Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND PREGNANCY EXERCISE WITH HEMOGLOBIN LEVELS IN TRIMESTER III PREGNANT WOMEN Arista, Devi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i1.1761

Abstract

WHO states that the prevalence of anemia in pregnant women in the world is 41.5% and 48.2% occurs in Asia, and 4% of maternal deaths in the world are due to anemia. This study aims to determine the relationship between nutritional status and pregnancy exercise on hemoglobin levels in third trimester pregnant women at Bayung Lencir Hospital, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province in 2023. This research is an analytical research with a cross sectional approach. This research was conducted at Bayung Lencir Hospital, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province and was carried out in January 2023. The population of this study were all pregnant women who visited Bayung Lencir Hospital from January to November 2022 with a total of 412 people and a total sample of 39 person. Samples were taken using purposive sampling technique. Data processing was carried out by univariate and bivariate analysis. The results showed that there was a relationship between nutritional status and hemoglobin levels in third trimester pregnant women p-value of 0.025, and there was a relationship between pregnancy exercise and hemoglobin levels in third trimester pregnant women p-value of 0.024. It is hoped that health workers can provide education or special health education to pregnant women regarding hemoglobin levels in pregnant women and invite pregnant women to routinely carry out pregnancy checks Keywords : Nutritional Status, Pregnancy Exercise, Hemoglobin Level
Anti Diabetic Activity of Ocimum Basillicum Extract: Literature Review Arista, Devi; Girsang, Ermi; Napiah, Ali
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2451

Abstract

Suatu kondisi metabolik rumit disebut diabetes melitus (DM) ditandai dnegan kadar glukosa darah yang tinggi secara terus-menerus. Hal ini disebabkan karena terjadi kelainan kerja atau sekresi pada insulin, ataupun keduanya. Diabetes kini lebih umum terjadi dibandingkan sebelumnya dan penyakit ini sangat berkaitan dnegan sejumlah masalah mikro dan makrovaskuler. Pemberian   terapi   farmakologis   pada pasien diabetes masih menimbulkan beberapa masalah dan efek samping. Salah satu efek sampingnya adalah tingkat keamanan penggunaan dalam jangka panjang. Salah satu tumbuhan tradisional yang mengandung efek antidiabetes adalah daun kemangi (Ocimum basilicum). Terdapat enam studi mengenai potensi daun kemangi sebagai antidiabetes yang ditemukan dalam studi ini. Menggunakan metode literature review, pencarian studi dilakukan melalui database online berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi serta penggunaan kata kunci yang telah ditetapkan. Berdasarkan studi inklusi, pemberian ektrak daun kemangi pada hewan coba diabetes, dapat menurunkan kadar glukosa darahm meregenerasi sel beta pancreas, meningkatkan kerja hormon insulin, serta berpotensi sebagai aktioksidan. Potensi dan manfaat antidiabetes daun kemangi dalam mengelola kadar glikemik dikaji secara mendalam dalam penelitian ini.Kata kunci: Diabetes melitus, hiperglikemi, ocimum basilicum
Uji Aktivitas Antidiabetes Secara In Vivo Ekstrak Buah Averrhoa bilimbi Tikus Jantan Diabetes Arista, Devi; Pratiwi, Margareta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51942

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting, karena jumlah kasus dan prevalensi diabetes melitus terjadi peningkatan dihampir semua provinsi di Indonesia. Penatalaksanaan diabetes melitus tipe 2 melibatkan tindakan farmakologis maupun nonfarmakologis. Penderita diabetes memerlukan pengobatan sepanjang hidupnya, namun pengobatan farmakologi memiliki efek samping yang tidak diinginkan serta biaya yang cukup dalam penggunaan jangka panjang . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak Averrhoa bilimbi memiliki efektifitas antihiperglikemik dibandingkan dengan penggunaan obat antihiperglikemik oral pada tikus diabetes yang diinjeksi streptozotocin dan pada dosis berapa ekstrak tersebut berpengaruh paling baik dalam penurunan kadar glukosa darah. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan Randomized Post Test Only Control Grup Design. Hewan coba tikus jantan sebanyak 20 ekor dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu control (metformin), perlakuan dosis ekstrak buah belimbing wuluh dosis 0,75 gr/kgBB, 1,5 gr/kgBB dan 2,25 gr/kgBB. Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak buah belimbing wuluh memiliki potensi antidiabetes. Terdapat perbedaan yang signifikan p < 0,001 antara kelompok control dengan dosis 1,5 mg/kgBB. Ekstrak etanol 70% buah belimbing wuluh dengan dosis 1,5 gr/kgBB merupakan dosis yang paling efektif terhadap penurunan kadar glukosa darah dibandingkan dengan kelompok control (metformin).