Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

STUDI PERANCANGAN SISTEM PLTS ON-GRID PADA KAWASAN PLTD SETAJAM Nur Hidayat, Sonny; Widihastuti, Ida
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia semakin menjadi fokus utama dalam rangka memenuhi ketahanan energi nasional. Perancangan sistem PLTS yang terhubung secara On-grid dengan sistem PLTD, memiliki kelebihan tidak perlu adanya penambahan baterai pada sistem PLTS. Salah satu upaya untuk mewujudkan transformasi menuju penggunaan energi ramah lingkungan, PLN ULP Dabo Singkep mencanangkan penggunaan sistem PLTS on grid sebagai supplay pendukung PLTD untuk menggurangi emisi gas karbon. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah perencanaan melalui aplikasi Homer Pro, software ini mampu melakukan perhitungan dan analisis terkait keadaan sumber energi terbarukan suatu daerah, sehingga membantu menganalisis berbagai skenario konfigurasi sistem energi terbarukan dan sistem kelistrikan. Hasil penelitian ini menunjukan kawasan PLTD Setajam optimal dilakukan pemasangan sistem PLTS On-grid, hal ini ditunjukan dengan nilai iradiasi matahari sebesar 4,636 kWh/m2/d. PLTD Setajam memilki beban rata-rata pelanggan 4,024 MW, dengan menggunakan aplikasi Homer Pro didapat konfigurasi sistem terbaik yaitu kombinasi sistem PLTS On-grid dengan PLTD, dimana sistem PLTS berkontribusi untuk mensuplai sistem sebesar 10,9% dengan total produksi listrik tahunan sebesar 198.8520 kWh/tahun, sedangkan sistem PLTD mampu mensuplai sistem sebesar 89,1% dengan total produksi listrik tahunan sebesar 36.082.440 kWh/tahun. Kombinasi PLTS On-grid dengan sistem PLTD menghasilkan biaya operating cost sebesar Rp 17.600.000.000/tahun. The use of new renewable energy in Indonesia is increasingly becoming a major focus in order to meet national energy security. The design of a PLTS system that is connected on-grid to the PLTD system has the advantage of not needing to add batteries to the PLTS system. One of the efforts to realize the transformation towards the use of environmentally friendly energy, PLN ULP Dabo Singkep has launched the use of an on-grid PLTS system as a supporting supply for PLTD to reduce carbon gas emissions. The method used in the research is planning through the Homer Pro application, this software is able to perform calculations and analysis related to the state of renewable energy sources in an area, thus helping to analyze various configuration scenarios of renewable energy systems and electrical systems. The results of this study indicate that the Setajam PLTD area is optimal for the installation of the On-grid PLTS system, this is indicated by the solar irradiation value of 4.636 kWh/m2/d. Setajam PLTD has an average customer load of 4.024 MW, using the Homer Pro application, the best system configuration is a combination of the On-grid PLTS system with PLTD, where the PLTS system contributes to supplying the system by 10.9% with a total annual electricity production of 198,8520 kWh/year, while the PLTD system is able to supply the system by 89.1% with a total annual electricity production of 36,082,440 kWh/year. The combination of On-grid PLTS with the PLTD system results in an operating cost of Rp. 17,600,000,000/year
Analisis Sistem Penangkal Petir Terhadap Gangguang Petir pada Gedung – Gedung Area Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang Dziaulhaq, Rofi; Utomo, Sukarno Budi; Widihastuti, Ida
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ei.6.1.%p

Abstract

Petir merupakan fenomena alam yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada bangunan dan peralatan elektronik. Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, dengan gedung-gedung yang memiliki ketinggian bervariasi dan berada di atas tanah rawa yang lembab, rentan terhadap sambaran petir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem proteksi penangkal petir yang diterapkan di gedung-gedung UNISSULA, meliputi kondisi sistem pembumian, efektivitas penangkal petir jenis konvensional dan elektrostatis, serta perbaikan perencanaan jangkauan area proteksi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar gedung telah memiliki sistem pembumian yang memenuhi standar, namun diperlukan perbaikan dalam perencanaan jangkauan area penangkal petir elektrostatis untuk perlindungan yang optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas sistem proteksi petir di area UNISSULA.
Analisa Perbandingan Efisiensi Konversi Energi antara PV (Photovoltaic) Monocrystalline 50 WP dan Polycrystalline 50 WP Pada Berbagai Intensitas Cahaya Maulana, Muhammad Yusuf; Pramono Jati, Budi; Widihastuti, Ida
CYCLOTRON Vol 7 No 02 (2024): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v7i02.21821

Abstract

Ada 2 jenis photovoltaic (PV) atau panel surya, yaitu jenis monocrystalline dan jenis polycrystalline. Monocrystalline berbahan dasar silikon murni sedangkan polycrystalline berbahan dasar silikon campuran. Permasalahan dalam panel surya adalah perbedaan efisiensi dan karakteristik dalam konversi energi pada intensitas cahaya. Untuk mengetahui perbedaan efisiensi dan karekteristik tersebut maka dilakukan pengukuran produksi energi pada PV monocrystalline 50W dan polycrystalline 50W. Paper ini membahas tentang analisa perbandingan efisiensi konversi energi dari kedua jenis panel surya tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode true experimental research atau pengukuran secara langsung. Pengukuran dilakukan dengan cara memberi beban lampu dan mengukur produksi energi PV monocrystalline 50W dan polycrystalline 50W secara bersamaan dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Tujuanya adalah untuk mendapatkan data waktu, sudut matahari, intensitas cahaya yang dikonversi menjadi irradiasi, tegangan, arus, dan daya produksi konversi energi terhadap pengaruh perubahan intensitas cahaya. Hasil dari penelitian ini adalah pada panel surya jenis polycrystalline saat nilai intensitas cahaya tertinggi sebesar 119260 lux tercatat pada pukul 12.00 WIB dengan niliai irradiasi terhitung 989,86 w/m2 menghasilkan nilai output tertinggi yaitu tegangan sebesar 15,3 V dan arusnya sebesar 1,51 A. Pada panel surya jenis monocrystalline, ketika pada pukul 12.00 WIB tercatat nilai intensitas cahaya tertinggi sebesar 119269 lux dengan nilai irradiasi terhitung 989,93w/m2 menghasilkan nilai output tertinggi yaitu tegangan sebesar 17.2 V dan arusnya sebesar 1.62 A. Hasil perhitungan efisiensi berdasarkan data yang didapatkan adalah panel surya jenis monocrystalline mempunyai efisiensi yang lebih besar dibandingkan dengan polycrystalline, panel surya jenis monocrystalline menghasilkan efisiensi sebesar 8,2 % sedangkan panel surya jenis polycrystalline mengasilkan efisiensi sebesar 7,9 %.
Analisis Pembebanan Trafo Distribusi 200 kVA 20 kV/400 V Wilayah Ronggowarsito dari Penyulang 5 Tambak Lorok Milik PT. PLN (Persero) UP 3 Semarang Iftiar, Yuda; Widihastuti, Ida; Nugroho, Agus Adhi
Aviation Electronics, Information Technology, Telecommunications, Electricals, and Controls (AVITEC) Vol 6, No 2 (2024): August
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/avitec.v6i2.2144

Abstract

Pertumbuhan konsumsi energi listrik mengakibatkan beban pada transformator mengalami peningkatan dan memungkinkan terjadinya kelebihan beban, ketidakseimbangan beban serta potensi rugi daya. Hal ini bisa mengakibatkan kerusakan pada trafo akibat panas yang berlebih, menimbulkan arus netral, mengurangi umur serta keandalan trafo. Agar transformator tetap berfungsi dengan baik, PLN menetapkan standar beban transformator distribusi tidak boleh melebihi 80%. Tujuan penelitian ini untuk mengukur pembebanan transformator distribusi TBL05-34 200 kVA di Ronggowarsito dan menganalisis karakteristik ketidakseimbangan beban yang menimbulkan potensi kerugian daya. Penelitian dimulai dengan mengumpulkan data arus, tegangan, resistansi netral, serta fluktuasi beban subjek trafo di PT. PLN UP3 Semarang. Selanjutnya dilakukan perhitungan pembebanan transformator, ketidakseimbangan beban, dan kerugian daya pada transformator TBL05-34. Hasilnya menunjukkan ketidakseimbangan beban 7,22% saat siang dan 5,59% saat malam. Hal ini masih dikategorikan baik sesuai standar IEEE std 446-1995 berkisar 5% - 20%. Kerugian daya disebabkan arus mengalir melalui netral transformator saat siang 0,877 kW dengan 0,5%, sedangkan malam hari 0,564 kW dengan 0,3%. Pembebanan transformator saat siang masih normal 56,68%, sedangkan malam hari 81,87% merupakan posisi siaga.
Analisa Perhitungan Nilai Kapsitor Bank untuk Perbaikan Faktor Daya pada PT. Karya Toha Putra Lestari, Putri Dwi; Gunawan, Gunawan; Widihastuti, Ida
Elektrika Vol. 12 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.022 KB) | DOI: 10.26623/elektrika.v12i1.2148

Abstract

The use of electricity with large capacity sometimes faces various kinds of problems. These problems include network losses and voltage drops that occur in the channel. Improvement of electric power factor at PT. Karya Toha Putra is expected to improve the quality of electric power. This improvement is also expected to reduce the cost of electricity bills at PT. Karya Toha Putra. To be able to implement improvements in the quality of the electric power, it is necessary to calculate the reactive power compensated. In this case the power factor to be achieved is 0.95. After doing these calculations, the determination of the capacitor value will be used. By doing these stages, it is expected that the installation of capacitor banks can improve the quality of electric power. Bank capacitors are collections of capacitors used to provide reactive power compensation to improve the electrical power factor. From the results of the study showed that the amount of compensation needed to improve the power factor at PT. Karya Toha Putra is 50 kVAR, divided into 5 steps with one step, a capacitor of 10 kVAR.
Evaluasi Utilitas Bangunan Pada GKB UNISSULA Putro, Adhitio Ekatama; Gunawan, Gunawan; Widihastuti, Ida
Elektrika Vol. 12 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/elektrika.v12i2.2321

Abstract

 In the construction of multi-storey buildings, every aspect must be considered in accordance with the rules set out in the Act. Article 7 Paragraph 3 of Law 28/02 states that building construction must meet four aspects, namely safety, health, comfort, and convenience. To support the realization of these aspects, it is necessary to have a building utility. The Joint Lecture Building (GKB) of Sultan Agung Islamic University in Semarang, is a building that has 10 floors and is a busy building because it is used by several faculties, such as the PGSD Faculty, Language Faculty, Communication Faculty, and Nursing Faculty. In the operation of the GKB building, there are several complaints that occur in the GKB such as electricity that often goes out, some rooms have less lighting / dark, queues of elevator users are piling up and visually, the GKB building has the potential of being struck by lightning because it has high above average.Seeing these conditions, the authors conducted a study to evaluate the reliability of buildings based on the utility of the building with methods that have been used in other studies, namely the scoring method that is based on visual inspection and by adding measurement methods, and calculations. From these results found the reliability value of the GKB building on the criterion of health scores got a score of 81, the health and comfort criteria scored 99, the ease criterion scored a score of 98. So the reliability of the GKB building got a score of 92 and was included in the unfit category.
Analisa Rugi-Rugi Daya Dan Jatuh Tegangan Pada Saluran Transmisi 150 kV GI Pati Bay GI Jekulo Menggunakan ETAP 12.6.0 Anggoro, Bayu Andik; Utomo, Sukarno Budi; Widihastuti, Ida
Elektrika Vol. 12 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/elektrika.v12i2.2828

Abstract

In the electric power system, the transmission system is a pathway to transmit electrical energy from the generator to the substation or from the substation to another substation which allows power losses and large voltage drops if the transmission length is relatively far and the overload is very high. affect the reliability of the transmission system. Analysis of power losses and voltage drop on the 150 KV high voltage transmission system at the Pati substation to the Jekulo substation. The analysis was carried out by conducting a survey at the research location then doing manual calculations and calculations using ETAP 12.6.0 software. The research method used was that the researcher collected voltage and current data at 10.00 and 19.00 WIB in one month and the transmission system supporting equipment specifications to be simulated in ETAP 12.6.0 from Pati and Jekulo substations in order to make comparisons between manual calculations and ETAP. 12.6.0.The conclusion of this study is the calculation of power losses manual calculation and simulation of ETAP 12.6.0 has a difference of 2.5% with the value of manual calculation power losses of 685.5 KW and the power losses from The simulation results reached 266.6 KW and the calculation of the presentation of power losses in the transmission line of GI Pati - GI Jekulo reached 6.8% exceeding the service percentage variation limit due to losses according to SPLN No. 72 of 1987 a maximum of 5% at least -10%.
PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA ROOFTOP PENSUPLAI KANDANG AYAM PEDAGING DENGAN SISTEM ON GRID DI DESA TEGALHARJO TRANGKIL PATI Nariyana, Ahmad Firna; Widihastuti, Ida; Nugroho, Dedi
Elektrika Vol. 16 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/elektrika.v16i1.8818

Abstract

ABSTRACTThe public is increasingly interested in the broiler chicken business as a business venture because market demand for broiler chickens is increasing. The aim of this research is to measure the amount of electricity used in the chicken coop and create a daily load schedule for one month, determine the capacity of the solar panels based on the area roof that is currently used, and designing a PLTS system to meet the needs of the chicken coop and creating an electricity loading pattern of 50% PLTS and 50% PLN. The data collection methods used are observation, calculation, literature study and geographical study. The results of this research after carrying out calculations to meet the power requirements needed to supply the electricity needs in the chicken coop are 12.15 kW of the power that will be produced by PLTS using a 405 Wp capacity module with a total of 30 solar panels arranged in series of 5 and parallel. 6 which will produce a maximum array voltage of 210 volts and a maximum current of 57.9 Amperes which will produce a power of 12.15 kW. Solar irradiation in chicken coops in Tegalharjo Trangkil Village varies throughout the year, with the planning design utilizing the lowest solar radiation intensity value in January (4.38 kWh/m2/day) and an average solar radiation intensity of 5.43 kWh/m2/day to guarantee maximum electrical energy output throughout the year.      Keywords: Broiler Coop, PLTS, On Grid ABSTRAKMasyarakat semakin tertarik dengan bisnis ayam broiler ini sebagai sebuah usaha bisnis karena permintaan pasar terhadap ayam broiler yang semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur jumlah listrik yang digunakan di kandang ayam dan buat jadwal beban harian selama satu bulan, menentukan kapasitas panel surya berdasarkan luas atap yang digunakan saat ini, dan merancang sistem PLTS untuk memenuhi kebutuhan kandang ayam dan membuat pola pembebanan listrik yaitu 50%  PLTS dan 50% PLN. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, perhitungan, studi literatur dan studi geografis. Hasil dari penelitian ini setelah melakukan perhitungan untuk mencukupi kebutuhan daya yang diperlukan untuk mensuplai kebutuhan listrik dikandang ayam yaitu sebesar 12,15 kW dari daya yang akan dihasilkan PLTS menggunakan modul berkapasitas 405 Wp dengan jumlah panel surya sebanyak 30 buah yang disusun secara seri 5 dan parallel 6 yang akan menghasilkan tegangan maksimum array yang akan dibangkitkan sebesar 210 volt dan arus maksimum 57,9 Ampere yang akan menghasilkan daya sebesar 12,15 kW. Iradiasi matahari pada kandang ayam di Desa Tegalharjo Trangkil bervariasi sepanjang tahun, dengan rancangan perencanaan memanfaatkan nilai intensitas radiasi matahari terendah bulan Januari (4,38 kWh/m2/hari) dan rata-rata intensitas radiasi matahari sebesar 5,43 kWh/m2/hari untuk menjamin keluaran energi listrik maksimum sepanjang tahun. 
ANALISIS PENAMBAHAN RECLOSER DENGAN SKENARIO PECAH SECTION PADA PENYULANG NGULING ULP GRATI SHOLICHAH, LAILATUS; Widihastuti, Ida
Elektrika Vol. 17 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/elektrika.v17i1.10545

Abstract

The flow of electrical energy has the potential to experience disturbances which are often caused by short circuit currents between phases or phase to ground short circuits. Maintenance improvements by PT PLN (Persero) Grati Customer Service Unit (ULP) need to be carried out by adding tools to inhibit the blackout process. One of the largest distribution of electrical energy at ULP Grati is the Nguling Feeder, with 24 disruptions occurring in 2023-2024. This interference can be reduced by adding a recloser to the Nroll Feeder. Apart from making additions, it is necessary to carry out an analysis of the determination or placement of the recloser on the Nguling Feeder with the aim of detecting disturbance conditions. Several scenarios can be applied to obtain optimal results by taking into account the selling kWh value, SAIDI SAIFI, and the number of blackout areas as an effort to minimize blackout areas. The broken section method can be a fairly accurate calculation in determining the SAIFI SAIDI value and saved selling kWh. The results of the research show that the use of a recloser and determining its configuration is very important to minimize the outage area. Before installing the recloser, the SAIDI percentage was 43% with an index of 20.76, while the SAIFI percentage was 11% with an index of 5.50. After installing the recloser based on the section rupture scenario, the SAIDI SAIFI percentage decreased, namely: SAIDI 36% with an index of 17.24 and SAIFI 10% with an index of 4.97. This shows that the SAIDI SAIFI target as an indicator for measuring the recloser on the Nguling Feeder is appropriate for determining system reliability.   Keywords: Broken Section, Recloser, Penyulang Nguling, SAIDI SAIFI   ABSTRAK Aliran energi listrik memiliki potensi mengalami gangguan yang sering ditimbulkan oleh arus hubung singkat antar fase atau hubung singkat fase ke tanah. Adanya perbaikan pemeliharaan oleh PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Grati perlu dilakukan dengan menambah alat untuk menghambat proses pemadaman. Distribusi energi listrik terbesar pada ULP Grati salah satunya adalah Penyulang Nguling, dengan 24 kali terjadi gangguan pada tahun 2023-2024. Gangguan tersebut dapat dikurangi denngan menambahkan recloser pada Penyulang Nguling. Selain melakukan penambahan, perlu dilakukan analisis penentuan atau peletakan recloser pada Penyulang Nguling dengan tujuan mendeteksi kondisi gangguan. Beberapa skenario dapat diterapkan untuk mendapatkan hasil optimal dengan memperhatikan nilai kWh jual, SAIDI SAIFI, dan jumlah section area padam sebagai updaya meminimalkan area padam. Metode pecah section dapat menjadi salah satu perhitungan yang cukup akurat dalam menentukan nilai SAIDI SAIFI dan kWh jual yang terselamatkan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwasannya penggunaan recloser dan penentuan konfigurasi memang sangat penting untuk meminimalkan area padam. Sebelum pemasangan recloser, persentase SAIDI adalah 43% dengan indeks 20.76, sedangkan persentase SAIFI adalah 11% dengan indeks 5.50. setelah dilakukan pemasangan recloser berdasarkan scenario pecah section, persentase SAIDI SAIFI mengalami penurunan, yakni: SAIDI 36% dengan indeks 17.24 dan SAIFI 10% dengan indeks 4.97. Hal tersebut menunjukkan bahwa target SAIDI SAIFI sebagai indikator pengukuran recloser pada Penyulang Nguling menjadi tepat guna untuk menentukan keandalan sistem.
Analisis Pemanfaatan Automatic Meter Reading Guna Monitoring Pemakaian Listrik Pada Pelanggan Potensial PLN UP3 Balikpapan (Studi Kasus PT. Total Prime Engineering) Wardhani, Alya Dewi Ishma; Widihastuti, Ida
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1159

Abstract

PT. PLN (Persero) UP3 Balikpapan telah mengimplementasikan sistem Automatic Meter Reading (AMR) untuk memonitor pemakaian listrik pada pelanggan potensial. Namun tantangan berupa susut non-teknis masih dihadapi, yang disebabkan oleh anomali pada kWh meter, kesalahan pembacaan manual, maupun pelanggaran pemakaian listrik. Penelitian ini berfokus pada studi kasus di PT. Total Prime Engineering, yang terdeteksi mengalami anomali pemakaian listrik melalui aplikasi AMICON pada Maret 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kesalahan pengukuran pada kWh meter pelanggan yang terintegrasi dengan sistem AMR, membandingkan hasil pengukuran data telemetering dari AMICON dengan kalibrasi langsung menggunakan alat CALMET, dan menghitung potensi kerugian finansial yang belum tertagih akibat ketidak-akuratan pengukuran. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data teknis (pengukuran langsung dengan CALMET) dan data non-teknis (aplikasi AMICON dan EIS). Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaknormalan pada data pemakaian listrik pelanggan antara tanggal 7 hingga 26 Maret 2025. Pengujian langsung dengan CALMET menemukan rata-rata error meter yang signifikan sebesar -19.331%, yang melebihi batas toleransi yang diizinkan. Perhitungan potensi tagihan susulan menunjukkan perbedaan besar antara data AMICON (Rp. 1.720.271) dan data kalibrasi CALMET (Rp. 4.198.689). Hal ini menekankan pentingnya penggunaan teknologi AMR untuk mendapatkan data real-time yang lebih akurat, transparan, dan adil dalam perhitungan tagihan, serta membantu mengurangi kerugian non-teknis bagi PLN. PT. PLN (Persero) UP3 Balikpapan has implemented the Automatic Meter Reading (AMR) system to enhance the monitoring of electricity consumption among priority customers. Nevertheless, the utility continues to encounter significant challenges related to non-technical losses, which are primarily attributed to anomalies in kWh meters, inaccuracies in manual readings, and instances of electricity theft. This research focuses on a case study at PT. Total Prime Engineering, which was detected to experience electricity usage anomalies through the AMICON application in March 2025. This study aims to detect measurement errors in customer kWh meters integrated with the AMR system, compare the results of telemetering data measurements from AMICON with direct calibration using the CALMET tool, and calculate potential uncollected financial losses due to measurement inaccuracies. The methodology used is a case study with the collection of technical data (direct measurements with CALMET) and non-technical data (AMICON and EIS applications). The research results showed abnormalities in customer electricity usage data between March 7 and 26, 2025. Direct testing with CALMET found a significant average meter error of -19.331%, exceeding the permitted tolerance limit. Calculation of potential follow-up bills showed a significant difference between AMICON data (Rp. 1.720.271) and CALMET calibration data (Rp. 4.198.689). This underscores the importance of using AMR technology to obtain more accurate, transparent, and fair real-time data in bill calculations, as well as help reduce non-technical losses for PLN.