Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH INTERVENSI MEDICAL TABLE TERHADAP PENGENDALIAN GULA DARAH DAN KEPATUHAN OAD DM TIPE 2 DI RUMAH SAKIT GANESHA Widyantari, Kadek; Santi, Made Dwike Swari; Putri, Melista
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2848

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis yang semakin meningkat prevalensinya dan memerlukan perhatian serius dalam pengelolaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh intervensi menggunakan medical table terhadap pengendalian gula darah dan kepatuhan terhadap penggunaan obat oral antidiabetes (OAD) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design, dilakukan di Rumah Sakit Ganesha selama tiga bulan dengan mengambil data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden yang bersedia berpartisipasi telah menandatangani formulir persetujuan (informed consent). Data diukur dengan menggunakan Brief Medication Questionnaire (BMQ) dan pengecekan gula darah berkala sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi menggunakan medical table secara signifikan meningkatkan pengendalian gula darah serta kepatuhan pasien dalam menggunakan OAD. Data analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam parameter gula darah dan skor kepatuhan setelah intervensi, yang mendukung hipotesis bahwa intervensi berpengaruh positif. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan medical table sebagai intervensi efektif dalam meningkatkan pengendalian gula darah dan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2.
EVALUASI PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI APOTEK OKE FARMA Trima Yasa, Gede; Dwike Swari Santi, Ni Made; Deviana Gayatri, Ni Putu Ayu
Journal Pharmactive Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pharmactive Oktober
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64036/pharmactive.v2i2.42

Abstract

Pengelolaan obat yang baik merupakan faktor utama dalam mendukung tingkat kesembuhan penyakit pasien, oleh karena itu pengelolaan obat yang baik harus terlaksana di apotek. Pengelolaan obat yang baik terlebih yaitu pengelolaan jenis obat yang bersifat psikoaktif seperti obat-obatan narkotika dan psikotropika. Kegiatan penyimpanan dan distribusi obat yang kurang baik merupakan masalah yang dapat mengganggu dalam upaya peningkatan mutu obat di apotek. Permasalahan yang sering ditemukan pada sistem penyimpanan dan distribusi diantaranya yaitu tidak menggunakan sistem first in first out (FIFO) atau first expired first out (FEFO), sistem alfabetis, kartu stok, tidak menempatkan obat pada tempat yang semestinya. Apotek adalah sarana atau tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh farmasi yang meliputi penyimpanan, pengadaan, serta penyerahan obat kepada pasien dan memberikan penjelasan tentang cara penggunaan obat atau biasa disebut pemberian informasi obat. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui evaluasi penyimpanan dan distribusi obat narkotika dan psikotropika di Apotek Oke Farma. Penelitian ini menggunakan medote deskriptif dengan pengambilan data secara crossectional yaitu menggambarkan pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan, dan pelaporan, serta pemusnahan obat golongan narkotika dan psikotropika di Apotek Oke Farma. Berdasarkan hasil peneitian kesesuain pelaksanaan distribusi dan penyimpanan obat narkotika dan psikotropia di Apotek Oke Farma dengan permenkes no 13 tahun 2015 yaitu pada penyimpanan dinyatakan baik dengan persentase 100% dan pada pendistribusian dinyatakan baik dengan persentase 90%.
PROFIL KEYAKINAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DESA X KECAMATAN DENPASAR BARAT Made Dwike Swari Santi
Journal Pharmactive Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pharmactive April
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Bintang Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64036/pharmactive.v3i1.48

Abstract

Keyakinan yang tinggi masyarakat dalam menggunakan antibiotik untuk mengatasi gejala penyakitnya tanpa mengetahui penyebab pasti yang dialami dalam dirinya sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter sehingga mengakibatkan keyakinan penggunaan antibiotik yang berlebihan yang membuat terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keyakinan masyarakat Dauh Puri Klod, Kecamatan Denpasar Barat dalam penggunaan antibiotik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel 96 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Karateristik responden memiliki umur antara 17-25 tahun sebanyak 55 responden dengan presentase (57.2%), karateristik jenis kelamin yang paling dominan adalah perempuan sebanyak 60 responden dengann presentase (62.5%), karateristik pekerjaan yang paling dominan adalah wiraswasta sebanyak 53 responden (55.2%), karateristik pendidikan paling banyak adalah SMA/SMK sebanyak 46 responden (48%), tingkat keyakinan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik terhadap masyarakat di Desa X Kecamatan Denpasar Barat memiliki tingkat keyakinan sangat baik sejumlah 88 responden (91.7%) dan tingkat keyakinan cukup sejumlah 8 responden (8.3%). Kata Kunci : Keyakinan, Antibiotik
POTENSI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale var.rubrum) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Kumara Dewi, Ni Wayan Rika; Yasa, Gede Trima; Swari Santi, Made Dwike
Jurnal Skala Husada : The Journal of Health Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Skala Husada (JSH): Volume 21, No 2, Tahun 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jsh:tjoh.v21i2.3855

Abstract

ABSTRACTRed ginger (Zingiber officinale var. rubrum) is one of the herbal plants that contains phenolic compounds, essential oils, and non-volatile oils. The content of secondary metabolites in red ginger can provide antioxidant activity. This research aimed to determine the potential of 96% ethanol extract of red ginger rhizomes as an antioxidant using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The research method used was a laboratory experiment. The standards used were quercetin and ethanol extract of red ginger rhizome were tested at concentrations of 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, and 125 ppm. The results of the antioxidant activity study showed the IC50 value of the ethanol extract of red ginger rhizome of 46.91 ppm (AAI = 2.3) and the IC50 value of quercetin as a standard of 10.02 ppm. An IC50 value 50 ppm means that the ethanol extract of red ginger rhizome has very strong antioxidant activity, so it has the potential as a natural antioxidant.Keywords:  red ginger (Zingiber officinale var.rubrum), antioxidant, DPPH.ABSTRAKJahe merah (Zingiber officinale var.rubrum) adalah salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa fenolik, minyak atsiri, dan minyak non volatil. Kandungan metabolit sekunder pada jahe merah mampu memberikan aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak etanol 96% rimpang jahe merah sebagai antioksidan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Standar yang digunakan adalah kuersetin dan ekstrak etanol rimpang jahe merah yang diuji pada konsentrasi 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, 125 ppm. Hasil penelitian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol rimpang jahe merah sebesar 46,91 ppm (AAI=2,3) dan nilai IC50 kuersetin sebagai standar sebesar 10,02 ppm. Nilai IC50 50 ppm berarti ekstrak etanol rimpang jahe merah memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat, sehingga memiliki potensi sebagai antioksidan alami.Kata kunci: jahe merah (Zingiber officinale var.rubrum), antioksidan, DPPH.