Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PERTALITE DAN BAHAN BAKAR GAS LPG TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BAKAR BENSIN 4 TAK PADA MOTOR HONDA SUPRA FIT Wiryawan, Pasek Nara; Widayana, Gede; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10606

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan torsi dan daya pada sepeda motor Honda Supra Fit 100cc tahun 2000 dengan penggunaan bahan bakar minyak pertalite dan bahan bakar gas LPG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan parameter uji Dynotest ABD Digital System. Dari hasil pengujian didapatkan torsi maksimal sebesar 5,81 Nm pada 4000 rpm, dan torsi minimum sebesar 3,34 Nm pada 3000 rpm pada bahan bakar minyak pertalite. Pengujian dengan menggunakan bahan bakar gas LPG didapatkan torsi maksimal sebesar 5.40 Nm pada 4000 rpm, dan torsi minimum sebesar 2,83 Nm pada 3000 rpm. Sedangkan daya maksimal sebesar 5,13 HP pada 8000 rpm, dan daya minimum sebesar 1,41 HP pada 3000 rpm pada bahan bakar minyak pertalite. Pengujian dengan menggunakan bahan bakar gas LPG mendapatkan daya maksimal sebesar 4,13 HP pada 8000 rpm dan daya minimum sebesar 1,38 HP pada 3000 rpm. Dengan analisa paired sample t-test yaitu membandingkan torsi yang menggunakan pertalite dengan torsi yang menggunakan LPG, dan membandingkan daya yang menggunakan pertalite dengan daya yang menggunakan LPG didapatkan t-tabel < t-hitung. Dan dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar minyak pertalite menghasilkan torsi dan daya yang lebih baik dibandingkan menggunakan bahan bakar gas LPG.Kata Kunci : Bahan Bakar Minyak Pertalite dan Bahan Bakar Gas LPG, Daya dan Torsi. The purpose of this study is to determine the ratio of torque and power on Honda Supra Fit 100cc motorcycle in 2000 with the use of Pertalite fuel oil and LPG gas fuel. The method used in this research is an experiment using Dynotest ABD Digital System test parameter. From the test results obtained maximum torque of 5.81 Nm at 4000 rpm, and minimum torque of 3.34 Nm at 3000 rpm on Pertalite fuel oil. Tests using LPG gas fuel obtained maximum torque of 5.40 Nm at 4000 rpm, and minimum torque of 2.83 Nm at 3000 rpm. While the maximum power of 5.13 HP at 8000 rpm, and minimum power of 1.41 HP at 3000 rpm on Pertalite fuel oil. Tests using LPG gas fuel get a maximum power of 4.13 HP at 8000 rpm and minimum power of 1.38 HP at 3000 rpm. By paired sample t-test analysis comparing torque using pertalite with torque using LPG, and comparing power using pertalite with power using LPG obtained t-table keyword : Pertalite Oil Fuel and LPG Gas Fuels, Power and Torque.
ANALISA TEMERATUR ALAT PENGERING CENGKEH HIBRID STUDI KASUS DI DESA TAJUN BULELENG BALI Kurniawan, Made Adi; Dantes, Kadek Rihendra; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v4i1.11740

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisa temperature alat pengering cengkeh hybrid di desa tajun buleleng bali. Khususnya untuk memeriksa kinerja alat pengering cengkeh hybrid temperature yang di temukan di masing-masing rak dan membandingkan hasil pengeringan cengkeh dengan bahan kering alami. Pengeringan cengkeh di keringkan di atas rak tradisional. Metode penelitian ini R&D, sebagai berikut : (1) menentukan ukuran disain alat pengering cengkeh (2) menentukan bayaknya rak (3) pembelihan alat dan bahan yang di perlukan (4) perakitan alat pengering cengkeh (5) mengukur temperature dalam dan temperature luar alat pengering cengkeh hybrid. Fokus studi ini kinerja unit alat pengering hibrid yang telah di buat yaitu : (1) temperature cengkeh kering dari masing-masing rak. Hasil penelitian ini adalah unit pengering hybrid yang layak di gunakan untuk pengeringan dengan kapasitas 7 tingkat trey, hasil pengujian menyatakan temperatur memenuhi untuk proses pengeringan cengkeh yg di inginkan Kata Kunci : Kata kunci : Pengeringan hibrid, temperature dari masing-masing rak,pengeringan cengkeh This research was conducted to find out hybrid clove drying station temperature analysis in tajun buleleng bali village. In particular to check the performance of the hybrid temperature clove dryers found on each rack and compare the results of clove drying with natural dry matter. The drying of the cloves is dried on a traditional shelf. The method of this research is R & D, as follows: (1) determining clove dryers design size (2) determining shelf rackage (3) removal of equipment and materials needed (4) clove drying assembly (5) measuring inside and outside temperature Hybrid clove dryer. The focus of this study is the performance of hybrid drying units that have been made, namely: (1) dry clove temperature from each rack. The result of this research is a proper hybrid drying unit used for drying with a trey 7 level capacity, the test results stated that the temperature is satisfied for the desired clove drying process keyword : Keywords: Hybrid drying, temperature of each shelf, clove drying
Jig and Fixture Redesign for Making Reamer on Head Cylinder Tjiptady, Bella Cornelia; Rahman, Rifki Zainur; Meditama, Ratna Fajarwati; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i1.32597

Abstract

Proses produksi telah banyak berevolusi dengan diperkenalkannya konsep manufaktur inovatif yang handal. Salah satu komponen mesin yang banyak diproduksi adalah cylinder head. Cylinder head harus tahan terhadap temperatur dan tekanan yang tinggi selama engine bekerja. Oleh sebab itu umumnya cylinder head dibuat dari besi tuang. Kendala yang ada saat ini yaitu proses pembuatan cylinder head kurang efektif dan efisien karena ketika menetapkan sudut untuk membuat reamer berbasis manual, selain itu setting benda kerja tidak otomatis sehingga membutuhkan waktu yang terlalu lama. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan adanya jig dan fixture. Metode penelitian yang digunakan adalah metodologi perancangan fixture (Society of Manufacturing Engineers). Berdasarkan hasil analisis, terdapat kelebihan dari jig dan fixture yang telah dirancang ulang yaitu: 1) memiliki stoper yang berfungsi untuk memberhentikan benda kerja, dengan sudut yang sudah ditentukan sehingga tidak perlu mensetting sudut kembali; 2) tidak mudah bergeser apabila fixture dipasang dan sejajar di meja frais; 3) terdapat dua engsel sehingga lebih balance; 4) pemasangan tidak rumit sehingga tidak memakan banyak waktu dalam pembuatan produk.Kata kunci: Jig and fixture; redesign; head cylinder The production process has evolved a lot with the introduction of innovative reliable manufacturing concepts. One of the engine components that are widely produced is the cylinder head. The cylinder head must withstand high temperatures and pressures while the engine is running. Therefore, generally the cylinder head is made of cast iron. The current constraint is that the cylinder head manufacturing process is less effective and efficient because when setting the angle to make the reamer a manual basis, besides that the workpiece setting is not automatic so it takes too long. The solution to this problem is the presence of jigs and fixtures. The research method used is the fixture design methodology (Society of Manufacturing Engineers). Based on the results of the analysis, there are advantages to the redesigned jig and fixture, namely: 1) it has a stoper which functions to stop the workpiece, at a predetermined angle so that there is no need to set the angle again; 2) it does not move easily when the fixture is installed and parallel to the milling table; 3) there are two hinges so that it is more balanced; 4) installation is not complicated so it does not take much time to manufacture the product.Keywords : Jig and fixture; redesign; head cylinder.  DAFTAR RUJUKAN Basuki, B., Yoto., Suyetno A., & Tjiptady, B. C. (2020). Management Model of Manufacturing Workshop/Laboratory of Vocational Education in the Industry 4.0. 4th International Conference on Vocational Education and Training (ICOVET), Malang, Indonesia, 2020, pp. 127-130, doi: 10.1109/ICOVET50258.2020.9230188. Choong, G. Y. H., Canciani, A., & Defocatiis, D. S. A. (2020). An Adaptable Flexural Test Fixture for Miniaturised Polymer Specimens. Polymer Testing, 85, 106430. doi:10.1016/j.polymertesting.2020.106430 Craig, O., Picavea, J., Gameros, A., Axinte, D., & Lowth, S. (2020). Conformable Fixture Systems With Flexure Pins For Improved Workpiece Damping. Journal of Manufacturing Processes, 50, 638–652. doi:10.1016/j.jmapro.2019.12.045  Fonte, M., Reis, L., Infante, V., & Freitas, M. (2019). Failure Analysis of Cylinder Head Studs of a Four Stroke Marine Diesel Engine. Engineering Failure Analysis. doi:10.1016/j.engfailanal.2019.03.026  Gameros, A., Lowth, S., Axinte, D., Nagy-Sochacki, A., Craig, O., & Siller, H. R. (2017). State-Of-The-Art In Fixture Systems For The Manufacture And Assembly Of Rigid Components: A Review. International Journal of Machine Tools and Manufacture, 123, 1–21. doi:10.1016/j.ijmachtools.2017.07.004 Jing, G. X., Zhang, M. X., Qu, S., Pang, J. C., Fu, C. M., Dong, C., Zhang, Z. F. (2018). Investigation into diesel engine cylinder head failure. Engineering Failure Analysis, 90, 36–46. doi:10.1016/j.engfailanal.2018.03.008  Kamble, V. D., & Mathew, A. T. (2020). Brief Review of Methodologies for Creation of Cohesive Fixture Design. Materials Today: Proceedings, 22, 3353–3363. doi:10.1016/j.matpr.2020.04.285  Kampker, A., Bergweiler, G., Hollah, A., Lichtenthäler, K., & Leimbrink, S. (2019). Design and Testing of The Different Interfaces In A 3D Printed Welding Jig. Procedia CIRP, 81, 45–50. doi:10.1016/j.procir.2019.03.009  Krznar, N., Pilipović, A., & Šercer, M. (2016). Additive Manufacturing of Fixture for Automated 3D Scanning–Case Study. Procedia Engineering, 149, 197–202. doi:10.1016/j.proeng.2016.06.656  Kumar, S., Campilho, R. D. S. G., & Silva, F. J. G. (2019). Rethinking Modular Jigs’ Design Regarding the Optimization of Machining Times. Procedia Manufacturing, 38, 876–883. doi:10.1016/j.promfg.2020.01.169 Lu, R., Li, Y.-C., Li, Y., Jiang, J., & Ding, Y. (2020). Multi-agent Deep Reinforcement Learning Based Demand Response for Discrete Manufacturing Systems Energy Management. Applied Energy, 276, 115473. doi:10.1016/j.apenergy.2020.115473  Ma, S., Zhang, Y., Yang, H., Lv, J., Ren, S., & Liu, Y. (2020). Data-driven Sustainable Intelligent Manufacturing Based on Demand Response for Energy-Intensive Industries. Journal of Cleaner Production, 123155. doi:10.1016/j.jclepro.2020. 123155 Marsono, Yoto, Sutadji E., & Tjiptady, B. C. (2020). Career Development and Self-Efficacy Through Industrial Working Practice in Vocational Education," 4th International Conference on Vocational Education and Training (ICOVET), Malang, Indonesia, 2020, pp. 1-4, doi: 10.1109/ICOVET50258.2020.9230111 Nee, A. Y. C., Bhattacharyya, N., & Poo, A. N. (1987). Applying AI in Jigs and Fixtures Design. Robotics and Computer-Integrated Manufacturing, 3(2), 195–200. doi:10.1016/0736-5845(87)90102-5 Qolik, A., Nurmalasari, R., Yoto., & Tjiptady, B. C. (2020). The Role of Special Job Fair in Distributing Competitive Graduates in the 21st Century. 4th International Conference on Vocational Education and Training (ICOVET), Malang, Indonesia, 2020, pp. 115-118, doi: 10.1109/ICOVET50258.2020.9230064 Schuh, G., Bergweiler, G., Lichtenthäler, K., Fiedler, F., & Puente, R. S. (2020). Topology Optimisation and Metal Based Additive Manufacturing of Welding Jig Elements. Procedia CIRP, 93, 62–67. doi:10.1016/j.procir.2020.04.066  Seloane, W. T., Mpofu, K., Ramatsetse, B. I., & Modungwa, D. (2020). Conceptual Design of Intelligent Reconfigurable Welding Fixture for Rail Car Manufacturing Industry. Procedia CIRP, 91, 583–593. doi:10.1016/j.procir.2020.02.217 Siva, R., Siddardha, B., Yuvaraja, S., & Karthikeyan, P. (2020). Improving the productivity and tool life by fixture modification and renishaw probe technique. Materials Today: Proceedings, 24, 782–787. doi:10.1016/j.matpr.2020.04.386  Tjiptady, B. C., Rohman, M., Sudjimat, D. A., Ratnawati, D. (2020). Analisis Tegangan, Deformasi, dan Retak Pada Gas Turbine Blade dengan Metode Elemen Hingga. Jurnal Taman Vokasi. Vol 8, (2). doi : 10.30738/jtv.v8i2.8425 Tjiptady, B. C., Yoto., & Marsono. (2020). Entrepreneurship Development Design based on Teaching Factory to Improve the Vocational Education Quality in Singapore and Indonesia, 4th International Conference on Vocational Education and Training (ICOVET), Malang, Indonesia, pp. 130-134, doi: 10.1109/ICOVET50258.2020.9230222 Tohidi, H., & Algeddawy, T. (2016). Planning of Modular Fixtures in a Robotic Assembly System. Procedia CIRP, 41, 252–257. doi:10.1016/j.procir.2015.12.090 Vijaya, R. B., Elanchezhian, C., Rajesh, S., Jaya, P. S., Kumaar, B. M., & Rajeshkannan, K. (2018). Design and Development of Milling Fixture for Friction Stir Welding. Materials Today: Proceedings, 5(1), 1832–1838. doi:10.1016/j.matpr.2017.11.282  
Bio-Diesel Dari Tanaman Jarak Pagar Sebagai Bahan Bakar Pengganti Solar Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 1, No 1 (2012): JPTM
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v1i1.229

Abstract

Peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak tidak dapat dihindari dan akan terus meningkat dengan semakin banyaknya populasi manusia, munculnya industri-industri dan semakin berkembangnya teknologi otomotif. Majunya penelitian dan penggunaan motor diesel pada industri tidak akan mungkin berhenti hanya karena menipisnya bahan bakar fosil. Pencarian bahan bakar alternatif sebagai pengganti solar terus dilakukan disamping untuk menangani permasalahan krisis energi dan lingkungan global juga dapat membantu dalam mengembangkan teknologi otomotif  sebagai karya budaya manusia.Biodiesel merupakan  Bahan Bakar Nabati yang dapat digunakan untuk menggerakkan mesin diesel . Pembuatan biodiesel  dari tanaman jarak pagar ( Jatropha curcas Linneaus )  merupakan sumber energi alternatif pengganti solar. Proses pembuatan mulai dari biji jarak sampai menghasilkan minyak jarak dilanjutkan dengan proses transesterifikasi yang sempurna akan menghasilkan biodiesel murni yang baik sesuai dengan standar mutu yang diharapkan.Kata kunci : Biodiesel, bahan bakar alternatif, transesterifikasi.
ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN PEMINDAH TENAGA BERJENIS TIMING BELT DAN RANTAI DENGAN VARIASI PUTARAN MESIN TERHADAP TORSI DAN DAYA KENDARAAN PADA MOTOR VIXION TAHUN 2009 Mahayana, I Wayan Dalem; Wigraha, Nyoman Arya; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10608

Abstract

Sistem pemindah tenaga merupakan suatu system yang berfungsi untuk meneruskan tenaga mesin sampai ke roda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan torsi pada motor vixion tahun 2009 150cc dengan penggunaan pemindah tenaga berjenis timing belt dengan rantai dan untuk mengetahui perbandingan daya pada motor vixion tahun 2009 150cc dengan penggunaan pemindah tenaga berjenis timing belt dengan rantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan parameter uji Dynotest Sport Device 3.8. Dari hasil pengujian dari rpm 4500 sampai rpm 9500 dengan kelipatan 500 rpm torsi yang dihasilkan dapat dirata – ratakan menjadi 8.685455 N.m pada penggunaan rantai dan 9.09 N.m pada penggunaan timing belt. Dan dari hasil pengujian dari rpm 4500 sampai rpm 9500 dengan kelipatan 500 rpm daya yang dihasilkan dapat dirata – ratakan menjadi 8.586364 HP pada penggunaan rantai dan 8.973636 HP pada penggunaan timing belt. Data yang didapat diolah menggunakan SPSS 17.0 dengan analisa paired sampel t-test dengan membandingkan data daya yang disalurkan rantai dengan daya yang disalurkan timing belt dan membandingkan torsi yang disalurkan rantai dengan torsi yang disalurkan timing belt dimana hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Dan dapat disimpulkan bahwa penggunaan timing belt dapat meneruskan daya dan torsi lebih baik dari rantai dan perbedaannya dinyatakan signifikanKata Kunci : pemindah tenaga, daya, torsi, rantai, timing belt Power transfer system is a system that serves to continue the engine power to the wheels. The purpose of this research is to know the ratio of torsi to motorcycle vixion in 2009 150cc with the use of power transfer manifold timing belt with chain and to know the power ratio in motorcycle vixion year 2009 150cc with the use of power transfer manifold timing belt with chain. The method used in this research is an experiment using Dynotest Sport Device 3.8 test parameters. From the test results from 4500 rpm to 9500 rpm with a multiple of 500 rpm torsi can be averaged to 8.685455 N.m on the use of chains and 9.09 N.m on the use of timing belt. And from the test results from 4500 rpm to 9500 rpm with a multiple of 500 rpm the power generated can be averaged to 8.586364 HP on the use of chains and 8.973636 HP on the use of timing belt. The data obtained was processed using SPSS 17.0 with paired sample t-test analysis by comparing power data channeled by power channeled timing belt and compare torsi channeled by torsi which channeled timing belt where the result of this research is presented in table and graph form. And it can be concluded that the use of timing belt can continue power and torsi better than chain and the difference is significantkeyword : Transfer of power, power, torque, chain, timing belt
PENGARUH MEDIA PENDINGINAN TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGELASAN MATERIAL ST 37 Darma, Kadek Budi Susila; Widayana, Gede; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk.Untuk mengetahui pengaruh media pendinginan udara terhadap sifat mekanik hasil pengelasan material ST 37.Dengan metode yang digunakan dalam penilitan ini adalah metode eksperimen dengan variabel bebas adalah media pendingin udara,air laut dan oli dan variabel terikatnya adalah kekuatan impact,kekerasan dan metalografi .Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan impact tertinggi pada media pendinginan oli dengan nilai impactnya 0,482 joule/mm^2,dan untuk nilai kekerasan tertinggi pada media pendinginan udara dengan nilai kekerasanya 46,42 kg/〖mm〗^2,dari hasil metalografi menunjukan media pendinginan air laut mempunyai sifat yang keras dan getas karena di pengaruhi pendinginan yang cepat,sedangkan pada media pendinginan udara mempunyai sifat yang lunak dan kuat karena di pengaruhi pendinginan yang paling lambat dari media pendinginan oliKata Kunci : Media Pendinginan,Impact,Kekerasan,Metalografi,ST 37 Abstract this research aims to determine the effect of air colling media to the mechanical properties of the weldding material ST 37.The method used in this research is the experimental method is the independent variable air colling media,sea water,and oil,And the dependent variable is the power of the highest impact on oil colling media to impact its value 0,482 joules/mm2,,and for the value of the highest hardness on the air with the air colling media hardness value of 46,42 kg/mm2,and the result showed metallograpic sea water colling media has properties hard and brittle as influenced rapid cooling,where as in air cooling media has the properties of soft and strong as influence slowest cooling of oil colling. keyword : colling media Vehicles, impact, hardness metallograpic, ST 37
ANALISIS KOMPARATIF TEGANGAN STATIK PADA FRAME GANESHA ELECTRIC VEHICLES 1.0 GENERASI 1 BERBASIS CONTINOUS VARIABLE TRANSMISSION (CVT) BERBANTUAN SOFTWARE ANSYS 14.5 Budarma, Kadek; Dantes, Kadek Rihendra; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v4i1.8043

Abstract

Rangka (frame) merupakan salah satu komponen yang penting dari sepeda motor karena berfungsi sebagai penopang mesin, sistem suspensi dan sistem kelistrikan sehingga menjadi satu kesatuan yang membuat sepeda motor dapat berjalan. Untuk itu, dilakukan analisis tegangan statik pada frame Ganesha electric vehicles 1.0 Generasi 1 yang menggunakan frame Yamaha Nouvo dengan menggunakan software Ansys 14.5 dengan perbandingan pembebanan satu penumpang dan dua penumpang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui distribusi tegangan serta daerah kritis yang terjadi pada frame. Setelah proses analisis dilakukan, didapatkan tegangan von mises maksimum untuk frame standart dengan satu penumpang sebesar 4,5884 x 107 N/m2 dan frame modifikasi sebesar 4,1374 x 107 N/m2. Untuk frame standart dengan dua penumpang sebesar 1,0324 x 108 N/m2 dan frame modifikasi sebesar 9,3092 x 107 N/m2. Faktor keamanan frame standart dengan satu penumpang sebesar 13,52 dan frame modifikasi sebesar 14,99. Untuk frame standart dengan dua penumpang sebesar 6,00 dan frame modifikasi sebesar 6,66.Kata Kunci : Frame, Analisis Tegangan Statik, Ansys 14.5, Tegangan Von Mises, Faktor Keamanan Frame is one of the important components of the motorcycle because it is functioned as the supporting unit of the machine, suspension system and electricity system to make the motorcycle runs as one complete unit. For that reason, the analysis of the static stress was conducted to the first generation of Ganesha electric vehicles 1.0, which uses the frame of Yamaha Nouvo through Ansys 14.5 software with the comparison of one person weight and two persons weight. The purpose of the research is to know the distribution of the stress and the critical area that occurs at the frame. After the analysis has been conducted, it was found that the stress of the maximum von mises for the standart frame with one weight was 4,5884 x 107 N/m2 and the modificated frame was 4,1374 x 107 N/m2, for standart frame with two weights was 1,0324 x 108 N/m2 and modificated frame was 9,3092 x 107 N/m2. The factor of safety with one weight was at the value 13,52 while the modificated one valued 14,99. For the standart frame with two weights the value was 6,00 while the modificated valued 6,66.keyword : Frame, The analysis of static stress, Ansys 14.5, Von Mises stress , Factor of safety
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PENGGERAK MEKANIK SATU SUMBU PADA SOLAR PANEL Rafsandita, I Gusti Lanang Yoga; Widayana, Gede; Sutaya, I Wayan
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9171

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai jenis sumber daya energi dalam jumlah yang cukup melimpah. Wilayah Indonesia akan selalu disinari matahari selama 10 - 12 jam dalam sehari. Data Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi pada tahun 1997, kapasitas terpasang listrik tenaga surya di Indonesia mencapai 0,88 MW dari potensi yang tersedia 1,2 x 109 MW. Kebanyakan panel surya dipasang permanen dengan sudut elevasi yang tetap (fixed elevating angles). Hal ini menyebabkan panel surya tersebut tidak dapat menyerap radiasi matahari secara optimal. Penyerapan radiasi matahari akan optimal jika arah radiasi matahari tegak lurus terhadap permukaan bidang panel surya. Penulis tertarik untuk merancang dan membuat alat yang dapat dipergunakan untuk menempelkan panel sel surya tetap dalam kondisi intensitas matahari yang maksimum. Dalam hal ini, menggunakan satu sumbu. dengan telah dibuatnya alat penggerak mekanik satu sumbu pada solar panel ini, penulis dapat memberikan gambaran tentang pembangkit listrik tenaga surya kepada masyarakat. Selain itu dengan adanya penggerak mekanik pada solar panel ini, solar panel bisa lebih besar menghasilkan tegangan pada baterai daripada solar panel tanpa penggerak. Dan dari percobaan menggunakan penggerak mekanik satu sumbu ini menghasilkan tegangan di pukul 08.00 pada baterai nominal sebesar 2,04V hari pertama, 2,05V hari kedua dan 2,03V hari ketiga dan di akhir perhitungan pukul 16.00 tegangan pada baterai menujukan nominal sebesar 11,18V hari pertama, 11,27V hari kedua dan 11,3V hari ketiga.Kata Kunci : Solar Panel, Tipe BCT30-12, Penggerak Satu Sumbu Indonesia is a country that has different kinds of energy resources in sufficient quantities abundant. then Indonesia will be always exposed to the sun for 10-12 hours a day. Data Director General of Electricity and Energy Development in 1997, the installed capacity of solar power in Indonesia reached 0.88 MW of the available potential of 1.2 x 109 MW. Most solar panels are installed permanently at a fixed elevation angle (fixed elevating angles). This causes the solar panels can not absorb solar radiation optimally. Absorption of solar radiation would be optimal if the solar radiation direction perpendicular to the surface of solar panel field. Writers interested in designing and creating tools that can be used to attach the solar panels remain in a state of maximum intensity of the sun. In this case, using a single axis. to have made a mechanical actuator on the solar panel one axis, the author can give an idea of solar power plants to the public. In addition to the mechanical drive on the solar panels, the solar panels generate voltage can be larger than the solar panel to the battery without driving. And from experiments using mechanical drive one axis produces a voltage at 08.00 at a total nominal battery 2,04V first day, 2,05V 2,03V second day and third day and at the end of the calculation 16.00 nominal voltage of the battery addressed by 11,18V the first day, 11,27V 11,3V second day and third day.keyword : Solar Panel, Type BCT30-12, Activator One Wick
ANALISIS AERODINAMIKA PADA PERMUKAAN BODI KENDARAAN MOBIL LISTRIK GASKI (GANESHA SAKTI) DENGAN PERANGKAT LUNAK ANSYS 14.5 Prihadnyana, Yudi; Widayana, Gede; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.11246

Abstract

Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju bentuk dari bodi sebuah kendaraan sangatlah diperhitungkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Untuk itu, dilakukan analisis Aerodinamika pada pemukaan bodi mobil listrik gaski dengan menggunakan perangkat lunak Ansys 14.5, yang bertujuan untuk mengetahui aliran fluida dan nilai koefisient drag pada mobil listrik Gaski bodi standar dan modifikasi. Setelah proses analisis dilakukan, didapatkan hasil velocity udara maksimum body standar sebesar 17,4324 m/s dan body modifikasi sebesar 17,7321 m/s dan pressure maksimum yang terjadi pada mobil listrik Gaski body standar sebesar 83,2143 Pa, dan minimum sebesar -189,879 Pa. sedangkan pressure maksimum yang terjadi pada mobil listrik Gaski body modifikasi sebesar 83,2143 Pa. dan minimum pressure diperoleh -182,128 Pa. nilai Koefisient drag dari mobil listrik Gaski body standar sebesar 0,00474 sedangkan pada body modifikasi sebesar 0,00407. Dari hasil peneletian tersebut didapatkan bahwa setalah dilakukan modifikasi pada bodi mobil listrik gaski terdapat beberapa perubahan diantaranya terjadi peningkatan kecepatan laju aliran udara atau velocity udara meningkat 1,72 % sedangkan tekanan yang diterima oleh bodi setelah dimodifikasi menurun 1,39 % dan Nilai koefisien drag pada mobil listrik gaski dapat diturunkan 14,14 % setelah dimodifikasi.Kata Kunci : kata kunci : Aerodinamika, aliran fluida, bodi kendaraan, With the technological development of the more advanced form of the body of a vehicle is very calculated to achieve certain goals. For that purpose, Aerodynamic analysis was performed on the electric car body surface by using Ansys 14.5 software, which aims to find out the fluid flow and coefficient value of drag on electric car Gaski standard body and modification. After the analysis process is done, the result of the maximum air velocity of the standard body is 17,4324 m / s and body modification of 17,7321 m / s and the maximum pressure happened to electric car Gaski body standard equal to 83,2143 Pa, 189,879 Pa. While the maximum pressure that occurs on electric cars Gaski body modification of 83.2143 Pa. And the minimum pressure obtained -182.128 Pa. Coefficient value of drag from electric car Gaski body standard of 0,00474 while at body modification equal to 0,00407. From the results of the research was found that after modification on the body of electric car gaski there are some changes such as increase the speed of air flow rate or air velocity increased by 1.72%, while the pressure received by the body after modification decreased 1.39% and the value of drag coefficient on Electric car gaski can be derived 14.14% after modified.keyword : Keywords : Aerodynamic, fluid flow rate, Vehicle body.
Peningkatan Kemampuan Kompetensi Guru Adaptif Melalui Program Keahlian Ganda Di Sekolah Menengah Kejuruan Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i1.44161

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru setelah mendapat program keahlian ganda yang merubah statusnya dari guru adaptif  menjadi guru produktif .  Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  deskriptif kualitatif, yaitu mengambarkan tingkat kemampuan guru  dalam mengajar bidang keahlian baru yang didapat setelah mengikuti Program Keahlian Ganda. Subyek penelitian ini adalah guru yang sudah mengikuti dan sudah lulus Program Keahlian Ganda. Sedangkan objek yang diteliti berada di SMKN I Tampaksiring kabupaten Gianyar Bali. Populasi penelitian adalah guru yang sudah mengikuti PKG dan siswa bidang keahlian yang diajarkan oleh guru tersebut. Data dalam penelitian ini data akan dikumpulkan melalui interview mendalam, observasi kelas, dan studi dokumen. Dari penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan guru dilihat dari persiapan guru sebelum mengajar  adalah dapat menguasai materi pembelajaran , mampu memanfaatkan sumber belajar dalam pembelajaran, dan mampu memberikan gambaran manfaat pembelajaran. Untuk pelaksanaan guru  keahlian ganda dalam mengajar  memiliki kemampuan dalam menjelaskan materi pembelajaran dari awal sampai akhir. Sedangkan evaluasi hasil analisis kemampuan guru keahlian ganda adalah pertama dengan adanya program keahlian ganda dapat meningkatkan kompetensi keahlian guru dan kedua adanya forum komunikasi antar guru saling berbagi pengalaman dan ilmu. Dalam hal ini tanggapan siswa sangat positif dan antusias dalam pembelajaran di kelas sehingga dapat memahami dan mengerti dengan apa yang diajarkan guru.Kata kunci : guru adapti,guru produktif, keahlian ganda.  The purpose of this study was to determine the ability of teachers after receiving a dual expertise program that changed their status from adaptive teachers to productive teachers. The research approach used in this research is descriptive qualitative, which describes the level of teacher ability in teaching new areas of expertise obtained after participating in the Multiple Skills Program. The subjects of this research are teachers who have attended and have passed the Multiple Expertise Program. While the object under study is at SMKN I Tampaksiring, Gianyar Regency, Bali. The research population is teachers who have participated in PKG and students in the areas of expertise taught by the teacher. The data in this study will be collected through in-depth interviews, class observations, and document studies. From the research conducted, it can be concluded that the teacher's ability seen from the preparation of the teacher before teaching is able to master the learning material, be able to utilize learning resources in learning, and be able to provide an overview of the benefits of learning. For the implementation of dual expertise in teaching teachers have the ability to explain learning material from beginning to end. While the evaluation of the results of the analysis of the ability of dual expertise teachers is firstly the existence of a dual expertise program can improve the competence of teacher skills and secondly there is a communication forum between teachers to share experiences and knowledge. In this case, the students' responses were very positive and enthusiastic in learning in class so that they could understand and understand what the teacher taught. Keywords: adaptive teacher, productive teacher, multiple skills.DAFTAR PUSTAKAAggarwal, P. (2014). Teacher ’ Competencies As Identified By NCTE. 1(6), 252–253.Avidov-Ungar, O., & Forkosh-Baruch, A. (2018). Professional identity of teacher educators in the digital era in light of demands of pedagogical innovation. Teaching and Teacher Education, 73, 183–191. https://doi.org/10.1016/j.tate.2018.03.017Baitullah, M. J. A., & Wagiran, W. (2019). Cooperation between vocational high schools and world of work: A case study at SMK Taman Karya Madya Tamansiswa. Jurnal Pendidikan Vokasi, 9(3), 280–293. https://doi.org/10.21831/jpv.v9i3.27719Bunker, D. H. (2012). Teachers’ Orientation To Teaching And Their Perceived Readiness For 21st Century Learners.Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2016). Salinan Inpres Nomer 9 Tahun 2016.pdf.Shernoff, D. J., Sinha, S., Bressler, D. M., & Ginsburg, L. (2017). Assessing teacher education and professional development needs for the implementation of integrated approaches to STEM education. International Journal of STEM Education, 4(1), 13. https://doi.org/10.1186/s40594-017-0068-1Sulisworo, D. (2016). The Contribution of the Education System Quality to Improve the Nation’s Competitiveness of Indonesia. Journal of Education and Learning, 10(2), 127–138. https://doi.org/10.11591/edulearn.v10i2.3468Tanang, H., & Abu, B. (2014). Teacher Professionalism and Professional Development Practices in South Sulawesi, Indonesia. Journal of Curriculum and Teaching, 3(2), 25–42. https://doi.org/10.5430/jct.v3n2p25Team, K. (2017). PROGRAM SERTIFIKASI PENDIDIK DAN SERTIFIKASI KEAHLIAN BAGI GURU SMK/SMA (KEAHLIAN GANDA) (Vol. 1). Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.