Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Callophyllum innophylum L.) DENGAN METODE ULTRASONOKIMIA Muh. Taufiq M. Bintang; Aisyah Aisyah; Asri Saleh
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.415 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n2.9199

Abstract

Indonesia merupakan negara berkembang yang membutuhkan suplai energy namun ketersediaannya semakin menipis. Oleh karena itu, energi alternatif diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Salah satu sumber energi alternative yang sedang dikembangkan adalah biodiesel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk optimalisasi konversi pembentukan biodiesel dan menentukan komponen biodiesel yang terbentuk. Biodisel pada penelitian ini diproduksi dari minyak biji nyamplung (Callophyllum innophyllum L.) dengan mereaksikan dengan methanol dengan rasio 1:6 menggunakan KOH 0,5% sebagai katalis dan direaksikan menggunakan metode ultrasonik kimia dengan variasi waktu 45, 60 atau 75 menit. Biodiesel yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan menggunakan FTIR sehingga dapat menunjukkan spectrum ester asam lemak panjang. Biodiesel juga dianalisis dengan GC-MS dan hasilnya menunjukkan bahwa komponen utamanya adalah metil oleat, metil palmitat, metil sterarat dan metil linoleat.
KARAKTERISASI ZAT WARNA DAUN JATI (Tectona grandis) FRAKSI METANOL:n-HEKSANA SEBAGAI PHOTOSENSITIZER PADA DYE SENSITIZED SOLAR CELL Aminuddin Baharuddin; Aisyah Aisyah; Jawiana Saokani; Indah Ayu Risnah
Chimica et Natura Acta Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.049 KB) | DOI: 10.24198/cna.v3.n1.9174

Abstract

Penyedia energi saat ini masih didominasi oleh sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti batubara, minyak bumi dan gas alam. Semakin lama sumber energi ini akan semakin menipis jumlahnya di alam sehingga dibutuhkan sumber energi terbarukan. Salah satu sumber energi yang potensial dikembangkan di Indonesia adalah DSSC (Dye Sensitized Solar Cell). Dalam penelitian ini digunakan zat warna daun tumbuhan Tectona grandis sebagai photosensitizer. Zat warna diperoleh dari proses ekstraksi menggunakan alat ultrasonik dengan pelarut metanol. Pengujian DSSC dilakukan pada zat warna dalam keadaan asam (pH 6) dan keadaan basa (pH 11) serta pada hasil pemisahan KKCV menggunakan eluen n-hexana-metanol (8:2, 5:5, dan 2:8). Nilai efisiensi paling tinggi diperoleh pada hasil KKCV n-hexana:metanol 5:5 yakni sebesar 0,05127%. Karakterisasi dilakukan pada zat warna yang miliki efisensi paling tinggi dengan menggunakan UV-Vis, FTIR dan GC-MS. Hasil analisis UV-Vis menunjukkan adanya serapan pada panjang gelombang 522 nm yang merupakan daerah serapan khas antosianin. Pada pengujian FTIR didapatkan beberapa gugus fungsi yang teridentifikasi sebagai –OH, C-H, dan C=C. Hasil analisis dengan GC-MS menunjukkan fragmen puncak pada m/z 287. Secara umum hasil karakterisasi tersebut besesuaian dengan salah satu pigmen antosianin yaitu sianidin.
Analisis Kadar Formalin Pada Tahu Yang Beredar Di Pasar Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba Arfiani Nur; Rahmatia Syam; Asdinar; Aisyah; Rahmiani Gani; Syarifah Rabiatul Adawiah; Titik Andriani
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v6i2.577

Abstract

Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa bahan tambahan makanan adalah bahan-bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah sidikit untuk memperbaiki warna, bentuk, citarasa, tekstur, atau sebagai pengawet. Menurut PerKBPOM No. 2 tahun 3013 tentang Bahan Berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan salah satunya adalah formalin.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan formalin dalam tahu yang kemungkinan beredar di pasar tradisional kabupaten Bulukumba. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling. Metode analisis kualitatif formalin dilakukan dengan metode fenilhidrazin dan analisis kuantitatifnya dengan metode spektrofotometri. Sampel tahu diambil di Pasar Kecematan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian menunjukkan dari 10 sampel tahu yang dibeli dari 10 penjual terdapat 3 sampel tahu yang mengandung formalin (30%). Kadar formalin dalam sampel tahu pada ketiga penjual tersebut adalah 10 ppm, 9,8 ppm, 9,5 ppm. Disarankan kepada pedagang agar tidak menggunakan formalin sebagai bahan tambahan pangan dan masyarakat agar berhati-hati dalam membeli bahan makanan.
MODIFIKASI STRUKTUR TRIASILGLISERIDA DARI MINYAK KOPRA MENGGUNAKAN VARIASI WAKTU OKSIDASI KMnO4 UNTUK PRODUKSI BIODIESEL Dyah Wulandhari Sulthan; Aisyah Aisyah; Suriani Suriani; Arfiani Nur; Ummi Zahra
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 9 No 2 (2021): Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)
Publisher : Graduate Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Biodiesel merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sebagai pengganti solar. Namun, biodiesel memiliki kelemahan yaitu titik awan yang tinggi sehingga biodiesel akan merusak mesin diesel jika digunakan di daerah yang beriklim dingin. Titik awan yang tinggi disebabkan karena adanya asam lemak tidak jenuh dari minyak (triasilgliserida). Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biodiesel dari bahan baku minyak kopra dengan memodifikasi struktur triasilgliseridanya. Metode yang dilakukan yaitu melakukan modifikasi terlebih dahulu pada triasilgliserida dengan reaksi oksidasi KMnO4 3% serta katalis H2SO4 6N dengan variasi waktu 30, 45, 60, 75 dan 90 menit dan dilanjutkan proses transesterifikasi untuk produksi biodiesel menggunakan pelarut metanol. Hasil nilai konversi biodiesel yang didapatkan pada masing-masing variasi yaitu 6,61 %, 13,16%, 50,36%, 39,30% dan 7,98%. Hal tersebut menunjukkan bahwa biodiesel dari hasil modifikasi triasilgliserida lebih sedikit rendamennya. Biodiesel yang diperoleh diidentifikasi dengan menggunakan instrumen IR dan GC-MS. Komponen- komponen hasil spektrum IR yang dihasilkan dari kelima variasi menunjukkan data- data spektrum yang hampir sama dengan GC-MS yang menunjukkan adanya komponen mayor diduga yaitu metil ester seperti metil palmitat, metil stearat, metil laurat dan metil kaprat. Selain itu, juga diduga adanya senyawa epoksi yaitu cis-9- metil, 10-epoksioktadekanoat sebagai komponen minor. ABSTRACT: Biodiesel is one of the alternative fuels that are environmentally friendly as a substitute for diesel fuel. However, biodiesel has the disadvantage of a high cloud point so that biodiesel will damage the diesel engine if used in areas with cold climates. High cloud points due to the unsaturated fatty acids from oils (triacylgliciride). This study aims to produce biodiesel from raw material copra oil by modifying the structure of triacylgliciride. The method to do that is to make modifications prior to the oxidation reaction of triacylglycerides with KMnO4 3% and H2SO4 6N as a catalyst with a variation of 30, 45, 60, 75 and 90 minutes and proceed transesterification process to produce biodiesel using methanol. Results biodiesel conversion value was obtained in each variation is 6.61%, 13.16%, 50.36%, 39.30% and 7.98%. It was show that biodiesel from modified triacylgliciride less yield. Biodiesel was obtained using instruments identified by IR and GC-MS. The components of the IR spectrum were result generated from the fifth variation of the data showed a spectrum similar to GC-MS which showed major components, namely allegedly methyl esters such as methyl palmitate, methyl stearate, methyl laurate and methyl caprate. In addition, also alleged the existence of an epoxy compound that is cis-9- methyl, 10-epoxyoktadecanoate as a minor component.
Potensi Energi Listrik dari Microbial Fuel Cell (MFC) Menggunakan Substrat Molase dan Bakteri Pseudomonas sp. Ilmi Wahyuni; Heri Heriyono; Aisyah Aisyah; Maswati Baharuddin; Iswadi Ibrahim Patunrengi
ALCHEMY:Journal of Chemistry Vol 10, No 1 (2022): ALCHEMY: Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v10i1.12154

Abstract

Sugarcane molasses have been reported as potential biomass to produce electricity from its metabolic processes through the microbial fuel cell (MFC) system. However, it is important to improve electrical generation by using both appropriate and readily available substrates and microorganisms. This study aimed to determine the current and potential difference as well as the power density generated from the metabolic process of the molasses substrate. A dual-chamber of MFC was arranged in series to generate electrical current. The anode chamber contained a mixture of molasses substrate, potassium phosphate buffer pH 7, and Pseudomonas sp. The cathode chamber contained 0.2 M KMnO4 electrolyte solution. Measurement of current and potential differences was conducted every 4 hours for 36 hours. The results showed that the maximum current, potential difference, and power density were 1656 mV, 1582 µA, and 1794.37 mW/m2, respectively.Keywords: dual chamber, microbial fuel cell, molasses, Pseudomonas sp.  Molase telah banyak dilaporkan sebagai salah satu sumber energi listrik yang potensial dengan menggunakan sistem microbial fuel cell (MFC). Namun demikian, produksi energi listriknya perlu ditingkatkan dengan menggunakan substrat dan mikroorganisme yang tepat dan mudah diperoleh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui arus dan beda potensial serta nilai kerapatan daya yang dihasilkan dari proses metabolisme substrat molase menggunakan bakteri Pseudomonas sp. Penelitian ini menggunakan sistem MFC kompartemen ganda sebanyak dua sel yang dirangkai seri. Ruang anoda berisi campuran substrat molase, buffer kalium fosfat pH 7 dan bakteri Pseudomonas sp. Adapun ruang katoda berisi larutan elektrolit KMnO4 0,2 M. Pengukuran arus dan beda potensial dilakukan setiap 4 jam selama 36 jam. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan nilai arus, beda potensial maksimum dan kerapatan daya masing-masing sebesar 1656 mV, 1582 µA dan 1794,37 mW/m2.Kata kunci: dua sel, microbial fuel cell, molase, Pseudomonas sp
Determination and Characterization of Lycopene Compounds from N-Hexane Fraction of Tomato Fruit (Solanum Lycopersocum Grandyfolium) by using Fourier Transform Infrared and UV-Vis Spectrophotometry Arfiani Nur; Hajrah Hajrah; Asriani Ilyas; Aisyah Aisyah; Maria Cecilia Lezama Escalante
Walisongo Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2022): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v5i1.10885

Abstract

Determination and characterization of the lycopene content of the n-hexane fraction from potato-leaved tomato (Solanum lycopersicum grandyfolium) using Fourier transform infrared (FTIR) spectrophotometry and UV-Vis spectrophotometry. This study aims to determine the levels and characterization of lycopene compounds from potato-leaved tomato fruit using FTIR and UV-Vis spectrophotometers. The methods in this research include maceration, liquid-liquid extraction, crystallization with antisolvent, chromatography with three eluent systems, identification of lycopene compounds, and characterization of lycopene compounds using FTIR and UV-Vis. The results showed the presence of lycopene compounds based on the spectrum with absorption peaks at wave numbers 2924, 18 cm-1 and 2863, 66 cm-1 indicating C-H (stretching); 1637, 43 cm-1 indicating C=C alkene; and the wave numbers of 1461, 63 cm-1 and 1422, 46 cm-1 indicating the presence of a CH2 (bending) functional group. The results of UV-Vis spectrophotometric characterization showed the presence of lycopene compounds at three main wavelengths, namely at 445, 467, and 500 nm. The level of lycopene compounds produced from the n-hexane extract of potato-leaved tomato fruit was 7.25 mg/gram
DESAIN DAN KONSTRUKSI PENYULING AIR ASIN MENJADI AIR TAWAR (SOLAR STILL) YANG MUDAH, MURAH DAN MEMILIKI EFISIENSI TINGGI Iswadi I. Patunrengi1; Aisyah Aisyah; Muh Said L; Nurul FA
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 7 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v7i2.18501

Abstract

Solar still design and construction have been carried out with two models, namely the pyramid model and the prism model. The prism model is proposed as a new model that is easier and cheaper in the construction process as a potential replacement for the previous model that is more complicated. While the pyramid model is a control model. The size of the container or raw water bath used is 75 cm x 75 cm x 10 cm. the results showed that the volume of water evaporated pyramid model more than the control model, efficiency also gave a better value of 27.55% compared to 24.10% for the control model.