Penggunaan api baik di dunia maupun di Nusantara masih bertahan hingga saat ini, seperti untuk kegiatan memasak, menghangatkan ruang, dan juga digunakan untuk kegiatan ritual spiritual. Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan peran penting api di daerah yang memiliki latar belakang agraris, yang memiliki kepercayaan terhadap Dewi Padi sangat besar sekali. Pada penelitian mengenai budaya padi yang telah dilakukan sebelumnya sudah banyak membahas tentang kaitannya arsitektur dengan budaya padi tersebut, namun demikian penelitian tersebut luput menjelaskan adanya peran api yang terkait budaya padi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep api baik itu secara makna denotatif maupun konotatif yang terkait tatanan spasial di Masyarakat Adat Pancer Pangawinan baik api untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk kegiatan ritual, oleh sebab itu menggunakan metode kualitatif dengan strategi pendekatan studi kasus untuk mengidentifikasi kegiatan yang dilakukan terkait penggunaan api di rumah (imah). Imah di masyarakat Pancer Pangawinan dibedakan menjadi dua yaitu imah gede dan imah warga. Dari masing-masing imah tersebut dapat terlihat fungsi api serta memunculkan makna api terkait sakralitas. Dengan demikian memungkinkan permukiman lama untuk berkembang mengikuti modernisasi sementara itu keaslian Masyarakat Adatnya tetap terjaga di dalam permukiman baru yang berbasis konsep api. The use of fire both in the world and in the archipelago still survives to this day, such as for cooking activities, warming the space, and also used for spiritual ritual activities in several places. Several studies in Indonesia show the important role of fire in areas that have an agrarian background, which has a very large belief in the Goddess of Rice, but what is missed is explaining the role and meaning of fire related to rice culture. This study aims to explore the role and meaning of fire both in daily activities related to spatial order in the Pancer Pangawinan Indigenous People, therefore using a qualitative method with a case study approach strategy to identify activities carried out related to the use of fire at home (imah) that are slightly different from other areas. Houses in the Pancer Pangawinan community are divided into two, namely large houses and residents' houses. The role of fire in the Pancer Pangawinan Society serves as a means to fulfill daily activities, both related to the circle of life and traditional rituals. Meanwhile, in terms of meaning, fire can indicate the formation of a sacred space when fire is used in traditional rituals that take place. With the use of fire in daily life, old settlements survive and develop in the era of modernization, while the authenticity of the Indigenous Peoples is maintained in settlements based on the concept of fire.