Ali Iskandar
Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Tarumanagara

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL EKSPERIMEN DAN MODIFIKASI ALAT PENGUJIAN SEISMIK DENGAN HASIL KORELASI DATA N-SPT DAN CPT Gebby Pandu; Ali Iskandar; Sunarjo Leman
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6179

Abstract

Dengan letak Indonesia yang strategis secara geografis dan geologis, tanah di Indonesia memiliki potensi gempa yang berbeda-beda di setiap wilayahnya. Keadaan tersebut perlu diantisipasi agar dapat mencegah kerusakan fatal ataupun hal-hal yang tidak diinginkan akibat gempa bumi, sehingga perlu diketahui karakteristik tiap lapisan tanah di masing-masing titik pada lokasi tersebut. Salah satunya adalah dengan mengetahui cepat rambat gelombang geser yang didapatkan dari pengujian seismik. Pengujian seismik yang dilakukan pada penelitian ini ada Downhole Seismic, Crosshole Seismic, dan juga modifikasi alat P-S Suspension dengan kedalaman borehole 30 meter dan interval pengujian 1 meter. Demi kelancaran penelitian ini, ketiga pengujian tersebut dibantu dengan alat-alat pengujian dari Olson Instruments dan juga software Wingeo dan Microsoft Excel. Adapun lokasi pengujian yang bertempatkan di Kantor PT. Tarumanegara Bumiyasa. Setelah dilakukan pengolahan data, analisis, dan perbandingan hasil dari ketiga pengujian terhadap hasil berdasarkan data N-SPT dan Sondir dari rumus empiris, didapatkan bahwa pengujian Crosshole Seismic yang paling sesuai dan akurat untuk menentukan hasil cepat rambat gelombang geser. Sedangkan, modifikasi alat P-S Suspension belum dapat digunakan untuk pengujian ini berdasarkan hasil yang ditunjukkan melenceng jauh, khususnya pada kedalaman yang mendekati permukaan. Namun dapat dikembangkan lagi untuk penelitian selanjutnya dengan rancangan yang lebih baik, penambahan uji dengan arah piston yang mengarah ke geofon, dan juga lokasi yang lebih sunyi untuk mengetahui lebih maksimal apakah modifikasi alat P-S Suspension layak untuk digunakan atau tidak.
ANALISIS DEFORMASI DINDING BASEMENT PADA SALAH SATU PROYEK DI SUDIRMAN MENGGUNAKAN METODE BACK ANALYSIS DARI HASIL MONITORING Frando Wadino; Gregorius Sandjaja Sentosa; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 1, Agustus 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i1.2264

Abstract

Semakin sedikitnya lahan kosong dan pembangunan yang terus dilakukan membuat orientasi pembangunan bukan dilakukan secara horizontal lagi melainkan secara vertikal. Pembangunan vertikal ini tidak hanya dilakukan ke arah atas melainkan juga ke bawah dengan membangun basement menggunakan sistem galian dalam. Pada salah satu proyek di Sudirman, Jakarta, dilakukan pembangunan basement dengan kedalaman 23 meter dan menggunakan dinding penahan tanah jenis diaphragm wall dengan kedalaman 38 meter. Sebelum dilakukan pembangunan terlebih dahulu dilakukan analisis mengenai deformasi dinding yang akan terjadi. Namun hasil analisis desain menunjukkan nilai yang berbeda jauh dengan hasil pengamatan di lapangan saat galian mencapai dasarnya. Pada skripsi ini akan dilakukan analisis menggunakan Plaxis 2D untuk menemukan penyebab perbedaan ini dengan mempelajari pengaruh unloading dan reloading serta pengaruh pemasangan pondasi terhadap kekakuan tanah yang menyebabkan deformasi dinding penahan tanah menjadi lebih kecil daripada hasil analisis desain. Setelah dilakukan analisis akan diketahui besarnya pengaruh unloading dan reloading adalah sebesar 47,9452% serta pengaruh pemasangan pondasi adalah 52,0548% terhadap kesesuaian deformasi yang terjadi pada dinding penahan tanah.
ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG BOR AKSIAL, LATERAL, DAN PENURUNAN PADA TANAH CLAY SHALE DI SENTUL, BOGOR Steven Long; Ali Iskandar; Sunarjo Leman
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5816

Abstract

Pembangunan yang dilakukan di atas tanah dasar lempung serpih memiliki perlakuan khusus yang tak dapat disamakan pada tanah umumnya, karena tanah ini dapat kehilangan daya dukung secara mendadak bila tanah terekspose oleh udara dan air yang dapat membuat bangunan rusak. Terlebih jika di daerah Sentul manakala merupakan wilayah berkembang nan pesat namun memiliki tanah dasar lempung serpih. Maka, diperlukan perencanaan daya dukung,dan penurunan serta pelaksanaan konstruksi yang tepat guna mendukung beban struktur tetap aman. Perencanaan daya dukung ini akan ditinjau pada salah satu proyek yang menggunakan kelompok tiang bor yang terletak di Sentul, Bogor. Pada perencanaan ini dibantu program Shaft, Lpile, Group, dan Settle3D. Daya dukung tiang akan tereduksi berkisar 50% dari perhitungan normalnya ini disebabkan oleh karakter tanah lempung serpih yang mudah kehilangan daya dukungnya. Maka dalam analisanya harus memperhatikan pengaruh strength reduction, dalam hal ini kuat geser tak teralir menjadi 135 KPa menghasilkan daya dukung izin 710 KN untuk tiang D80 dan 950KN D100 sehingga menggunakan 258 tiang bor guna mendukung beban, sehingga defleksi saat siklik menjadi 3 mm, dan penurunan  berkisar 45 mm.
STUDI KEGAGALAN PADA TIANG BOR TERINSTRUMENTASI PADA PROYEK DI KAWASAN SUDIRMAN Nurdiyanto Surya Graha Putra; Sunarjo Leman; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6184

Abstract

Fondasi merupakan suatu bagian struktur yang sangat penting dan krusial dalam suatu bangunan konstruksi. Dalam perencanaannya fondasi tiang bor harus memenuhi dua kriteria yang sangat penting, yaitu penurunan dan daya dukung tanah. Suatu tiang bor dapat dipasang suatu instrumen untuk mengetahui regangan atau strain yang terjadi pada saat tiang dibebani dimana regangan atau strain yang dihasilkan dapat menghasilkan nilai gaya beban atau daya dukung yang dapat dibandingkan dengan perhitungan daya dukung secara teoritis. Jenis instrumen yang biasa dipakai adalah VWSG dan Tell Tale Extensometer, yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah VWSG yang merupakan suatu instrumen yang berguna untuk mengetahui distribusi beban dan perilaku tiang pada saat tiang dibebani. Peran polimer sangat penting dalam pelaksanaan pembuatan fondasi tiang bor, karena berguna untuk menstabilisasikan lereng agar tidak longsor. Kegagalan tiang fondasi terkadang masih dapat ditemui dalam suatu konstruksi gedung, peninjauan yang dapat dilakukan untuk menganalisis kegagalan yang terjadi yaitu dengan meninjau kondisi parameter tanah pada lokasi proyek tersebut, memodelkan kondisi tiang dengan  melihat perilaku interface antara tanah dengan polimer dan dengan beton dengan tiga beban normal yang berbeda berdasarkan percobaan praktikum direct shear test, dan menguji integritas tiang tersebut. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapat suatu kesimpulan mengenai penyebab kegagalan tiang yang ditinjau.
PERBANDINGAN EFISIENSI LATERAL FREE DAN FIXED HEAD MENGGUNAKAN ELEMEN HINGGA PADA GALIAN TANAH KOHESIF DAN NON-KOHESIF Arya Arya; Inda Sumarli; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.11055

Abstract

ABSTRACTFoundation is the important way for designing upper structure or below structure. Designing foundation is a must, especially for the complicated structure. There are so many things to be focused on sturdy foundation. One of those design steps is designing foundation with lateral loading. Lateral loadings are so many different variances of it, depends on the location of installation. Then, we can identify the efficiency of individual pile on group pile cause of lateral loadings. The efficiency of pile can be analysed by Finite Element metho, which is the foundation is located on the real condition of loading and soils between the pile. And then, Finite Element is supposed to identify the foundation with free-headed pile or fixed-headed pile on cohesive or cohesionless soils. ABSTRAKFondasi merupakan hal penting bagi struktur atas maupun struktur bawah. Perencanaan fondasi sendiri sangat dibutuhkan, apalagi untuk membuat struktur yang rumit, diperlukan fondasi yang kuat. Banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan untuk bisa merancang fondasi yang kokoh. Salah satunya dengan perancangan pembebanan akibat beban lateral. Beban lateral sendiri dapat bermacam-macam bentuknya, bergantung pada pondasi tersebut dipasang di daerah yang seperti apa. Efisiensi lateral tiang yang umum digunakan, didapatkan dari eksperimen di lapangan, dimana kondisi kepala tiang adalah pada kondisi free-head. Hal ini bertujuan juga untuk melihat kinerja fondasi tersebut apabila dalam kondisi Free Head, maupun Fixed Head dengan tanah kohesif dan non-kohesif.
ANALISIS DINDING DIAFRAGMA DENGAN PENGHILANGAN RINGSLAB SECARA EFEKTIF PADA KONSTRUKSI BASEMENT Timotius Hazel; Sunarjo Leman; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6182

Abstract

Basement merupakan struktur bawah tanah yang dapat berfungsi sebagai tempat parkir dan ruangan. Dalam pengerjaannya, dibutuhkan galian dalam pada tanah yang dapat menyebabkan perubahan tegangan, regangan serta deformasi pada tanah. Pada analisis ini akan mengambil studi kasus galian dalam pada proyek pembangunan basement di kawasan bendungan hilir. Metode konstruksi yang digunakan adalah metode top down. Dinding diafragma dengan tebal 1 meter dan panjang 55 meter dikonstruksikan pada galian. Jumlah basement yang direncanakan pada pembangunan ini ada 7 lantai basement. Untuk mempercepat proses penggalian, maka pengerjaan slab yang berfungsi sebagai strut tidak dilakukan pada tiap selesai penggalian, tetapi ada lantai yang pengerjaan slabnya dihilangkan sementara, yang dikerjakan pada akhir penggalian sehingga proses galian akan lebih cepat diselesaikan. Oleh karena itu, analisis ini akan berfokus pada perhitungan deformasi dinding diafragma, momen yang terjadi serta gaya-gaya pada slab/strut. Analisis ini akan dibantu dengan program elemen hingga (2D) dengan pemodelan kegagalan tanah mohr-colomb dan dicoba pada kondisi drained dan undrained.
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DAN PENURUNAN PADA AREAL REKLAMASI YANG BERLOKASI DI JAKARTA UTARA Ervito Linverando; Gregorius Sandjaja Sentosa; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20291

Abstract

North Jakarta is an area of DKI Jakarta which borders the Java Sea, making it a coastal city. Due to this, the DKI Jakarta government made a reclamation project to tidy up the coastal area of North Jakarta so that it becomes more organized as a tourist spot for the public. However, there is a general problem in the area resulting from the reclamation project, namely land subsidence due to embankment. The embankment in the reclamation area has the potential to experience liquefaction because the embankment is saturated with a high groundwater level and the quality of the embankment material is not good. Therefore, soil improvement was carried out using the vibroflotation method based on SNI 8460:2017 to overcome liquefaction in the area under review. Based on the results of the analysis carried out, the soil improvement carried out succeeded in minimizing the potential for liquefaction that occurred in the area. Abstrak Jakarta Utara merupakan wilayah DKI Jakarta yang berbatasan dengan laut jawa sehingga menjadikannya kota pantai. Dikarenakan hal tersebut, pemerintah DKI Jakarta membuat proyek reklamasi untuk merapikan wilayah pantai Jakarta Utara agar menjadi lebih tertata sebagai tempat wisata bagi publik. Tetapi terdapat permasalahan umum pada wilayah hasil proyek reklamasi tersebut yakni penurunan tanah akibat timbunan. Timbunan pada wilayah reklamasi tersebut berpotensi mengalami likuifaksi karena timbunan bersifat jenuh dengan muka air tanah yang tinggi dan kualitas material timbunan yang kurang baik. Oleh karena itu dilakukan perbaikan tanah dengan metode vibroflotation berdasarkan SNI 8460:2017 untuk mengatasi likuifaksi pada areal yang ditinjau. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, perbaikan tanah yang dilakukan berhasil meminimalkan potensi likuifaksi yang terjadi pada areal tersebut.
PEMODELAN PARAMETER VIBRATION MONITORING TEST BERDASARKAN HASIL ITERASI NILAI RASIO REDAMAN (ξ) Veronica Chandra; Aniek Prihatiningsih; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i2.21991

Abstract

The driven pile foundation is a foundation structure that not only withstands static loads but also dynamic loads due to vibrations generated during the pile driving process. It’s not impossible that the vibrations can cause damage to both the foundation structure itself and the surrounding building structures. Therefore, in this study dynamic soil modeling was carried out based on the dynamic parameters from the finite element back analysis of the Vibration Monitoring Test (VMT) which was measured using a geophone placed at a distance of 80 m from the vibration source originating from the foundation pile driving activity. The VMT parameter that was used was acceleration ay = 0,025 m/s2. The VMT parameter is modeled using a 2D finite element application and the dynamic parameter is obtained in the form of a damping ratio of 0,22 % with a percentage difference of 0,66 %. From the dynamic parameters that have been obtained, further research can be made by modeling the structure of the dynamic soil and analyzing the damage it causes. Abstrak Fondasi tiang pancang merupakan struktur fondasi yang tidak hanya menahan beban statis melainkan juga beban dinamik akibat getaran yang ditimbulkan ketika proses pemancangan tiang. Bukan hal yang tidak mungkin getaran tersebut dapat menyebabkan kerusakkan baik pada struktur fondasi itu sendiri maupun bagi struktur bangunan yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pemodelan tanah dinamik berdasarkan parameter dinamik dari back analysis finite element Vibration Monitoring Test (VMT) yang diukur menggunakan alat geophone yang diletakkan pada titik dan jarak 80 m dari sumber getaran yang berasal dari aktivitas pemancangan tiang fondasi dengan parameter VMT yang digunakan adalah percepatan ay = 0,025 m/s2. Parameter VMT tersebut dimodelkan menggunakan aplikasi elemen hingga 2D dan diperoleh parameter dinamik berupa rasio redaman sebesar 0,22 % dengan persentase perbedaan sebesar 0,66 %. Dari parameter dinamik yang telah diperoleh, dapat dibuat penelitian lanjutan dengan memodelkan struktur pada tanah dinamik tersebut dan dianalisis dampak kerusakan yang ditimbulkannya.