Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Variasi Jarak Katup Ekspansi Dengan Kondensor Terhadap Laju Pendinginan Ruangan Dan COP Mesin Pengkondisian Udara Tipe Split Air Conditioning Wiratmaja, I Gede; Widayana, Gede; Elisa, Edi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i1.45806

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh data - data unjuk kerja mesin pengkondisian udara tipe AC Split  berupa laju pendinginan ruangan dan COP (Coefficient Of Performance) pada setiap variasi jarak katup ekspansi dengan kondensor, untuk memberikan gambaran mengenai besarnya pengaruh variasi jarak katup ekspansi dengan kondensor terhadap performansi mesin pengkondisian udara.  Hal ini dilakukan dalam usaha untuk menjaga kinerja dari mesin serta memperpanjang usia pemakaian (lifetime). Penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknik Pendingin, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Ganesha. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dalam proses pengambilan datanya menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dilapangan, dokumentasi penelitian dan teknik analisa data menggunakan teknik penelitian deskriptif kuantitatif untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran secara sistematik terhadap fenomena yang terjadi selama penelitian dan disajikan dalam bentuk grafik serta diberikan uraian analisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh beberapa hasil penting yaitu besarnya laju pendinginan ruangan meningkat seiring dengan semakin panjangnya jarak antara katup ekspansi dengan kondensor dimana laju pendinginan ruangan tertinggi diperoleh pada variasi jarak 2 meter antara katup ekspansi dengan kondensor yang mana diperoleh hasil sebesar 0,0875 Kj/s (meningkat 27,8% dibandingkan dengan kondisi standar). Sebaliknya terdapat trend penurunan COP (Coefficient Of Perfomance) dari mesin pengkondisian udara seiring dengan semakin panjangnya jarak kondensor dengan katup ekspansi, dimana COP (Coefficient Of Perfomance) terendah diperoleh pada variasi jarak 2 meter antara katup ekspansi dengan kondensor yang mana diperoleh hasil sebesar 33,15 (menurun 27,8% dibandingkan dengan kondisi standar). Kata kunci : Laju pendinginan ruangan, COP (Coefficient Of Performance), katup ekspansi, variasi jarak katup ekspansi  dengan kondensor This research is a type of experimental research that aims to obtain data - data on the performance of ac split air conditioning machine in the form of room cooling rate and COP (Coefficient Of Performance) on each variation of the expansion valve distance with the condenser, to give an idea of the magnitude of the influence of variations in the distance of expansion valves with condensers on the performance of air conditioning machines.  This is done in an effort to maintain the performance of the machine and extend the life of use (lifetime). This research was conducted in the Refrigeration Engineering laboratory, Mechanical Engineering Education Study Program of Ganesha Education University. The methods that will be used in this research are experimental methods that in the process of data collection using data collection techniques through direct observation in the field, research documentation and data analysis techniques using quantitative descriptive research techniques to describe or provide a systematic picture of the phenomena that occurred during the research and presented in the form of graphs and given a description of the analysis in a quantitative descriptive manner.  From the results of the study obtained some important results, namely the magnitude of the cooling rate of the room increases along with the longer the distance between the expansion valve and the condenser where the highest room cooling rate is obtained at a variation of 2 meters between the expansion valve and the condenser which obtained a result of 0.0875 Kj / s (an increase of 27.8% compared to standard conditions). Conversely, there is a downward trend of COP (Coefficient Of Perfomance) from air conditioning machines along with the longer the condenser distance with the expansion valve, where the lowest COP (Coefficient Of Perfomance) is obtained at a distance of 2 meters between the expansion valve and the condenser which obtained a result of 33.15 (decreased by 28,2 % compared to standard conditions).Keywords: Room cooling rate, COP (Coefficient Of Performance), expansion valve, variation of expansion valve distance with condenserDAFTAR RUJUKANAnwar, K., Arif, E., & Piarah, W. H. (2010). Efek Temperatur Pipa Kapiler Terhadap Kinerja Mesin Pendingin. Jurnal Mekanikal, 1, 30–39.Asroni, M., Widodo, B., & Bakti, D. (2015). Kaji Eksperimental Karakteristik Termodinamika Dari Pemanasan Refrigerant 12 Terhadap Pengaruh Pendinginan. Jurnal Flywheel, 6(1), 41–46.Darmawan, A. S., & Putra, A. B. K. (2017). Studi Eksperimen Pengaruh Dimensi Pipa Kapiler Pada Sistem Air Conditioning Dengan Pre-Cooling. Jurnal Teknik ITS, 5(2), 918–922. https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i2.20263Jumadi, Aziz, A., & Mainil, R. I. (2016). Pendingin Siklus Kompresi Uap Hibrida Menggunakan Refrigeran R 22. Jom FTEKNIK, 3(2), 3–6.Nugroho, A. S. (2018). Analisa Pengaruh Panjang Pipa Dan Diameter Pipa Subcooler, Terhadap Unjuk Kerja Mesin Pendingin, Dengan Penambahan Subcooling. Publikasi Online MahasiswaTeknikMesin UNTAG Surabaya, 1(1).Rohit Joshi, Patil, V., Patil, A., & Koli, T. (2016). Experimental Analysis of Thermostatic Expansion Valve, Constant Expansion Device & Capillary Tube on Vapour Compression Refrigeration System. International Journal of Scientific Engineering and Applied Science (IJSEAS), 2(6), 356–360.Rosyadi, A. A., Prizkiabi, W., & Triono, A. (2019). Analysis the Length of Capillary Pipe with Separation Condenser on the Performance of Refrigerator using Double Evaporator. Proteksion, 4(1), 22–27.Siang, J. tangalajuk, Oskar, I., Sawati, H., & Yanto, F. (2017). Studi Eksperimen Pengaruh Perubahan Panjang Pipa Kapiler terhadap Unjuk Kerja Mesin Pendingin dengan R290. Seminar Nasional Riset Dan Teknologi Terapan, August, 230–238.Sunu, P. W., Made Rasta, I., Anakottapary, D. S., Made Suarta, I., & Cipta Santosa, I. D. M. (2018). Capillary Tube and Thermostatic Expansion Valve Comparative Analysis in Water Chiller Air Conditioning. Journal of Physics: Conference Series, 953(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/953/1/012063Wiratmaja, I. G., Dantes, K. R., & Artha, E. A. J. (2020). Peningkatan Laju Pendinginan Ruangan Dengan Media Pendingin Kombinasi Udara Dan Air Disisi Kondensor Pada Mesin Pendingin Tipe Split Air Conditioning. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.23887/jptm.v9i1.33220
ANALISIS KOMPETENSI GURU TEKNIK OTOMOTIF DI SMK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN KEPADA SISWA Widayana, Gede; Wigraha, Arya; Artha, Edi Agus Juni
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 20 No. 1 (2023): Edisi Januari 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptkundiksha.v20i1.53597

Abstract

Dalam upaya membantu murid untuk mencapai tujuan, maka guru harus memaksimalkan peran sebagai guru yang berkompeten. Peran sebagai guru kompeten diantaranya mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian,sosial, dan profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Peningkatkan kompetensi dan jumlah tenaga pendidik sangat relevan untuk dilaksanakan mengingat jumlah guru yang berkompeten di SMK masih sangat kurang. Masalah ini perlu segera dipecahkan mengingat program nasional revitalisasi SMK adalah mencetak guru yang kompeten dalam bidang keahliannya yang ditandai dengan ijazah dan sertifikat kompetensi keahlian. Guru yang kompeten harus mempunyai sertifikat kompetensi keahlian. Program peningkatan kompetensi yang dilaksanakan Kemendikbud ini berupa diklat, dimana tujuannya untuk membekali guru dengan pengetahuan dan ketrampilan sehingga mereka nantinya dapat menjadi guru yang memiliki kompetensi keahlian tertentu . Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah guru di SMKN 3 Bangli khususnya guru dengan kompetensi keahlian otomotif. Instrumen dalam penelitian ini akan dilakukan dengan proses wawancara , observasi dalam mengajar, dan studi dokumen. Data didapatkan dari hasil wawancara,observasi dan studi dokumen yang dapat menjawab pertanyaan pada fokus penelitian yang diantaranya terkait kompetensi guru dalam mengajar bidang keahliannya . Data dianalisis intepretatif dimana dikumpulkan, ditranskripsi dan diintepretasi kemudian dibandingkan dengan data awal saat wawancara . Hasil penelitian adalah guru yang mempunyai kompetensi keahlian memiliki kemampuan mengajar yang baik kepada siswa dan Kompetensi Siswa memberikan penilaian sangat baik dalam memahami dan mengerti apa yang diajarkan guru.
ANALISIS KOMPARATIF TEGANGAN STATIK PADA FRAME GANESHA ELECTRIC VEHICLES 1.0 GENERASI 1 BERBASIS CONTINOUS VARIABLE TRANSMISSION (CVT) BERBANTUAN SOFTWARE ANSYS 14.5 Budarma, Kadek; Dantes, Kadek Rihendra; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v4i1.8043

Abstract

Rangka (frame) merupakan salah satu komponen yang penting dari sepeda motor karena berfungsi sebagai penopang mesin, sistem suspensi dan sistem kelistrikan sehingga menjadi satu kesatuan yang membuat sepeda motor dapat berjalan. Untuk itu, dilakukan analisis tegangan statik pada frame Ganesha electric vehicles 1.0 Generasi 1 yang menggunakan frame Yamaha Nouvo dengan menggunakan software Ansys 14.5 dengan perbandingan pembebanan satu penumpang dan dua penumpang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui distribusi tegangan serta daerah kritis yang terjadi pada frame. Setelah proses analisis dilakukan, didapatkan tegangan von mises maksimum untuk frame standart dengan satu penumpang sebesar 4,5884 x 107 N/m2 dan frame modifikasi sebesar 4,1374 x 107 N/m2. Untuk frame standart dengan dua penumpang sebesar 1,0324 x 108 N/m2 dan frame modifikasi sebesar 9,3092 x 107 N/m2. Faktor keamanan frame standart dengan satu penumpang sebesar 13,52 dan frame modifikasi sebesar 14,99. Untuk frame standart dengan dua penumpang sebesar 6,00 dan frame modifikasi sebesar 6,66.Kata Kunci : Frame, Analisis Tegangan Statik, Ansys 14.5, Tegangan Von Mises, Faktor Keamanan Frame is one of the important components of the motorcycle because it is functioned as the supporting unit of the machine, suspension system and electricity system to make the motorcycle runs as one complete unit. For that reason, the analysis of the static stress was conducted to the first generation of Ganesha electric vehicles 1.0, which uses the frame of Yamaha Nouvo through Ansys 14.5 software with the comparison of one person weight and two persons weight. The purpose of the research is to know the distribution of the stress and the critical area that occurs at the frame. After the analysis has been conducted, it was found that the stress of the maximum von mises for the standart frame with one weight was 4,5884 x 107 N/m2 and the modificated frame was 4,1374 x 107 N/m2, for standart frame with two weights was 1,0324 x 108 N/m2 and modificated frame was 9,3092 x 107 N/m2. The factor of safety with one weight was at the value 13,52 while the modificated one valued 14,99. For the standart frame with two weights the value was 6,00 while the modificated valued 6,66.keyword : Frame, The analysis of static stress, Ansys 14.5, Von Mises stress , Factor of safety
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PENGGERAK MEKANIK SATU SUMBU PADA SOLAR PANEL Rafsandita, I Gusti Lanang Yoga; Widayana, Gede; Sutaya, I Wayan
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9171

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai jenis sumber daya energi dalam jumlah yang cukup melimpah. Wilayah Indonesia akan selalu disinari matahari selama 10 - 12 jam dalam sehari. Data Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi pada tahun 1997, kapasitas terpasang listrik tenaga surya di Indonesia mencapai 0,88 MW dari potensi yang tersedia 1,2 x 109 MW. Kebanyakan panel surya dipasang permanen dengan sudut elevasi yang tetap (fixed elevating angles). Hal ini menyebabkan panel surya tersebut tidak dapat menyerap radiasi matahari secara optimal. Penyerapan radiasi matahari akan optimal jika arah radiasi matahari tegak lurus terhadap permukaan bidang panel surya. Penulis tertarik untuk merancang dan membuat alat yang dapat dipergunakan untuk menempelkan panel sel surya tetap dalam kondisi intensitas matahari yang maksimum. Dalam hal ini, menggunakan satu sumbu. dengan telah dibuatnya alat penggerak mekanik satu sumbu pada solar panel ini, penulis dapat memberikan gambaran tentang pembangkit listrik tenaga surya kepada masyarakat. Selain itu dengan adanya penggerak mekanik pada solar panel ini, solar panel bisa lebih besar menghasilkan tegangan pada baterai daripada solar panel tanpa penggerak. Dan dari percobaan menggunakan penggerak mekanik satu sumbu ini menghasilkan tegangan di pukul 08.00 pada baterai nominal sebesar 2,04V hari pertama, 2,05V hari kedua dan 2,03V hari ketiga dan di akhir perhitungan pukul 16.00 tegangan pada baterai menujukan nominal sebesar 11,18V hari pertama, 11,27V hari kedua dan 11,3V hari ketiga.Kata Kunci : Solar Panel, Tipe BCT30-12, Penggerak Satu Sumbu Indonesia is a country that has different kinds of energy resources in sufficient quantities abundant. then Indonesia will be always exposed to the sun for 10-12 hours a day. Data Director General of Electricity and Energy Development in 1997, the installed capacity of solar power in Indonesia reached 0.88 MW of the available potential of 1.2 x 109 MW. Most solar panels are installed permanently at a fixed elevation angle (fixed elevating angles). This causes the solar panels can not absorb solar radiation optimally. Absorption of solar radiation would be optimal if the solar radiation direction perpendicular to the surface of solar panel field. Writers interested in designing and creating tools that can be used to attach the solar panels remain in a state of maximum intensity of the sun. In this case, using a single axis. to have made a mechanical actuator on the solar panel one axis, the author can give an idea of solar power plants to the public. In addition to the mechanical drive on the solar panels, the solar panels generate voltage can be larger than the solar panel to the battery without driving. And from experiments using mechanical drive one axis produces a voltage at 08.00 at a total nominal battery 2,04V first day, 2,05V 2,03V second day and third day and at the end of the calculation 16.00 nominal voltage of the battery addressed by 11,18V the first day, 11,27V 11,3V second day and third day.keyword : Solar Panel, Type BCT30-12, Activator One Wick
PENGARUH MEDIA PENDINGINAN TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGELASAN MATERIAL ST 37 Darma, Kadek Budi Susila; Widayana, Gede; Nugraha, I Nyoman Pasek
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i1.9770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk.Untuk mengetahui pengaruh media pendinginan udara terhadap sifat mekanik hasil pengelasan material ST 37.Dengan metode yang digunakan dalam penilitan ini adalah metode eksperimen dengan variabel bebas adalah media pendingin udara,air laut dan oli dan variabel terikatnya adalah kekuatan impact,kekerasan dan metalografi .Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan impact tertinggi pada media pendinginan oli dengan nilai impactnya 0,482 joule/mm^2,dan untuk nilai kekerasan tertinggi pada media pendinginan udara dengan nilai kekerasanya 46,42 kg/〖mm〗^2,dari hasil metalografi menunjukan media pendinginan air laut mempunyai sifat yang keras dan getas karena di pengaruhi pendinginan yang cepat,sedangkan pada media pendinginan udara mempunyai sifat yang lunak dan kuat karena di pengaruhi pendinginan yang paling lambat dari media pendinginan oliKata Kunci : Media Pendinginan,Impact,Kekerasan,Metalografi,ST 37 Abstract this research aims to determine the effect of air colling media to the mechanical properties of the weldding material ST 37.The method used in this research is the experimental method is the independent variable air colling media,sea water,and oil,And the dependent variable is the power of the highest impact on oil colling media to impact its value 0,482 joules/mm2,,and for the value of the highest hardness on the air with the air colling media hardness value of 46,42 kg/mm2,and the result showed metallograpic sea water colling media has properties hard and brittle as influenced rapid cooling,where as in air cooling media has the properties of soft and strong as influence slowest cooling of oil colling. keyword : colling media Vehicles, impact, hardness metallograpic, ST 37
PENGARUH MEDIA PENDINGINAN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO HASIL PENGELASAN OXY ACETYLENE PADA MATERIAL BAJA ST-37 Priadi, Made Angga; Nugraha, I Nyoman Pasek; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10397

Abstract

Media pendingin merupakan suatu substansi yang berfungsi dalam menentukan kecepatan pendinginan yang dilakukan terhadap material yang telah diuji dalam perlakuan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerasan dan pengamatan struktur mikro material baja ST-37 yang dipengaruhi media pendinginan air, udara dan oli serta penelitian ini dapat memberikan bahan referensi bagi lingkup pendidikan teknik mesin dan sebagai acuan di dunia industri dalam menggunakan media pendingin pada proses pengelasan. Adapun jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Terdapat dua jenis variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel bebas yang berupa media pendingin air, media pendingin udara dan media pendingin oli dan variabel terikatnya berupa sifat kekerasan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dimana kekerasan daerah logam induk dengan media pendingin air memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,10 Kg/mm2, pendingin udara memperoleh nilai rata-rata sebesar 65,61 Kg/mm2, dan media pendingin oli memperoleh nilai rata-rata sebesar 62,68 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah HAZ dengan media pendingin air memperoleh nila rata-rata sebesar 68,49 Kg/mm2, media pendingin udara memperoleh nilai rata-rata sebesar 71,05 Kg/mm2 dan media pendingin oli memperoleh nilai rata-rata sebesar 70,34 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah logam las dengan media pendingin air memperoleh nilai rata-rata sebesar 60,99 Kg/mm2, media pendingin udara memperoleh nilai rata-rata sebesar 61,79 Kg/mm2 dan media pendingin oli memperoleh nilai rata-rata sebesar 60,79 Kg/mm2. Berdasarkan dari hasil yang telah didapatkan baik pada logam induk, daerah HAZ dan logam Las dimana tingkat kekerasan yang lebih baik diperoleh dari proses pendinginan udara dibandingkan dengan media pendingin air dan media pendingin oli dari proses pengelasan oxy acytelene.Kata Kunci : Baja ST-37, Kekerasan Material, media pendinginan. The cooling media is a substance which has a function to determine the speed refrigeneration which carried out of the material that has been tasted by heat treatment. The objective of the research is to know the level of hardness and the observation of steel ST-37 material which is affected by cooling media such as water, air, and oil. Also this research may give a reference for Engineering Department of Education and industry in using cooling media for welding process. There is a method that use in this research, that is called quantitative research. There are two variables that use in this research. Independent variable and dependent variable. An independent variable are water, air, and oil cooling media. On the other hand, a dependent variable is nature of hardness. In this research the researcher got a results where the mean of hardness of the base metal area with the water cooling media is 63.10 Kg/mm2, in air conditioning is 61Kg/mm2, and the oil cooling is 62.68 Kg/mm2. The mean of a hardness in Heat Affected Zone (HAZ) by water cooling media 68,49 Kg/mm2, air cooling media is 71,05 Kg/mm2 and an air cooling is 70,34 Kg/mm2. The mean of Hardness in the weld metal area with water cooling media is 60,99 Kg/mm2, air-cooling media is 61,79 Kg/mm2 and oil-cooling media is 60,79Kg/mm2. Based on the result which has been gotten from base metal, Heat Affected Zone (HAZ), and weld metal where the best hardness level is obtained from air-cooling process rather than water cooling media and oil cooling media from oxy acytelene welding process.keyword : Cooling media, steel ST-37, hardness properties.
PENGARUH VARIASI ARUS TERHADAP KEKUATAN IMPACT DAN KEKERASAN MATERIAL ST 37 MENGGUNAKAN PROSES PENGELASN GAS TUNGSTEN ARC WELDING (GTAW) Kolo, Jaeme Martins; Nugraha, I Nyoman Pasek; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10398

Abstract

Kekuatan hasil lasan dipengaruhi oleh tegangan busur, besar arus, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketangguhan, kekerasan dan pengamatan struktur mikro material ST 37 yang dipengaruhi oleh variasi arus 90 amper, 110 amper dan 130 amper serta penelitian ini dapat memberikan bahan referensi bagi lingkup pendidikan teknik mesin dan sebagai acuan di dunia industri dalam menggunakan variasi arus pada proses pengelasan. Adapun jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Adapun jenis variabel yang digunakan yaitu variabel bebas yang berupa variasi arus pengelasan 90 amper, 110 amper dan 130 amper dan variabel terikat berupa sifat mekanik hasil pengelasan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dimana rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 90 amper memperoleh nilai impact 0,481 J/mm2, rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 110 amper memperoleh nilai impact 0,482 J/mm2 dan rata-rata ketangguhan impact pada variasi arus 130 amper memperoleh nilai impact 0,483 J/mm2. Dari hasil penelitian kekerasan vickers pada daerah logam las dengan variasi arus 90 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,98 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 87,44 Kg/mm2, dan variasi arus 130 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 74,93 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah HAZ dengan variasi arus 90 amper memperoleh nila rata-rata sebesar 54,58 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,74 Kg/mm2 dan variasi arus 130 memperoleh nilai rata-rata sebesar 70,61 Kg/mm2. Kekerasan pada daerah logam induk dengan variasi arus 90 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 59,66 Kg/mm2, variasi arus 110 amper memperoleh nilai rata-rata sebesar 89,94 Kg/mm2 dan variasi arus 130 memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,91 Kg/mm2. Berdasarkan dari hasil yang telah didapatkan baik pada hasil ketangguhan impact dan kekerasan logam induk, HAZ dan daerah logam las dimana hasil ketangguhan impact yang lebih baik diperoleh dari memvariasikan arus 130 amper di bandingkan dengan variasi arus 90 amper dan variasi arus 110 amper dan tingkat kekerasan yang lebih baik diperoleh dari memvariasikan arus 110 amper dibandingkan dengan variasi arus 90 amper dan variasi arus 130 amper dari proses pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Kata Kunci : Kata kunci : variasi arus, ketangguhan impact dan Kekerasan, Material ST 37 The strength of the weld is influenced by the arc voltage, the magnitude of the current, the speed of welding, the magnitude of the penetration and the electrical polarity. This study aims to determine the level of toughness, hardness and observation of microstructure ST 37 material influenced by current variations of 90 amperes, 110 amperes and 130 amperes and this study can provide reference materials for the scope of mechanical engineering education and as a reference in the industrial world in using variations Current in the welding process. The type of method used in this study is the experimental method. The types of variables used are independent variables in the form of welding current variations of 90 amperes, 110 amperes and 130 amperes and the dependent variable in the form of mechanical properties of welding. From the results of the research that has been done where the average impact toughness on the variation of 90 amperes current gain value of 0.481 J/mm2, the average impact toughness on the variation of 110 amperes current gain value of 0.482 J/mm2 and the average impact toughness on variation A current of 130 amperes obtains an impact value of 0.483 J/mm2. From the result of research of vickers hardness on weld metal area with variation of 90 amperes current get average value equal to 63,98 Kg/mm2, variation of 110 amperes current get average value equal to 87,44 Kg/mm2, and variation of current of 130 amperes obtain Average value of 74.93 Kg/mm2. Hardness in the HAZ region with a current variation of 90 amperes obtains an average of 54.58 Kg/mm2, a 110 amperes current variation obtains an average value of 80.74 Kg/mm2 and a current variation of 130 obtains an average value of 70,61 Kg/mm2. Hardness in the parent metal region with a current variation of 90 amperes obtains an average value of 59.66 Kg/mm2, a 110 amperes current variation obtains an average value of 89.94 Kg/mm2 and a current variation of 130 obtains an average value of 78,91 Kg/mm2. Based on the results obtained both on impact toughness and hardness of parent metal, HAZ and weld metal areas where better impact toughness results obtained from varying the current of 130 amperes in comparison with the variation of 90 amperes current and 110 amperes current variation and the level of hardness Preferably obtained from varying the 110 ampere current compared to the current variation of 90 amperes and the current variation of 130 amperes of the Tungsten Arc Welding (GTAW) welding process. keyword : Keywords: current variation, impact toughness and Hardness, Material ST 37
PENGARUH PERBANDINGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PERTALITE DAN BAHAN BAKAR GAS LPG TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BAKAR BENSIN 4 TAK PADA MOTOR HONDA SUPRA FIT Wiryawan, Pasek Nara; Widayana, Gede; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10606

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan torsi dan daya pada sepeda motor Honda Supra Fit 100cc tahun 2000 dengan penggunaan bahan bakar minyak pertalite dan bahan bakar gas LPG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan parameter uji Dynotest ABD Digital System. Dari hasil pengujian didapatkan torsi maksimal sebesar 5,81 Nm pada 4000 rpm, dan torsi minimum sebesar 3,34 Nm pada 3000 rpm pada bahan bakar minyak pertalite. Pengujian dengan menggunakan bahan bakar gas LPG didapatkan torsi maksimal sebesar 5.40 Nm pada 4000 rpm, dan torsi minimum sebesar 2,83 Nm pada 3000 rpm. Sedangkan daya maksimal sebesar 5,13 HP pada 8000 rpm, dan daya minimum sebesar 1,41 HP pada 3000 rpm pada bahan bakar minyak pertalite. Pengujian dengan menggunakan bahan bakar gas LPG mendapatkan daya maksimal sebesar 4,13 HP pada 8000 rpm dan daya minimum sebesar 1,38 HP pada 3000 rpm. Dengan analisa paired sample t-test yaitu membandingkan torsi yang menggunakan pertalite dengan torsi yang menggunakan LPG, dan membandingkan daya yang menggunakan pertalite dengan daya yang menggunakan LPG didapatkan t-tabel < t-hitung. Dan dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar minyak pertalite menghasilkan torsi dan daya yang lebih baik dibandingkan menggunakan bahan bakar gas LPG.Kata Kunci : Bahan Bakar Minyak Pertalite dan Bahan Bakar Gas LPG, Daya dan Torsi. The purpose of this study is to determine the ratio of torque and power on Honda Supra Fit 100cc motorcycle in 2000 with the use of Pertalite fuel oil and LPG gas fuel. The method used in this research is an experiment using Dynotest ABD Digital System test parameter. From the test results obtained maximum torque of 5.81 Nm at 4000 rpm, and minimum torque of 3.34 Nm at 3000 rpm on Pertalite fuel oil. Tests using LPG gas fuel obtained maximum torque of 5.40 Nm at 4000 rpm, and minimum torque of 2.83 Nm at 3000 rpm. While the maximum power of 5.13 HP at 8000 rpm, and minimum power of 1.41 HP at 3000 rpm on Pertalite fuel oil. Tests using LPG gas fuel get a maximum power of 4.13 HP at 8000 rpm and minimum power of 1.38 HP at 3000 rpm. By paired sample t-test analysis comparing torque using pertalite with torque using LPG, and comparing power using pertalite with power using LPG obtained t-table keyword : Pertalite Oil Fuel and LPG Gas Fuels, Power and Torque.
ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN PEMINDAH TENAGA BERJENIS TIMING BELT DAN RANTAI DENGAN VARIASI PUTARAN MESIN TERHADAP TORSI DAN DAYA KENDARAAN PADA MOTOR VIXION TAHUN 2009 Mahayana, I Wayan Dalem; Wigraha, Nyoman Arya; Widayana, Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.10608

Abstract

Sistem pemindah tenaga merupakan suatu system yang berfungsi untuk meneruskan tenaga mesin sampai ke roda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan torsi pada motor vixion tahun 2009 150cc dengan penggunaan pemindah tenaga berjenis timing belt dengan rantai dan untuk mengetahui perbandingan daya pada motor vixion tahun 2009 150cc dengan penggunaan pemindah tenaga berjenis timing belt dengan rantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan parameter uji Dynotest Sport Device 3.8. Dari hasil pengujian dari rpm 4500 sampai rpm 9500 dengan kelipatan 500 rpm torsi yang dihasilkan dapat dirata – ratakan menjadi 8.685455 N.m pada penggunaan rantai dan 9.09 N.m pada penggunaan timing belt. Dan dari hasil pengujian dari rpm 4500 sampai rpm 9500 dengan kelipatan 500 rpm daya yang dihasilkan dapat dirata – ratakan menjadi 8.586364 HP pada penggunaan rantai dan 8.973636 HP pada penggunaan timing belt. Data yang didapat diolah menggunakan SPSS 17.0 dengan analisa paired sampel t-test dengan membandingkan data daya yang disalurkan rantai dengan daya yang disalurkan timing belt dan membandingkan torsi yang disalurkan rantai dengan torsi yang disalurkan timing belt dimana hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Dan dapat disimpulkan bahwa penggunaan timing belt dapat meneruskan daya dan torsi lebih baik dari rantai dan perbedaannya dinyatakan signifikanKata Kunci : pemindah tenaga, daya, torsi, rantai, timing belt Power transfer system is a system that serves to continue the engine power to the wheels. The purpose of this research is to know the ratio of torsi to motorcycle vixion in 2009 150cc with the use of power transfer manifold timing belt with chain and to know the power ratio in motorcycle vixion year 2009 150cc with the use of power transfer manifold timing belt with chain. The method used in this research is an experiment using Dynotest Sport Device 3.8 test parameters. From the test results from 4500 rpm to 9500 rpm with a multiple of 500 rpm torsi can be averaged to 8.685455 N.m on the use of chains and 9.09 N.m on the use of timing belt. And from the test results from 4500 rpm to 9500 rpm with a multiple of 500 rpm the power generated can be averaged to 8.586364 HP on the use of chains and 8.973636 HP on the use of timing belt. The data obtained was processed using SPSS 17.0 with paired sample t-test analysis by comparing power data channeled by power channeled timing belt and compare torsi channeled by torsi which channeled timing belt where the result of this research is presented in table and graph form. And it can be concluded that the use of timing belt can continue power and torsi better than chain and the difference is significantkeyword : Transfer of power, power, torque, chain, timing belt
ANALISIS AERODINAMIKA PADA PERMUKAAN BODI KENDARAAN MOBIL LISTRIK GASKI (GANESHA SAKTI) DENGAN PERANGKAT LUNAK ANSYS 14.5 Prihadnyana, Yudi; Widayana, Gede; Dantes, Kadek Rihendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjtm.v5i2.11246

Abstract

Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju bentuk dari bodi sebuah kendaraan sangatlah diperhitungkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Untuk itu, dilakukan analisis Aerodinamika pada pemukaan bodi mobil listrik gaski dengan menggunakan perangkat lunak Ansys 14.5, yang bertujuan untuk mengetahui aliran fluida dan nilai koefisient drag pada mobil listrik Gaski bodi standar dan modifikasi. Setelah proses analisis dilakukan, didapatkan hasil velocity udara maksimum body standar sebesar 17,4324 m/s dan body modifikasi sebesar 17,7321 m/s dan pressure maksimum yang terjadi pada mobil listrik Gaski body standar sebesar 83,2143 Pa, dan minimum sebesar -189,879 Pa. sedangkan pressure maksimum yang terjadi pada mobil listrik Gaski body modifikasi sebesar 83,2143 Pa. dan minimum pressure diperoleh -182,128 Pa. nilai Koefisient drag dari mobil listrik Gaski body standar sebesar 0,00474 sedangkan pada body modifikasi sebesar 0,00407. Dari hasil peneletian tersebut didapatkan bahwa setalah dilakukan modifikasi pada bodi mobil listrik gaski terdapat beberapa perubahan diantaranya terjadi peningkatan kecepatan laju aliran udara atau velocity udara meningkat 1,72 % sedangkan tekanan yang diterima oleh bodi setelah dimodifikasi menurun 1,39 % dan Nilai koefisien drag pada mobil listrik gaski dapat diturunkan 14,14 % setelah dimodifikasi.Kata Kunci : kata kunci : Aerodinamika, aliran fluida, bodi kendaraan, With the technological development of the more advanced form of the body of a vehicle is very calculated to achieve certain goals. For that purpose, Aerodynamic analysis was performed on the electric car body surface by using Ansys 14.5 software, which aims to find out the fluid flow and coefficient value of drag on electric car Gaski standard body and modification. After the analysis process is done, the result of the maximum air velocity of the standard body is 17,4324 m / s and body modification of 17,7321 m / s and the maximum pressure happened to electric car Gaski body standard equal to 83,2143 Pa, 189,879 Pa. While the maximum pressure that occurs on electric cars Gaski body modification of 83.2143 Pa. And the minimum pressure obtained -182.128 Pa. Coefficient value of drag from electric car Gaski body standard of 0,00474 while at body modification equal to 0,00407. From the results of the research was found that after modification on the body of electric car gaski there are some changes such as increase the speed of air flow rate or air velocity increased by 1.72%, while the pressure received by the body after modification decreased 1.39% and the value of drag coefficient on Electric car gaski can be derived 14.14% after modified.keyword : Keywords : Aerodynamic, fluid flow rate, Vehicle body.