Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Unjuk Kerja Sepeda Motor Sistem Transmisi CVT Dengan Variasi Kedalaman Clutch Housing Knurling Wiratmaja, I Gede; Ardika Yasa, Gede Dyo; Widayana, Gede
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i1.470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kedalaman knurling pada clutch housing terhadap unjuk kerja sepeda motor dengan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmission). Permasalahan utama yang diangkat adalah penurunan performa kendaraan akibat usia pakai yang panjang, khususnya dalam hal torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kedalaman knurling clutch housing yang divariasikan menjadi 0 mm (kondisi standar), 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm. Variabel terikatnya meliputi torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar. Penelitian dilakukan pada sepeda motor dengan sistem transmisi CVT menggunakan metode eksperimen dimana pengujian torsi dan daya menggunakan dynotest, serta konsumsi bahan bakar menggunakan metode pengukuran volume dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kedalaman knurling berpengaruh signifikan terhadap peningkatan torsi dan daya mesin, serta konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Variasi kedalaman knurling 0,6 mm memberikan hasil yang paling optimal dalam meningkatkan perfomansi kendaraan dibandingkan variasi lainnya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi praktis dalam meningkatkan kembali performa sepeda motor dengan sistem transmisi CVT yang telah mengalami penurunan perfomansi seiring dengan bertambahnya usia pakai.
Pengaruh Variasi Jumlah Dan Konfigurasi Rangkaian Kelistrikan Peltier Pada Modul Termoelektrik Terhadap Performansi Cooling Box Mahendra , Putu Gede Widhi; Widayana, Gede; Wiratmaja, I Gede
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah dan konfigurasi rangkaian Peltier pada sistem pendingin termoelektrik (Thermoelectric Cooling/TEC) terhadap performansi cooling box. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan modul Peltier tipe TEC1-12706 sebanyak dua hingga empat buah, yang disusun dalam konfigurasi kelistrikan seri dan paralel. Variabel yang diamati meliputi konsumsi daya listrik dan capaian suhu terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi rangkaian kelistrikan seri menghasilkan konsumsi daya listrik lebih tinggi dibandingkan rangkaian kelistrikan paralel dengan selisih persentase peningkatan konsumsi daya listrik sebesar 24,2% pada penggunaan 4 buah peltier. Capaian suhu terendah konfigurasi rangkaian kelistrikan seri tercatat 9,71% lebih rendah dibandingkan konfigurasi rangkaian kelistrikan paralel. Dari hasil penelitian dapat dilihat juga bahwa semakin banyak jumlah peltier yang digunakan mengakibatkan semakin besar kapasitas perpindahan panas yang terjadi. Secara keseluruhan, konfigurasi rangkaian kelistrikan seri dinilai lebih optimal karena mampu mencapai temperatur kabin terendah meskipun memerlukan konsumsi daya listrik yang lebih tinggi.
PEMBERDAYAAN PERTANIAN LAHAN KERING MALALUI PERTANIAN BAWANG MERAH ORGANIK BERTEKNOLOGI DIGITAL Widayana, Gede; Parwata, I Gusti Lanang Agung; Erlina, Nia; Mardana, Ida Bagus Putu; Artha, I Komang Restu Widi; Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putri; Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga; Amerta, Gede Arya; Febryanti, Putu Vina; Yasa, Gede Darmika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37984

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada kelompok tani mitra di wilayah pedesaan dengan basis ekonomi pertanian hortikultura dan perikanan air tawar. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi sistem produksi yang masih konvensional, keterbatasan akses air, lemahnya manajemen usaha, serta ketergantungan pemasaran pada pengepul. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah ekonomi mitra melalui penerapan teknologi digital dan penguatan manajemen usaha. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan kelembagaan dan keberlanjutan dengan melibatkan 25 anggota kelompok tani. Evaluasi dilakukan melalui pre–post assessment keterampilan dan pencatatan perubahan produktivitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis mitra sebesar 38%, peningkatan efisiensi produksi pertanian sebesar 30%, serta peningkatan nilai jual produk olahan bawang merah rata-rata sebesar 25% melalui diversifikasi produk dan perbaikan sistem pemasaran.Abstract: This Community Service Program (PkM) is implemented in partner farmer groups in rural areas with an economic base of horticulture and freshwater fisheries. The main problems faced by partners include conventional production systems, limited water access, weak business management, and marketing dependence on collectors. The community service activity aims to increase production capacity and economic added value of partners through the application of digital technology and strengthening business management. The implementation method uses the Participatory Action Learning System (PALS) approach which includes socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, as well as institutional strengthening and sustainability by involving 25 farmer group members. Evaluation is carried out through pre-post skills assessments and recording productivity changes. The results of the activity show an increase in partners' technical skills by 38%, an increase in agricultural production efficiency by 30%, and an average increase in the selling value of processed shallot products by 25% through product diversification and improvements to the marketing system.
RESTORASI LUMBUNG PANGAN MELALUI TRANSFORMASI SISTEM PERTANIAN DAN PETERNAKAN BERTEEKNOLOGI TERBARUKAN Ekayana, Anak Agung Gde; Putra, I Dewa Putu Gede Wiyata; Aristana, I Dewa Gede; Widayana, Gede; Julyasih, Ketut Srie Marhaeni; Suarmanayasa, I Nengah; Mardana, Ida Bagus Putu; Amerta, Gede Arya; Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga; Mahartana, Ida Bagus Putu Putra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38352

Abstract

Abstrak: Wilayah mitra sasaran menghadapi penurunan produktivitas pertanian dan peternakan akibat keterbatasan air, rendahnya efisiensi teknologi, serta meningkatnya kerentanan usaha tani. Program pengabdian Kosabangsa ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan kapasitas teknis mitra melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan dan pendekatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Learning System (PALS) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta dan penguatan kelembagaan dan keberlanjutan, dengan melibatkan dua kelompok mitra sektor pertanian dan peternakan sebanyak 50 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre–post assessment keterampilan, observasi lapangan, dan pencatatan perubahan kinerja produksi. Hasil program menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian sebesar 25%, peningkatan efisiensi penggunaan air sebesar 35%, serta penurunan tingkat penyakit ternak sebesar 50%. Selain itu, terjadi peningkatan hardskill mitra dalam pengelolaan teknologi dan praktik usaha tani berkelanjutan.Abstract: The target partner area faces declining agricultural and livestock productivity due to limited water, low technological efficiency, and increasing vulnerability of farming businesses. The Kosabangsa community service program aims to increase productivity, resource efficiency, and technical capacity of partners through the application of appropriate technology based on renewable energy and a participatory approach. Activities are implemented using the Participatory Action Learning System (PALS) method, which includes socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and institutional strengthening and sustainability, involving two groups of 50 agricultural and livestock sector partners. Evaluation is carried out through pre-post skills assessments, field observations, and recording changes in production performance. The program results show a 25% increase in agricultural productivity, a 35% increase in water use efficiency, and a 50% decrease in livestock disease rates. In addition, there has been an increase in partners' hard skills in technology management and sustainable farming practices.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM KERAJINAN BAMBU DAN TANI-TERNAK BERTEKNOLOGI IOT UNTUK MEWUJUDKAN AGROWISATA BALI AGA Abadi, Ida Bagus Gede Surya; Rachmadhani, Rachmadhani; Widayana, Gede; Sarasvananda, Ida Bagus Gede; Mardana, Ida Bagus Putu; Amerta, Gede Arya; Jayanti, Ni Kadek Cinta Eka Putri; Yasa, Gede Darmika; Artha, I Komang Restu Widi; Wiguna, Anak Agung Gde Suyoga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37998

Abstract

Abstrak: Sebuah desa Bali Aga di Bali Utara memiliki potensi warisan sosial-budaya dan sumber daya alam yang mendukung pengembangan agrowisata berbasis kearifan lokal. Namun, pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan kompetensi masyarakat dalam manajemen usaha dan penerapan teknologi. Program pemberdayaan ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial, produktivitas, dan efisiensi usaha melalui pengembangan sentra kerajinan bambu serta sistem tani-ternak multilayer berbasis IoT. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Penthahelix dan metode Participatory Action Learning System (PALS) melalui tahapan pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi pretest–posttest berbasis indikator keberdayaan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: 80% anggota menerapkan pencatatan usaha digital, produksi ternak meningkat hingga 75%, biaya pakan menurun 20%, dan omzet kerajinan bambu naik 40%. Program ini memperkuat integrasi ekonomi lokal berbasis agrowisata berkelanjutan.Abstract: A Bali Aga village in northern Bali possesses rich socio-cultural heritage and natural resources with strong potential for local-based agro-tourism development. However, these resources have not been optimally utilized due to limited community capacity in business management and technology adoption. This empowerment program aimed to enhance managerial capacity, productivity, and business efficiency through the development of a bamboo handicraft center and an IoT-based multilayer crop–livestock system. The program applied a Penthahelix approach combined with the Participatory Action Learning System (PALS), including training, technology implementation, mentoring, and pretest–posttest evaluation based on empowerment indicators. The results indicate significant improvements: 80% of members adopted digital business record-keeping, livestock production increased by up to 75%, feed costs decreased by 20%, and bamboo handicraft turnover rose by 40%. The program strengthened the integration of local economic activities within a sustainable agro-tourism framework.
Peningkatan Unjuk Kerja Sepeda Motor Sistem Transmisi CVT Dengan Variasi Kedalaman Clutch Housing Knurling Wiratmaja, I Gede; Ardika Yasa, Gede Dyo; Widayana, Gede
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i1.470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kedalaman knurling pada clutch housing terhadap unjuk kerja sepeda motor dengan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmission). Permasalahan utama yang diangkat adalah penurunan performa kendaraan akibat usia pakai yang panjang, khususnya dalam hal torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kedalaman knurling clutch housing yang divariasikan menjadi 0 mm (kondisi standar), 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm. Variabel terikatnya meliputi torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar. Penelitian dilakukan pada sepeda motor dengan sistem transmisi CVT menggunakan metode eksperimen dimana pengujian torsi dan daya menggunakan dynotest, serta konsumsi bahan bakar menggunakan metode pengukuran volume dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kedalaman knurling berpengaruh signifikan terhadap peningkatan torsi dan daya mesin, serta konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Variasi kedalaman knurling 0,6 mm memberikan hasil yang paling optimal dalam meningkatkan perfomansi kendaraan dibandingkan variasi lainnya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi praktis dalam meningkatkan kembali performa sepeda motor dengan sistem transmisi CVT yang telah mengalami penurunan perfomansi seiring dengan bertambahnya usia pakai.
Pengaruh Variasi Jumlah Dan Konfigurasi Rangkaian Kelistrikan Peltier Pada Modul Termoelektrik Terhadap Performansi Cooling Box Mahendra , Putu Gede Widhi; Widayana, Gede; Wiratmaja, I Gede
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah dan konfigurasi rangkaian Peltier pada sistem pendingin termoelektrik (Thermoelectric Cooling/TEC) terhadap performansi cooling box. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan modul Peltier tipe TEC1-12706 sebanyak dua hingga empat buah, yang disusun dalam konfigurasi kelistrikan seri dan paralel. Variabel yang diamati meliputi konsumsi daya listrik dan capaian suhu terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi rangkaian kelistrikan seri menghasilkan konsumsi daya listrik lebih tinggi dibandingkan rangkaian kelistrikan paralel dengan selisih persentase peningkatan konsumsi daya listrik sebesar 24,2% pada penggunaan 4 buah peltier. Capaian suhu terendah konfigurasi rangkaian kelistrikan seri tercatat 9,71% lebih rendah dibandingkan konfigurasi rangkaian kelistrikan paralel. Dari hasil penelitian dapat dilihat juga bahwa semakin banyak jumlah peltier yang digunakan mengakibatkan semakin besar kapasitas perpindahan panas yang terjadi. Secara keseluruhan, konfigurasi rangkaian kelistrikan seri dinilai lebih optimal karena mampu mencapai temperatur kabin terendah meskipun memerlukan konsumsi daya listrik yang lebih tinggi.