p-Index From 2021 - 2026
1.383
P-Index
This Author published in this journals
All Journal e-GIGI JURNAL BIOMEDIK
Dinar A. Wicaksono
Universitas Sam Ratulangi

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH KONSUMSI PEPAYA (Carica papaya) DALAM MENURUNKAN INDEKS DEBRIS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SDN 103 MANADO Mandalika, Wandha Cindhy; Wicaksono, Dinar A.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5778

Abstract

Abstract: Oral hygiene and consumption patterns of poor foods can affect oral health, including dental caries. Debris or food waste is one of the causes of dental caries. Consuming fresh fruit that consist with rich fiber and water can naturally cleanse the tooth, thus the width of the debris surface can be reduced, and the risk of the karies to be form could be prevent. On this research, a papaya from “Kota Manado” was used with a purpose to get the information if there is an influence by consuming papaya (Carica papaya) in reducing debris index to child age 10 to 12 years old at “SDN 103 Manado”. The type of this research is a experiment research with apparent experiment designs with pre-test approach and post-test approach treatment. Population is the child age 10-12 years old in grade V and VI at”SDN 103 Manado”. Sample was taken with total sampling method with a total of 40 samples. Differences of the debris index before consuming papaya and after was used Wilcoxon test. The results showed there is a significant difference from the evaluation result of the debris index before consuming papaya and after (p < 0,05). Consuming papaya can reducing debris index to students at “SDN 103 Manado” Keywords: debris, papaya fruit, primary school.   Abstrak: Kebersihan gigi dan mulut, serta pola konsumsi makanan yang kurang baik dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, di antaranya karies gigi. Debris atau sisa makanan merupakan salah satu faktor penyebab karies gigi. Konsumsi buah yang segar yang kaya akan serat dan air dapat memicu pembersihan alami pada gigi, sehingga luas permukaan debris dapat dikurangi dan resiko terjadinya karies dapat dicegah. Pada penelitian ini digunakan buah pepaya yang berasal dari Kota Manado yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh konsumsi pepaya (Carica papaya) dalam menurunkan indeks debris pada anak usia 10-12 tahun di SDN 103 Manado. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan eksperimen semu dengan pendekatan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan. Populasi ialah anak usia 10-12 tahun yang duduk di kelas V dan VI di SDN 103 Manado. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling berjumlah 40 sampel. Perbedaan sebelum dan sesudah mengonsumsi pepaya di uji dengan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna dari hasil pemeriksaan indeks debris sebelum mengonsumsi pepaya dan sesudah mengonsumsi pepaya (p < 0,05). Kesimpulan: Konsumsi buah pepaya dapat menurunkan indeks debris pada siswa di SDN 103 Manado. Kata kunci: debris, buah pepaya, sekolah dasar.
GAMBARAN PENGGUNAAN SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI BAHAN TUMPATAN DI RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO TAHUN 2011-2013 Tulaka, Bonie; Wicaksono, Dinar A.; Tumewu, Ellen
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5034

Abstract

Abstract: Dental caries is still problem among other oral diseases, one of the overcame by restorative. The restorative materials are most frequently used in RS. RW. Mongisidi Manado is glass ionomer cement . The purpose of this research is to know the description of the use of the glass ionomer cement as an ingredient in dental clinic restorative RS. R W. Mongisidi Manado in 2011-2013. This research is descriptive research, the data obtained with the patient's medical record which do restorative throughout the years 2011-2013. The data retrieval is done by the method of the total sample, as 769. The result of this research shows categories sex, male more often done restorative with 394 (51.3%), patients with adult age category more often do restorative with 609 (79,2%). The teeth on the anterior portion is more often performed than in the posterior part of the restorative. Keywords: restorative materials, glass ionomer cement.   Abstrak: Karies gigi masih merupakan masalah di antara penyakit gigi dan mulut lainnya, salah satu cara mengatasinya yaitu dengan melakukan penumpatan. Bahan tumpatan yang paling sering digunakan di RS. RW. Mongisidi Manado ialah semen ionomer kaca. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan semen ionomer kaca sebagai bahan tumpatan di poliklinik gigi RS R.W Mongisidi Manado pada tahun 2011-2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, data diambil dari rekam medis pasien yang telah melakukan penumpatan sepanjang tahun 2011-2013. Pengambilan data dilakukan dengan metode total sampling, didapatkan sepanjang tahun 2011-2013 sebanyak 769.Hasil dari penelitian sepanjang tahun 2011-2013 menunjukkan kategori jenis kelamin, laki-laki lebih sering dilakukan penumpatan dengan 394 (51,3%), pasien dengan kategori usia dewasa lebih sering melakukan penumpatan dengan 609 (79,2%). Gigi pada bagian anterior lebih sering dilakukan penumpatan dibandingkan pada bagian posterior. Kata kunci: bahan tumpatan, semen ionomer kaca.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEBERSIHAN MULUT PADA MASYARAKAT LANJUT USIA DI KELURAHAN RURUKAN KECAMATAN TOMOHON TIMUR Nidyawati, Niyan; Wicaksono, Dinar A.; Soewantoro, Joenda S.
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 5, No 1 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.5.1.2013.2640

Abstract

Abstract: Knowledge has an important role in improving people?s behavior. Awareness of oral hygiene is essential for its good maintainance; therefore, prevention of oral diseases, improvement of immunity, reparation of oral functions and appetite can be achieved. In general, the elderly have a decline in their immune system, which makes them more susceptible to diseases, including oral diseases; thus, maintaining an oral hygiene status is very valuable. This study aimed to reveal the level of knowledge about oral hygiene, and the oral hygiene status among the elderly in Rurukan, East Tomohon. This was a descriptive study with a cross sectional design. Samples were obtained by using a total sampling method. Total samples were 71 elderly, but only 50 met the inclusion criteria. The results showed that 27 elderly had low levels of oral hygiene knowledge, while 23 elderly had good levels of knowledge. The status of oral hygiene was poor in 34 elderly, moderate in 13, and good in 3. Conclusion: Most of the elderly in Rurukan, East Tomohon, had low levels of oral hygiene knowledge and poor status of oral hygiene. Keywords: knowledge, oral hygiene, elderly.     Abstrak: Pengetahuan berperan penting dalam perkembangan perilaku seseorang. Pengetahuan yang baik mengenai kebersihan mulut sangat penting untuk mencegah penyakit gigi dan mulut, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memperbaiki fungsi mulut untuk memperbaiki nafsu makan. Pada lanjut usia (lansia) terjadi penurunan daya tahan tubuh yang menyebabkannya rentan terhadap penyakit. Menjaga kebersihan mulut merupakan salah satu cara menjaga kondisi tubuh lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat pengetahuan dan kebersihan mulut pada masyarakat lansia di Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan cross sectional design. Dengan metode total sampling diperoleh 71 sampel penelitian tetapi hanya 50 yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan kebersihan mulut masyarakat lansia masih sangat minim. Untuk tingkat pengetahuan mengenai kebersihan mulut diperoleh 27 orang lansia dengan tingkat pengetahuan kurang, sedangkan 23 lainnya dengan tingkat pengetahuan baik. Untuk status kebersihan mulut diperoleh 34 orang lansia dengan hasil buruk, 13 dengan hasil sedang, dan 3 dengan hasil baik. Simpulan: Sebagian besar masyarakat lansia di Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur memiliki tingkat pengetahuan kurang dan status kebersihan mulut buruk. Kata kunci: pengetahuan, kebersihan mulut, lansia.
Uji Perbandingan Kekuatan Kompresi Tumpatan Resin Komposit dengan Teknik Incremental Horizontal dan Teknik Bulk Mundung, Claudya; Wowor, Vonny N. S.; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.19940

Abstract

Abstract: Composite resin is one of the restoration material used in dental practice. Its strength and resistance factors toward usage and stability dimension lead to high compression strength to withstand mastication burden. This capacity has to be considered in choosing the composite resin as restoration material. This study was aimed to compare the compression strength of resin composites formed with horizontal incremental restoration technique and with bulk restoration technique. This was an experimental study conducted at Material Engineering Laboratory of the Faculty of Engineering Sam Ratulangi University Manado. There were six samples divided into 2 groups, each of 3 samples. The results showed that compression strength of resin composite formed with horizontal incremental technique was 199.45 MPa meanwhile of resin composite formed with bulk technique was 191.65 MPa. Conclusion: Compression strength of resin composite formed with horizontal incremental technique was higher than of resin composite formed with bulk technique.Keywords: resin composite, compression strength, incremental technique, bulk technique Abstrak: Resin komposit merupakan salah satu bahan restorasi yang sering digunakan di kedokteran gigi. Faktor kekuatan dan ketahanan terhadap penggunaan dan stabilitas dimensi memungkinkannya memiliki kekuatan kompresi yang besar untuk menahan beban kunyah. Hal ini merupakan salah satu keunggulan yang menjadi dasar pertimbangan saat memilih resin komposit sebagai bahan tumpatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan teknik penumpatan incremental horizontal dan teknik penumpatan bulk untuk kekuatan kompresi resin komposit. Jenis penelitian ialah eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Rekayasa Material Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Sampel berjumlah 6 buah dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing terdiri dari 3 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan kompresi tumpatan resin komposit dengan teknik incremental horizontal sebesar 199,45 MPa dan tumpatan resin komposit dengan teknik bulk sebesar 191,65 MPa. Simpulan: Kekuatan tekanan kompresi tumpatan resin komposit menggunakan teknik incremental horizontal lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan teknik bulk.Kata kunci: resin komposit, kekuatan kompresi, teknik penumpatan incremental horizontal, teknik penumpatan bulk
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK DI TK TUNAS BHAKTI MANADO Worang, Triska Yolanda; Pangemanan, Damajanti H. C.; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5777

Abstract

Abstract: Domain knowledge is very important for the formation of one's actions. Knowledge of parents is very important in the formation of the underlying behaviors that support or do not support the oral hygiene of children. Good oral hygiene will make healthy teeth and surrounding tissues. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge of parent swith achild's dental and oral hygiene in kinder garten Tunas Bhakti Manado. The research used the descriptive analytical study with cross sectional approach. The experiment was conducted in a kinder garten classroom Shoots Bhakti Manado. The sample in this study all children in kinder garten preschool Tunas Bhakti Manado as many as 70 children examined OHI-S and as many as 12 questions questionnaire for the elderly. Sampling technique with a total sampling method.The results of this study indicate that parental knowledge about dental and oral hygiene in either category by 45.7% with oral hygiene status of children included in the medium category at 65.7%. Based on the results obtained Pearson correlation test p value of 0.020 (p <0.05). It can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge of parents with children's dental and oral hygiene in kindergarten Tunas Bhakti Manado. Keywords: knowledge, OHI-S, preschoolers.   Abstrak: Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.Pengetahuan orang tua sangat penting dalam mendasari terbentuknya perilaku yang mendukung atau tidak mendukung kebersihan gigi dan mulut anak. Kebersihan mulut yang baik akan membuat gigi dan jaringan sekitarnya sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kebersihan gigi dan mulut anak di TK Tunas Bhakti Manado.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study.Penelitian dilaksanakan di ruangan kelas TK Tunas Bhakti Manado. Sampel dalam penelitian ini seluruh anak prasekolah di TK Tunas Bhakti Manado sebanyak 70 anak diperiksa OHI-S dan kuesioner sebanyak 12 pertanyaan untuk orang tua. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua mengenai kebersihan gigi dan mulut dalam kategori baik sebesar 45,7% dengan status kebersihan gigi dan mulut anak termasuk dalam kategori sedang sebesar 65,7%. Berdasarkan hasil uji korelasi pearson didapatkan p value 0,020 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kebersihan gigi dan mulut anak di TK Tunas Bhakti Manado. Kata kunci: pengetahuan, OHI-S, anak prasekolah.  
Efektivitas Permen Karet Xylitol dalam Menurunkan Plak Saputera, Baban; Wicaksono, Dinar A.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.33896

Abstract

Abstract: Oral and tooth problem that often occurs is caries worldwide. According to Riset Kesehatan Dasar (Baseline Health Research) in 2018, the largest proportion of oral and tooth problems in Indonesia is caries (45,3%). Caries could be caused inter alia by the presence of bacterial accumulation attached to plaque. One of the ways to control plaque is xylitol chewing gum which is proven to be quite effective in cleaning teeth from debris and plaque, preventing periodontal diseases, increasing salivary pH, and stimulating saliva excretion. This study was aimed to evaluate the effectiveness of xylitol chewing gum in reducing plaque. This was a literature review study using two databases, namely Google Scholar and Indonesia One Search. The results showed that samples used in the literatures were 10-24 years old. The xylitol doses used were 3.4 g/day, 4.05 g/day, 6 g/day, and 45 g/day. Xylitol dose below 3.4 g/day was not effective and dose above 10 g/day was less effective to reduce S. mutans. In conclusion, xylitol chewing gum at a dose of 3.4 g-10 g per day is quite effective in reducing plaque.Keywords: xylitol chewing gum; dental plaque Abstrak: Masalah kesehatan gigi dan mulut khususnya karies merupakan penyakit yang dialami oleh sebagian besar penduduk di dunia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 menyatakan bahwa proporsi terbesar masalah gigi dan mulut di Indonesia ialah karies (45,3%). Penyebab terjadinya karies ialah antara lain adanya kumpulan bakteri yang terikat dalam plak. Salah satu pengendalian plak ialah dengan tindakan mengunyah permen karet xylitol yang terbukti cukup efektif membersihkan gigi dari debris dan plak, mencegah terjadinya penyakit periodontal, meningkatkan pH saliva, dan merangsang pengeluaran saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas efektivitas permen karet xylitol dalam menurunkan plak. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan dua database yaitu Google Scholar dan Indonesia One Search. Hasil penelitian mendapatkan bahwa kelompok eksperimen penelitian yang dikaji berkisar 10-24 tahun. Dosis xylitol yang dipakai dalam penelitian berkisar 3,4 gr/hari, 4,05 gr, 6 gr/hari, dan 45 gr per hari. Dosis xylitol di bawah 3,4 gr/hari tidak efektif dan dosis yang melebihi 10 gr/hari juga kurang efektif terhadap reduksi S. mutans. Simpulan penelitian ini ialah mengunyah permen karet xylitol dengan dosis 3,4 gr-10 gr per hari cukup efektif dalam menurunkan plak.Kata kunci: permen karet xylitol; plak
Gambaran Perilaku Masyarakat dan Keputusan Tidak Menggunakan Gigi Tiruan Lepasan Kaida, Dita C.; Mintjelungan, Christy N.; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32367

Abstract

Abstract: Teeth play an important role in chewing process, speech function, and as an aesthetics for the formation of facial profiles. Problems that often occur in dental and oral health, such as caries which causes tooth decay, therefore, extraction is needed. The solution to tooth loss is to use dentures, however, not everyone wants to do that.  There are factors that influence a person's condition in taking action, namely behavior. Health behavior is everything related to one's actions in maintaining and improving one's health. A person's decision to use or not use dentures is influenced by economic factors, knowledge, time, and experience.Thi study was aimed to obtain the community behavior related to the decision not to use removable dentures. This was a literature study using two databases, namely Google Scholar and Digital Reference Garba. Data were analyzed by using a cross sectional study design. The results showed that the community behavior was categorized as good. The community's decision not to use removable dentures was influenced by several factors, namely economy status, knowledge, time, and experience. In conclusion, although the community behavior was categorized as good, there were still many of them who lost their teeth but did not replace their missing teeth with artificial teeth due to a variety of factors.Keywords: behaviour, removable denture Abstrak: Gigi berperan penting dalam membantu proses pengunyahan, fungsi bicara, dan sebagai estetika pembentukan profil wajah. Masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies menyebabkan rusaknya gigi sehingga perlu pencabutan. Prevalensi penggunaan gigi tiruan tidak sebanding dengan prevalensi kehilangan gigi di masyarakat. Terdapat faktor yang memengaruhi keadaan seseorang dalam melakukan tindakan yaitu perilaku. Pengambilan keputusan seseorang untuk menggunakan atau tidak menggunakan gigi tiruan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor ekonomi, pengetahuan, waktu, dan pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat dan keputusan tidak menggunakan gigi tiruan lepasan. Jenis penelitian ialah literatur reviewe, dengan sumber data diperoleh dari dua database yaitu Google Scholar dan Garba Rujukan Digital kemudian dianalisis dengan desain potong lintang. Hasil penelitian mendapatkan bahwa masih banyak masyarakat yang kehilangan gigi tetapi tidak menggantikan gigi yang hilang dengan gigi tiruan. Gambaran perilaku masayarakat dikategorikan baik dan untuk keputusan masyarakat tidak menggunakan gigi tiruan lepasan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor ekonomi, pengetahuan, waktu dan pengalaman. Simpulan penelitian ini ialah walaupun gambaran perilaku masayarakat dikategorikan baik namun masih banyak masyarakat kehilangan gigi tetapi tidak menggantikan gigi yang hilang dengan gigi tiruan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.Kata kunci: perilaku, gigi tiruan lepasan
Status Gizi pada Lansia Pengguna dan Bukan Pengguna Gigi Tiruan Halim, Dwita N.; Wowor, Vonny N. S.; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34899

Abstract

Abstract: Tooth loss which is often found among elderly may cause problems in mastication. Chewing efficiency may decrease if the elderly do not replace the function of the missing teeth by using dentures. This can further affect their nutritional intake and nutritional status. This study was aimed to explore scientific information regarding differences in elderly nutritional status of removable denture wearers and non-denture wearers. This was a literature review study by searching data on three databases, namely Pubmed, ScienceDirect, and Google Scholar using keywords and a combination of boolean operators. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was performed, and 10 literatures were obtained consisting of cross-sectional, cohort, and randomized controlled trial design studies. The results showed that the percentage of the elderly with normal nutritional status was higher in denture wearers than in non-denture wearers. There was an increase in nutritional status based on MNA and MNA-SF scores in the elderly after wearing removable dentures. Among elderly, the nutritional status of denture wearers was relatively at risk of malnutrition, while of non-denture wearers was at risk of malnutrition and experienced malnutrition. In conclusion, risk of malnutrition and the occurrence of malnutrition are greater in non-denture wearer elderly.Keywords: nutritional status; elderly; tooth loss; denture wearers; removable dentures  Abstrak: Kehilangan gigi yang banyak ditemukan pada lansia dapat menyebabkan timbulnya gangguan dalam pengunyahan. Efisiensi kunyah dapat menurun bila lansia tidak menggantikan fungsi gigi asli yang hilang dengan menggunakan gigi tiruan. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap asupan nutrisi dan status gizi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah mengenai perbedaan status gizi pada lansia pengguna dan bukan pengguna gigi tiruan lepasan. Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan pencarian data pada tiga database yaitu Pubmed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci dan kombinasi boolean operator. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal, dan didapatkan 10 literatur dengan desain studi cross sectional, cohort, dan randomized controlled trial. Hasil penelitian mendapatkan persentase lansia dengan status gizi normal lebih besar ditemukan pada lansia pengguna gigi tiruan daripada lansia bukan pengguna gigi tiruan. Terdapat peningkatan status gizi berdasarkan skor MNA dan MNA-SF pada lansia setelah pemakaian gigi tiruan lepasan. Status gizi lansia pengguna gigi tiruan relatif berisiko malnutrisi, sedangkan pada lansia bukan pengguna gigi tiruan berisiko malnutrisi dan mengalami malnutrisi. Simpulan penelitian ini ialah risiko malnutrisi dan terjadinya malnutrisi lebih besar ditemukan pada lansia bukan pengguna gigi tiruan.Kata kunci: status gizi, lansia; kehilangan gigi; pengguna gigi tiruan; gigi tiruan lepasan
Effects of Carbonated Soft Drink on Saliva pH in the Occurrence of Dental Caries Santoso, Theofany L. A.; Wicaksono, Dinar A.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 10, No 1 (2022): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v10i1.37606

Abstract

Abstract: One of the instantaneous lifestyle can be seen inter alia from the high level of soft drink consumption. Consumption of carbonated soft drinks produces a pH ranging from 2.4 to 4.07 which is classified as low. CO2 dissolved in carbonated soft drinks is thought to increase acidity, therefore, decrease the pH of saliva. The continuous decrease in salivary pH can lead to demineralization of tooth structure which triggers the occurrence of dental caries. This study aimed to determine the effect of soft drink consumption on salivary pH related to the incidence of dental caries. This was a literature review studi using four databases as follows: Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and ClinicalKey. The keywords were "minuman bersoda" OR "minuman berkarbonasi" AND "pH saliva"; dan “soft drink” OR "carbonated drink" AND "salivary pH". The literatures were selected through inclusion and exclusion criteria and then a critical appraisal was carried out. The results showed that 29 abstracts met the criteria. Full-text articles that met the inclusion and exclusion criteria and be used in this study were 18 articles in total. It was found that there was a change in the degree of acidity after consuming carbonated drinks. In conclusion, carbonated soft drinks can affect the pH of saliva which triggers the occurrence of dental caries.Keywords: carbonated soft drinks; salivary pH  Abstrak: Salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia yang serba instan dapat terlihat dari tingginya tingkat konsumsi minuman ringan bersoda. Minuman ringan ini tersedia secara komersil dan bila dikonsumsi menghasilkan pH berkisar antara 2,4 hingga 4,07 yang tergolong rendah. CO2 yang terlarut dalam minuman bersoda dianggap dapat meningkatkan keasaman dan menurunkan pH saliva. Penurunan pH saliva yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan demineralisasi struktur gigi yang merupakan awal dari terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi minuman bersoda terhadap pH saliva pada kejadian karies gigi. Jenis penelitian ialah suatu literature review, yang menggunakan database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ClinicalKey serta kata kunci "minuman bersoda" OR "minuman berkarbonasi" AND "pH saliva"; dan “soft drink” OR "carbonated drink" AND "salivary pH".  Literatur diseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi serta dilakukan critical appraisal. Hasil penelitian mendapatkan jumlah literatur sebanyak 29 abstrak yang memenuhi kriteria sedangkan artikel fulltext yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 18 artikel. Hasil kajian mendapatkan terjadi perubahan derajat keasaman setelah mengonsumsi minuman ringan bersoda. Simpulan penelitian ini ialah minuman bersoda dapat memengaruhi pH saliva yang selanjutnya memicu terjadinya karies gigi.Kata kunci: minuman bersoda; pH saliva
Efektivitas Ekstrak Daun Mangrove Bruguiera Gymnorrhiza Terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis sebagai Alternatif Larutan Irigasi Perawatan Saluran Akar Wicaksono, Dinar A.; Suling, Pieter L.; Mumu, Jeremia Y.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.51497

Abstract

Abstract: Enterococcus faecalis is often found in infected and after complete treatment root canals. Currently, there is still no effective root canal irrigants, therefore, other alternatives are needed. Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaves contain active compounds such as flavonoids, tannins, phenols, saponins and alkaloids which are capable of inhibiting several types of bacteria. This study aimed to determine the effectiveness of inhibition of Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract on the growth of Enterococcus faecalis. This was a true experimental and laboratory study with a post test control group design. The test method used was the modified method of Kirby-Bauer. Samples were divided into four groups with several concentrations (60 %, 70%, 80%, 90%), NaOCl 2,5% as the positive control, and aquadest as the negative control. Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf samples were extracted using maceration method with 96% ethanol solvent. Enterococcus faecalis bacteria were rejuvenated in the Laboratory of Microbiology Farmasi FMIPA Unsrat. The normality test showed a p-value of >0.05, which meant that the data were normally distributed. The one-way ANOVA test showed a p-value of <0.05, meaning that there was a difference in each treatment. The Tukey's HSD test showed a significant difference between treatments. In conclusion, Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract is capable to inhibit Enterococcus faecalis at concentrations of 60%, 70%, 80%, and 90%, especially at concentration of 90%. Keywords: Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaves; Enterococcus faecalis; root canal treatment   Abstrak: Enterococcus faecalis sering ditemukan pada saluran akar terinfeksi dan setelah selesai perawatan. Dewasa ini belum ada bahan irigasi yang efektif membersihkan saluran akar, sehingga diperlukan alternatif lain. Daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, fenol, saponin dan alkaloid yang mampu menghambat beberapa jenis bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas daya hambat ekstrak daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik murni dengan post test control group design. Metode pengujian yang digunakan yaitu modifikasi Kirby-Bauer menggunakan sumuran. Sampel dibagi dalam empat kelompok masing-masing diberi konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90%, kontrol positif (NaOCl 2,5%), dan kontrol negatif (akuades). Sampel daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Enterococcus faecalis diambil dan diremajakan di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi FMIPA Unsrat. Hasil uji normalitas menunjukkan p>0,05 yang berarti data terdistribusi normal. Uji one way ANOVA menunjukkan p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan dari setiap perlakuan. Uji Tukey’s HSD menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar perlakuan. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza mampu menghambat bakteri Enterococcus faecalis pada konsentrasi 60%, 70%, 80%, dan 90%, terlebih pada konsentrasi 90%. Kata kunci: daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza; Enterococcus faecalis; perawatan saluran akar