Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Health Idea

PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI METODE TELENURSING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA Siti Nurfadila; Meilati Suryani; Karwati karwati
Health Idea Vol 3, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3201

Abstract

ABSTRACTAnemia is a condition in which the number and size of erythrocytes or hemoglobin concentrations are below the threshold value, resulting in a decrease in blood transport capacity throughout the body. Anemia is still a problem because it is based on WHO data (World Health Organization, 2018). The prevalence of anemia in adolescents aged 15–24 reaches 32%, the anemia rate in women is (27.2%) higher than in men (20.3%). West Java Province has an anemia problem of 51.7%. Therefore, the Indonesian government intensifies the prevention and control of anemia in adolescent girls through health education. This study aims to determine the effect of providing education on telenursing methods on adolescent girls' knowledge about anemia. This type of research is a pre-experimental design method with a one-group pretest design. The sample in the study was 36 students in grade VII of Junior High School 8 Cimahi. Sampling in this study used the marginal homogenity analysis test. The results of the marginal homogenity test obtained a    p-value of 0.000 < 0.05, which means that H0 was rejected and Ha was accepted. With an average knowledge of 1.08 before the intervention and 2.33 after the intervention was given. The results of the study indicate that there is an influence of telenursing method education on adolescent girls knowledge about anemia. Telenursing media (a WhatsApp chat group) can be a reference in providing health education about anemia to adolescent girls to increase their knowledge. Keywords: anemia; telenursing; knowledge; health education ABSTRAK Anemia merupakan suatu kondisi jumlah dan ukuran eritrosit atau konsentrasi hemoglobin berada di bawah nilai ambang batas dan mengakibatkan terjadi penurunan kapasitas transportasi darah ke seluruh tubuh. Anemia masih menjadi masalah karena berdasarkan data WHO (World Health Organization, 2018). Prevalensi anemia pada remaja usia 15-24 tahun mencapai 32%, angka anemia pada wanita 27,2% lebih tinggi dibandingdkan pada pria 20,3%. Provinsi Jawa Barat memiliki masalah anemia sebesar 51,7%. Maka dari itu pemerintah Indonesia melakukan intensifikasi pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri melalui pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi metode telenursing terhadap pengetahuan remaja putri tentang anemia. Jenis penelitian ini adalah metode pre-eksperimental desain dengan tipe one-group pretest design. Sampel dalam penelitian adalah siswi kelas VII SMP Negeri 8 Cimahi yang berjumlah 36 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan uji analisa Marginal Homogenity. Hasil uji Marginal Homogienity diperoleh nilai p-value (0,000) < (0,05) yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan rerata pengetahuan sebelum diberikan intervensi 1,08 dan setelah diberikan intervensi meningkat menjadi 2,33. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi metode telenursing terhadap pengetahuan remaja putri tentang anemia. Media telenursing (grup chat Whatsapp) dapat menjadi referensi dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang anemia pada remaja putri untuk meningkatkan pengetahuan. Kata kunci: anemia; telenursing; pengetahuan; pendidikan kesehatan
EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT TERHADAP PENGURANGAN NYERI PUNGGUNG BAGIAN BAWAH Tazkhiatun Nufush MS; Karwati Karwati; Widya Putriastuti; Damai Yanti
Health Idea Vol 3, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3303

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan menyeluruh dan berkelanjutan yang mencakup masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Masa kehamilan, khususnya trimester III, sering disertai keluhan nyeri punggung bagian bawah akibat perubahan postur tubuh, pertambahan berat badan, dan perubahan hormonal. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di PMB "T" Kota Bandung, nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan terbanyak yang dialami ibu hamil. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah kompres hangat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kompres hangat terhadap pengurangan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus terhadap Ny. "E" G1P0A0 usia kehamilan 37 minggu yang mengalami nyeri punggung bawah. Intervensi dilakukan dengan pemberian kompres hangat kering secara rutin selama 15 menit, dengan frekuensi 3 kali per hari. Hasil pengukuran nyeri dengan faces rating scale menunjukkan penurunan skala nyeri secara signifikan dari skala 4 menjadi skala 1 setelah intervensi. Selain itu, proses persalinan berjalan normal, masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, bayi lahir sehat dan ibu memilih kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode KB. Simpulan dari studi kasus ini adalah kompres hangat efektif dalam mengurangi nyeri punggung bagian bawah pada ibu hamil trimester III. Diharapkan intervensi ini dapat menjadi pilihan penanganan nonfarmakologis yang mudah, aman, dan nyaman bagi ibu hamil yang mengalami sakit punggung bagian bawah. Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, Nyeri Punggung Bawah, Kompres Hangat Kering, Ibu Hamil
Penerapan Kompres Hangat Guna Menurunkan Intensitas Nyeri Pinggang Dengan Pemanfaatan Video Pembelajaran Kompres Air Hangat Risa Septiani; Karwati Karwati
Health Idea Vol 2, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2101

Abstract

Selama kehamilan trimester III, seorang perempuan biasanya akan mengalami perubahan yang akan menimbulkan banyak ketidaknyamanan, salah satunya nyeri pinggang. Keluhan ini dapat diatasi dengan pengobatan non farmakologi salah satunya yaitu kompres hangat. Berdasarkan data dari PMB “T” Kota Bandung, dari 30 ibu hamil yang ditemui, 14 orang (46%) mengalami ketidaknyamanan sering buang air kecil dan sebagian besar 16 orang (53%) mengalami sakit pinggang. 16 orang ibu hamil yang mengalami sakit pinggang memiliki kualitas tidur yang kurang dan mengakibatkan aktivitas seharihari ibu terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asuhan kebidanan guna menurunkan intensitas nyeri pinggang ibu hamil trimester III. Metode pada penelitian ini merupakan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Subjek pada asuhan kebidanan ini adalah Ny. “N” G2P1A0 usia kehamilan 36 minggu dengan keluhan ketidaknyamanan sakit pinggang. Penyebab dari sakit pinggang Ny. “N” adalah karena Indeks Masa Tubuh (IMT) yang berlebih/overweight dengan IMT yaitu 25,7. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah diberikan asuhan teknik pengurangan rasa nyeri dengan kompres hangat sehari 3 kali sehari selama ± 15 menit skala nyeri turun dari 3 ke 1. Dapat disimpulkan bahwa studi kasus asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “N” berjalan dengan normal dan efektif untuk mengatasi ketidaknyamanan yang dialami. asuhan kebidanan komprehensif ini diharapkan dapat diaplikasikan untuk meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi pada masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas sampai pelayanan kontrasepsi.
Pengaruh Peer Education terhadap Pengetahuan Remaja dalam Pencegahan HIV/AIDS di SMA Mitra Dharma Cililin Ismi Zulfa Ukhtina; Wulan Novika Ambarsari; Karwati Karwati
Health Idea Vol 3, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3304

Abstract

ABSTRACT English Peer education is educational education carried out by teenagers, by teenagers, and for teenagers which is carried out openly to express their problems with friends their age. HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a virus that attacks T lymphocyte cells and produces the immune system so that the body's immunity is damaged and susceptible to infectious factors. Meanwhile, AIDS (Aquired Immunoeficiency Syndrome) is a disease caused by the HIV virus in which several signs of disease appear which are caused by infection with various types of microorganisms such as bacterial, viral and fungal infections. The aim of this research was to determine the effect of peer education on teenagers' knowledge in preventing HIV/AIDS at SMA Mitradharma Cililin. This research method uses a quantitative research design using a pre-experimental design method with one group pretest posttest type. The research population was all 79 grade 11 students, and the sample size was 51 respondents. The results of this study were analyzed using the Marginal Homogeneity test, showing that there was an influence of peer education on adolescent knowledge in preventing HIV/AIDS at Mitradharma Cililin High School, with a P value (0.000) < a 0.05. The conclusion of this research is that there is an influence of peer education on teenagers' knowledge in preventing HIV/AIDS. The suggestion in this research is that it can be used as a routine health education program regarding HIV/AIDS. ABSTRAK IndonesiaPeer education (pendidik sebaya) merupakan edukasi pendidikan yang dilakukan dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja yang dilakukan secara terbuka untuk mengungkapkan permasalahannya dengan teman teman seusianya. HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sel limfosit T dan melemahkan system kekebalan tubuh sehingga kekebalan tubuh rusak dan rentan terhadap factor infeksi. Sedangkan AIDS (Aquired Immunoeficiency Syndrome) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang dimana munculnya beberapa tanda gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi berbagai jenis mikroorganisme seperti, infeksi bakteri, virus, jamur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peer education terhadap pengetahuan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS di SMA Mitradharma Cililin. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif menggunakan metode pre-experimental desain dengan tipe one group pretest posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 11 sebanyak 79 siswa, dan jumlah sampel yaitu sebanyak 51 responden. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji Marginal Homogeneity menunjukkan terdapat pengaruh peer education terhadap pengetahuan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS di SMA Mitradharma Cililin, dengan nilai P (0.000) < a 0,05. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh peer education terhadap pengetahuan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS. Saran dalam penelitian ini yaitu dapat dijadikan salah satu program pendidikan kesehatan secara rutin mengenai HIV/AIDS. 
GAMBARAN TINDAKAN AWAL REMAJA PUTRI TERHADAP JENIS PELECEHAN SEKSUAL Dini Auliya Azfariska; Selvia Selvia; Karwati Karwati
Health Idea Vol 1, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1301

Abstract

Remaja adalah mereka yang mengalami masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, yaitu antara usia 12 hingga usia 20 tahun. Pelecehan seksual terhadap remaja putri mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dijumpai kasus-kasus pelecehan remaja putri seperti pelecehan gender, perilaku menggoda, penyuapan seksual, pemaksaan seksual, sentuh bagian tubuh dengan sengaja ataupun tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tindakan awal remaja putri terhadap pelecehan seksual  di SMA wilayah kelurahan Leuwigajah. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif. Sampel penelitian yaitu remaja putri pada bulan Mei 2023 sebanyak 83 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan metode stratified random sampling. Hasil jenis pelecehan seksual: pelecehan gender sebanyak 35 orang (42,2%), pelecehan perilaku menggoda 16 orang (19,3%), pelecehan penyuapan seksual 12 orang (14,5%), pelecehan pemaksaan seksual 1 orang (1,2%), pelecehan sentuh bagian tubuh 19 orang (22,9%). Tindakan awal yang dilakukan: diam saja sebanyak 24 orang (28,9%), melaporkan pada keluarga/teman/orang terdekat sebanyak 32 orang (38,6%), melaporkan pada guru sebanyak 5 orang (6,0%), melaporkan pada pihak berwajib/polisi sebanyak 9 orang (10,8%), melawan 13 orang (15,7%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa jenis pelecehan terbanyak yang dialami remaja putri yaitu pelecehan gender sebanyak 35 orang (42,2%) dan tindakan awal yang dilakukan remaja putri adalah melaporkan pada keluarga/teman/orang terdekat sebanyak 32 orang (38,6%). Pemberian informasi langsung kepada remaja putri akan sangat mempengaruhi pengetahuan dan sikap mereka dalam mencegah pelecehan seksual terhadap dirinya.
Pengaruh Pemberian Terapi Komplementer Air Rebusan Daun Binahong Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Finda Putri Wulandari; Moch Ari Fardiansyah; Karwati Karwati
Health Idea Vol 2, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2302

Abstract

ABSTRACT Increased blood pressure is one manifestation of the generation of cardiovascular organs in the elderly. Hypertension sufferers must control blood pressure non-pharmacologically by drinking decoction water from binahong leaves. Binahong leaves are useful for preventing narrowing of blood vessels and reducing high blood pressure. The aim of this study is to determine the effect of providing complementary therapy with decoction water from binahong leaves on reducing blood pressure in the elderly at the Cibeureum health center working area. This study method is a quasi-experiment with a two group pre-test and post-test with control group design. The sample studied was 30 respondents using purposive sampling technique. The results of this study show that there is an effect of giving decoction water from binahong leaves on reducing blood pressure in the elderly in Cibeureum subdistrict from 15 respondents for the systolic variable with a p-value of 0.000 and for the diastolic variable, the value was 0.002. The systolic and diastolic variables, the p-value is < α (0.05). In conclusion, it can be concluded that there is an effect of providing complementary therapy with decoction water from binahong leaves on reducing blood pressure significantly in the target area Cibeureum public health center.  Keywords: hypertension; elderly; decoction of binahong leavesABSTRAK Peningkatan tekanan darah merupakan salah satu manifestasi dari generasi organ kardiovaskular pada lansia. Penderita hipertensi harus mengendalikan tekanan darah secara non-farmakologi dengan meminum air rebusan daun binahong. Daun binahong bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi komplementer air rebusan daun binahong terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja puskesmas cibeureum. Metode penelitian ini adalah quasi-eksperiment dengan rancangan two group pre and post with control group design. Sampel yang diteliti sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh pemberian air rebusan daun binahong terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja puskesmas Cibeureum dari 15 responden pada variabel sistolik nilai p 0,000 dan pada variabel diastolik diperoleh nilai 0,002. Pada variabel sistolik maupun diastolik nilai p < α (0,05). Kesimpulan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian terapi komplementer air rebusan daun binahong terhadap penurunan tekanan darah secara signifikan di wilayah puskesmas Cibeureum. Kata kunci: hipertensi; lansia; rebusan daun binahong
Efektivitas Pemberian Sari Kacang Hijau Dalam Pelayanan Home Care Postpartum Terhadap Kualitas Asi (Air Susu Ibu) Kistina Sinaga; Wulan Novika Ambarsari; Karwati Karwati
Health Idea Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3102

Abstract

ABSTRACT The impact  when breast milk  not given to infant is nutrient deficiencies. The Diseases caused by poor nutrition include stunting (23%), pneumonia (20%), and diarrhea (15%). Various initiatives, including exclusive breastfeeding from 0-6 months, have been implemented to reduce Infant Mortality Rate (IMR). According to DINKES West Java Province reported 349,968 infant  aged 0–6 months out of 754,438 infant aged 0–6 months (46.4%) who were given exclusive breast milk. This coverage is still far below the national target of 80%. Prevention of malnutrition, stunting and diarrhea in toddlers is one of the benefits of exclusive breastfeeding. The aim of this study is to find out that there is an effect of giving green bean juice in Postpartum Home Care services on the quality of breast milk. This study method uses a Quasi-Experimental study plan (Quasy-Experimental). The sample used was 14 respondents. One group pre-test-post-test study design. The pre-test results show that the average quality of breast milk is 2.57 (Mean). The post-test results showed that the average quality of breast milk was 4.2. Data analysis using the Dependent simple T-Test statistical test, obtained a p-value of 0.004 < α = (0.05). The Simple T-Test (Paired Samples Test) obtained a p-value (0.004) α (0.05). The conclusion of this study there is an influence of giving green bean juice on the quality of breast milk the target area at Leuwigajah Public Health Center.Keywords: green bean juice; homecare; breast milk ABSTRAK  Dampak yang timbul ketika tidak diberikannya ASI pada bayi yaitu kekurangan nutrisi dan gizi. Penyakit yang disebabkan oleh gizi buruk antara lain stunting (23%), pneumonia (20%), dan diare (15%). Berbagai inisiatif, pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan, telah dilaksanakan untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). DINKES Provinsi Jawa Barat melaporkan 349.968 bayi usia 0–6 bulan dari 754.438 bayi usia 0–6 bulan (46,4%) diberikan ASI eksklusif. Cakupan ini masih jauh di bawah target nasional sebesar 80%. Pencegahan gizi buruk, stunting, dan diare pada balita merupakan salah satu manfaat pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari pemberian sari kacang hijau dalam pelayanan Home Care Postpartum Terhadap Kualitas ASI (Air Susu Ibu). Metode Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (Quasy-Experimental). Sampel yang digunakan adalah sebanyak 14 responden. Desain penelitian one group pre-test-post-test Design. Hasil pre-test menunjukkan  rata-rata kualitas ASI nya yaitu 2.57 (Mean) . Hasil post-test menunjukkan  rata-rata kualitas ASI nya yaitu 4.2. Analisa Data menggunakan uji statistic Dependent  simple T-Test, diperoleh nilai p-value 0,004 < α = (0,05). Simple T-Test (Paired samples Test) diperoleh nilai p (0,004) α (0,05). Kesimpulannya terdapat pengaruh dari Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Kualitas ASI (Air Susu Ibu) Di Wilayah Binaan Rw 09 Puskesmas Leuwigajah.Kata kunci: sari kacang hijau; homecare; air susu ibu (asi)