Claim Missing Document
Check
Articles

Creative Therapy and Economic Empowerment for People with Mental Disabilities through Eco-Print: A Community-Based Rehabilitation Model Trenggono Pujo Sakti; Noning Verawati; Budhi Waskito
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v10i2.2265

Abstract

Background: Mental health recovery requires approaches that extend beyond clinical services by integrating psychosocial support, community engagement, and economic empowerment. Individuals in the recovery process continue to face social stigma, limited access to inclusive rehabilitation services, and barriers to social and economic reintegration. Pesantren possess social capital and cultural legitimacy that position them as potential settings for community-based rehabilitation. Purpose of the Study: This community service program aimed to enhance psychosocial functioning, creative capacity, social participation, and economic readiness among post-rehabilitation santri at Pondok Pesantren Jolo Sutro, Central Lampung, through eco-print–based creative therapy. Methods: The program employed a community-based rehabilitation approach implemented through five sequential mentoring phases, including initial assessment, introduction to creative activities, eco-print practice, process reflection, and sustainability strengthening. Evaluation was conducted using a performance-based assessment rubric to assess technical and psychosocial outcomes. Results: The assessment results showed scores ranging from 3 to 5, with a mean score of 4.0. Two indicators reached the highly proficient category, four indicators were classified as developing proficiency, and two indicators fell under basic emerging skills. These findings indicate consistent progress toward moderate to high levels of creativity and ecoprint technical mastery. The program was also associated with strengthened personal capacity, improved emotional regulation, enhanced social interaction, and the initiation of a pesantren-based eco-print business unit.
Persuasive Communication Of The Ruang Pangan Community In Food Rescue Programs Rosa Destriani; Hanindyalaila Pienrasmi; Noning Verawati
Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Vol 7, No 1 (2026): Social Sciences, Education and Humanities
Publisher : Universitas Dharmawangsa Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/ijsseh.v7i1.8170

Abstract

Food waste has become a serious environmental and social issue in Indonesia, encouraging the emergence of community-based initiatives focused on food rescue. This study was conducted to examine how persuasive communication is implemented by the Ruang Pangan community in the Food rescue program to build awareness and understanding among partners and beneficiaries. The research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews with key informants, including founders, campaign teams, partners, and beneficiaries, as well as observation and documentation. The findings show that persuasive communication in the Food rescue program is carried out through a gradual and contextual process that emphasizes clarity of messages, audience-oriented language, and direct interaction. Communication with partners focuses on introducing the program’s concept, work mechanism, and social benefits, supported by the use of social media as an initial communication medium and followed by direct meetings to strengthen understanding and trust. Meanwhile, communication with beneficiaries is conducted through face-to-face interaction accompanied by simple educational messages that explain the purpose of food rescue, the origin of surplus food, and its environmental impact. As a result, beneficiaries do not merely receive food assistance but also gain awareness of the value of food and the importance of reducing food waste. Overall, the study concludes that persuasive communication plays a significant role in shaping shared understanding and meaningful participation in community-based food rescue initiatives, contributing to the development of communication studies in the context of social and environmental campaigns.
Bentuk Dukungan Keluarga dalam Mengatasi Delay Komunikasi pada Anak Down Syndrome di PIK POTADS Lampung Cika Adil Tavia; Budhi Waskito; Noning Verawati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i2.365

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk dukungan yang diberikan anggota keluarga dalam mengatasi keterlambatan komunikasi (delay) pada anak Down Syndrome serta kondisi yang membuat anak merasa nyaman dan aman dalam berkomunikasi. Pendekatan kualitatif dengan desaun studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dan anlisis dokumentasi terhadap enam keluarga yang memiliki anak Down Syndrome berusia 4 hingga 9 tahun di PIK POTADS Lampung. Hasil penelitian menemukan lima dimensi dukungan keluarga, yaitu dukungan emosional, informasional, instrumental, penilaian dan sosial. Dukungan emosional dan informasional diberikan oleh seluruh informan (100%), menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan yang penuh kasih saying sekaligus aktif mencari pengetahuan merupakan fondasi utama yang diterapkan seluruh keluarga. Penelitian juga mengodentifikasi empat kondisi yang membuat anak merasa nyaman berkomunikasi, yaitu suasana rumah yang tenang, interaksi tatap muka dengan ibu, rutinitas harian terstruktur dan penggunaan media visual. Temuan ini memberikan panduan praktisi bagi keluarga dan komunitas dalam mendampingi anak Down Syndrome secara lebih efektif dan suportif.
Makna Penetapan Harga Ubi Kayu dan Penetapannya Sebagai Fokus Utama Berita dengan Model Robert N. Entman Wayan Landre; Budhi Waskito; Noning Verawati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.379

Abstract

Penelitian ini berjudul "Analisis Framing Berita Penetapan Harga Ubi Kayu di Lampung dengan Model Robert N. Entman (Studi Kasus pada Media Kupastuntas.co)". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana media lokal membingkai pemberitaan terkait penetapan harga ubi kayu yang terus mengalami fluktuasi dan berdampak pada kesejahteraan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang terdiri dari empat elemen utama: define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Data penelitian diperoleh melalui analisis terhadap 7 teks berita Kupastuntas.co periode 2023-2024, wawancara mendalam dengan 12 informan (redaksi, wartawan, dan petani), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kupastuntas.co membingkai isu ini sebagai krisis keadilan ekonomi sistemik. Media mengidentifikasi praktik monopoli informasi dan rafaksi oleh pihak pabrik sebagai penyebab utama penderitaan petani, yang diperburuk oleh lemahnya pengawasan pemerintah. Secara moral, media mengambil posisi keberpihakan kepada petani dan merekomendasikan intervensi tegas dari Gubernur Lampung sebagai solusi. Framing ini terbukti efektif memengaruhi persepsi masyarakat, di mana para petani merasa aspirasinya terwakili dan muncul harapan baru terhadap perubahan kebijakan ekonomi di daerah.
Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Mempertahankan Eksistensi Merek Pada Media Lokal di Era Digital: Studi Kasus pada Lampung Post Made Nindi Karenita Indiani; Wawan Hernawan; Noning Verawati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.431

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan pola konsumsi media masyarakat, menciptakan tekanan besar bagi media konvensional termasuk Lampung Post untuk tetap relevan di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan Lampung Post dalam mempertahankan eksistensi mereknya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan delapan informan dari berbagai divisi Lampung Post, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan strategi komunikasi pemasaran dari era konvensional berbasis distribusi fisik dan pendekatan interpersonal menuju strategi multi-platform digital berbasis data. Upaya mempertahankan eksistensi merek dilakukan melalui diversifikasi platform digital, inovasi produk pemasaran, penguatan kredibilitas, dan pengembangan konten multimedia. Efektivitas strategi terlihat dari peningkatan engagement audiens dan kepercayaan klien, meskipun masih menghadapi tantangan pada aspek kualitas keterlibatan audiens dan integrasi strategi antar divisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eksistensi merek di era digital tidak hanya ditentukan oleh kehadiran di berbagai platform, melainkan oleh efektivitas dan konsistensi strategi komunikasi pemasaran dalam membangun hubungan bermakna dengan audiens. ABSTRACT The rapid development of digital technology has significantly changed media consumption patterns, creating enormous pressure on conventional media including Lampung Post to remain relevant in the digital era. This study aims to analyze the marketing communication strategy implemented by Lampung Post in maintaining its brand existence. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through in-depth interviews with eight informants from various divisions of Lampung Post, observation, and documentation. The results indicate a significant shift in marketing communication strategy from a conventional era based on physical distribution and interpersonal approaches toward a data-driven, multi-platform digital strategy. Brand existence is maintained through digital platform diversification, marketing product innovation, credibility reinforcement, and multimedia content development. Strategy effectiveness is evidenced by increased audience engagement and client trust, although challenges remain regarding audience engagement quality and cross-divisional strategy integration. This study concludes that brand existence in the digital era is not solely determined by presence across multiple platforms, but by the effectiveness and consistency of marketing communication strategies in building meaningful relationships with audiences.