Dwi Basuki Wibowo
Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNIK MESIN

PENGARUH VARIASI KETINGGIAN HAK SEPATU TERHADAP PENGURANGAN TEKANAN DI TELAPAK KAKI BELAKANG Azhar Azzyumardi Pasha; Dwi Basuki Wibowo; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepatu hak tinggi adalah jenis sepatu dimana tinggi bagian tumit sepatu lebih tinggi dari pada bagian jari kaki. Salah satu ketidaknyamanan ketika memakai sepatu hak tinggi adalah gaya benturan yang dihasilkan pada saat tumit menghentak landasan (heel strike), benturan tersebut tidak hanya berdampak pada telapak kaki (plantar) namun merambat ke seluruh area kaki hingga tulang belakang. Proses tekanan pada plantar dapat di pindai dengan sistem pemindaian (scanning). Untuk mengetahui perubahan distribusi beban di telapak kaki pada berbagai variasi ketinggian hak sepatu dapat dilakukan dengan cara memasang 9 sensor Force Sensing Resistor (FSR 400 produk Interlink Electronics) pada mika berbentuk mengikuti pola alas sepatu bagian depan (metatarsal) dan belakang (heel) lalu diletakkan di atas permukaan alas sepatu hak tinggi. Pengujian dilakukan terhadap 4 subjek dengan berdiri di atas wedges yang terpasang sensor dan memiliki varisai ketinggian hak yaitu 2 cm, 4 cm dan 6 cm.  Penurunan tekanan terbesar terdapat di area heel pada subjek 4 ketika dilakukan pengujian di variasi ketinggan hak 6 cm pada sensor 1 sebesar 262.09 Pa dan kenaikan tekanan terbesar terdapat di area metatarsal pada subjek 4 di variasi ketinggian hak 6 cm pada sensor 6 sebesar 100.19 Pa. Hasil distribusi tekanan tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik fungsi dari kaki manusia.
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL SEQUENCE PADA MEKANISME PENGGANTI CD PLAYER SECARA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 328P Venesa Bagus Anandya; Dwi Basuki Wibowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.287 KB)

Abstract

Sistem otomasi merupakan suatu teknologi yang berkaitan dengan aplikasi mekanik, elektronik dan sistem yang berbasis komputer (mikroprosesor, PLC atau mikro). Semuanya bergabung menjadi satu untuk memberikan fungsi terhadap manipulator (mekanik) sehingga akan memiliki fungsi tertentu. Adapun beberapa perangkat otomasi yaitu mikroprosesor, mikrokontroler dan PLC. Pada penelitian ini CD Changer menggunakan perangkat mikrokontroler. Mikrokontroler adalah suatu IC (Integrated Circuit) dengan kepadatan yang sangat tinggi, dimana semua bagian yang diperlukan untuk suatu kontroler sudah dikemas dalam satu keping, yang terdiri dari : CPU, RAM, ROM, Input/Output Serial dan Parallel, Timer, dan Interupt Controller. CD Changger adalah sebuah alat pengganti CD secara otomatis yang bekerja secara bertahap yang didukung oleh rangkaian komponen elektronik yang dilengkapi dengan sensor photoelektrik, motor DC dan motor servo. Kontrol yang digunakan berbasis mikrokontroler ATMega 328P, dimana mikrokontroler ini mengendalikan sistem sesuai dengan program yang diinginkan dan sudah terprogram didalamnya. Perangkat lunak didalam sistem ini dibuat menggunakan bahasa ARDUINO dengan compiler ARDUINO IDE 1.5.4. Hasil analisa diperoleh bahwa dengan penambahan osilator kristal 16MHZ kecepatan mencapai 16 MIPS (Millions of Instructions Per Second) memiliki akurasi dan stabilitas yang tinggi, sehingga pada pengujian mekanisme pada setiap step dan pengujian kehandalan sistem tidak terjadi kesalahan.
MAMPU BENTUK PLASTIK PADA PROSES VACUUM FORMING DENGAN VARIASI TEKANAN 0.979 bar, 0.959 bar, 0.929 bar, 0.909 bar PADA TEMPERATUR 200 ºC Abdul Ghani K; Eflita Yohana; Dwi Basuki Wibowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.498 KB)

Abstract

Plastik saat ini telah banyak menggantikan perlengkapan-perlengkapan manusia yang terbuat dari bahan logam, gelas dan kayu. Ini karena plastik mempunyai beberapa kenggulan antara lain sifatnya yang mudah dibentuk, ringan, kuat, tahan karat, sebagai isolator listrik yang baik dan tentunya mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Pada proses pengerjaannya ada beberapa metode yang digunakan, tetapi yang sering digunakan adalah metode thermo forming. Salah satu dari metode thermo forming  yang sederhana adalah vacuum forming. Pada dasarnya metode ini dilakukan dengan memberikan perlakuan panas pada lembaran plastik hingga plastik menjadi lunak (tidak mencapai titik leleh) kemudian dibentuk pada cetakan sesuai yang dikehendaki dengan memberikan tekanan vakum.Ada beberapa parameter yang menentukan kualitas dari hasil cetakan plastik pada proses vacuum forming antara lain, jenis plastik dan ketebalan plastik yang digunakan, temperatur pemanasan dan tekanan vakum yang digunakan. Pada penelitian kali ini sebagai bahan uji digunakan lembaran plastik dengan jenis polyethylene  terephthalate (PET) berukuran 30 cm x 34 cm dengan ketebalan 0,25 mm dan 0,35 mm. Untuk temperatur pemanasan diset pada temperatur konstan sebesar 200 . Dan untuk mencetak plastik dengan kualitas tebaik digunakan tekanan vakum yang divariasikan menjadi 4 variasi tekanan vakum yaitu; 0,979 bar, 0,959 bar, 0,929 bar dan 0,909 bar. Dari hasil penelitian diperoleh tekanan vakum terbaik untuk mencetak plastik dengan tebal 0,25 mm adalah 0,909 bar dan hasil yang sama juga di peroleh untuk plastik dengan ketebalan 0,35 mm yaitu untuk tekanan terbaiknya adalah 0,909 bar.
ANALISIS KEKUATAN PAKU KELING PADA SUB- ASEMBLY KAMPAS REM BUS Ryan Patra Wirabuana; Dwi Basuki Wibowo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.823 KB)

Abstract

Along with the increase of economic growth in Indonesia, the number of public transportation typed bus and freight truck also increased. The increase of buses and trucks creates problem namely increases the frequency of accidents every year. The accidents caused by brake failure that usually occurs as a result of brake oil is depleted. The quality of canvas that is not good or the release of brake lining from chassis brake (shoe brake) caused by rivets in order to fastening brake lining to the shoe brake is damaged / broken, but damaged rivets have never revealed. This happens because detail investigations about the caused of accidents rarely performed. To study the ability of rivet connection to sub-asembly of buses/ trucks brake in sustain the burden so rivet tensile test performed, brake lining sub-assembly compression test and validation of test results with FEM analysis. From the result of the test, the researcher got maximum shear of pressure of the rivet namely 4.891.753 kN, and the maximum pressure that received by each rivet on the loading conditions damaged the lining is 1,640 kN, 0.00003% of the maximum pressure of rivet. This result proves that the rivet have a greater shear strength than the brake.
PENGARUH VARIASI KONTUR SISIPAN DI MEDIAL ARCH TERHADAP PENGURANGAN DERAJAT FLAT FOOT Daniel Sijabat; Dwi Basuki Wibowo; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu organ tubuh manusia yang memiliki peran penting untuk beraktifitas adalah Telapak Kaki. Orang dengan telapak kaki yang sehat pastinya akan lebih seimbang untuk menopang beban tubuhnya. Ada beberapa tipe telapak kaki manusia yang dibagi menjadi tiga, diantaranya telapak kaki normal, telapak kaki high arch (pes cavus) dan flat foot (low arch atau pes planus). Telapak kaki dinyatakan high arch apabila AI ≤ 0.21, normal apabila 0.26 ≥ AI > 0.21 dan flat foot apabila AI > 0.26. Kondisi flat foot dapat membuat seseorang mudah lelah saat berjalan atau berlari, karena kemampuan penyerapan beban kejutnya menurun. Apabila kondisi tersebut diperparah oleh jaringan otot telapak kaki yang lemah, dampak lainnya membuat penderita akan mengalami nyeri pada tumit dan menimbulkan benjolan pada pangkal luar jempol kaki (bunion). Flat foot menjadi penelitian dalam tugas akhir ini dengan mengevaluasi dari hasil pemindaian 2D dan pemindaian 3D. Hasil pemindaian 2D menjadi acuan untuk proses perancangan sisipan di area medial arch dalam upaya mengurangi derajat flatfoot. Dalam proses perancangan nantinya akan menggunakan software Solidworks dan proses manufaktur dengan cara cetak 3D. Setelah hasil perancangan selesai, kemudian akan didistribusikan kepada dua subjek untuk mengevaluasi dampak dari sisipan. Berdasakan hasil evaluasi penggunaan sisipan, pemakaian sisipan terbukti efektif dalam mengurangi derajat flat foot.
RANCANG BANGUN SOL SEPATU ORTHOTIC UNTUK PENDERITA FLATFOOT Dwi Basuki Wibowo; Yusuf Umardani; Nofa Karsa Mustadzanah
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telapak kaki merupakan salah satu organ tubuh manusia yang memiliki peran penting untuk beraktifitas. Dengan kondisi telapak kaki yang sehat, maka seseorang akan lebih seimbang ketika menopang beban tubuhnya.  Tipe telapak kaki manusia dibagi menjadi tiga, yaitu telapak kaki normal, telapak kaki high arch (pes cavus) dan flat foot (low arch atau pes planus). Dikategorikan high arch apabila AI ≤ 0.21, normal apabila 0.26 ≥ AI > 0.21 dan flat foot apabila AI > 0.26. Kondisi flat foot dapat membuat seseorang mudah lelah saat berjalan atau berlari, karena kemampuan penyerapan beban kejutnya menurun. Apabila kondisi tersebut diperparah oleh jaringan otot telapak kaki yang lemah, dampak lainnya membuat penderita akan mengalami nyeri pada tumit. Penelitian tugas akhir ini mengevaluasi flat foot hasil pemindaian 2D dan pemindaian 3D terhadap sudut belakang kaki serta pembuatan shoe insole. Proses perancangan menggunakan software Rhinoceros 7 dan proses manufaktur dengan cara cetak 3D. Hasil perancangan didistribusikan pada lima subjek untuk dilakukan evaluasi dampak penggunaan shoe insole yang terdapat sisipan. Berdasarkan hasil evaluasi shoe-insole, pemakaian shoe insole terbukti efektif dalam mengurangi derajat flat foot. Hal ini dibuktikan dengan subjek nomor 2 derajat flat foot kaki kirinya berkurang 4° dan derajat flat foot kaki kanan berkurang 1° begitupun pada subjek nomor 1 derajat flat foot-nya berkurang 3° untuk masing-masing kaki.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR BODY MASS INDEX (BMI) PORTABEL BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560 Muhammad Ali Sholihun; Dwi Basuki Wibowo; Sumar Hadi Suryo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran BMI banyak digunakan sebagai acuan dalam menentukan postur tubuh kurus atau gemuk dan ideal atau tidak, asupan kalori dan gizi untuk program diet, kesehatan fisik, kriteria penerimaan prajurit, hingga distribusi tekanan pada telapak kaki. Alat ukur BMI biasanya digunakan untuk seleksi kesehatan yang mana sering dilakukan di tempat terbuka. maka untuk menindaklanjuti hal tersebut diperlukan sebuah inovasi pembuatan alat ukur Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI) portable. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membangun alat ukur BMI (Body Mass Index) portabel yang memungkinkan alat ukur untuk mudah di bawa dan di pindahkan. Penelitian ini menggunakan sensor ultrasonic sebagai sensor pengukur tinggi badan, sensor loadcell sebagai sensor pengukur berat badan dan arduino mega 2560 sebagai kontroler. Pada penelitian digunakan batu timbang yang memiliki sertifikasi nasional tahun 2021 sebagai alat kalibrasi, juga menggunakan 10 subyek penelitian sebagai subyek pengukuran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawa alat ukur BMI (Body Mass Indeks) portabel ini memiliki dimensi 32 cm x 34,5 cm x 203 cm dalam kondisi terpasang dan memiliki dimensi 52 cm x 42 cm x 7 cm dalam kondisi di kemas dengan massa alat sebesar 7 kg, sehingga alat pengujian ini dapat disebut sebagai alat portabel. Alat ukur BMI (Body Mass Indeks) portabel ini memiliki keunggulan disamping mudah dipindahkan juga memiliki keunggulan dalam penyimpanan data ukur yang disimpan dalam SD Card dengan kapasitas 2GB (GigaByte) dalam format dokumen .xls yang tersimpan dalam waktu sebenarnya (Realtime), juga berisi data diri, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan dan nilai BMI pengguna.
PERENCANAAN AWAL SOFTWARE UNTUK MENGHASILKAN GRADASI WARNA: VALIDASI DENGAN SOFTWARE MEH STUDI KASUS PELAT DATAR TIPIS Simson Hasudungan Hutagalung; Dwi Basuki Wibowo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik gradasi warna adalah proses mengubah atau mengedit/atau menampilkan image (gambar atau citra foto atau video atau hasil simulasi/analisis kedalam bentuk warna-warna. Software MEH adalah salah satu software yang hasil simulasi/analisisnya ditampilkan dalaam bentuk gradasi warna. Warna merah menyatakan tegangan dan deformasi paling besar dan warna biru paling kecil sedangkan faktor keamanan adalah kebalikannya. Secara teori analisis pada tegangan terjadi di elemen, sedangkan analisis pada deformasi dan faktor keamanan terjadi di nodal. Perencanaan awal software untuk menghasilkan gradasi warna dengan validasi software MEH studi kasus pelat datar tipis bertujuan untuk menghasilkan gradasi warna pada hasil pengukuran menggunakan sejumlah sensor yang diharapkan dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan studi kasus pada pelat datar tipis dengan variasi material dan pembebanan. Penelitian ini menggunakan hasil gradasi warna pada distribusi tegangan, deformasi ,dan faktor keamanan dari software MEH yaitu Ansys 2020 dan data hasilnya diekspor ke file excel. Selanjutnya, data tersebut digunakan dalam pengkodingan  pada software MATLAB R2020a. Pengkodingan yang dilakukan adalah cara untuk mengimpor data, membentuk geometri pelat datar tipis, pemberian warna, dan rentang nilai gradasi warna. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan gradasi warna dan rentang nilai yang sama berdasarkan data excel pada software MEH dan MATLAB R2020a. Hasil tersebut akan menjadi validasi gradasi warna pada pelat datar tipis disetiap variasi.
PERENCANAAN AWAL SOFTWARE UNTUK MENGHASILKAN GRADASI WARNA: VALIDASI DENGAN SOFTWARE MEH STUDI KASUS SILINDER TIPIS Nobeth Bastanta Ginting; Dwi Basuki Wibowo; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik gradasi warna adalah proses mengubah atau mengedit/atau menampilkan image (gambar atau citra foto atau video atau hasil simulasi/analisis kedalam bentuk warna-warna. Software MEH adalah salah satu software yang hasil simulasi/analisisnya ditampilkan dalaam bentuk gradasi warna. Warna merah menyatakan tegangan dan deformasi paling besar dan warna biru paling kecil sedangkan faktor keamanan kebalikannya. Tegangan terjadi di elemen, sedangkan deformasi dan faktor keamanan terjadi di nodal. Perencanaan awal software untuk menghasilkan gradasi warna dengan validasi software MEH studi kasus silinder tipis bertujuan untuk menghasilkan gradasi warna pada hasil pengukuran menggunakan sejumlah sensor yang diharapkan dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan studi kasus pada silinder tipis dengan variasi material dan variasi pembebanan. Penelitian ini menggunakan hasil gradasi warna pada distribusi tegangan, deformasi ,dan faktor keamanan dari software MEH Ansys 2022R1 dan diekspor menjadi data Excel. Selanjutnya data tersebut digunakan dalam pengkodingan  pada software Matlab R2018a. Pengkodingan yang dilakukan cara mengekspor data, membentuk silinder tipis , pengkodingan pemberian warna dan rentang nilai yang dapat dilihat pada colorbar. Hasil dari penelitian ini penggunaan pengkodingan pada Matlab R2018a dengan menggunakan data luaran Ansys 2022R1 menghasilkan gradasi warna dan rentang nilai yang sama pada colorbar. Hasil tersebut telah dihasilkan dengan mengunakan silinder tipis variasi material dan pembebanan.
RANCANG BANGUN MAINAN MEKANIKAL LUNCURAN KELERENG MENGGUNAKAN SISTEM PENGANGKAT TANGGA BERJALAN DAN KINCIR SILANG Andrean Rizky Agung Maulana; Dwi Basuki Wibowo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mainan adalah salah satu sarana pembelajaran yang sangat efektif, salah satunya adalah mainan mekanikal yang memiliki nilai edukatif dan terdapat unsur science dan teknologi. Tujuan dari mainan mekanikal ini adalah untuk memperkenalkan fisika mekanika kepada masyarakat melalui media mainan. Produk mainan ini mensimulasikan gerak kelereng berupa siklus yang secara umum terdiri dari 2 komponen yaitu: (1) pengangkat kelereng berbentuk kombinasi kincir dan tangga berjalan, dan (2) panel lintasan turun berupa down rail dan screw drop. Setiap komponen dirancang dari beberapa modul dan setiap modul disimulasikan dan di lakukan analisa posisi dan kecepatan agar pergerakan kelereng bisa terus meluncur ke modul      berikutnya tanpa hambatan. Dari hasil simulasi dan analisa pada mainan mekanikal kelereng luncur, kelereng membutuhkan waktu tempuh 25,33 detik serta kecepatan kelereng tertinggi pada mainan mekanikal luncuran kelereng berada di panel lintasan screw drop, dengan kecepatan kelereng 0,526 m/s dengan waktu tempuh 1,77 s, saat posisi kelereng terdapat pada sumbu x = 0,088 y = 0,199 z = 0,238 pada saat kelereng bergerak menuruni panel screw drop.