Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Nilai Budaya Using dalam Buku Cerita Anak Bergambar Terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur: Perspektif Shalom H. Schwartz Elvira Damayanti; Dyah Werdiningsih; Ari Ambarwati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah nilai-nilai budaya dalam buku cerita anak bergambar terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, khususnya yang berbahasa Indonesia dan Using. Nilai-nilai dalam budaya menyentuh segala aspek kehidupan manusia. Nilai budaya menjadi pedoman yang layak untuk terus diimplementasikan dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk membedah nilai-nilai budaya Using dalam buku cerita anak terbitan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah narasi berupa kata, frasa, klausa, kalimat, atau wacana dan visualisasi yang memuat informasi mengenai nilai-nilai budaya Using. Sumber data dalam penelitian ini adalah 20 buku cerita anak bergambar berbahasa Using-Indonesia. Data dikumpulkan dengan metode baca-catat yang dilakukan secara intensif. Temuan data dianalisis menggunakan teori Miles & Huberman berbantuan teori Shalom H. Schwartz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya Using yang terkandung di dalamnya meliputi nilai keamanan (berupa keamanan keluarga dan kesehatan), nilai prestasi (berupa ambisi dan cakap), kedermawanan (berupa persahabatan sejati dan suka menolong), pengarahan diri (berupa mandiri, ingin tahu, memiliki tujuan, kreativitas), nilai kesesuaian berupa kepatuhan, dan nilai tradisi (berupa merawat tradisi dan taat beragama). Nilai-nilai budaya tersebut dapat dimanfaatkan dalam pembeajaran sastra di sekolah untuk membangun karakter serta membangun kesadaran multikultural siswa. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap objek dengan muatan kebudayaan yang berbeda.
Potensi Cerita Rakyat Berbahasa Kaili dalam Memperkaya Pemerolehan Bahasa Indonesia Nurul Kholifah; Ari Ambarwati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5005

Abstract

Kaili, koleksi Balai Bahasa Sulawesi Tengah dalam memperkaya pemerolehan Bahasa Indonesia. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan studi pustaka.data dan sumber data dari penelitian ini berupa Kumpulan cerita rakyat kesik yang terdapat tiga cerita rakyat didalamnya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu metode dokumentasi dan analisis isi. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis tematik dan analisis kesulitan kosakata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi cerita rakyat koleksi Balai Bahasa Sulawesi Tengah dapat memperkaya pemerolehan Bahasa Indonesia dilihat melalui kekayaan kosakata, keunikan struktuk kalimat dan nila moran dan budaya yang terkandung dalam cerita. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mendalami penyusunan cerita rakyat berbahasa daerah yang berpotensi memperkaya pemerolehan Bahasa Indonesia pada siswa di jenjang sekolah dasar.
Assistance in Mining Reference Data for Writing Children's Reading on Climate Change: Pendampingan Penambangan Data Referensi Untuk Penulisan Bacaan Anak-Remaja Bertema Perubahan Iklim Ari Ambarwati; Sunismi, Sunismi; Sri Wahyuni
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i6.23052

Abstract

The impact of climate change has been felt by humans in various parts of the world. Mining reference data for writing stories for children and adolescents with the theme of climate change is a strategic point to be studied. The ability to write climate change-themed readings for children and adolescents requires adequate understanding of climate change issues. The purpose of the service is to improve the ability of members of the Saung Kanak community in Malang City to mine and manage reference data, as well as understand the issue of climate change, which has the potential to be used for children's and adolescent stories The service method is mentoring by carrying out a reference data mining workshop using Mendeley and Publish or Perish (PoP). The workshop was attended by 23 members of the Saung Kanak community in Malang City, followed by in-depth interviews, and circulated questionnaires to measure the achievement of the mentoring objectives. There was a positive correlation between participants' good understanding of the concept of data mining and the ability to mine data independently with a better level of understanding of climate change issues. Follow-up assistance that was specially formulated to reach 45.5% of 3 members of the Saung Kanak community in Malang City needs to be followed up, considering that they still have difficulty mining reference data.
Storynomics Bermuatan Narasi Puitik-Ekologis pada Lokapasar Zaskia Mecca Elvira Damayanti; Ari Ambarwati; Alvin Rizqy Al Qodim
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21629

Abstract

Storynomics, poetic narratives, and local ecology can be collaborated to support the creative economy sector with different and more inherent values. This study aims to dissect ecologically charged poetic narratives in storynomics in the Zaskia Mecca (ZM) marketplace. The data in this study are poetic narratives in the data source in the form of product descriptions of the ZM brand on the Shopee Indonesia marketplace. Data were collected using reading and note-taking techniques. Data findings were analyzed using content analysis. The results show that the unique ecology of the archipelago utilized in the poetic narrative is the landscape of the Maluku Islands, Labuan Bajo, Belitung Geopark, Mentawai, Kelimutu, Derawan, Palembang, and Bogor. The typical flora of the archipelago that appears are sandalwood, tuberose, kadupul, and Rafflesia Arnoldii. Through this study, it is hoped that other brands will take similar steps to encourage a more valuable creative economy movement while preserving ecological insights.
PERAN LOKAKARYA PENULISAN DALAM PENGEMBANGAN LITERASI SASTRA ANAK BERBASIS KOTA BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Nurul Kholifah; Nur Alfan; Ahmad Fauzan; Luluk Ernawati; Kalina Dewantara; Ike Suharwati; Suharwati; Khoirur Rizal; Ari Ambarwati
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.1822

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji peran lokakarya penulisan dalam pengembangan literasi sastra anak berbasis kota bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Lokakarya penulisan diselenggarakan oleh mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Islam Malang sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui model writing workshop yang mengintegrasikan pemahaman konseptual sastra anak dengan praktik menulis kreatif berbasis konteks Kota Malang. Peserta kegiatan adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang mengikuti rangkaian sesi pemaparan materi, diskusi, praktik menulis, serta umpan balik terhadap karya. Data pengabdian diperoleh melalui instrumen pretest dan posttest, observasi partisipatif, serta analisis portofolio karya sastra anak yang dihasilkan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap unsur sastra anak, pemanfaatan unsur lokal kota, kemampuan menyusun premis cerita, serta penerapan teknik showing dalam penulisan. Selain itu, karya mahasiswa pascalokakarya memperlihatkan perkembangan kualitas naratif yang lebih kontekstual, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik pembaca anak. Temuan ini menunjukkan bahwa lokakarya penulisan yang diselenggarakan oleh mahasiswa magister MPBI UNISMA memiliki peran strategis dalam mengembangkan literasi sastra anak sekaligus memperkuat peran mahasiswa pascasarjana sebagai agen literasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pengaruh Gender terhadap Kesiapan Guru Prajabatan dalam Implementasi Pembelajaran Sastra pada Kurikulum Sekolah Menengah: Studi Deskriptif Komparatif Ari Ambarwati; Khoirul Muttaqin
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4924.217-231

Abstract

The literary policy in the curriculum launched by the Ministry of Education in 2024 raises the question of whether pre-service teachers are ready to implement the policy. This study aims to explore the influence of gender on the readiness of Indonesian Language Pre-service Teacher Professional Education (PPG) students at the University of Islam Malang, class of 2024, in implementing literary learning in the secondary school curriculum. This study employed a descriptive-comparative survey design with a cross-sectional approach. Data were collected through a questionnaire covering seven readiness indicators and analyzed using descriptive-comparative analysis based on frequency and proportion. This approach was chosen to map the response patterns in depth to a specific target group without generalizing the population broadly. The results indicated differences in responses between male and female students regarding the “Literature in the Curriculum” policy, particularly in terms of policy knowledge, information sources, and implementation readiness. Male students tended to have more consistent information exposure, while female students showed wider internal variation. Nonetheless, most respondents from both groups felt the need for additional training and resources. Further research is recommended to design more targeted training and provide comprehensive literary materials to narrow the gap in understanding and readiness between female and male teachers in implementing the Literature-in-the-Curriculum program. AbstrakKebijakan sastra masuk kurikulum yang diluncurkan Kementerian Pendidikan pada tahun 2024 menimbulkan pertanyaan apakah guru prajabatan siap menerapkan kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh gender terhadap kesiapan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Bahasa Indonesia Universitas Islam Malang angkatan 2024 dalam mengimplementasikan pembelajaran sastra pada kurikulum sekolah menengah. Penelitian menggunakan rancangan survei deskriptif-komparatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Pendekatan ini dipilih untuk memetakan pola respons secara mendalam pada kelompok sasaran tertentu tanpa melakukan generalisasi populasi secara luas. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup tujuh indikator kesiapan dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif-komparatif berbasis frekuensi dan proporsi. Temuan penelitian mengindikasikan terdapat perbedaan respons antara mahasiswa laki-laki dan perempuan terhadap kebijakan “Sastra masuk kurikulum”, terutama dalam aspek pengetahuan kebijakan, sumber informasi, dan kesiapan implementasi. Mahasiswa laki-laki cenderung memiliki keterpaparan informasi yang lebih konsisten dibandingkan mahasiswa perempuan yang memperlihatkan variasi internal lebih lebar. Meskipun demikian, mayoritas responden dari kedua kelompok merasa memerlukan pelatihan dan sumber daya tambahan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk merancang pelatihan yang lebih tepat sasaran dan menyediakan materi sastra yang komprehensif guna mempersempit kesenjangan pemahaman dan kesiapan guru perempuan dan laki-laki dalam melaksanakan program sastra masuk kurikulum.
Citra Makanan Indonesia dalam Puisi di Atas Meja Makan: Kajian Gastrokritik Icha Nurhalimah; Ari Ambarwati
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 12, No 2 (2023): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v12i2.6863

Abstract

This study focuses on describing the image of Indonesian food in the collection of Poems on the Dining Table by Nova. In general, poetry only introduces how the author feels about what he feels about life, but through this gastrocritical research researchers want to show the distinctive form of poems with food themes and as a form of characteristics and culture from the area. Gastronomy has an important role to play in conveying the history of food it originated and became more than just food. The methods used in this study are qualitative methods and careful reading methods to describe the concept of gastrocriticism in culinary and art. The procedures in data collection used to collect data are the stage of determining the source of the data, the stage of reading the whole, the stage of categorizing the concept of gastrocriticism, and the stage of describing the results of gastrocriticism. The discovery of culinary and artistic concepts in poetry on the dinner table includes, 1) the image of taste, 2) the way of presentation, and 3) the way the food is consumed. Of the three culinary and artistic concepts, the most dominant result obtained in poetry research on the dinner table is the way of presentation. AbstrakPenelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan citra makanan Indonesia dalam kumpulan Puisi di Atas Meja Makan karya Nova. Pada umumnya puisi hanya mengenalkan bagaimana perasaan penulis terkait apa yang dirasakan tentang kehidupan, tetapi melalui penelitian gastrokritik ini peneliti ingin menunjukan bentuk khas dari puisi-puisi yang bertema makanan dan sebagai bentuk ciri khas dan budaya dari daerah tersebut. Gastronomi memiliki peran penting dalam menyampaiakan sebuah sejarah makanan itu berasal dan menjadi lebih dari sekedar makanan. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif dan metode membaca cermat untuk mendeskripsikan konsep gastrokritik pada kuliner dan seni. Prosedur dalam pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu tahap menentukan sumber data, tahap membaca keseluruhan, tahap mengkategorikan konsep gastrokritik, dan  tahap menjabarkan hasil dari gastrokritik. Penemuan konsep kuliner dan seni dalam puisi di atas meja makan diantaranya, 1) citra rasa, 2) cara penyajian, dan 3) cara makanan tersebut dikonsumsi. Dari ketiga konsep kuliner dan seni, hasil yang diperoleh dalam penelitian puisi di atas meja makan yang paling dominan adalah Citra rasa.
Model Authentic Assessment dalam Pembelajaran Sastra Terintegrasi Karakter Multikultural Sri Wahyuni; Ari Ambarwati; NFN Junaidi; Junaidi Ghony; Zulkifli Osman
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 1 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i1.4668

Abstract

Character education, incredibly multicultural characters, must be instilled in students significantly to minimize conflict in a society, including the plural and heterogeneous Indonesian society. Planting multicultural characters, especially in academic learning, can be done by integrating these characters in the learning and assessment process. The research goals to develop an assessment activity and an authentic assessment instrument model in academic learning that integrates multicultural characters. The research method is Research and Development (R&D). The research uses ADDIE model developed by Reiser and Molley, namely Analysis, Design, and Development. The results of the research formulates two findings, first, the model of assessment activities in literary learning that integrates multicultural characters can be done through (1) social studies of life in literary works, (2) through appreciation of literary works that contain multicultural values,(3) through role-playing in drama, (4) through a comparison of literary works, and (5) through field experience when appreciating and writing literary works. Second, the authentic assessment instrument model in academic learning that integrates multicultural characters are developed through the techniques of (1) observing multicultural attitudes, (2) self-assessment related to multicultural attitudes, (3) peer assessment related to multicultural attitudes, (4) direct questions about multicultural attitudes furthermore (5) personal reports related to multicultural attitudes. AbstrakPendidikan karakter khususnya karakter multikultural perlu dan penting untuk ditanamkan pada peserta didik terutama untuk meminimalisasi konflik pada suatu masyarakat termasuk masyarakat Indonesia yang majemuk dan heterogen. Penanaman karakter multikultural khususnya dalam pembelajaran sastra dapat dilakukan dengan mengintegrasikan karakter tersebut dalam proses pembelajaran dan asesmennya. Tujuan kajian adalah mengembangkan model kegiatan asesmen dan model instrumen authentic asessment dalam pembelajaran sastra yang mengintegrasikan karakter multikultural. Rancangan penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Penelitian menggunakan R & D model ADDIE yang dikembangkan Reiser dan Molley yaitu analisis, desain, dan pengembangan. Hasil penelitian memformulasikan dua temuan, pertama, model aktivitas asesmen dalam pembelajaran sastra yang mengintegrasikan karakter multikultural dapat dilakukan melalui (1) kajian-kajian sosial kehidupan dalam karya sastra, (2) apresiasi karya sastra yang mengandung nilai-nilai multikultural, (3) permainan peran dalam drama, (4) perbandingan karya sastra, dan (5) pengalaman lapangan ketika mengapresiasi dan menulis karya sastra. Kedua, model instrumen authentic assessment dalam pembelajaran sastra yang mengintegrasikan karakter multikultural dikembangkan melalui teknik (1) observasi sikap multikultural, (2) penilaian diri terkait sikap multikultural, (3) penilaian antarteman terkait sikap multikultural, (4) pertanyaan langsung tentang sikap multikultural, dan (5) laporan pribadi terkait sikap multikultural.