Muhammad Deri Ramadhan
Department Of Medical-Surgical Nursing, Faculty Of Nursing, Institut Kesehatan Rajawali, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGENDALIAN HIPERTENSI MELALUI PEMBERIAN EDUKASI GIAT (GAYA HIDUP SEHAT) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PENDERITA HIPERTENSI DERI RAMADHAN, MUHAMMAD
Jurnal LENTERA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The incidence of hypertension continues to increase annually, thus requiring special attention needed from all parties, especially patients and health care professionals. The key to the success of a therapy regimen among patients with hypertension is a change in healthy lifestyle through good self-care skills and compliance in taking antihypertensive medication as an effort to control hypertension. If hypertension is not controlled properly, it can cause various complications. A cognitive approach is one of the best ways to increase literacy about hypertension through providing health education. The aim of program was to improve knowledge about hypertension controlling among patients with hypertension. The method used is health education about a healthy lifestyle among patients with hypertension for 120 minutes, consisting of three stages including preparation, implementation, evaluation and follow-up. The results of this activity obtained information that there was an increase in knowledge among patients with hypertension, with an average score before and after providing education (56,49 and 77,48). The conclusion of the educational activity is proven to increase the knowledge of hypertension sufferers. This activity is recommended to be carried out routinely to
Sosialisasi Peningkatan Kesadaran dan Pencegahan HIV/AIDS di Pondok Pesantren AL-IHYA Lembang Bandung Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Fikhra, Tsulits Alaziza Adiguna; Setiawati, Indri; Ruhiyat, Bella Noviyanti; Rohmani, Elisa Sophia Nur; Mayliana, Linda; Saparani, Aulia; Fadila, Mega Nazwah; Wulandina, Wulandina; Kurniawan, Kurniawan; Mulyadi, Muhamad Nasrul Eka
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/452fff08

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama sel T CD4 yang dapat berujung pada Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Di Indonesia, prevalensi HIV di kalangan remaja menunjukkan angka yang mengkhawatirkan dengan 431 kasus tercatat di Jawa Barat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang HIV/AIDS melalui pendidikan kesehatan di Pondok Pesantren AL-IHYA Lembang dengan melibatkan 21 santriwati dalam kegiatan pendidikan kesehatan ini. Metode yang dilakukan ialah edukatif dengan melakukan pre-post test, pemaparan materi dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dari hasil pre-test yang menunjukkan pengetahuan awal santriwati masih rendah dengan hanya 23.8% peserta memiliki pengetahuan baik tentang HIV/AIDS, meningkat menjadi 76,2% pasca edukasi. Hal ini menunjukkan efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode edukatif dapat meningkatkan pengetahuan santriwati terhadap HIV/AIDS. Dengan meningkatnya pengetahuan, diharapkan santriwati dapat lebih berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Kegiatan ini menekankan pentingnya edukasi mengenai HIV/AIDS di kalangan remaja, untuk mengurangi stigma terhadap ODHA dan meningkatkan kesadaran pencegahan HIV/AIDS.
Self-Care and Treatment Adherence for Blood Pressure Control among Patients with Hypertension: a Cross-sectional Study Ramadhan, Muhammad Deri; Kusmiran, Eny; Istianah, Istianah
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/jisym.v15i2.483

Abstract

The prevalence of hypertension is increasing every year. The keys of full success in controlling blood pressure among patients with hypertension were self-care and medication adherence. The research problem was that patients with hypertension still had inadequate self-care skills and were not compliant with treatment regimens. The aim of the study was to analyze the association between self-care and medication adherence with blood pressure control among patients with hypertension. The method, design of the study was cross-sectional. Primary data collection was conducted in outpatient wards at Type A Hospital, Bandung-Indonesia with accidental sampling technique. Period of data collection was February-March 2025. Total sample involved 138 respondents. The instruments used in this study were High Blood Pressure-Self-care Profile (HBP-SCP) and Modified-Morisky Adherence Scale-8 (MMAS-8). The statistical test used was Chi-Square. Results: We found 82.0% respondents with low self-care, 86.0% not adhere to medication, and 66.0% respondents with uncontrolled blood pressure. The results of the study showed there was a significant association between self-care and blood pressure control (P < .001), medication adherence and blood pressure control among patients with hypertension (P < .001). Recommendations related to improving self-care and medication adherence need to be evaluated periodically, support from health care professionals through ongoing health education or the use of appropriate technology needs to be carried out to monitor the self-care abilities of hypertension sufferers to avoid various complications. ABSTRAK Prevalensi hipertensi setiap tahunnya meningkat. Kunci keberhasilan pengendalian tekanan darah yaitu kemampuan self-care dan kepatuhan pengobatan. Masalah penelitian masih ditemukan penderita hipertensi yang memiliki kemampuan self-care yang kurang memadai dan tidak patuh terhadap rejimen pengobatan. Tujuan: menganalisis hubungan self-care dan kepatuhan pengobatan dengan pengendalian tekanan darah penderita hipertensi. Metode: desain studi cross sectional. Pengumpulan data primer penderita hipertensi yang rawat jalan di Poli Ginjal dan Hipertensi RS Tipe A Bandung dengan teknik accidental sampling. Periode Februari-Maret 2025. Besar sampel dalam studi 138 responden. Instrumen penelitian High Blood Pressure-Self-care Profile (HBP-SCP) dan Modified-Morisky Adherence Scale-8 (MMAS-8). Uji statistik yang digunakan Chi-Square. Hasil: Terdapat 82.0% responden dengan kemampuan self-care rendah, 86.0% responden dengan kepatuhan pengobatan rendah, dan 66.0% responden dengan tekanan darah tidak terkendali. Hasil studi diperoleh hubungan yang signifikan antara self-care dengan pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi (P < .001) dan kepatuhan pengobatan dengan pengendalian tekanan darah penderita hipertensi (p < .001). Rekomendasi studi terkait peningkatan self-care dan kepatuhan pengobatan perlu dievaluasi secara berkala, dukungan petugas kesehatan melalui pendidikan kesehatan berkelanjutan atau pemanfaat teknologi tepat guna perlu dilakukan untuk memantau kemampuan perawatan diri penderita hipertensi agar terhindar dari berbagai komplikasi.
Penyuluhan Lupus Eritematosus Sistemik untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Perempuan di SMKS Bandung Barat Ramadhan, Muhammad Deri; Manumara, Theophylia Melisa; Nirwanti, Elsa Sandari Ayudia; Lerian, Sopia Nurma Yunita; Alifiyah, Syfa Rahma Nur; Amelia, Nita; Feronika, Adinda Siska; Maryati, Gina; Dila, Neng; Fauzan H, Muhammad Triananda; Jesen; Faqihudin, Muhammad Rizky
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i2.11847

Abstract

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun kronis yang lebih sering terjadi pada remaja perempuan. Remaja adalah fase peralihan dari anak - anak menuju dewasa yaitu usia 11 - 24 Tahun. Kurangnya akses terhadap informasi kesehatan yang akurat di Masyarakat menyebabkan rendahnya pemahaman mengenai LES, sehingga penderita terlambat mendapatkan pertolongan dan berujung komplikasi hingga kematian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa penyuluhan dilakukan pada 4 Juni 2025, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah komplikasi LES. Penyuluhan dilaksanakan pada 20 Remaja Perempuan kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMKS Bandung Barat menggunakan metode Edukatif yang terdiri dari 2 proses yaitu persiapan (pembagian tugas panitia, survei lokasi, pendekatan pada pihak sekolah, wawancara kebutuhan siswa, penjadwalan Penyuluhan) dan pelaksanaan (Penyampaian Materi secara Interaktif kemudian distribusi pre-test, post-test yang telah teruji validitasnya). Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman Remaja perempuan secara signifikan dibuktikan dari nilai rata-rata pre test 40 poin dan post-test 98 poin. Kesimpulan dari Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai LES dan mencegah komplikasi LES pada penderita
Pendekatan body mind spirit sebagai solusi holistik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis Istianah, Istianah; Ramadhan, Muhammad Deri; Tohri, Tonika
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1262

Abstract

Background: Chronic kidney disease (CKD) patients undergoing hemodialysis often experience a decreased quality of life due to physical, psychological, social, and spiritual disorders. A holistic approach such as the Body Mind Spirit (BMS) model is believed to improve patients' overall quality of life. Purpose: To determine the effect of the body mind spirit approach in improving the quality of life of chronic kidney disease (CKD) patients. Method: This study used a quasi-experimental design with a pre-post-test approach without a control group. The study sample consisted of 30 CKD patients selected using purposive sampling. The BMS model intervention was implemented for 4 weeks through education, relaxation, and spiritual support sessions. Quality of life was measured using the KDQOL-36 questionnaire before and after the intervention. Results: Most participants were male with an average age of 52 years, had been on hemodialysis for >2 years, and most (80%) had a poor quality of life. However, after the BMS intervention, their quality of life improved. There was a significant increase in patients' quality of life scores after the BMS model intervention (p < 0.05). The physical, psychological, and spiritual dimensions showed significant improvements. Conclusion: The body-mind-spirit model is effective in improving the quality of life of chronic kidney disease (CKD) patients undergoing hemodialysis. This approach can be used as a holistic surgical intervention strategy in hospitals.   Keywords: Body-Mind-Spiritual; Chronic Kidney Failure; Hemodialysis; Quality of Life.   Pendahuluan: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa sering mengalami penurunan kualitas hidup akibat gangguan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Pendekatan holistik seperti model Body Mind Spirit (BMS) diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendekatan body mind spirit dalam meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 30 pasien GGK yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi model BMS dilaksanakan selama 4 minggu melalui sesi edukasi, relaksasi, dan dukungan spiritual. Pengukuran kualitas hidup dilakukan menggunakan kuesioner KDQOL-36 sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebagian besar partisipan laki-laki dengan rerata usia 52 tahun, menjalani hemodialisa > 2 tahun, dan sebagian besar (80%) memiliki kualitas hidup yang buruk, sedangkan setelah diberikan intervensi BMI kualitas hidup pasien menjadi meningkat. Terdapat peningkatan signifikan skor kualitas hidup pasien setelah diberikan intervensi model BMS (p < 0.05). Dimensi fisik, psikologis, dan spiritual menunjukkan perbaikan yang bermakna. Simpulan: Model body mind spirit efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Pendekatan ini dapat dijadikan strategi intervensi keperawatan berbasis holistik di rumah sakit. Kata Kunci: Body Mind Spirit; Gagal Ginjal Kronik; Hemodialisa; Kualitas Hidup.