Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Manajemen Analisis Beban Kerja Ahli Teknologi Laboratorium Medis di Puskesmas Kota Denpasar I Made Wira Sutha; Anak Agung Ayu Eka Cahyani; Ni Luh Gede Puspita Yanti; I Dewa Agung Ketut Sudarsana
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10384

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memainkan peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki fungsi vital dalam mendukung proses diagnostik. Beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan dan menurunkan mutu pelayanan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian beban kerja dengan jumlah tenaga ATLM di Puskesmas Kota Denpasar menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan total sampling terhadap 24 ATLM di 11 Puskesmas. Data dikumpulkan melalui kuesioner WISN dan dokumentasi aktivitas kerja, lalu dianalisis menggunakan perhitungan beban kerja nyata dan waktu kerja efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,8% Puskesmas mengalami kekurangan tenaga ATLM. Rata-rata beban kerja tahunan melebihi waktu kerja efektif (5.571 jam vs. 1.752 jam). Total kekurangan tenaga ATLM mencapai 11 orang. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar Puskesmas di Kota Denpasar belum memiliki jumlah tenaga ATLM yang sesuai dengan beban kerja aktual.
GAMBARAN DIAGNOSIS PASIEN PRA-HEMODIALISA DI RSUD WANGAYA TAHUN 2020-2021 Anak Agung Ayu Eka Cahyani; Didik Prasetya; Moh Fairuz Abadi; Diah Prihatiningsih
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 1: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i1.1819

Abstract

Penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK) adalah penyakit kardiovaskuler. Faktor utama penyebab kejadian kardiovaskuler pada pasien PGK adalah hipertensi. Penyebab tersering kedua pada gagal ginjal kronis adalah diabetes melitus (23%). Penanganan PGK dapat dilakukan dengan metode Hemodialisa atau cuci darah. Hemodialisis adalah proses pembersihan darah dengan mengumpulkan limbah. Pada penderita gagal ginjal kronik, hemodialisis dapat mencegah kematian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran diagnosis penyakit pada pasien yang akan melakukan hemodialisis di RSUD Wangaya tahun 2020-2021. Penelitian telah disetujui oleh Komite Etik Penelitian RSUD Wangaya Nomor 029/III.4/KEP/RSW/2022. Penelitian merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan data sekunder. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 116 pasien yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil dari dari 116 pasien diketahui diagnosa Diabetes Mellitus (DM) sebanyak 23 pasien (19,8%), Hipertensi sebanyak 19 pasien (16,4%), pielo nefritis kronis (PNC) sebanyak 18 pasien (15,5%), acquired cystic kidney disease (ACKD) sebanyak 17 pasien (14,7%), anemia sebanyak 14 (12,1%), DM+Hipertensi 12 pasien (10,3%), Acute kidney injury (AKI) sebanyak 7 pasien (6,0%), dengan diagnosa DM+PNC 3 pasien (2,6%) dan hyperkalemia 3 (2,6%). Penelitian diharapkan dapat membantu diagnosa lanjutan dari pasien yang telah menjalani hemodialisa