Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Kinerja Perawat Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Rumah Sakit Umum Elim Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan Catherine Natawirarindry; David Nakka Gasong; Arnadya Dwifebrikiranti Feirenz
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7, No 1 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i1.11162

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu faktor yang dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan pelayanan berkualitas di rumah sakit. Salah satu bidang layanan di rumah sakit adalah layanan keperawatan. Kepuasan pasien terhadap kinerja perawat di sebuah rumah sakit penting dalam memberikan gambaran keseluruhan tentang kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di ruang rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap kinerja perawat selama masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Elim Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif menggunakan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Elim Rantepao, pada bulan September 2021 hingga bulan Oktober 2021. Sampel penelitian ini adalah 90 pasien laki-laki dan perempuan yang sedang dirawat inap di ruang Lavender, ruang Mawar, dan ruang Asoka. Kuisioner Tingkat Kepuasan pasien dari (Nursalam, 2014) digunakan didalam penelitian ini untuk mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap kinerja perawat selama masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap kinerja perawat selama masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Elim Rantepao dinilai berdasarkan lima dimensi kepuasan, yaitu Tangibility (bukti fisik), dimensi Reliability (handal), dimensi Responsiveness (tanggap), dimensi Assurance (jaminan) dan dimensi Empaty (perhatian), dengan persentase tertinggi sebesar 72,2%.
Pola Makan dan Obesitas Sentral pada Pasien Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah Catherine Natawirarindry; Stevi Stevi; R.L.N.K Retno Triandhini
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7, No 2 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i2.12631

Abstract

Background:  Diabetes Mellitus is a disease that is a health problem in Indonesia and even in the world. From year to year, people with Diabetes Mellitus continue to experience a significant increase. Factors that trigger the development of diabetes mellitus are irregular eating patterns, heredity, obesity, lifestyle, lack of exercise, pancreatic infection disease and gestational pregnancy. Associated with the factors causing Diabetes Mellitus, central/abnormal obesity is the main cause of type 2 diabetes mellitus. Middle. The method used in this research is descriptive quantitative with data collection instruments in the form of SQ-FFQ and food recall 3x24 hours. The sample in this study amounted to 43 respondents who were all outpatients who came in February-April 2021 who met the inclusion criteria. This study uses a demographic data instrument and then processed using Microsoft Excel software and the results of the data obtained are displayed in tabular form. The results showed that 76.74% of respondents had a BMI which was in the obese category and all respondents had a RLPP above normal (100%) and a low-fiber diet that was below 400-600 grams/day and a high level of carbohydrate intake (48.83%) thus causing uncontrolled sugar levels. Most of the respondents had high blood pressure, both systolic and diastolic. 
Comfort Food pada Lansia di Panti Werdha Salatiga Rosiana Eva Rayanti; Stephanie Martha Silahoy; Catherine Natawirarindry
Jurnal Keperawatan Vol 8 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v8i1.1194

Abstract

Background: Comfort food is a food that is directly selected by the elderly on the basis that the food is delicious, pleasant texture, like crispy and the aroma of food is more sweet or salty than sour and bitter. One way to increase appetite and enjoyment when consuming food, through a Comfort food approach. Research Objective: Describe Comfort food for the elderly in Salatiga Nursing Home. Research Method: This study uses descriptive qualitative research methods, the criteria for participants are elderly women over the age of 60 years who live in nursing homes and are still able to communicate. The number of study participants was 12 elderly people at Merbabu Nursing Home, White Cross Nursing Home and Maria Martha Elderly House. Results: Based on the results of this study, it was found that the elderly living in Maria Martha Nursing Home, Merbabu Nursing Home and White Cross Nursing Home, had impaired nutritional status or Mini Nutritional Assessment (MNA) which was at risk of malnutrition (six people).
Peran Perawat Dalam Pemberian Oral Hygiene Pada Pasien Tidak Sadar di Ruang ICU RSUD Kota Salatiga Rayanti, Rosiana Eva; Amiman, Aprilia Kinanti; Natawirarindry, Catherine
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI): September 2023-Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v7i1.8443

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang dirawat di ruang ICU cenderung mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan Activities of Daily Living (ADL). Salah satu pemenuhan ADL yang terganggu pada pasien yang dirawat diruang ICU adalah perawatan oral hygiene. Oleh sebab itu pasien yang dirawat di ruang ICU membutuhkan bantuan perawat dalam melakukan perawatan oral hygiene tersebut, agar kondisi mulut pasien tetap bersih dan terhindar dari infeksi maupun penyakit lain yang ditimbulkan akibat infeksi. Tujuan: menggambarkan peran perawat dalam memberikan perawatan oral hygiene serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan oral hygiene. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dengan menggunakan instrumen panduan wawancara, panduan observasi, alat perekam dan catatan lapangan. Partisipan pada penelitian ini diambil menggunakan purposive sampling yaitu perawat laki-laki atau perempuan yang bekerja diruang ICU, perawat yang tidak sedang dalam masa cuti dan perawat yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Data rekaman setiap partisipan akan dikelompokkan, disusun, dianalisis serta diinterpretasikan oleh peneliti dan dipaparkan dalam bentuk naratif deskriptif dan jumlah partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 12 orang.  Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa perawatan oral hygiene di ruang ICU sudah dilakukan oleh perawat, namun masih ada sebagian perawat yang belum melakukan oral hygiene dengan maksimal dan belum mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) secara keseluruhan. Faktor penyebab adalah pasien yang tidak kooperatif, berontak dan menolak saat di oral hygiene. Kedua, ketersediaan peralatan untuk tindakan oral hygiene di ruang ICU masih belum lengkap. Simpulan: perawat perlu meningkatkan kepatuhan dalam pelaksanaan tindakan keperawatan oral hygiene sesuai dengan SOP rumah sakit. Rumah sakit pun dapat menyediakan sarana dan prasaran sesuai SOP.Kata Kunci: Intensive care unit, Oral hygiene, Pasien tidak sadar, Perawat
Hubungan Perawat Edukator, Manajemen Hipertensi, dan Usia pada Lansia Rebokh, Febriyanti Yestelda; Rayanti, Rosiana Eva; Natawirarindry, Catherine
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1637

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi mengalami peningkatan secara signifikan. Lansia menjadi salah satu kelompok yang rentan terkena hipertensi, karena proses degeneratif (penuaan). Perawat memiliki peran dalam penanganan dan pencegahan hipertensi melalui edukasi tentang manajemen hipertensi pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara peran perawat sebagai edukator, pelaksanaan manajemen hipertensi, dan usia lansia di puskesmas Kota Salatiga. Motede penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi pada bulan April – Mei 2023 di lima puskesmas di Kota Salatiga. Responden adalah seluruh perawat puskesmas (27 orang) dan lansia (100 orang) dari total lima puskesmas. Kuesioner Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire pada lansia dengan nilai content validity indeks (CVI) yaitu 1. Kedua, kuesioner tentang peran perawat dengan hasil uji validitas 0,05. Analisis menggunakan SPSS dengan uji signifikasi t antara variabel peran perawat sebagai edukator dengan manajemen hipertensi. Hasil menunjukkan peran perawat sebagai edukator dan manajemen hipertensi pada lansia masuk kategori tinggi. Uji hubungan antara usia lansia dan manajemen hipertensi menggunakan uji signifikansi t dengan taraf 0,00, artinya ada korelasi positif yang kuat antara peningkatan kesadaran manajemen hipertensi seiring bertambahnya usia pasien. Selain itu, hasil uji korelasi antara peran perawat sebagai edukator dan manajemen hipertensi menunjukkan taraf signifikansi sebesar 0,04 yang berarti korelasi positif namun lemah.
Quality of Caregiver Services and Quality of Life among Chronic Illness Undergoing Home Care in Katingan Districts, Central Kalimantan, Indonesia Natawirarindry, Catherine; Guino-o, Theresa A.
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 5 No. 3 (2022): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v5i3.575

Abstract

Background: The chronically ill person often gets late treatment because there is a lack of family preparation to deal with the chronic disease process, resulting in a heavy burden on the community, family, and quality of life of persons with chronic diseases in the Katingan District. Objective: The study aimed to examine a relationship between caregiver services and quality of life in a chronically ill person undergoing home care. Methods: The research method used is correlational design. Participants were randomly selected: 187 chronically ill persons receiving care at home in six subdistricts in Katingan District, Central Kalimantan. The participants in this study had at least been suffering from chronic illnesses for more than three months during their home treatment. Results: there is a significant relationship between caregiver services for chronically ill persons and the quality of life of chronic sick persons (r = 0.471 and p = 0.00). Recommendation: The finding of this study be utilized as a guideline to the policymakers, community health canter, health workers, nurses, educators, family, and researchers to determine areas to improve caregiver services, which could translate into a significant improvement in the quality of life chronically ill persons
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Pada Security Guard Universitas Kristen Satya Wacana de Fretes, Fiane; Natawirarindry, Catherine; Evarayanti, Rosiana; Desi, Desi
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.325

Abstract

Analisis Badan Pusat Statistik Salatiga (BPS) pada dua tahun terakhir menunjukan adanya peningkatan angka kejadian kecelakaan lalu lintas sebesar 6%. Berdasarkan masalah ini, maka kompetensi Bantuan Hidup Dasar (BHD), tidak hanya perlu dikuasai oleh tenaga kesehatan saja, tapi perlu adanya keterlibatan orang awam terlatih yang sewaktu-waktu dapat menghadapi kondisi kegawatdaruratan, sehingga dapat memberikan pertolongan dan mempertahankan kehidupan korban, dalam hal ini para satpam. Tujuan kegiatan ini adalah pelatihan P3K/BHD kepada security guard UKSW. Metode pelatihan terdiri dari ceramah dan simulasi yang dilakukan terhadap 41 orang security guard UKSW. Pre dan Post Test juga diberikan dalam bentuk google form untuk mengukur peningkatan kemampuan kognitif pada responden dan dianalisis menggunakan T-Test. Kepuasan para responden juga diukur menggunakan kuesioner g-form. Hasil pengabdian masyarkat menunjukan adanya peningkatan kognitif setelah intervensi (Hasil T-Test 0,000 (p<0.0001) dan kepuasan terhadap kegiatan sebesar 76.67%. Kesiapan responden dan kebutuhan terhadap kompetensi BHD turut mendukung peningkatan kognitif dan kepuasan responden terhadap pelatihan ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan Agar para satpam dapat menjaga kualitas kompetensi, maka perlu dilakukan pelatihan yang yang sama minimal 1x/tahun dan menambahkan pelatihan lain misalnya mitigasi bencana
Gambaran Pola Makan Pra Lansia terkait Risiko Inflamasi Diabetes Melitus Tipe 2 Pada masa Pandemi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga: Overview of Pre-Elderly Eating Patterns Related to the Inflammatory Risk of Type 2 Diabetes Mellitus During the Covid-19 Pandemic in the Work Area of the Sidorejo Lor Health Center, Salatiga City Kasila Anis; Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho; Catherine Natawirarindry
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.463

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang cukup tinggi terjadi pada pra lansia. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak pada penyakit dan kualitas hidup pra lansia. Selain itu perubahan kebiasaan makan pra lansia yang tidak sehat pada pandemi Covid-19 ini beresiko lebih tinggi memicu timbulnya komplikasi penyakit DMTP2 atau memperparah penyakit DMTP2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pola makan pra lansia terhadap risiko inflamasi DMTP2 pada masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga. Metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling atau pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus. Responden penelitian Pra Lansia berusia 49-59 Tahun dipilih berdasarkan data sekunder puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatia dengan teridentifikasi DMTP2. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara terstruktur menggunakan, lembar SQ-FFQ, Food Recall, dan kuesioner identifkasi inflamasi DMTP2. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2020. Analisis data meliputi hasil kuesioner, kemudian akan dianalisis secara deskriptif, lembar SQ-FFQ dan Food Recall dianalisis untuk mendapatkan data terkait jenis makanan yang rutin dikonsumsi dalam kurun waktu pengamatan penelitian, frekuensi, jumlah takaran serta penghitungan zat gizi dan kalori. Hasil penelitian responden dalam kategori defisit berat berdasarkan perhitungan Food recall dan SQ-FFQ. Kesimpulan penelitian ini yaitu jenis makanan yang dikonsumsi seperti nasi putih yang paling sering dikonsumsi responden memicu gula darah naik.
The Role of Nurses in Hypertension Management at Community Health Centers Ampugo, Yaser Arivudin; Rayanti, Rosiana Eva; Natawirarindry, Catherine
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2024): EDITION NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i3.5324

Abstract

Hypertension is the most prevalent disease in Salatiga City, Central Java. Nurses play a crucial role in treating and preventing hypertension. However, no studies have specifically measured the role of nurses in Community Health Centers (Puskesmas). This study aims to describe the role of nurses in hypertension management at Community Health Centers. A qualitative case study was conducted at the Cebongan Health Center in Salatiga City between May and July 2023. Data were collected through in-depth interviews and observations involving 13 nurses who met the inclusion criteria. Triangulation was conducted by gathering additional input from community health center heads and cadres. Thematic analysis was applied to analyze the data, including transcription, coding, categorization, theme development, and drawing conclusions. Nurses at the Cebongan Health Center manage hypertension through various roles, including case finding via blood pressure screenings, acting as educators and consultants, coordinating care, and serving as role models for healthy living behaviors. However, challenges such as the limited number of nurses relative to the target area's population, inadequate infrastructure, and minimal community participation hinder efforts to control hypertension effectively in community health centers. While the role of nurses in managing hypertension has been implemented, it still requires optimization—particularly in areas like case finding through screenings and serving as role models for healthy living. 
Sinergi Kampus dan Komunitas: Aksi Cegah PTM Melalui Posbindu di Desa Ngrawan Rayanti, Rosiana Eva; Natalia, Theresia Destin; Noya, Wilda Pascalia; Natawirarindry, Catherine; Yanto, Oliviani; Sasi, Galuh Ambar; Laksono, Dwi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2105

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedesaan. Upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin menjadi strategi dalam menurunkan risiko PTM pada berbagai kelompok usia. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan guna mendeteksi faktor risiko PTM melalui pengukuran kadar asam urat, kolesterol, glukosa darah, tekanan darah, serta pengukuran antropometrik (berat badan dan tinggi badan). Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara kampus dan Posbindu di Desa Ngrawan, Jawa Tengah pada bulan Juli-September 2024. Pemeriksaan dilakukan terhadap tekanan darah, kadar glukosa, asam urat, kolesterol, berat, dan tinggi badan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memetakan risiko PTM pada kelompok usia produktif dan lanjut usia. Hasil: Sebanyak 70 warga mengikuti pemeriksaan, terdiri atas 59% usia lanjut dan 41% usia produktif, dengan mayoritas perempuan (90%). Sebagian besar kadar asam urat dan glukosa normal, namun ditemukan kolesterol tinggi pada usia produktif (45%) dan lanjut usia (67%), serta hipertensi pada kedua kelompok (66% dan 59%). Kesimpulan: Kegiatan kolaboratif antara kampus dan Posbindu di Desa Ngrawan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi serta mengungkap potensi risiko hipertensi dan kolesterol tinggi. Sinergi ini menegaskan kebutuhan penguatan kader dan keberlanjutan Posbindu dalam deteksi dini dan pencegahan PTM di pedesaan.