Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELATIHAN BAHASA REJANG MELALUI PENDOKUMENTASIAN CERITA RAKYAT REJANG LEBONG BAGI REMAJA DI KELURAHAN KARANG ANYAR KABUPATEN REJANG LEBONG Dian Ramadan Lazuardi; M. Syahrun Effendi; Deserli Pajarada Wulan Rahmadan; Reza Mareta Permata Sari
Bakti Nusantara Linggau: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Bakti Nusantara Linggau
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/bnl.v3i2.516

Abstract

Abstrak Bahasa Rejang adalah bahasa daerah yang digunakan masyarakat di wilayah Kabupaten Rejang Lebong yang memiliki ciri khas dan dialek bahasa tersendiri. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kedudukan bahasa Rejang sudah mulai bergeser, remaja kurang peduli dengan penggunaan, dan pelestarian bahasa Rejang. Pemertahaan bahasa Rejang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk generasi muda. Masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi untuk terus menggunakan bahasa Rejang dalam situasi nonformal. Permasalahan lainnya yaitu generasi muda merasa kesulitan menggunakan bahasa Rejang karena tidak diajarkan sejak dini,bahasa Rejang tidak lagi dimasukkan di dalam muatan kurikulum sekolah. Solusi yang diberikan adalah pelatihan bahasa Rejang melalui pendokumentasian cerita rakyat yang nantinya bisa mewadahi dan membantu remaja dalam membangun dan memahami serta meningkatkan kesadaran penggunaan bahasa Rejang dalam situasi non formal di Kelurahan Karang Anyar Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan yang dilakukan di dalam pelatihan ini berupa kegiatan pembekalan materi mengenai pentingnya pemertahanan bahasa Rejang dan menulis cerita rakyat berbahasa Rejang. Evaluasi akan dilakukan pada akhir kegiatan, bertujuan untuk menilai dan mengukur keberhasilan peserta selama mengikuti pelatihan yang dilaksanakan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya kesadaran dan usaha peserta untuk melestarikan bahasa Rejang. Terbukti dengan adanya kemauan dan usaha menggunakan bahasa Rejang. Peserta bisa diajak bekerja sama dengan baik di dalam mengubah cerita rakyat berbahasa Rejang.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Permainan Rakyat Sebagai Salah Satu Folklor Sebagian Lisan pada Anak Usia SD di Kelurahan Watas Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 Kota Lubuklinggau Hati, Lisa
Linggau Jurnal Language Education and Literature Vol. 2 No. 1 (2022): Lingggau Journal Language Edcation And Literature
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.733 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam permainan rakyat sebagai salah satu folklor sebagian lisan pada anak usia SD di Kelurahan Watas Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 Kota Lubuklinggau. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif-kualitatif. Objek/responden dalam penelitian ini adalah anak-anak di Kelurahan Watas dan yang menjadi responden diambil 21 orang anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu mengunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan secara keseluruhan analisis nilai pendidikan karakter berjumlah 38 kutipan/pernyataan yang berkaitan dengan aspek nilai pendidikan karakter jujur 6, toleransi 4, kreatif 4, cinta damai 4, cinta tanah air 4, disiplin 4, kerja keras 4, tanggung jawab 4 dan bersahabat/ komunikatif 4.
Development of prose appreciation teaching materials based on experiential learning Dian Ramadan Lazuardi; Syukri Hamzah; Arono Arono
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 9, No 4 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020233333

Abstract

Prose appreciation is a mandatory course taken by prospective primary school teacher education students in the first semester with a load of 2 credits. This research was carried out to develop Prose Appreciation teaching materials based on an experiential learning approach and to determine the validity and practicality of Prose Appreciation teaching materials based on an experiential learning approach. This research uses an R&D (research and development) approach, namely the Dick and Carey model. The data collection techniques used were interviews and questionnaires. Data analysis techniques used were interviews and questionnaires conducted qualitatively and quantitatively. The research results show that the Prose Appreciation teaching lesson based on the Experiential Learning approach is valid and practical for use in lectures. The linguistic validation results show that the Prose Appreciation teaching material is very valid for use with a score of 0.89. The validation results of the presentation and graphics obtained a figure of 0.77 in the valid category. Meanwhile, the content/material expert assessment obtained a figure of 0.87, which is in the valid category. Furthermore, the small group trial showed that the Prose Appreciation teaching material was practical to use and the large group trial showed that the Prose Appreciation teaching material was very practical to use.
Digital Literacy Movement Through Training Making Animated Videos Of Rejang Lebong Folk Stories Dian Ramadan Lazuardi; Nyayu Masnun Arief
Abdimas Paspama Vol. 3 No. 01 (2024): Abdimas Paspama, December 2024
Publisher : Abdimas Paspama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Digital Literacy Movement through Training in Making Rejang Lebong Folklore Animation Videos aims to increase digital literacy among teenagers, especially in developing digital content creation skills based on the Rejang Lebong folklore. The problem currently faced by partners is that teenagers are not using gadgets optimally, gadgets are only used as a means of entertainment such as using social media, playing games, etc. One solution to this problem is by implementing a Digital Literacy Movement through Training in Making Rejang Lebong Folklore Animation Videos. This training was carried out by teaching techniques for making animated videos using the Benime application, which is a simple but effective platform for creating narrative-based animations. In this training, participants are introduced to the basic steps for making videos, processing images and sound for animated stories. Participants are given direct tutorials and practical guidance to create animated videos of the Rejang Lebong folklore, with the hope of preserving and introducing the richness of regional culture to a wider audience in a modern way. By converting folklore into an animated format, participants not only learn about creating digital content, but also gain knowledge about how to package local culture in a form that is more modern and attractive to the younger generation. This is expected to reduce the gap between traditional culture and technology, as well as encourage the younger generation to care more about local culture. The next stage of the plan is to form a digital creative community that is open to all training participants, form collaboration with the media to disseminate participants' work, organize a digital cultural festival which will feature animated folk tales from Rejang Lebong and other areas and continue this service by creating animated videos with the theme different.
TRANSFORMATION OF DRAMA APPRECIATION LEARNING THROUGH INTERACTIVE MULTIMEDIA BASED ON ARTICULATE STORYLINE FOR UNPARI STUDENTS Agung Nugroho; Inda Puspita Sari; Dian Ramadan Lazuardi
Linggau Journal Science Education (LJSE) Vol. 5 No. 2 (2025): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to develop interactive multimedia based on Articulate Storyline for Drama Appreciation learning for students of the Indonesian Language and Literature Study Program at UNPARI (Indonesian University). The research method used was Research and Development (R&D) using the ADDIE development model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects consisted of validation experts, lecturers, and students of the Indonesian Language and Literature Study Program at UNPARI. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and tests, using validation sheets, response questionnaires, and evaluation questions. The results showed that the developed interactive multimedia product achieved a validity level with an average score of 0.89, which is categorized as very valid. The results of the practicality test, based on lecturer and student assessments, showed a percentage of 96.15%, categorized as very practical. Furthermore, the effectiveness test, analyzed using N-Gain, showed an average score of 0.72, which is categorized as high. This indicates an increase in students' understanding of the Drama Appreciation material after using this learning media. Based on the research results, it can be concluded that interactive multimedia based on Articulate Storyline in Drama Appreciation learning for UNPARI students has proven valid, practical, and effective, making it suitable for use as a learning medium to improve the quality of student learning processes and outcomes.
EFEKTIVITAS MODUL MENULIS ARTIKEL ILMIAH BERBASIS CRITICAL PEDAGOGY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Dian Ramadan Lazuardi; Agung Nugroho
Linggau Journal Science Education (LJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/ljse.v6i1.969

Abstract

ABSTRAK Menulis artikel ilmiah merupakan keterampilan esensial yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan tinggi. Salah satu pendekatan yang relevan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah melalui modul menulis artikel berbasis critical pedagogy dalam pembelajaran menulis ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan modul menulis artikel ilmiah berbasis critical pedagogy untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design . Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan tes, dengan populasi siswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar semester II tahun akademik 2024/2025. Sampel terdiri dari kelas A sebagai kelas eksperimen dan kelas B sebagai kelas kontrol, yang dipilih menggunakan teknik kelompok utuh . Data dianalisis menggunakan skor N-gain dan uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Modul berbasis critical pedagogy terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan modul berbasis pedagogi kritis dapat menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran ilmiah menulis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas modul ini pada mata kuliah atau jenjang pendidikan yang berbeda guna memperluas model penerapan.
ANALISIS GAYA BAHASA PADA ALBUM LAGU TUTUR BATIN KARYA YURA YUNITA MELALUI ANALISIS WACANA KRITIS Shalsa Meisarasaty; Agung Nugroho; Dian Ramadan Lazuardi
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v6i1.811

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat pada album lagu Tutur Batin karya Yura Yunita melalui analisis wacana kritis. Penelitian ini menggunakan metode dan prosedur data penelitian yang digunakan yakni analisis deskriptif, dengan tujuan pengkajian dan pendeskripsian permasalahan yang diteliti dalam album lagu Tutur Batin sebagai sumber datanya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mendengarkan lagu secara keseluruhan dan berulang kali, mencatatat hal yang berhubungan dengan gaya bahasa yang terdapat pada album lagu Tutur Batin, mengidentifikasi adanya gaya bahasa pada album lagu Tutur Batin, membuat kesimpulan secra sistematis dan tersusun agar mudah dipahami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan gaya bahasa yang ada pada Album lagu Tutur Batin berjumlah empat lagu antara lain, Tutur Batin, Dunia Tipu-tipu, Tenang, Duhai Sayang ditemukan 43 gaya bahasa (personifikasi, metafora, hiperbola, litotes). Adapun gaya bahasa yang paling dominan yaitu gaya bahasa personifikasi.
ANALISIS NOVEL NILAI BUDAYA MELALUI KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LAILA S. CHONDURI Della Damayanti; Dian Ramadan Lazuardi; Nur Nisai Muslihah
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v6i1.867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori melalui psikologi humanistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Data yang berbentuk primer ini adalah data utama yaitu data verbal yang berwujud kata, kalimat, dan paragraf yang berupa novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Yang dianalisis sebagai tujuan. Sedangkan data sekunder adalah suatu data yang menunjang yang diperolehi dari buku atau tulisan yang dapat mendukung dari relevan dengan topik penulisan berupa latar belakang pengarang Leila S. Chudori. Subjek dari penelitian ini berupa novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Teknik pengumpul data ini mulai teknik studi pustaka yang dilakukan dengan cara membaca, mengumpulkan data dari sumber data yang tertulis. Prosedur analisis data melalui Reduksi Data (Data Reduction), dan Penyajian Data (Data Display). Hasil penelitian yaitu nilai-nilai budaya dalam novel Laut bercerita karya Leila S. Chudori melalui psikologi humanistic bahwa bahwa novel tersebut menggambarkan perjalanan hidup, pengalaman, dan perubahan yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam novel tersebut. Novel tersebut juga menggambarkan bagaimana tokoh-tokoh tersebut menghadapi kesulitan, kehilangan, dan perubahan dalam hidup mereka.
Integration of Cultural Literacy in the Development of Listening Skills Teaching Materials in BIPA Learning Dian Ramadan Lazuardi; Agung Nugroho
JPI: Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): May-August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v6i2.2027

Abstract

Abstract This study aims to develop listening skills teaching materials in the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) course based on cultural literacy for seventh-semester students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program at PGRI Silampari University in the 2025/2026 academic year. This study uses a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE development model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques were carried out through interviews, questionnaires, and tests. Data analysis was carried out using the Aiken's V formula to measure the level of validity, student response questionnaire analysis to measure practicality, and the N-gain test to determine the level of effectiveness of the teaching materials through a one-group pretest-posttest design. The results of the study showed that the developed listening skills teaching materials based on cultural literacy met the criteria of validity, practicality, and effectiveness. The results of expert validation showed an average value of 0.87 with a very valid category. The results of the practicality test showed a percentage of 85.83% in the small group test and 91.74% in the large group test with a very practical category. In addition, the results of the effectiveness test showed an increase in the average score of students from 40.64 in the pretest to 88.54 in the posttest with an N-gain value of 0.80 which is included in the high category and a percentage of 80.24% with effective criteria. Thus, the cultural literacy-based listening skills teaching materials are effectively used in learning the BIPA course to improve students' listening skills.