Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENALI BESAR KOTA JAMBI TAHUN 2021 Gustien Siahaan; Fatih Mila Rahmah
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the infectious diseases that can be fatal and contribute to maternal and child mortality is maternal and neonatal tetanus. The strategy to eliminate meternal and neonatal tetanus elimination (MNTE) is to conduct a TT (tetanus toxoid) immunization coverage program for WUS and pregnant women. Given the importance of tetanus toxoid immunization for pregnant women, knowledge of mothers and about tetanus toxoid immunization is very necessary. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women in the third trimester with the provision of tetanus toxoid immunization in the Kenali Besar Public Health Center, Jambi City in 2021. This research is a quantitative research with a cross sectional design. This research was conducted in the Kenali Besar City Health Center Working Area on 6 to 14 October 2021. The population in this study were all third trimester pregnant women who came to check their pregnancy in the Kenali Besar Public Health Center Working Area Jambi City, with a total of 1102 respondents. The sample in the study amounted to 58 respondents. The sampling technique is purposive sampling. Based on the results of the study, most of them had a good level of knowledge, namely 39 respondents (67.2%), respondents had a positive attitude about giving tetanus toxoid immunization, as many as 39 respondents (67.2%), respondents had complete tetanus toxoid immunization, namely as many as 36 respondents (62.1%). There is a relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women in the third trimester with the provision of tetanus toxoid immunization in the Working Area of ​​the Kenali Besar Public Health Center, Jambi City. with p value=0.000 (<0.005) It is hoped that the puskesmas can provide health education about giving tetanus toxoid immunization to pregnant women in the third trimester.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI AKSEPTOR KB DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS PAYO SELINCAH KOTA JAMBI TAHUN 2020 Gustien Siahaan
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 1 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak perempuan yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia tetapi juga oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut, berbagai faktor harus dipertimbangkan termasuk status kesehatan. Salah satu bagian dari program KB nasional adalah kontrasepsi IUD. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi akseptor kb dengan pemilihan kontrasepsi IUD di Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi tahun 2020. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi dan telah dilaksanakan pada tanggal 10-15 Juli tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 605 orang sampel sebanyak 40 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan akseptor KB dengan pemilihan kontrasepsi IUD di Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi dengan nilai p value 0,012 dan adanya hubungan yang bermakna antara persepsi akseptor KB dengan pemilihan kontrasepsi IUD di Puskesmas Payo Selincah Kota Jambi dengan nilai p value 0,012 Diharapkan agar petugas kesehatan untuk melakukan diskusi bersama dengan aksptor KB tentang pentingnya pemilihan kontrasepsi IUD, agar ibu memiliki informasi yang lebih mendalam terutama tentang kontrasepsi IUD.
Pengaruh Konsumsi Jus Buah Naga Terhadap Peningkatan Kadar Hb Ibu Hamil Di Desa Sungsang Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2022 Gustien Siahaan; Sri Maylin Saputri
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO 40% kematian ibu dinegara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Kematian ibu yang disebabkan oleh anemia dalam kehamilan sebanyak 40%. Sekitar 95% kasus anemia selama kehamilan karena kekurangan zat besi (fe). Salah satu makanan yang direkomendasi untuk meningkatkan zat besi adalah buah naga, karena buah ini kaya antioksidan dan kalsium serta zat besi yang relatif tinggi dimana berperan baik dalam fungsi tulang dan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi jus buah naga terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yakni one pretest-post test one away. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungsang Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tanggal 21-28 Februari 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang tinggal Di Desa Sungsang Kecamatan Senyerang Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebanyak 15 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 orang yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji analisis Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi jus buah naga, 15 responden (100%) memiliki kadar Hb yang tidak normal (<11 gr%) dan sesudah mengkonsumsi sebanyak 10 responden (66,7%) memiliki kadar Hb yang tidak normal (<11 gr%). Ada pengaruh pengaruh konsumsi jus buah naga terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil dengan nilai p = 0,019 < 0,05. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan bagi puskesmas atau pelayanan di Desa Sungsang dalam mencegah dan mengatasi anemia dengan cara menerapkan terapi non farmakologi seperti konsumsi jus buah naga karena tidak membahayakan kondisi ibu hamil.
PERILAKU IBU PRIMIGRAVIDA TERHADAP PERSIAPAN PERSALINAN DI PUSKESMAS PULO BRAYAN MEDAN Devi Arista; Gustien Siahaan; Subang Aini Nasution
SCIENTIA JOURNAL Vol. 9 No. 2 (2020): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyebab langsung kematian ibu adalah kurang lebih 90% disebabkan oleh seputarpersalinan dan kematian. Adapun penyebab tidak langsung antara lain dibelakangi oleh sosialekonomi, pendidikan, kedudukan dan peranan wanita, sosial budaya, dan transportasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap, dukungan suami denganpersiapan persalinan.Metode:Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukanpada tanggal 6-16 Juli 2020 di Puksesmas Pulo Brayan Medan. Populasi dalam penelitian iniberjumlah 65 ibu hamil primigravida. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 diambil secaraaccidental sampling. Analisa data dalam penelitian ini secara Univariat dan Bivariat.Hasil: Persiapan persalinan kurang baik sebanyak 31 responden (55.4%), sikap negatif 33 responden(58.9%), serta keluarga kurang mendukung 32 responden (57.1%).Ada hubungan sikap denganpersiapan persalinan. Ada hubungan dukungan suami dengan persiapan persalinan.Kesimpulan: Ibu hamil primigravida yang memiliki sikap negatif, dan dukungan keluarga yangkurang memiliki persiapan yang kurang dalam melakukan persalinan.
HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN DAN KUALITAS TIDUR DENGAN DEPRESI PASCA PERSALINAN PADA IBU NIFAS DWI RAHMAWATI; Devi Arista; Gustien Siahaan; Margareta Pratiwi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3101

Abstract

Depresi postpartum merupakan gangguan psikologis yang umum terjadi pada ibu setelah melahirkan, dengan prevalensi global yang cukup tinggi. Di Amerika Serikat, prevalensinya mencapai 14%, sementara di Asia berkisar antara 26%–85%. Di Indonesia sendiri, risiko depresi postpartum dilaporkan sebesar 50%–70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan dan kualitas tidur dengan kejadian depresi pasca persalinan pada ibu nifas. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 31 responden ibu nifas diikutsertakan sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi aspek kelelahan, kualitas tidur, dan gejala depresi postpartum, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden tidak mengalami depresi postpartum (67,7%), seluruh responden mengalami kelelahan ringan (100%), dan mayoritas memiliki kualitas tidur yang buruk (64,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kelelahan dan kualitas tidur dengan kejadian depresi postpartum (p = 0,000). Studi ini merekomendasikan perlunya intervensi berupa edukasi dan konseling bagi ibu nifas untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa postpartum.
Difference in neonatal hemoglobin levels between delayed and direct umbilical clamping Dwi Rahmawati; Devi Arista; Yesi Mustikasari; Niki Astria; Gustien Siahaan; Dewi Riastawati
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v14i1.2666

Abstract

Introduction: Anemia is globally considered a public health problem due to its adverse impact on physical, cognitive, motor, and behavioral development during infancy and childhood. The prevalence of anemia in the first year of life reaches 50%. Procedures that can be performed during childbirth to increase the iron stores of newborns and contribute to the prevention of anemia by delaying cord cutting. Methods: This study was a quantitative study with a quasi-experimental Posttest Only Control Group Design with an uneven control group. The research was conducted in the Lubuk Kambing Health Center Working Area in February-March 2024 with a total sample of 40 full-term babies who were selected using the total sampling technique and divided into intervention groups (delayed cord clamping) and control (immediate clamping). Data analysis used the Mann-Whitney U test with a 95% confidence level (α = 0.05). Results: The average hemoglobin level performed by Delay Cord Clamping was 17.3 g/dl with a minimum value of 12.5 and a maximum value of 21.4 g/dL and that not performed by Delay Cord Clamping was 15.3 g/dl with a minimum value of 13.5 and a maximum of 19.2 g/dL. The results of the statistical test showed a p value of 0.007 <0.05 which means that there is a significant difference in hemoglobin between Delay Cord Clamping and no Delay Cord Clamping. Conclusion: Delayed cord clamping has a significant effect on increased neonatal hemoglobin levels. These findings confirm that delayed cord clamping practices can be integrated as part of obstetric and nursing care standards in normal childbirth to support the prevention of anemia from an early age. Nurses and midwives play a role in implementing these evidence-based procedures, conducting antenatal education for pregnant women, and ensuring optimal monitoring of neonatal conditions to improve the quality of maternal and neonatal services.
Hubungan Pola Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) Usia 6–24 Bulan dalam Upaya Penurunan Resiko Stunting di Desa Sungai Jernih Kabupaten Muratara Tahun 2022 Gustien Siahaan; Lilis Tasmi
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO dan UNICEF yang tercantum dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding terdapat empat hal penting yang harus dilakukan dalam praktik PMBA. Berdasarkan hasil penelitian SSGBI tahun 2019 yang terintegrasi Susenas pada bulan Maret 2019 didapat prevalensi stunting 27,67 persen (27,22%-28,11%). PMBA merupakan salah satu standar emas yang sangat direkomendasikan karena dapat menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) usia 6-24 bulan dalam upaya penurunan resiko stunting di Desa Sungai Jernih Kabupaten MuaraTara Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Jernih dan telah dilaksanakan pada tanggal 25 Februari sampai dengan 10 Maret Tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini seluruh bayi yang tinggal didesa sungai jernih sebanyak 41 bayi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 41 bayi yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik analisis chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) usia 6 - 24 bulan dalam upaya penurunan resiko stunting di desa sungai jernih kabupaten MuraTara Tahun 2022 didapatkan nilai p-value = 0,01.
Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2024 Margareta Pratiwi; Devi Arista; Gustien Siahaan
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2863

Abstract

Glukosa darah yang baik di perlukan penatalaksanaan holistic meliputi edukasi, terapi gizi medic, aktivitas visik, pemberian obat-obatan, dan pemantauan glukosa darah. Kendali glukosa darah pasien diabetes melitus dapatdicapai mulai dari perubahan pola hidup.Penelitian ini mengunakan desain cross-sectional,jenis penelitian kuantitatif yang bersifat analitik yang bertujuan untuk memperoleh data yang lebih lengkap yang dilakukan untuk melihat pengaruh antara aktifitas fisik dan pola makan terhadap kejadian diabetes melitus di wilayah kerjaPuskesmasSukoAwinJayaKecamatanSekernan.KabupatenMuaroJambitahun2024,sampelpenelitianini berjumlah 58 responden,pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling dan pengolahan data dengan mengunakan program Statistical Program for Sosial Science (SPSS).Hasilpenelitiandari58respondendiketahuisebanyak 39 responden (67,2%) kejadian diabetes melitus, dilihatdari uji chi square, secara statistik menunjukan ada penggaruh yang bermakna antara aktifitas fisik dan pola makan terhadap kejadian diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi tahun 2024.Perlu adanya kebijakan dari Puskesmas Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi dalam pengembangan program kesehatan tentang kejadian diabetes melitus khususnya pada wilayah kerja puskesmas Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Diharapkan kepada puskesmas Suko Awin Jaya Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi untuk memberikan informasi kepada pasien tentang bahaya diabetes melitus.Kata Kunci  : Diabetes Mellitus, aktifitas fisik, pola makan
EFEKTIVITAS PROGRAM EDUKASI BODY POSITIVITY TERHADAP PENURUNAN STRES DAN PENINGKATAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI REMAJA PUTRI Siti Mutmainah; Niki Astria; Dwi Rahmawati; Gustien Siahaan; Devi Arista
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62438

Abstract

Remaja adalah masa perubahan fisik, mental, hormonal, dan sosial yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan reproduksi. Remaja perempuan lebih cenderung mengalami stres dan gangguan siklus menstruasi. Berpikir negatif tentang tubuh mereka dapat meningkatkan kebahagiaan diri mereka dan meningkatkan stres, yang pada pasangan dapat mempengaruhi siklus menstruasi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif pendidikan positivitas tubuh dalam mengurangi stres dan meningkatkan keteraturan siklus menstruasi remaja perempuan.. Metode: Penelitian kuantitatif dilakukan dengan cara yang hampir eksperimental untuk kontrol pasca-uji. Pengambilan sampel bertujuan digunakan untuk memilih sampel 80 siswa dari SMA Islam Al-Arief Sebapo. Kelompok tersebut terdiri dari empat puluh kelompok intervensi dan empat puluh kelompok kontrol. Sementara kelompok kontrol tidak menerima instruksi tentang body positivity, kelompok intervensi diberikan PowerPoint, poster, dan modul. Tingkat stres diukur dengan subskala stres DASS-42 dan lembar observasi untuk mengatur siklus menstruasi. Analisis dilakukan dengan metode uji Mann-Whitney. Hasil: 39 orang yang menjawab (48,8%) mengalami stres sedang, 21 orang (26,3%) mengalami stres berat, dan 20 orang (25,0%) mengalami stres ringan. Sebanyak 51 orang yang menjawab (63,7%) memiliki siklus menstruasi yang teratur, sedangkan 29 orang yang menjawab (36,3%) memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Tes Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam keteraturan siklus menstruasi dan tingkat stres antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,000). Kesimpulan: Program edukasi positivitas tubuh membantu remaja perempuan mengurangi stres dan memperbaiki keteraturan siklus menstruasi mereka.