Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : BIOEDUSCIENCE

Struktur Populasi Dan Aktivitas Harian Lutung Budeng (Tracypithecus auratus) Di Taman Wisata Alam Situgunung Sukabumi Faruq, Hilman
BIOEDUSCIENCE Vol 1 No 1 (2017): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.077 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/1119-231144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung jumlah individu dalam kelompok yang berbeda dan melihat aktivitas harian lutung budeng (Tracypithecus auratus) di Taman Wisata Alam Situgunung Sukabumi. Metode yang digunakan adalah scan sampling, yaitu dengan menghitung dan mengamati prilaku sepanjang hari secara langsung. Kelompok yang diamati terdiri dari 2 kelompok. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2009.  Hasil penelitian struktur populasi menunjukkan bahwa terdapat 25 ekor yang masing – masing terdiri dari kelompok 1 sebanyak 13 ekor ddan kelompok 2 sebanyak 12 ekor. Sedangkan persentase aktivitas dapat disimpulkan bahwa kelompok 1 makan 47,98%, gerak 25,74% dan istirahat 26,80% sementara kelompok 2 makan 48,06%, gerak 25,74% dan istirahat 26,28%.
Struktur Populasi Dan Aktivitas Harian Lutung Budeng (Tracypithecus auratus) Di Taman Wisata Alam Situgunung Sukabumi Hilman Faruq
BIOEDUSCIENCE Vol 1 No 1 (2017): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.077 KB) | DOI: 10.29405/j.bes/1119-231144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung jumlah individu dalam kelompok yang berbeda dan melihat aktivitas harian lutung budeng (Tracypithecus auratus) di Taman Wisata Alam Situgunung Sukabumi. Metode yang digunakan adalah scan sampling, yaitu dengan menghitung dan mengamati prilaku sepanjang hari secara langsung. Kelompok yang diamati terdiri dari 2 kelompok. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2009. Hasil penelitian struktur populasi menunjukkan bahwa terdapat 25 ekor yang masing – masing terdiri dari kelompok 1 sebanyak 13 ekor ddan kelompok 2 sebanyak 12 ekor. Sedangkan persentase aktivitas dapat disimpulkan bahwa kelompok 1 makan 47,98%, gerak 25,74% dan istirahat 26,80% sementara kelompok 2 makan 48,06%, gerak 25,74% dan istirahat 26,28%.
Analysis of Factors Causing Learning Difficulties in High School Students on the Excretion System Material Faruq, Hilman
BIOEDUSCIENCE Vol 9 No 2 (2025): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/20292

Abstract

Background: Learning difficulties related to the human excretory system remain a persistent challenge in high school biology education, particularly concerning abstract subtopics such as urine formation, nephron structures, and physiological mechanisms including filtration, reabsorption, and secretion. This study aims to identify internal and external factors that hinder student understanding of these concepts. Methods: A descriptive approach was employed, involving the distribution of structured questionnaires to 73 high school students. The instruments were designed to assess both cognitive and instructional aspects influencing learning barriers. Data analysis focused on patterns of student responses concerning content difficulty, teaching methods, and availability of learning resources. Results: The study revealed that 85.7% of students encountered substantial difficulty in understanding urine formation within the nephron. Additionally, 77.1% reported that monotonous, teacher-centered instruction contributed to their challenges, while 65.7% cited a lack of practical laboratory experiences. Cognitive issues such as low abstract reasoning ability, poor visualization skills, limited memory retention, and low motivation were identified as core barriers. Instructional deficiencies, including minimal use of multimedia and interactive strategies, further exacerbated learning difficulties. Conclusions: The results highlight the importance of integrating visual aids, interactive media, and experiential learning in biology instruction to improve conceptual understanding. Addressing both cognitive and instructional barriers is essential for enhancing learning outcomes in complex biological systems.