Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA EFEK SAMPING OBAT ANTI TUBERCULOSIS (OAT) DAN PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PENDERITA TUBERCULOSIS (TB) PARU Lela Aini; Lenny Astuti
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.1010

Abstract

Latar belakang: Penyakit TB Paru telah menjadi masalah kesehatan yang paling utama di dunia. Berdasarkan data WHO, jumlah kasus TB Paru pada tahun 2015 yaitu 10,4 juta jiwa meningkat dari sebelumnya yaitu 9,6 juta jiwa. Kepatuhan terhadap pengobatan tuberculosis merupakan kunci dalam pengendalian tuberculosis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara efek samping OAT dan peran PMO dengan kepatuhan berobat pada penderita tuberculosis paru. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua penderita TB paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Palembang pada tanggal 22 April- 20 Mei 2019 sebanyak 102 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penderita TB paru dewasa di Rumah Sakit Khusus Paru Palembang sebanyak 51 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil:  Distribusi frekuensi responden TB paru yang patuh berobat sebanyak 37 responden (72,5%), responden yang mengalami efek samping OAT rendah sebanyak 39 responden (76,5%), responden peran PMO baik sebanyak 34 responden (66,7%). Hasil uji chi square diketahui bahwa ada hubungan antara efek samping OAT (p value = 0,011)  dan peran PMO (p value = 0,007) dengan kepatuhan berobat pada penderita tuberculosis paru. Saran: Diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan sosialisasi kepada pengunjung terutama pada keluarga dan penderita TB paru tentang pentingnya kepatuhan berobat sesuai dengan jadwal, serta dapat meningkatkan pemberian informasi seperti dengan mengadakan konseling atau penyuluhan kepada keluarga dan penderita TB paru serta memperbanyak poster-poster tentang penyakit TB paru.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Air Rebusan Serai (Cymbopogon Citratus) terhadap Penurunan Nyeri Arthritis Gout di Puskesmas Merdeka Palembang Lela Aini; Dwi Noviyanti; Tini Yurika
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i3.7969

Abstract

ABSTRACT Based on data from the World Health Organization (WHO), the number of Gout disease reaches 4.75% of 10% of the population. Symptoms that often arise in Arthritis Gout are mono-articular (attacking one joint) accompanied by swelling, redness, severe pain, treatment of Gout arthritis can be done with pharmacological and non-pharmacological therapies that can be done, among others, using herbal plants, and relaxation techniques (warm compresses). This study was to determine the effect of giving warm compresses with boiled lemongrass (Cymbopogon Citratus) on the reduction of Gout arthritis pain at Public Health Center Merdeka in Palembang. Used one-group pre and post test. All Arthritis Gout patients who will be given a warm compress of lemongrass boiled water (cymbopogon citratus) at the Merdeka Palembang Health Center in 2022 in January-March are 209 people. Sampling in this study was conducted by purposive sampling with a total sample of 34 respondents. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Showed that the average Gout pain before giving lemongrass boiled water compresses (cymbopogon citratus) was 5 and after giving lemongrass boiled water compresses (cymbopogon citratus) was 3. The results      of statistical tests are known to obtain a p value of 0.000 < 0.05. There’s an effect of giving a warm compress of lemongrass boiled water (cymbopogon citratus) on reducing Gout arthritis pain at the Public Health Center Merdeka Palembang at 2022. Keywords: Gout Arthritis, Pain, Warm Compress Lemongrass Boiled Water  ABSTRAK Berdasarkan data World Health Organization (WHO), angka penyakit asam urat mencapai 4,75% dari 10% populasi. Gejala yang sering timbul pada penyakit Arthritis Gout yang bersifat monoartikular (menyerang satu sendi) disertai pembengkakan, kemerahan dan nyeri hebat. Penanganan Arthritis  Gout dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi yang dapat dilakukan antara lain menggunakan tanaman herbal dan teknik relaksasi (kompres hangat). Mengetahui Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Air Rebusan Serai (Cymbopogon Citratus) Terhadap Penurunan Nyeri Arthritis Gout di Puskesmas Merdeka Palembang. Menggunakan One-group pre and post test pada seluruh pasien Arthritis Gout yang akan diberikan kompers hangat air rebusan serai (cymbopogon citratus) di Puskesmas Merdeka Palembang pada tahun 2022 bulan Januari-Maret sebanyak 209 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Penelitian didapatkan rerata nyeri Arthritis Gout sebelum dilakukan pemberian kompres air rebusan serai (cymbopogon citratus) yaitu 5 dan sesudah dilakukan pemberian kompres air rebusan serai (cymbopogon citratus) yaitu 3. Hasil uji statistik diketahui diperoleh nilai p value sebesar 0,000<α 0,05. Ada pengaruh pemberian kompres hangat air rebusan serai (cymbopogon citratus) terhadap penurunan nyeri Arthritis Gout di Puskesmas Merdeka Palembang tahun 2022. Kata Kunci: Arthritis Gout, Nyeri, Kompres Hangat Air Rebusan Serai
Peningkatan Rasa Nyaman pada Penderita Stomatitis melalui Penyuluhan Kesehatan tentang Penatalaksanaan Stomatitis dengan Pemberian Madu di Kelurahan Sukajaya Palembang Lela Aini; Lenny Astuti; Shinta Maharani; Fitri Anita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9985

Abstract

ABSTRAK Stomatitis (sariawan) merupakan suatu lesi atau luka kecil yang dimulai dengan sensasi terbakar atau menyengat di bagian rongga mulut seperti di dalam pipi, lidah maupun bibir (Witadiana et al., 2020). Terapi non-farmakologi pada Stomatitis diberikan sesuai dengan penyebabnya yaitu dengan mengkonsumsi suplemen atau makanan yang banyak mengandung vitamin B, C, zat besi, zinc. Salah satu terapi yang dapat digunakan dalam meningkatkan rasa nyaman pada penderita stomatitis yakni dengan pemberian suplemen madu, madu berperan dalam proses penyembuhan   luka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penatalaksanaan non farmakologi dalam meningkatkan rasa nyaman pada penderita stomatitis melalui pemberian madu pada ibu-ibu di Kelurahan Sukajaya khususnya di RT 09 RW 02. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 20 Juli 2022 di Kelurahan Sukajaya Palembang dengan jumlah 25 orang. Metode kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi. Materi yang diberikan memuat tentang peningkatan rasa nyaman pada penderita stomatitis melalui penyuluhan kesehatan tentang penatalaksanaan stomatitis dengan pemberian madu di Kelurahan Sukajaya Palembang. Seluruh (100%) pasien yang berkunjung di Kelurahan Sukajaya Palembang dapat memahami tentang peningkatan rasa nyaman melalui penyuluhan kesehatan tentang penatalaksanaan stomatitis dengan pemberian madu. Melalui kegiatan ini diharapkan kepada ibu-ibu khususnya RT 09 RW 02 untuk lebih memperkaya informasi tentang penatalaksanaan non farmakologi stomatitis dengan mengikuti kegiatan penyuluhan yang secara berkala yang dilakukan oleh tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, meningkatkan kemampuan dalam menjaga kesehatan sistem imunologi dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di pusat pelayanan kesehatan terdekat Kata Kunci: Water Tepid Sponge, Hipertermia, Demam Berdarah Dangue  ABSTRACT Stomatitis (sprue) is a small lesion or sore that begins with a burning or stinging sensation in parts of the oral cavity such as the cheeks, tongue or lips (Witadiana et al., 2020). Non-pharmacological therapy for Stomatitis is given according to the cause, namely by consuming supplements or foods that contain lots of vitamins B, C, iron, zinc. One of the therapies that can be used to increase the feeling of comfort in patients with stomatitis is by giving honey supplements, honey plays a role in the wound healing process. This community service activity aims to provide knowledge and understanding of non-pharmacological management through giving honey to mothers in the Sukajaya Village, especially in RT 09 RW 02. The activity was carried out on July 20 2022 in the Sukajaya Palembang Village with a total of 25 people. The method of this activity is community empowerment through health counseling with lecture and discussion methods. The material provided included increasing the feeling of comfort for stomatitis sufferers through health education about the management of stomatitis by giving honey in the Sukajaya Village, Palembang. All (100%) patients who visited Sukajaya Palembang Village could understand about increasing a sense of comfort through health education about the management of stomatitis by giving honey. Through this activity, it is hoped that mothers, especially RT 09 RW 02, will enrich information about non-pharmacological management of stomatitis by participating in regular counseling activities conducted by health service providers such as health centers, hospitals, increasing their ability to maintain the health of the immunological system by adopting a healthy lifestyle and carrying out routine health checks at the nearest health service center Keywords: Water Tepid Sponge, Hyperthermia, Dengue Hemorrhagic Fever