Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

APPLICATION OF DIET MANAGEMENT (LITTLE BUT OFTEN) IN NORMAL BLOOD SUGAR STABILITY IN DIABETES MELLITUS PATIENTS Mukhammad Toha; Mokh Sujarwadi; Ida Zuhroidah
UNEJ e-Proceeding 2023: 5th International Agronursing Conference (5th IANC) In Conjunction with 1st International Post
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The failure to control blood sugar levels in people with diabetes mellitus is due to the inability to control hunger. The frequency of eating that is more than normal is often experienced by people with diabetes mellitus due to frequent hunger. An inadequate supply of glucose into cells responds to the brain to increase the activity of the digestive organs. The collection of glucose into cells is influenced by the adequacy of the insulin hormone produced by the pancreas and the ability of insulin receptors in cells to recognize insulin hormones. This study aims to identify the effects of dietary management (small but often) on controlling blood sugar in diabetes mellitus patients. Methods: This study used a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test approach. The independent variable is dietary management (a little but often), and the dependent variable is blood sugar levels. The population in this study were people with diabetes mellitus in the Rembang area using a purposive sampling technique. The number of samples is 40 people; the research time is two months. Data collection instruments were a glucose test, a calorie counter, and a control card. Data analysis used paired t-test. Results: There is a significant effect of dietary management (a little but often) on blood sugar stability with a significance level of p=0.000. Setting a realistic diet in people with diabetes mellitus helps reduce blood sugar levels. Calculating the number of calories needed each day and then dividing them according to the wishes of people with diabetes mellitus without changing eating habits and the number of calories required can provide comfort to reduce stress. Conclusions: Dietary management (little but often) positively affects blood sugar stability. The freedom to determine the meal schedule is a diabetic's choice and can increase discipline and responsibility in complying with it.
Analisis Pemenuhan Kebutuhan Spiritualitas Pasien (Alis Mata Sapi) dalam Pelayanan Asuhan Keperawatan Berbasis Pendekatan Kearifan Lokal Mokh. Sujarwadi; Mukhammad Toha; Ida Zuhroidah; Nurfika Asmaningrum
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1239

Abstract

Kebutuhan spiritualitas berkaitan dengan spirit,  harapan dan makna hidup. Kesadaran diri yang tinggi terhadap kondisi sakit membawa pasien pada kedamaian batin. Melihat begitu besar manfaatnya, maka perlu diterapkan dalam setiap aktivitas pemberian asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan memotret bentuk pelayanan asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien pada tatanan pelayanan kesehatan di wilayah pasuruan kota Madinah. Metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif eksploratif, populasi pada penelitian ini seluruh rumah sakit atau klinik rawat inap milik pemerintah maupun swasta di wilayah kota pasuruan. Ukuran sample sebesar 5, tekhnik sampling total populasi. Seluruhnya (100%) Pelayanan pemenuhan kebutuhan spiritualitas pasien berupa bimbingan doa. Pelayanan diberikan bagi setiap pasien dan keluarganya terutama pada pasien kritis. Rumah Sakit dan Fasyankes milik pemerintah daerah melakukan Kerjasama (MoU) dengan Majelis Ulama Daerah (MUI), Pelayanan diberikan 2 kali seminggu, tidak demikian dengan Fasyankes swasta hanya menyediakan fasilitas peribadatan, Perawat selalu menerapkannya pada setiap pemberian asuhan keperawatan. Sebagian besar (80%) pasien puas dengan pelayanan spiritual yang diberikan. Kecerdasan spiritual membantu pasien optimis, bersabar dan ikhlas akan keadaannya sehingga terhindar dari stress yang dapat memperberat sakitnya. Pemenuhan kebutuhan spiritual telah dilakukan di setiap fasyankes oleh perawat namun perlu pengembangan dengan memanfaatkan tekhnologi kekinian dan agama selain Islam perlu perlu difasilitasi secara maksimal.
Penguatan Ekonomi Keluarga (PEKA) sebagai Penyokong Produktivitas Masyarakat Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan Menuju Desa Mandiri Bebas Stunting Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Mokh. Sujarwadi; Nurfika Asmaningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11031

Abstract

ABSTRAK Diperlukan kerja keras mewujudkan  Mojoparon menuju desa zero stunting, pembangunan pilar pemberdayaan wanita melalui peningkatan pengetahuan tentang stunting telah terpancang di tahun pertama program desa binaan. Pembangunan pilar selanjutnya berfokus pada penguatan ekonomi keluarga yang berkontribusi besar mewujudkan keluarga sejahtera. Diperlukan terobosan  menciptakan lapangan kerja baru berbasis home industry yang dapat menambah nilai ekonomi dan peningkatan gizi  keluarga melalui pemanfaatan sumber daya lingkungan sekitar dan sarana-prasarana yang telah tersedia. Lahan pertanian yang luas mampu menghasilkan sumber pangan yang melimpah seperti beras, jagung, kedele, kacang hijau, kacang tanah dan beberapa jenis sayuran. Begitu juga lahan perkebunan manga, srikaya dan pepaya. Sumber pangan tersebut perlu mendapatkan sentuhan tekhnonologi industry agar menghasilkan produk pangan baru  bernilai ekonomi dan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam penguatan ekonomi keluarga berupa pelatihan keterampilan pembuatan tempe, minuman kemasan bernilai gizi tinggi dari bahan alami, pembuatan keset, Hasil kegiatan, ibu-ibu antusias mengikuti program pelatihan dan mulai memproduksi bahan olahan pangan serta kerajinan tangan lainnya, selanjutnya dipasarkan di fasilitas food court yang dikelola oleh BUMDES desa Mojoparon. Warga merasakan manfaat  program kegiatan desa binaan, penghasilan keluarga meningkat 2 kali lipat. Rata-rata penghasilan bersih perhari berkisar 75.000-100.000 rupiah. Pembangunan pilar ekonomi keluarga menguatkan  Mojoparaon menuju desa mandiri bebas stunting. Kata Kunci: Penguatan Ekonomi, Mandiri, Stunting  ABSTRACT Hard work is needed to make Mojoparon a zero-stunting village; the pillars of women's empowerment through increasing knowledge about stunting have been firmly anchored in the first year of the assisted village program. The development of the next post focuses on strengthening the family economy, which contributes significantly to creating a prosperous family. A breakthrough is needed to create jobs based on home industries that can add economic value and improve family nutrition by utilizing the surrounding environmental resources and existing infrastructure. Extensive agricultural land can produce abundant food sources such as rice, corn, soybeans, green beans, peanuts, and several types of vegetables. The same goes for mango, custard apple, and papaya plantations. These food sources need to get a touch of industrial technology to produce new food products with economic value and can create new jobs for the surrounding community. Various activities have been carried out to strengthen the family economy in the form of training in making tempeh, packaged drinks with high nutritional value from natural ingredients, and making doormats. in a food court facility managed by BUMDES in Mojoparon village. Residents feel the benefits of the assisted village activity program; family income increases 2-fold. The average net income per day ranges from 75,000-100,000 rupiah. The development of the family economic pillar strengthens Mojoparaon towards an independent village free of stunting. Keywords: Economic Strengthening, Independence, Stunting
Peningkatan Kesehatan Kulit Buruh Pemetik Daun Teh Melalui Pemanfaatan Lidah Buaya Mukhammad Toha; Ida Zuhroidah; Mokh. Sujarwadi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v2i1.1018

Abstract

Perkebunan teh memberikan peluang pekerjaan yang tidak menuntut syarat pendidikan yang tinggi maupun skill yang mumpuni sehingga pekerjaan ini banyak diambil oleh para wanita yang sudah berusia tua sebagai pekerjaan disela-sela kesibukan rumah tangganya untuk membantu memenuhi nafkah keluarga, namun pekerjaan ini juga membawa resiko yang sering terjadi seperti tergigit ular, luka terkena alat pertanian maupun terjatuh dan yang selalu terjadi adalah paparan sinar matahari pada wajah dan kulit sehingga terjadi kulit kering, kemerahan terbakar matahari hingga dampak pecah-pecah pada kulit, hal ini perlu mendapat penanganan yang tepat melalui pemanfaatan tanaman obat yang mudah didapat dan murah seperti lidah buaya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan manfaat lidah buaya sebagai upaya mencegah dan mengatasi gangguan kulit akibat resiko kerja sebagai pemetik daun tehe. Subyek dalam kegiatan ini adalah pekerja pemetik daun the di wilayah Jember Jawa Timur dengan mengikut sertakan satu divisi area yang berjumlah 25 orang. Kegiatan ini dilakukan dengan teknik penyuluhan disertai diskusi dan Tanya jawab. Penilaian capaian tujuan dilakukan melalui pemberian pertanyaan pada awal dan akhir kegiatan. Tingkat pengetahuan buruh pemetik daun the sebelum diberikan penyuluhan adalah sebagian besar cukup baik dan ada beberapa yang kurang bahkan sangat kurang. Tingkat pengetahun setelah mendapat penyuluhan adalah sebagian besar baik dan sudah tidak ada lagi yang kurang maupun sangat kurang. Pengetahuan pekerja pemetik daun the tentang pemanfaatan lidah buaya ini meningkat setelah diberikan penyuluhan, selanjutnya diharapkan para pekerja mampu mempraktikkan dan dapat menjaga kehatan kulitnya terganggu akibat kondisi kerjanya.
Peningkatan Kemampuan Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada Pengungsi Korban Erupsi Gunung Semeru Mokh. Sujarwadi; Mukhammad Toha; Ida Zuhroidah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana erupsi gunung Semeru pada bulan Desember 2021 telah banyak memakan korban jiwa dan kerugian materiel maupun non materiel. Mitigasi bencana gencar dilakukan oleh petugas dan semua element masyarakat, berharap korban erupsi segera mendapatkan pertolongan. Gerak cepat ini mendapat respon oleh semua komponen masyarakat termasuk Fakultas Keperawatan Universitas Jember melalui kelompok riset dan pengabdian masyarakat bergerak menuju lokasi bencana untuk memberikan pertolongan pada korban. Kelompok riset dan pengabdian masyarakat GARUDA juga turut serta melakukan kegiatan yang terfokus pada kamp pengungsian warga di SMPN 2 Pasirian-Lumajang dengan melibatkan Mahasiswa Prodi D-3 Keperawatan Kampus Pasuruan. Melihat begitu banyaknya pengungsi, maka topik pengabdian yang dipilih adalah peningkatan kemampuan pencegahan penyebaran covid-19 pada pengungsi korban erupsi gunung semeru. Bentuk kegiatan berupa edukasi pada pengungsi melalui penyuluhan langsung pada tiap ruangan degan menggunakan instrument yang tersedia. Bantuan masker dan hand sanitizer beserta peralatan kebersihan mandi dan pakaian layak pakai, makanan penunjang kesehatan, obat-obatan juga dibagikan pada pengungsi. Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan sederhana serta trauma healing turut dilakukan. Hasil kegiatan dicatat dan dilaporkan pada penanggung jawab kegiatan di posko induk yang selanjutnya diserahterimakan pada petugas jaga berikutnya. Eduksi tentang pencegahan penyebaran covid-19 mendapat antusiasme warga pengungsi yang ditunjukkan dengan respon berupa pertanyaan. Pengungsi juga mengungkapkan rasa terimakasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Keceriaan wajah dari anak-anak pengungsi terpancar dari kegiatan trauma healing yang telah diberikan. Penatalaksanaan pengobatan sederhana dan pemeriksaan kesehatan juga disambut baik oleh pengungsi, mereka datang ke ruang kesehatan untuk berobat dan melakukan konsultasi pada petugas. Pengungsi erupsi gunung semeru di SMPN 2 Pasirian-Lumajang sangat antusias dari kegiatan yang dilakukan oleh kelompok riset dan pengabdian masyarakat GARUDA. Para pengungsi sangat senang dan aktif dalam kegiatan. Protokol kesehatan dilakukan dengan tertib dan disiplin dengan harapan tidak muncul klaster baru di pengungsian.
Mengembangkan Kemampuan Petani dalam Mengatasi Nyeri Otot melalui Self Emotional Freedom Technique (SEFT) Ida Zuhroidah; Mukhammad Toha; Mokh. Sujarwadi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v2i2.2245

Abstract

Pertanian merupakan sektor terpenting dalam suatu Negara khususnya di Indonesia yang menjadi salah satu Negara penghasil beras terbesar di dunia. Sektor pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Selain menyediakan pangan bagi seluruh penduduk di Indonesia, sektor pertanian juga menyumbangkan devisa serta menyediakan kesempatan kerja bagi masyarakat pedesaan dan bahan baku bagi kegiatan industri. Sebagian besar petani mengeluhkan nyeri akibat sikap kerja dari petani yang tidak sesuai dengan konsep kerja ergonomi dan durasi kerja petani yang beresiko mengakibatkan kelelahan pada tubuh yang mempengaruhi kinerja para petani yang banyak menggunakan kemampuan otot-otot secara fungsional dalam melakukan setiap aktivitas pekerjaannya. Self emotional freedom technique merupakan salah satu tindakan yang dapat mengurangi nyeri otot. Edukasi tentang self emotional freedom tehnique sebagai upaya mengurangi nyeri otot pada petani yang dikemas dalam bentuk penyuluhan merupakan bentuk kegiatan dari pengabdian kepada masyarakat. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah petani di wilayah Mojoparon Pasuruan Jawa Timur sebanyak 25 petani. Diskusi dan tanya jawab mewarnai kegiatan penyuluhan agar terjadi komunikasi yang efektif dengan harapan tujuan dari kegiatan dapat tercapai. Sebagian besar petani memiliki pengetahuan yang kurang dan bahkan ditemukan pengetahuannya sangat kurang, namun setelah dilakukan edukasi dalam kegiatan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan, yaitu sebagian besar peserta memiliki pengetahuan yang baik dan tidak ditemukan pengetahuan yang kurang tentang penatalaksanaan menejemen nyeri otot.
Latihan Relaksasi Otot Progresif (Lato-Lato) Upaya Antisipasi Cedera Kronis Sistem Muskuloskeletal Akibat Kerja pada Petani di Wilayah Agrikultur Ida Zuhroidah; Mokh. Sujarwadi; Mukhammad Toha
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i1.1529

Abstract

Nyeri otot dan persendian adalah keluhan yang sering dirasakan petani. Nyeri dirasakan hampir pada seluruh bagian tubuh baik di leher, anggota gerak atas, tulang belakang maupun anggota gerak bawah. Tanpa disadari permasalahan tersebut diakibatkan aktivitas pekerjaan yang ditekuninya. Latihan otot progresif bisa memulihkan secara cepat sistem musculoskeletal yang mengalami cedera agar dapat berfungsi secara normal. Memperbaiki dan mengembalikan sistem sirkulasi darah pada otot dan persendian yang mengalami cedera akibat kerja merupakan prinsip utama dari latihan otot progresif. Sejauh ini para pejuang ketahanan pangan belum mengetahui cara mengantisipasi permasalahan kesehatan yang sering dirasakan tersebut. Tujuan penelitian mengeksplorasi pengetahuan, psikomotor petani dan respon nyeri yang dialaminya. Penelitian kuantitatif berdesain pra experiment pre-post test, populasi petani, sampel sebanyak 20 melalui tehnik purposive. Instrument penelitian kuesioner menilai kognitif dan survey mengukur psikomotor, respon nyeri menggunakan VAS. Terdapat perbedaan rerata nilai kognitif, psikomotor pada uji paired t- test  p= 0,000 (<0,005). Terjadi penurunan skala nyeri secara signifikan, uji paired t-test p=0,002 (<0,005). Edukasi merubah perilaku seseorang, dari tidak tahu menjadi tahu. Aliran darah lancar pada cedera memerlukan supplay oksigen agar asam laktat berkurang yang dicapai dengan latihan otot progresif.
THE EFFECT OF BAY LEAF GARLIC DECOCTIONON ON LOW CHOLINESTERASE LEVELS DUE TO PESTICIDE EXPOSURE IN FARMERS IN PASURUAN Mukhammad Toha; Ida Zuhroidah; Mokh Sujarwadi
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 12 No 2 (2023): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v12i2.563

Abstract

Background: Pesticides are chemicals used by farmers to control and kill pests and diseases. Pesticides can poison humans, although their main use is to control and kill agricultural pests. Pesticide poisoning is still a problem that often occurs in society. Objectives: The aim of this study was to determine the effectiveness of garlic and bay leaf decoction in increasing cholinesterase levels of farmers exposed to pesticides in Pasuruan Raya. Methods: The design of this study was a pre-experimental, one-group pretest-posttest with a population of rice processing farmers in Pasuruan Raya. The sample size used was 20 farmers taken by purposive sampling. The independent variable was the administration of a decoction of garlic and bay leaf for fifteen days, the dependent variable was the level of cholinesterase in the blood. Data were analyzed using paired sample t test. Conclusion: The use of garlic and bay leaf decoction in this study is a complementary therapy given to farmers as a regulator of reducing cholinesterase levels which is an indicator of the accumulation of pesticides in the body. It is expected to be an effective and efficient solution. it is hoped that farmers will be able to independently maintain their health through smart techniques in utilizing local wisdom resources by cultivating materials, managing, preparing and processing natural materials into medicines that can be done independently, not only able to improve health status but also provide opportunities for development into business ventures creative economy that can increase income and economic welfare.
Steeping Bay Leaves (Syzygium Polyanthum) to Increase Cholinesterase Levels Due to Pesticide Exposure in Farmers Sujarwadi, Mokh.; Toha, Mukhammad; Zuhroidah, Ida
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v5i1.2084

Abstract

Farmers are at high risk of pesticide exposure. The threat of death from pesticides reaches 168,000 per year. Pesticide free radicals cause health problems in the form of impaired function of nerves, liver, and kidneys and cause cancer. Low blood cholinesterase (CHE) indicates pesticide residue. Steeping bay leaves (Syzygium polyanthum) are expected to improve liver function to detoxify pesticide-free radicals that have already entered the body. This study aims to determine the effect of steeping bay leaves (Syzygium polyanthum) on increased cholinesterase (CHE) levels. Qualitative research with pre-experimental design one group pre-test-post test. As a population is a group of farmers in the Pasuruan area. The sample size in this study was 20 respondents using purposive sampling techniques. The research procedure is to measure cholinesterase levels in the blood before and after steeping bay leaves (Syzygium polyanthum) after 15 days. The data were analyzed by paired t-test. There was an increase in average blood cholinesterase levels of 399.35 U/L after 15 days of regular consumption. Blood cholinesterase levels before treatment were 5,301.25 U/L and after treatment became 5,700.00 U/L. The paired t-test results showed a significance value of p = 0.000. The average working time of the participants 18.5 years is very likely to have a lot of pesticide residues in their bodies and cause disruption of the normal function of several organs, causing mild and severe health problems. Bay leaf steeping (syzygium polyanthum)has been shown to increase cholinesterase (CHE) levels. To avoid the threat of health problems, farmers should diligently consume steeping bay leaves regularly.
Pengenalan Aneka Ragam Tanaman Obat Keluarga dan Manfaatnya dalam Mengendalikan Gula Darah Penderita Diabetes Melitus di Area Pegunungan Zuhroidah, Ida; Toha, Mukhammad; Sujarwadi, Mokh.; Asmaningrum, Nurfika
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2402

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolisme kronis multi etiologi dimana kadar gula darah meningkat serta terjadi gangguan metabolisme baik pada karbohidrat, lemak serta protein hal ini dikarenakan ketidakcukupan fungsi dari insulin. Diabetes mellitus pada Tahun 2022 terbanyak di ASEAN, jumlah di Indonesia mencapai 41,8 ribu orang. Wilayah Tengger merupakan wilayah perkebunan yang sangat subur, budidaya tanaman obat keluarga sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Kegunaan dari obat tradisional adalah menjaga kadar glukosa darah tetap stabil sehingga membantu proses pemulihan dari kondisi sakit. Tanaman obat yang bersumber dari buah, bunga, daun dan akar merupakan salah satu contoh dari pengobatan tradisional dari penyakit diabetes mellitus. Kegiatan dalam pengabdian masyarakat tengger dilaksanakaan melalui ceramah dan diskusi dengan menggunakan leafleat dan X-Banner. Subyek dalam kegiatan adalah petani yang mengalami diabetes mellitus di Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur sebanyak dua puluh warga. Pengabdian kepada masyarakat diawali dengan penyampaian tujuan dari kegiatan penyuluhan, ceramah serta diskusi tentang diabetes mellitus serta tanaman obat keluarga. Hasil dari penyuluhan ini adalah terjadi peningkatan yang signifikan pengetahuan petani tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mengendalikan kadar gula darah pada petani yang mengalami diabetes mellitus. Tanaman obat keluarga yang banyak terdapat di wilayah tengger bisa dimanfaatkan petani sebagai salah satu alternatif mengendalikan glukosa darah pada petani dengan diabetes mellitus.