Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUKUM ARISAN ONLINE, ARISAN GUGUR, DAN ARISAN BARANG PERSPEKTIF K.H.MOCHYAR DAHRI -, Dita Indah Lestari; Setyanoor, Erwan
EKSYDA: Jurnal Studi Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 2 (2025): EKSYDA
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51226/eksyda.v5i2.778

Abstract

This article examines the practice of arisan in various forms, including online arisan, gugur arisan, and goods-based arisan, from the perspective of Islamic law based on the views of K.H. Mochyar Dahri. The background of this study is the increasing popularity of technology-based arisan practices that have raised legal and ethical issues, requiring clarification from a sharia perspective to ensure compliance with Islamic commercial principles. This research employs a qualitative method with a descriptive approach, using field data collection techniques through in-depth interviews and documentation of relevant literature. The aim is to describe and analyze the legal status of each type of arisan in light of Islamic principles such as justice, transparency, and public benefit. The findings indicate that each form of arisan has a different legal status depending on the clarity of the contract, mutual agreement, and the avoidance of gharar (uncertainty), riba (interest), and maysir (gambling). Online arisan is permissible if it avoids prolonged use of conventional banking systems. Gugur arisan is valid if there is mutual consent from the outset. Goods-based arisan, however, tends to be problematic due to price fluctuations. In conclusion, arisan is permissible when it follows sharia principles. This study contributes to contemporary Islamic legal literature on digital socio-economic practices.
SAFE DEPOSIT BOX SEBAGAI IMPLEMENTASI AKAD IJARAH setyanoor, erwan
An-Nahdhah | Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 15 No. 1 (2022): An-Nahdhah Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
Publisher : Institut Agama Islam Darul Ulum Kandangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/annahdhah.v15i1.115

Abstract

Penulisan ini dilakukan karena produk safe deposit box yang ada pada bank syariah juga terdapat pada bank konvensional, hal ini dilakukan untuk mempelajari bagaimana cara kerja agar memperoleh keuntungan dan akad-akad yang digunakan oleh bank syariah dengan adanya produk yang dinamakan safe deposit box apakah berbeda dengan bank konvensional, hasil tulisan ini dapat disimpulkan bahwa secara garis besar bahwa cara kerja safe deposit box bank syariah hampir sama dengan bank konvensional, tetapi yang membedakan adalah pemakaian akad agar transaksinya menjadi sah yaitu pertama akad wadiah karena bank syariah sebagai penerima titipan, karena menggunakan akad wadiah maka konsekuensi yang harus bank terima adalah tidak bisa mempergunakan barang titipan dan tidak memperoleh laba, lalu kemudian agar bank syariah bisa memperoleh keuntungan maka diterapkanlah akad ijarah dalam hal ini pihak bank syariah memperoleh fee atau uang sewa, dan barang yang dititipkan juga tidak bertentangan dengan prinsip syariah serta tidak bertentangan dengan hukum negara Indonesia.
UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM DALAM HAK KEKAYAAN INTELEKTUALTERHADAP PRAKTIK PLAGIARISME HAK CIPTA Ismatul Aula; Widayanti, Rina; Setyanoor, Erwan
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 5 No. 02 (2024): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v5i02.184

Abstract

Praktik plagiarisme dalam hak kekayaan intelektual, khususnya hak cipta, merupakan tantangan serius yang menghambat perlindungan hukum atas karya cipta. Faktor-faktor seperti rendahnya kesadaran masyarakat, lemahnya penegakan hukum, dan minimnya pemahaman terhadap regulasi menjadi penyebab utama maraknya plagiarisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab plagiarisme, mengidentifikasi hambatan dalam penerapan perlindungan hak cipta, dan mengevaluasi penerapan prinsip fiqh muamalah sebagai kerangka etika untuk mencegah plagiarisme. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini mengolah data dari berbagai literatur untuk memahami dampak plagiarisme terhadap integritas akademik dan reputasi individu maupun institusi. Penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan fiqh muamalah yang menekankan penghormatan terhadap karya intelektual sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran etis masyarakat. Rekomendasi yang diajukan meliputi edukasi masyarakat, penguatan regulasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perlindungan hak cipta secara konsisten.  
Tafsir Al-Qur’an di Era Global: Antara Konservatisme Klasik dan Inovasi Kontemporer Setyanoor, Erwan; Anwar, Khairil; Mahfuzh, Taufik Warman; Hidayatullah Z, Syarif
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v3i3.1524

Abstract

Globalisasi dan perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan serius bagi penafsiran Al-Qur’an, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara otoritas teks suci yang bersifat normatif dan tuntutan relevansi sosial yang terus berubah. Dalam konteks ini, studi tafsir dihadapkan pada ketegangan epistemologis antara paradigma konservatisme klasik yang menekankan literalisme dan otoritas tradisi ulama salaf, dengan paradigma inovasi kontemporer yang mengedepankan pendekatan kontekstual, maqāṣid al-syarī‘ah, dan hermeneutika modern. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis dialektika antara kedua paradigma tersebut serta mengkaji implikasinya terhadap praktik penafsiran Al-Qur’an di era global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan normatif-filosofis dan analisis komparatif terhadap karya-karya tafsir klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tafsir konservatif memiliki kekuatan dalam menjaga stabilitas epistemik dan kemurnian makna teks, namun cenderung kurang responsif terhadap isu-isu kontemporer, sementara tafsir inovatif menawarkan relevansi sosial yang tinggi tetapi berisiko terjebak dalam subjektivitas dan relativisme makna. Artikel ini menegaskan perlunya model tafsir integratif yang memadukan kesetiaan terhadap tradisi klasik dengan keberanian metodologis dalam merespons realitas global, sehingga menghasilkan tafsir Al-Qur’an yang bersifat wasathiyah, kontekstual, dan berakar kuat pada prinsip-prinsip dasar Islam.
Riba dan Bunga Bank Budiman, Muhammad Fajar Aditya Putra; Rezki, Muhammad; Setyanoor, Erwan
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1698

Abstract

This study aims to examine the concept of riba and bank interest and to analyze their similarities and differences from the perspective of Islamic economics. Riba refers to an additional charge stipulated in lending transactions and is strictly prohibited in Islam because it is considered unjust and harmful to society. Meanwhile, bank interest is a compensation system applied in conventional financial institutions as a return for the use of funds. This research employs a qualitative method with a literature review approach by analyzing books, scientific journals, and credible sources related to riba and bank interest. The results of the study indicate that the majority of Islamic scholars equate bank interest with riba due to the existence of predetermined additional payments that may lead to economic inequality. Therefore, Islamic banking emerges as an alternative financial system that applies profit-sharing principles and contracts in accordance with Islamic law. The conclusion of this study is that riba and bank interest are fundamentally similar in practice from the Islamic perspective, making Islamic financial systems a more ethical and just solution.
E-Commerce dan Dropshipping dalam Perspektif Fiqih Muamalah Miranti, Lily; Maulida, Nurannisa; Setyanoor, Erwan
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1699

Abstract

The development of digital technology has driven significant transformations in the global trade system, particularly through e-commerce. One rapidly growing business model in the e-commerce ecosystem is the dropshipping system, a buying and selling mechanism in which sellers do not keep inventory but instead forward orders to suppliers. While offering convenience and efficiency, this practice raises various legal issues from a muamalah (Islamic jurisprudence) perspective, particularly regarding ownership of goods, clarity of contracts, and the potential for elements of gharar and tadlis. This study aims to analyze the concepts of e-commerce and dropshipping based on the principles of muamalah (Islamic jurisprudence) and to explain the forms of contracts that can be used to ensure compliance with Islamic law. The research method used is qualitative research with a normative approach through a literature review of classical and contemporary fiqh literature. The results indicate that e-commerce is fundamentally permissible in Islam as long as it meets the pillars and requirements of the contract. Dropshipping is also permissible provided that an appropriate contract is used, such as wakalah (a contract of sale), salam (a contract of sale), or samsarah (a contract of sale), and the application of the principles of honesty, transparency, and responsibility towards consumers.