Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Anthropometric Screening, Nutrition Education and Demonstration of Healthy Food/Drinks as an Effort for Early Detection and Prevention of Non-Communicable Diseases Rasmaniar Rasmaniar; Hasmia Naningsih; Teguh Fathurrahman; La Banudi; Arsulfa Arsulfa; Sri Yunanci V. Gobel; Lena Atoy; Evi Kusumawati; Ahmad Ahmad; Melania Asi; Muliati Dolofu; Hasan Hasan; La Taha; Sudarmin
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v6i1.1894

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Hiperkolesterolemia, dan Gout Arthritis semakin meningkat di masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Matanauwe, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, bertujuan melakukan skrining kesehatan (antropometri, gula darah, kolesterol, dan asam urat) serta pemberian edukasi gizi sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan PTM. Sebanyak 48 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil menunjukkan sebagian peserta memiliki kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat di atas nilai normal, serta variasi status gizi yang berpotensi meningkatkan risiko PTM. Edukasi gizi dan demonstrasi masak sehat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini menegaskan pentingnya skrining rutin dan edukasi gizi berkelanjutan di tingkat desa.
Pelatihan Konselor Kader Posyandu Remaja tentang Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah dan Pencegahan Anemia di SMAN 01 Motui, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara Rasmaniar Rasmaniar; Euis Nurlaela; Sri Yunanci V Gobel
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v3i2.1214

Abstract

Pemberian pelatihan dan edukasi bagi kader posyandu remaja diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal dalam memberikan pelayanan kepada remaja peserta posyandu dengan harapan mentrasfer ilmunya kepada teman sebayanya. Metode pengabdian mayarakat ini terlebih dahulu diberikan pretest, kemudian memberikan konseling gizi dan praktik cara melakukan konseling gizi selanjutnya diberikan posttest dan evaluasi. Hasil pengadian masyarakat didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu remaja dari rata-rata skor 8,8, meningkat menjadi 13,2 dan sebanyak 64% berpengetahuan cukup sebelum pelatihan meningkat menjadi 100,0% berpengetahuan cukup saat posttest. Sedangkan keterampilan juga terjadi peningkatan dari rata-rata 4,2, menigkat menjadi 9,4, sebelum pelatihan semua (100,0%) kader posyandu remaja tidak terampil, setelah pelatihan (posttest) sebagian besar (68,0%) kader posyandu remaja terampil dalam melakukan konseling gizi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu remaja sebelum dan sesudah pelatihan. peningkatan kemampuan kader posyandu remaja dalam kegaiatan pengabdian masyarakat ini, dapat disebabkan adanya bimbingan yang diberikan pada saat praktik dari pengajar dalam hal ini pemateri dosen-dosen jurusan gizi, selain itu media yang digunakan yakni flipchart dapat membantu memahami materi yang disampaikan. Kegiatan ini berimplikasi pada kader kesehatan dengan mendorong kader posyandu remaja dalam mengupayakan peningkatan status kesehatan dengan usaha yang inovatif.
PEMBERDAYAAN KADER REMAJA DALAM UPAYA PENINGKATAN PERILAKU GIZI SEIMBANG BAGI REMAJA: Pemberdayaan Kader Remaja di SMAN 01 Motui Kab. Konawe Utara Rasmaniar Rasmaniar; Teguh Fathurrahman; Ahmad; Euis Nurlaela; Sudarsono I Made Rai
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1751

Abstract

Permasalahan gizi pada remaja adalah Stunting , Wasting, Kurang Energi Kronik (KEK), kekurangan zat gizi mikro, anemia dan gangguan makan. Masalah tersebut dapat berdampak menurunnya produktivitas remaja serta risiko Penyakit Tidak Menular. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader posyandu remaja dalam peningkatan perilaku gizi seimbang bagi remaja dengan metode konseling gizi. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan remaja sebelum konseling sebagian besar berada dalam kategori kurang yaitu sebesar 72.4% (n=21), setelah dilakukan konseling pengetahuan meningkat, lebih banyak remaja memiliki pengetahuan dalam kategori baik yaitu sebesar 48.3% (n=14). Terdapat pengaruh pemberdayaan kader remaja dengan metode konseling dapat meningkatkan pengetahuan kader remaja tentang gizi seimbang. Kata Kunci: Gizi seimbang, Pemberdayaan, Kader Remaja
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Asuh Gizi dan Pola Makan dengan Status Gizi Balita Kameriah Gani; Rasmaniar Rasmaniar; Intan Regina Putri
Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya Vol 1 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jspa.v1i2.787

Abstract

Latar Belakang : Dari hasil pemantauan status gizi (PSG) tahun 2017 yang dilakukan Ditjen kesehatan Masyarakat (Kemenkes RI, 2019). Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2016 diperoleh persentase balita usia 6 -59 bulan menurut status gizi dengan indeks BB/U sebanyak 13,7% balita gizi kurang, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 17,30 balita gizi kurang, dan masuk dalam 10 besar provinsi yang memiliki cakupan persentase gizi kurang yang tinggi, dan pada tahun 2018 terjadi penurunan persentase cakupan balita yang menderita gizi kurang sebanyak 16,40% (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Berdasarkan data dari Puskesmas Benu-benua Kota Kendari ditemukan anak balita Gizi Kurang yang berada di Kelurahan Benua-Benua dengan Prevalensi sebanyak 5,4% pada tahun 2020. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah study Observasional Analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anak balita usia 1-5 tahun yang ada di Kelurahan Benu- Benua Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari pada bulan Februari Tahun 2022 sebanyak 54 sampel. Hubungan antara variabel bebas dan terikat di uji menggunakan uji Chi-square. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan gizi ibu sebagian besar (81,5%) memiliki pengetahuan gizi kurang, pola asuh gizi sampel sebagian besar (57,4%) memiliki pola asuh gizi baik, pola makan sampel sebagian besar (75,9%) memiliki pola makan baik. Uji statistik menunjukan tidak terdapat hubungan pengetahuan gizi ibu dengan status gizi pada anak balita dimana p value (0.739), adanya hubungan pola asuh gizi dengan status gizi pada anak balita p value (0.004), serta adanya hubungan pola makan dengan status gizi pada anak balita p value (0.000). Kesimpulan : Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel yang berhubungan pada status gizi anak balita usia 1-5 tahun adalah pola asuh gizi, pola makan.