Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : BioCONCETTA

POLA KHAS YANG DITEMUKAN PADA SIDIK JARI DAN TELAPAK TANGAN PADA ANAK-ANAK TUNA NETRA DI KOTA PADANG wati, meliya
BioCONCETTA Vol 1, No 1 (2016): BioCONCETTA VOLUME 1
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.956 KB)

Abstract

Sidik jari dan telapak tangan berperanan penting sebagai identitas seseorang, karena setiap orang memiliki sidik yang berbeda. Fungsi sidik jari dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosis penyakit keturunan. Menurut penelitian yang sudah berkembang, kelompok yang memiliki penyakit keturunan memiliki ciri-ciri sulur tertentu. Pola-pola sulur permukaan telapak tangan terbentuk sejak umur embrio 13 minggu dan tidak berubah seumur hidup. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif dengan mengamati tipe pola pada jari dan telapak tangan pada sampel yang diambil secara purposive. Penelitian pola-pola sulur permukaan telapak tangan yang telah dilakukan menunjukkan pola loop radial memiliki persentase terbesar yaitu 40,5%. Persentase tipe pola Loop radial yang paling tinggi sebesar 40,5 %.  Pola loop ulnar sebesar 39 % ,Whorl sebesar 20,5 %  dan pola arch 0%. Frekuensi ditemukannya pola sulur pada telapak tangan adalah =55,5% dan I4=60%.
PENGAMATAN POLA SULUR JARI DAN TELAPAK TANGAN PADA ANAK PENYANDANG ADHD (ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER) DI KOTA PADANG wati, meliya; Megahati, Ruth Rize Paas; Hayuni, Fitri
Jurnal Bioconcetta Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.175 KB) | DOI: 10.22202/bc.2016.v2i1.1298

Abstract

Pola-pola sidik jari bermacam-macam, dan pola tersebut tidak sama antara satu  individu  dengan  individu  lain.  Dalam  perkembangannya,  pola-pola  sulur banyak  dimanfaatkan  untuk  identitas,  teknologi  terbaru  pola  sulur  atau  yang dikenal dengan sidik jari diaplikasikan untuk e-card, sebagai alat forensik bagi kepolisian dan hingga saat ini berkembang penelitian yang mengkaji hubungan- hubungan  pola-pola  khas  sidik  jari  dengan  penyakit-penyakit  yang  sifatnya genetik. Dewasa  ini  banyak  dijumpai  penyakit  keturunan  yang  berhubungan dengan gangguan hiperkinetik, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau sekitar 80% dari perbedaan antara anak-anak yang mempunyai gejala ADHD dalam kehidupan bermasyarakat akan ditentukan oleh faktor genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola-pola sidik jari dan telapak tangan pada anak- anak penyandang ADHD dan dibandingkan dengan anak yang normal. Metode yang  digunakan adalah  metode deskriptif.  Hasil  penelitian  menunjukkan pada anak-anak penyandang ADHD memiliki tipe plain whorl 34,5%, lebih banyak dibandingkan dengan anak normal (16%) dan berdasarkan statistik, terdapat perbedaan  yang  nyata.  Rata-rata  jumlah  sulur  ujung  jari  tangan  penyandang ADHD   lebih   tinggi   dibandingkan   dengan   anak    normal   (146,3>136,5). Pengamatan pola pada telapak tangan menunjukkan pada interdigital 4 memiliki frekuensi tertinggi (50%) dan terdapat perbedaan yang tidak nyata antara anak penyadang ADHD dengan anak normal.
RANCANGAN HAND OUT BERBASIS PETA KONSEPPADA MATERI ALAT INDERA UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA wati, meliya; vitriani, Fifi
Jurnal Bioconcetta Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.58 KB) | DOI: 10.22202/bc.2015.v1i1.1524

Abstract

Bahan ajar yang umumnya terdapat di Sekolah seperti buku teks dan LKS yang sudah biasa dijual di pasaran belum sepenuhnya dapat membantu proses belajar. Penggunaan handout sudah ada dalam proses pembelajaran, namun belum bisa menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran, karena handout masih sederhana dan tidak berbasis peta konsep.  Peta konsep sangat penting untuk menjelaskan materi dan membantu siswa untuk memahami materi tersebut. Berhubungan dengan itu dikembangkan bahan ajar berbentuk handout berbasis peta konsep pada materi alat indera untuk siswa SMP. Model dan prosedur penelitian ini adalah pengembangan yang menggunakan model 4D yang terdiri dari define, design, develop dan disseminate. Penelitian ini dibatasi hingga tahapan define dan design, yaitu analisis kurikulum dan analisis siswa, dan design merupakan perancangan hand out berbasis peta konsep. Hasil penelitian ini berupa rancangan hand out berbasis peta konsep pada materi alat indra.
POLA KHAS YANG DITEMUKAN PADA SIDIK JARI DAN TELAPAK TANGAN PADA ANAK-ANAK TUNA NETRA DI KOTA PADANG Wati, Meliya; Paas Megahati, Ruth Rize; Sari, Weni Novita
Jurnal Bioconcetta Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.958 KB) | DOI: 10.22202/bc.2015.v1i2.1506

Abstract

Sidik jari dan telapak tangan berperanan penting sebagai identitas seseorang, karena setiap orang memiliki sidik yang berbeda. Fungsi sidik jari dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosis penyakit keturunan. Menurut penelitian yang sudah berkembang, kelompok yang memiliki penyakit keturunan memiliki ciri-ciri sulur tertentu. Pola-pola sulur permukaan telapak tangan terbentuk sejak umur embrio 13 minggu dan tidak berubah seumur hidup. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif dengan mengamati tipe pola pada jari dan telapak tangan pada sampel yang diambil secara purposive. Penelitian pola-pola sulur permukaan telapak tangan yang telah dilakukan menunjukkan pola loop radial memiliki persentase terbesar yaitu 40,5%. Persentase tipe pola Loop radial yang paling tinggi sebesar 40,5 %.  Pola loop ulnar sebesar 39 % ,Whorl sebesar 20,5%   dan pola arch 0%. Frekuensi ditemukannya pola sulur pada telapak tanganadalah I3 =55,5% dan I4=60%.
SPECIES DICROGLOSSIDAE (AMPHIBIA) PADA ZONA PEMANFAATAN TNKS DI WILAYAH SOLOK SELATAN wati, Meliya
Jurnal Bioconcetta Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.644 KB) | DOI: 10.22202/bc.2016.v2i2.1526

Abstract

Amphibia merupakan jenis komoditi ekspor yang cukup besar, karena indonesia mengekspor katak hingga ribuan ton tiap tahunnya. Katak-katak yang diekspor adalah jenis katak berbadan besar yang diperoleh dari pembudidayaan dan ditangkap langsung dari habitatnya. Sementara, jenis-jenis katak berbadab besar pada umumnya dari kelompok famili Dicroglosidae. Kawasan solok selatan merupakan bagian dari kawasan taman nasional kerinci seblat yaitu zona pemanfaatan. Pada daerah ini ditemukan banyak sekali jenis-jenis katak, termasuk jenis dari Dicroglossidae. Pencarian Amphibia dengan metode visual ecounter survey (VES) difokuskan pada jalur yang sudah ditentukan, dengan cara berjalan pada suatu lokasi yang diduga banyak Amphibianya pada malam hari dari pukul 18.00 - 23.00 WIB. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 5 spesies Dicroglosidae di Zona Pemanfaatan di Kawasan TNKS Solok Selatan, diantaranya Fejervarya limnocharis, Limnonectes ingeri, Limnonectes macrodon, Limnonectes ibanorum, Limnonectes shompenorum