dapur meliputi identifikasi sampah di rumah dan pemilihan penanganan sampah. Pengabdian ini difokuskan pada pembentukan pola pikir warga tentang pentingnya peran ibu rumah tangga dalam pengurangan dan penanganan sampah di daerah hulu yakni tidak lain di dapur rumahnya sendiri. Para ibu sangat antusias dengan kegiatan pemilahan serta pengolahan kulit udang menjadi bumbu masakan dan cangkang telur menjadi pupuk tanaman.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMANDU WISATA TENTANG MIKROALGA MELALUI PROGRAM SOSIALISASI DAN EDUKASI Ranti An Nisaa; Andri Hutari; Hilman Faruq; Dewi Pudji Rahayu; Meitiyani Meitiyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35716

Abstract

Abstrak: Masyarakat pulau Pari sudah tidak lagi membudidayakan rumput laut karena keadaan perairan yang semakin tidak kondusif. Alternatifnya, masyarakat saat ini menekuni pariwisata dan penginapan di pulau Pari. Salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di pulau Pari dan kurang disadari adalah kelimpahan dan potensi mikroalga. Masyarakat belum menyadari bahwa di pulau Pari terdapat mikroalga yang bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan terobosan dalam pemanfaatannya dan juga pelestarian ekosistemnya. Pemandu wisata yang menjadi bagian dari masyarakat pulau diharapkan dapat mengedukasi jenis mikroalga dan manfaatnya terhadap warga lainnya maupun pengunjung pulau. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan sosialisasi pemberian materi tentang mikroalga terhadap 21 warga pemandu wisata yang tergabung dalam ikatan Karang Taruna Unit 04 di Pulau Pari Kepulauan Seribu. Kegiatan diawali dengan pemberian soal pretest dan diakhiri dengan pemberian soal posttest. Perbedaan hasil dari skor yang diperoleh menjadi acuan dalam menentukan ada atau tidak adanya peningkatan pemahaman terhadap mikroalga ini. Angket pendapat diberikan demi mengevaluasi kegiatan untuk perbaikan ke depannya. Skor pretest yang diperoleh adalah 14,29 sedangkan posttest 20,95. Dengan demikian telah terjadi peningkatan pemahaman terhadap mikroalga. Harapannya dengan warga pemandu wisata yang memiliki wawasan terhadap mikroalga ini dapat mengedukasi masyarakat, wisatawan, dan pengunjung di pulau Pari akan pentingnya pelestarian perairan dan hutan mangrove sebagai habitat mikroalga serta membuka potensi peluang dalam mengembangkan produk berbahan dasar dari mikroalga.Abstract: The people of Pari Island are no longer cultivating seaweed due to increasingly unfavorable water conditions. As an alternative, people are currently pursuing tourism and lodging on Pari Island. One of the biodiversity found on Pari Island which is not recognized is the abundance and potential of microalgae. The community does not yet realize that on Pari Island there are microalgae that have high economic value which require a breakthrough in their utilization and also the preservation of their ecosystem. Tour guides, who are part of the island community, are expected to educate other residents and visitors about microalgae and their benefits. This community service activity involved providing outreach and training on microalgae to 21 tour guides from the Karang Taruna Unit 04 association on Pari Island, Seribu Islands. The activity begins with giving pretest questions and ends with giving posttest questions. The difference in the results of the scores obtained becomes a reference in determining whether or not there is an increase in understanding of this microalgae. Opinion questionnaires were given to evaluate activities for future improvement. The pretest score obtained was 14.29 while the posttest was 20.95. Thus there has been an increase in understanding of microalgae. The hope is that tour guides who have insight into microalgae can educate the public, tourists, and visitors on Pari Island about the importance of conserving waters and mangrove forests as microalgae habitats and open up potential opportunities in developing products made from microalgae.