Herman Warouw
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal Keperawatan

HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUD DATOE BINANGKANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Kumajas, Fisella Wilfin; Warouw, Herman; Bawotong, Jeavery
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5304

Abstract

Abstract: Nurse performance is an ability or learning that has been received for completing nursing education programs to provide services and are responsible for health improvement, disease prevention and patient care. Nurse performances can be affected by the individual characteristic of nurses themselves. The purpose of this study was to determine the correlation of the characteristic of individuals with the performance of nurses in the inpatient room RSUD Datoe Binangkang Bolaang Mongondow. The design of this study using analytic surveywith cross sectional approach. The population are all nurses who work in the inpatient room RSUD Datoe Binangkang Bolaang Mongondow and the sample using total sampling. The results of this study showed a significant correlation of each individual characteristics such as age, education, length of employment, and marital status with the performance of nurses. Conclusions, there is a correlation between characteristics of individuals with the performance of nurses in the inpatient room RSUD Datoe Binangkang Bolaang Mongondow. Suggestions for the hospital to be able to pay attention to the quality of performance of nurses. Keywords: individual characteristics, the performance of nurses Abstrak: Kinerja perawat merupakan aplikasi kemampuan atau pembelajaran yang telah diterima selama menyelesaikan program pendidikan keperawatan untuk memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan, dan pencegahan penyakit serta pelayanan terhadap pasien. Kinerja perawat dapat dipengaruhi oleh karakteristik individu dari perawat itu sendiri. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dengan kinerja perawat di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow. Desain penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang signifikan dari masing-masing karakteristik individu yaitu umur, pendidikan, masa kerja, dan status pernikahan dengan kinerja perawat. Kesimpulan ada hubungan antara karakteristik individu dengan kinerja perawat di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow. Saran Bagi pihak rumah sakit untuk dapat memperhatikan kualitas kinerja perawat yang ada. Kata kunci: karakteristik individu, kinerja perawat
GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PEMASANGAN GELANG IDENTIFIKASI PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP A BLU. RSUP. Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Widyana, Ni Luh Ayu; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5166

Abstract

Abstract: Patient Safety Goals is a requirement to be implemented in all hospitals accredited by the Commission on Accreditation of Hospitals. The use of patient’s identification bracelet is the first implementation of the six targets Patient Safety Goals, that is the accuracy of the identification of patients that aims to be able to identify patients who were admitted to the hospital, appropriately, at the time of service or treatment. Purpose: to know the description of the patient knowledge about the installation of the patient identification bracelet in inpatient A BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Methods: this study used a descriptive survey. The sampling technique used is total sampling of respondent with 90 patients. Results: the study showed that knowledge most of the patients shave lack knowledge about the definition (68.9%), lack about purpose (67.8%), good about the use (53.3%), and good about characteristics (61.1%). Conclusion: description of the patient knowledge about the installation of the patient identification bracelet includes definition, purpose, the use and charateristics in inpatient A BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado is in either category. Suggestions: patient's knowledge needs to be maintained so that properly maintained patient safety with the setting up of leaflets about identification bracelet will optimize patient safety policies that have been implemented in hospitals. Keywords: Patient’s Knowledge, Identification Bracelet Abstrak: Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) merupakan syarat untuk diterapkan di semua rumah sakit yang diakreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Penggunaan gelang identifikasi pasien adalah implementasi sasaran pertama dari 6 Sasaran Keselamatan Pasien yaitu ketepatan identifikasi pasien yang bertujuan untuk dapat mengidentifikasi pasien yang dirawat inap di rumah sakit secara tepat pada saat dilakukannya pelayanan maupun pengobatan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien tentang pemasangan gelang identifikasi pasien di instalasi rawat inap A BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian: survey deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden 90 pasien. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa pengetahuan pasien sebagian besar kurang tentang pengertian (68,9%), kurang tentang tujuan (67,8%), baik tentang pemakaian (53,3%), dan baik tentang karakteristik (61,1%). Kesimpulan: gambaran pengetahuan pasien tentang pemasangan gelang identifikasi pasien meliputi pengertian, tujuan, pemakaian, dan karakteristik di Instalasi Rawat Inap A adalah dalam kategori baik. Saran: pengetahuan pasien perlu dipertahankan agar keselamatan pasien terjaga dengan baik dengan pemasangan leaflet tentang gelang identifikasi akan mengoptimalkan kebijakan keselamatan pasien yang telah diterapkan di rumah sakit. Kata Kunci: Pengetahuan Pasien, Gelang Identifikasi
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP C1 RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Manuho, Elisabeth; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8136

Abstract

Abstrak : Beban kerja perawat adalah kemampuan tubuh seorang perawat dalam menerima tanggung jawab untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Kinerja adalah prestasi yang dicapai dari kemampuan kerja yang dilakukan. Beban kerja merupakan unsur yang harus diperhatikan untuk mendapatkan keserasian dan produktifitas kerja yang tinggi. Apabila beban kerja yang harus ditanggung oleh perawat melebihi dari kapasitasnya, akan berdampak buruk bagi produktifitas kerja. Kinerja perawat yang sesuai dengan standar asuhan keperawatan akan menjamin tingginya mutu pelayanan keperawatan kepada pasien.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan di Instalasi Rawat Inap C1 RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain Penelitian menggunakan survei analitik cross sectional. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan total sampling yaitu 16 responden. Teknik analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh nilai ρ = 0,035 yang menunjukan bahwa nilai ρ lebih kecil dari nilai α = 0,05. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan. Rekomendasi tetap mempertahankan kinerja yang baik sehingga dapat memberikan pelayanan yang berkualitas bagi pasien.Kata Kunci : Beban Kerja, Kinerja Perawat
PERBEDAAN STRES KERJA ANTAR SHIFT PERAWAT DI RUANGAN GAWAT DARURAT MEDIK RSUP PROF DR. R. D. KANDOU MANADO Pongoh, Valarencia Vialytha; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8091

Abstract

Abstrak: Shift kerja merupakan salah satu sumber dari stres bagi tenaga kerja, banyak keluhan akibat shift seperti gangguan tidur, selera makan menurun, gangguan pencernaan dan kelelahan. Stres kerja adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi tuntutan-tuntutan pekerjaannya sehingga ia merasa tidak nyaman dan tidak tenang Tujuan Penelitian ialah untuk mengetahui Perbedaan Stres Kerja Antar Shift Perawat di Ruangan Gawat Darurat Medik RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian menggunakan metode (survey) analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di Ruangan Gawat Darurat Medik. Jumlah sampel yakni 30 perawat dengan menggunakan teknik Total Sampling, instrument yang digunakan ialah kuesioner. Hasil penelitian tidak ada perbedaan stres kerja antara Shift pagi dengan Shift sore nilai r = 0,645 α ≥ 0,05, tidak ada perbedaan stres kerja antara Shift pagi dengan Shift malam nilai r = 0,486 α ≥ 0,05, dan tidak ada perbedaan Shift sore dengan Shift malam nilai r = 0,645 α ≥ 0,05 atau H0 Gagal ditolak. Kesimpulanya bahwa stres kerja perawat berada pada stres ringan yaitu 80.0%, maka dari itu agar perawat dapat mempertahankan pelayanan keperawatan secara optimal, perawat harus mengelola waktu sebaik mungkin dalam menjalankan shift yang sudah dijadwalkan.Kata kunci: Stres Kerja, Shift Kerja
HUBUNGAN SUPERVISI KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA DI IRINA C BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Harikadua, Alfrian; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino S
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5200

Abstract

Abstract: Qualified nursing supervision is not entirely the responsibility of implementing nursing, but the head space as service line managers have responsibility for leading the activities of the nursing process. Nursing services is a form of service performed continuously for 24 hours to patients therefore needs to consider nursing services through nursing supervision without ignoring the level of job satisfaction of nurses Executive. This type of research is a cross sectional descriptive analytic. The sampling technique used was purposive sampling. The sample as many as 52 people. The results of Chi-Square test statistic values obtained  = 0.002. This means that the p-value is smaller than α (0.05). It can be concluded that there is a relationship between nursing supervision and job satisfaction of nurses in the department of Prof. Irina C BLU. Dr. R. D. Kandou Manado. Expected at the hospital to keep nursing supervision performing well and further improve and develop the potential of supervisior for the implementation nursing supervision can be better so the impact is more on the level of job satisfaction of nurses. Keywords: Nursing Supervision, Job Satisfaction, Nurse Executive. Abstrak: Supervisi keperawatan yang bermutu tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelaksana keperawatan, akan tetapi kepala ruang selaku manajer lini pelayanan terdepan mempunyai tanggung jawab terhadap aktifitas proses keperawatan. Bentuk pelayanan keperawatan merupakan pelayanan yang dilakukan secara terus menerus selama 24 jam kepada pasien oleh karena itu pelayanan keperawatan perlu di perhatikan melalui supervisi keperawatan tanpa mengabaikan tingkat kepuasan kerja perawat Pelaksana. Jenis penelitian yang digunakan ialah pendekatan cross sectional dengan descriptive analitik. Tehnik pengambilan sampel yang dipakai ialah purposive sampling. Sampel dalam penelitian sebanyak 52 orang. Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai  = 0,002. Hal ini berarti nilai p lebih kecil dari α (0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara supervisi keperawatan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di Irina C BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Diharapkan pada rumah sakit untuk tetap mempertahankan supervisi keperawatan yang terlaksana dengan baik serta lebih meningkatkan dan mengembangkan potensi dari supervisior agar dalam pelaksanaan supervisi keperawatan dapat menjadi lebih baik lagi sehingga berdampak lebih pada tingkat kepuasan kerja perawat pelaksana. Kata Kunci: Supervisi Keperawatan, Kepuasan Kerja, Perawat Pelaksana.
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN PRESTASI KERJA PERAWAT PNS DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TIDORE KEPULAUAN Noviyani, Noviyani; Warouw, Herman; Palandeng, Henry
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2221

Abstract

Abstract: The longer the working world is growing rapidly. Many demands that must be met for the progress of a company or organization. Someone needs to achieve is the key to motivation and satisfaction job. satisfaction a job as a nurse assessment or reflection of the feelings of employees towards work. If a positive attitude towards the workers, a job tend to be satisfied with. Aim to determine the relationship of job satisfaction with work performance inpatient nurse in the General Hospital of Tidore Islands. The method used in this study is an analytical study using cross sectional study (cross sectional study) where the researchers wanted to know the relationship between the dependent and independent variables at a certain time and then processed in the frequency distribution is presented in tabular form. The population in this study were nurses Installation inpatient civil servants in the General Hospital of Tidore Islands by 54 nurses. Sampling technique that is proposive sampling is choosing among a sample population. The sample in this study as many as 54 people. Results of this study respondents were less satisfied job satisfaction by 48 respondents (88.9%) while the 6 respondents said they were satisfied (11.1%), job performance most respondents stated that poor job performance 46 respondents (85.2% ), while stating that good performance 8 respondents (14.8%). Conclusions in this study are the relationship of job satisfaction with work performance PNS nurses in inpatient general hospital Tidore Islands Region. Therefore expected to be able to increase nurse job satisfaction that is so nurses can maintain the performance obtained. Keywords: job satisfaction, job performance, nurses Abstrak: Dunia kerja semakin lama semakin berkembang pesat. Banyak tuntutan yang harus dipenuhi demi kemajuan sebuah perusahaan atau organisasi. Kebutuhan seseorang untuk mencapai prestasi merupakan kunci dalam suatu motivasi dan kepuasan kerja. Kepuasan kerja perawat sebagai penilaian atau cerminan dari perasaan pekerja terhadap pekerjaannya. Apabila bersikap positif terhadap pekerja maka seorang tersebut cenderung akan puas terhadap pekerjaannya. Tujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja dengan prestasi kerja perawat di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tidore Kepulauan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional study (studi potong lintang) dimana peneliti ingin mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen pada suatu saat tertentu diolah dalam distribusi frekuensi kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat PNS di Instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tidore Kepulauan sebanyak 54 perawat. Tekhnik pengambilan sampel yaitu proposive sampling yaitu memilih sampel diantara populasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 orang. Hasil penelitian ini responden menyatakan kepuasan kerja kurang puas sebanyak 48 responden (88,9%) sedangkan yang menyatakan puas yakni 6 responden (11,1%), prestasi kerja sebagian besar responden menyatakan prestasi kerja kurang baik yakni 46 responden (85,2%), sedangkan yang menyatakan prestasi kerja baik yakni 8 responden (14,8%). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan kepuasan kerja dengan prestasi kerja perawat PNS di instalasi rawat inap Rumah Sakit umum Daerah Kota Tidore Kepulauan. Oleh karena itu diharapkan untuk dapat tingkatkan kepuasan kerja perawat yang ada sehingga perawat dapat tetap mempertahankan prestasi yang didapatkan. Kata Kunci : Kepuasan Kerja, prestasi kerja, perawat
PERBEDAAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN TERHADAP PASIEN PENERIMA BANTUAN IURAN DAN PASIEN BUKAN PENERIMA BANTUAN IURAN Rattu, Prisilia; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino Spener
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i1.6736

Abstract

Abstract: Background quality of nursing services as an indicator of the success of nursing services at the hospital. Patients as nursing care service users who require nursing care according to their rights in this respect patients receiving tuition assistance that is relatively poor and the underprivileged who are paid directly by the Goverment and the patient is not receiving tuition assistance that are not classified as poor who are paid by employers, workers and participants concerned. This study aims see the difference in the quality of nursing services to patients receiving tuition assistance and patients not receiving tuition assistance and to look the quality of nursing services to patients receiving tuition assistance dan patients not dues. The design study is a comparative descriptive study. Respondents amounted to 80 people. Taken using purposive sampling technique using a questionnaire about the quality of nursing services that include tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy. Later in the analysis using SPSS program using the chi square at 95% significance level (α = 0,05). With the results most respondents patients receiving tuition assistance recipients and patients not receiving tuition assistance say it’s a good, with α = 0,141. In conclusion there was no difference un the quality of nursing services to patients receiving tuition assistance and patients not receiving tuition assistance. Keywords: quality of service, nursing service, tuition assistance Abstrak: Latar belakang Kualitas pelayanan keperawatan sebagai indikator keberhasilan pelayanan perawat di rumah sakit. pasien sebagai pengguna jasa pelayanan keperawatan menuntut pelayanan keperawatan yang sesuai haknya dalam hal ini pasien penerima bantuan iuran yaitu tergolong fakir miskin serta kurang mampu yang dibayar langsung oleh Pemerintah dan pasien bukan penerima bantuan iuran yaitu tidak tergolong fakir miskin yang dibayar oleh pemberi kerja, pekerja dan peserta yang bersangkutan. Tujuan untuk melihat perbedaan kualitas pelayanan keperawatan terhadap pasien penerima bantuan iuran dan pasien bukan penerima bantuan iuran dan guna memperoleh gambaran kualitas pelayanan keperawatan terhadap pasien penerima bantuan iuran dan pasien bukan penerima bantuan iuran. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif komparatif. Responden berjumlah 80 orang. Diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan kuesioner tentang kualitas pelayanan keperawatan yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, empaty. Kemudian dianalisis menggunakan program SPSS menggunakan uji chi square pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil pasien penerima bantuan iuran dan pasien bukan penerima bantuan iuran mengatakan sudah baik, dengan α = 0,141. Kesimpulan tidak ada perbedaan kualitas pelayanan keperawatan terhadap pasien penerima bantuan iuran dan pasien bukan penerima bantuan iuran. Kata kunci: kualitas pelayanan, pelayanan keperawatan, bantuan iuran
PERBEDAAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI IRINA A DENGAN IRINA C RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Sakey, Crista Juvirta; warouw, Herman; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5148

Abstract

Abstract : Background patient satisfaction is one measure of the success of the hospital services provided. The patient as service users expect a quality product from a hospital as a health care institution. The incidence of disability and even death caused by surgical procedures and degenerative diseases and infections has increased from year to year. This study aims see the difference in patient satisfaction in inpatient surgery (Irina A) with internal hospitalization (Irina C) and to look at patient satisfaction in each of room. The design study is a comparative descriptive study. Respondents in this study amounted to 92 people, divided in two rooms. Taken using purposive sampling technique using patient satisfaction questionnaires covering 5 dimensions namely reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. Later in the analysis using IBM SPSS Statistics 20 program using the Independent t-test at 95% significance level (α = 0.05). With the results of more than half of the respondents in Irina A disgruntled otherwise most of the respondents in Irina C are satisfied, with α = 0.389. In conclusion there is no difference in patient satisfaction with nursing care in the both room. Keywords: patient satisfaction, inpatient surgery, inpatient internal Abstrak : Latar belakang kepuasan pasien merupakan salah satu ukuran keberhasilan pelayanan yang diberikan rumah sakit. Pasien sebagai pengguna jasa mengharapkan produk yang berkualitas dari rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan. Angka kejadian kecacatan bahkan kematian yang diakibatkan oleh prosedur pembedahan dan penyakit-penyakit degeneratif dan infeksi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tujuan untuk melihat perbedaan kepuasan pasien di rawat inap bedah (Irina A) dengan rawat inap interna (Irina C) dan guna memperoleh gambaran kepuasan pasien dimasing-masing ruangan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif komparatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 92 orang yang terbagi di kedua ruangan. Diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan kuisioner tentang kepuasan pasien yang meliputi 5 dimensi yaitu reliability, responsiveness, assurance, emphaty, dan tangibles. Kemudian di analisis menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 menggunakan uji t Independent pada tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil lebih dari separuh responden di Irina A merasa kurang puas sebaliknya sebagian besar responden di Irina C merasa puas, dengan α = 0,389. Kesimpulan tidak ada perbedaan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan di kedua ruangan. Kata kunci : kepuasan pasien, Irina bedah, Irina interna
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN MENURUT PERSEPSI PERAWAT TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG INSTALASI RAWAT INAP F BLU RSUP PROF. Dr. R.D. KANDOU MANADO Muhammad, Hana Yulianti; Warouw, Herman; Palandeng, Henry
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2185

Abstract

Abstract: Leadership is the ability to provide a constructive influence others to do the business of the cooperative achieve the planned objectives. Motivation to work an employee is usually indicated by a continuous activity, and goal oriented. The purpose of this study is on the analysis of the relationship to the head of the room under the leadership of the nurse's perception of the motivation of nurses in the inpatient department Prof.Dr.R.D. Kandou F BLU Manado. Analytic survey research design using a cross-sectional approach. Popolasi that all nurses in the inpatient space F BLU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Total sampling using sampling. Data processed through univariate and bivariate analysis using Chi square with Fisher's exact test alternatives. Results obtained by analysis of the probability (p) = 0.003 <α (0.05), which means that Ho is rejected. Conclusion, an association under the leadership of head room nurse perceptions of the work motivation of nurses in the inpatient department Prof.Dr.RDKandou F BLU Manado. Suggestions, for a head irina F would increase the motivation to work more room nurses, and for nurses would be to maintain and further enhance the motivation to work better. Keywords: Leadership,Work Motivation. Abstrak: Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh yang konstruktif kepada orang lain untuk melakukan satu usaha kooperatif mencapai tujuan yang sudah direncanakan. Motivasi kerja seorang pegawai biasanya ditunjukkan oleh aktivitas yang terus-menerus, dan berorientasikan tujuan. Tujuan penelitian ini adalah di analisis hubungan kepemimpinan kepala ruangan menurut persepsi perawat terhadap motivasi kerja perawat pelaksana di ruang instalasi rawat inap F BLU RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado. Desain penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Popolasi yaitu semua perawat yang ada di ruang instalasi rawat inap F BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Data diolah secara univariat dan bivariat melalui analisis Chi square dengan menggunakan alternatif fisher’s exact test. Hasil analisis diperoleh probabilitas (p) = 0,003 < α (0,05) yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan, adanya hubungan kepemimpinan kepala ruangan menurut persepsi perawat terhadap motivasi kerja perawat pelaksana di ruang instalasi rawat inap F BLU RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado. Saran, bagi ruang irina F kiranya kepala ruangan lebih meningkatkan motivasi kerja perawat pelaksana, dan untuk perawat pelaksana kiranya lebih mempertahankan dan lebih meningkatkan motivasi kerja yang lebih baik. Kata kunci: Kepemimpinan, Motivasi Kerja.
HUBUNGAN KONDISI KERJA DENGAN STRES KERJA PERAWAT DIRUNGAN INTASALASI GAWAT DARURAT MEDIK RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Lumingkewas, Mega; Warouw, Herman; Hamel, Rivelino
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 3 (2015): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i3.8720

Abstract

Abstract: Condition of job cover environmental variable of physical like office hours distribution, existing condition of physical goodness in the form of noise, demand and regulation, and also social relation, temperature, workplace architecture marking and lighting of voice. Target of this Research is Relations between Job’s Conditions and Nurse’s Working Stress Room Installation Serious Condition Emergency Sis of RSUP. Prof. Dr R. D. Kandou Manado. This Design Research is Analytic Survey with approach of Cross sectional. All nurses on Emergency Medic Room RSUP. Prof. DR R. D. Kandou Manado. With the number of nurses are 31 people with Intake of sample in this research use Total technique of Sampling, instrument used is used by data analysis and questioner is bivariate and univariate with test of Chi-Square. The Result of this research there are very real relations between Job’s Conditions and Nurse’s Working Stress (p=0.001). Pursuant to result of research, hence Conclusion that Job’s Conditions reside in balmy category counted 22 (71%) responder, and Working Stress mostly the included in Light category that is 25 (80.6 %) responder, hence from that better the condition of job adapted for leeway and schedule which enough in order not to happened stress in work. Keyword: Job’s Condition, Nurse’s Working Stress Abstrak: Kondisi kerja meliputi variabel lingkungan fisik seperti distribusi jam kerja, kondisi yang ada baik fisik berupa kebisingan, peraturan dan tuntutan, serta hubungan sosial, suhu, penerangan,suara dan ciri-ciri arsitektur tempat kerja. Tujuan Penelitian ini ialah Hubungan Kondisi Kerja Dengan Stres Kerja Perawat Di Ruangan Instalasi Gawat Darurat Medik RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian ini adalah Survei Analitik dengan pendekatan Cross sectional. Seluruh perawat IGDM RSUP. Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Dengan jumlah perawat ada 31 orang dengan Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling, instrument yang digunakan ialah kuesioner dan analisa data yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian terdapat hubungan yang sangat nyata antara Kondisi Kerja Dengan Stres Kerja Perawat (p=0.001). Berdasarkan hasil penelitian, maka Kesimpulan bahwa Kondisi Kerja berada pada kategori nyaman sebanyak 22 (71%) responden, dan Stres Kerja yang sebagian besar termasuk dalam kategori Ringan yaitu 25 (80.6 %) responden, maka dari itu sebaiknya kondisi kerja disesuaikan dengan jadwal dan waktu luang yang cukup agar tidak terjadi stres dalam pekerjaan. Kata Kunci : kondis kerja dan stress kerja perawat