Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

Hubungan Penggunaan Panty Liner Terhadap Kejadian Leukorrhea Pada Mahasiswi Universitas Yarsi dan Tinjauannya Dalam Agama Islam Kalila Nisya Ramadhan; dian widiyanti; muhammad arsyad
Junior Medical Journal Vol 1, No 4 (2022)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.947 KB) | DOI: 10.33476/jmj.v1i4.3027

Abstract

Latar Belakang: Leukorrhea adalah sekret putih dan kental yang keluar dari vagina dan rongga uterus. Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan dikarenakan Indonesia memiliki iklim tropis yang hangat dan lembab, sehingga memudahkan pertumbuhan jamur dan mengakibatkan keputihan. Untuk menghindari menempelnya vaginal discharge di pakaian dalam, banyak wanita, terutama dewasa muda, menggunakan panty liner sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan panty liner dengan timbulnya leukorrhea pada dewasa muda. Dalam pandangan Islam cairan keputihan yang keluar dari alat reproduksi wanita merupakan hal yang wajar terjadi pada semua wanita, sehingga dikembalikan ke hukum dasarnya yaitu suci. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data diambil dengan kuesioner yang disebarkan pada 88 responden mahasiswi Universitas Yarsi. Penetapan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan SPSS 26. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 85,2% responden mengganti panty liner 3-6 jam sehari. Sebanyak 84,1% responden mengalami leukorrhea normal. didapatkan sebanyak 82,6% responden mengalami jumlah leukorrhea yang sama dan sebanyak 90,2% responden mengalami jumlah yang berkurang seperti sebelum pemakaian. Frekuensi penggantian panty liner memiliki hubungan dengan jumlah dan jenis leukorrhea. Kesimpulan: Frekuensi penggantian panty liner mempengaruhi jumlah dan jenis leukorrhea. Penggantian panty liner yang baik yaitu 3-6 jam sehari menyebabkan leukorrhea yang timbul adalah leukorrhea normal dengan jumlah yang sama atau berkurang seperti sebelum pemakaian. 
The Effect Of Learning Stress In The Faculty Of Medicine On The Arising Of Acne Vulgaris In Students Of The Faculty Of Medicine YARSI University And Its Review From The Islamic View Neil Author; Dian Widiyanti; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol 1, No 5 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i5.3120

Abstract

Stress is an emotional mental disorder that a person faces because of pressure. Stress is an emotional mental disorder that a person faces because of pressure. Psychosocial stressors can cause physical pain, such as headaches, dizziness, pimples, and so on. The purpose of this research is knowing the effect of stress studying at the Faculty of Medicine with the emergence of acne vulgaris in students of the Faculty of Medicine, YARSI University. The type of research that will be used in this study is the observational analytic method. The population in this study were students of class 2020 and 2021 at the Faculty of Medicine, YARSI University. Determination of the sample to be carried out is by simple random sampling. This study used univariate and bivariate analysis methods. Univariate analysis to describe the characteristics of respondents, the incidence of learning stress and acne vulgaris. The results showed that respondents who experienced academic stress based on the Scale for Assessing Academic Stress questionnaire were 62 students (39.5%). Respondents who suffered from acne vulgaris based on the Global Acne Grading System questionnaire were 133 students in the mild category and 5 students in the moderate category. The results of this study indicate that there is no relationship between stress and the incidence of acne vulgaris in Yasri University Medical Faculty Students Class of 2020-2021. In Islam, everyone will not escape from being given trials by Allah SWT. So in facing trials a Muslim needs to have patience and always think positively.
Hubungan Penggunaan Sabun Pembersih Kewanitaan Terhadap Kejadian Keputihan pada Mahasiswi Universitas Yarsi dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Fatmah Apriani; Dian Widiyanti; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol 1, No 7 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i7.3246

Abstract

Menurut Departemen Kesehatan Indonesia kejadian keputihan banyak dialami oleh para remaja usia produktif, dikarenakan terdapat kebiasaan sejak remaja yang berperilaku buruk dalam menjaga kebersihan organ genetalianya. Kebanyakan wanita menggunakan sabun pembersih kewanitaan untuk memberikan aroma yang wangi, dan juga untuk mencegah terjadinya keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemakaian sabun pembersih kewanitaan dengan kejadian leukorrhea pada mahasiswi Universitas Yarsi dan tinjauannya dalam agama Islam. Dalam agama Islam leukorrhea atau dikenal sebagai ifrazat hukumnya diperdebatkan antara najis dan juga tidak najis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan pada 84 responden mahasiswi Universitas Yarsi. Penetapan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Analisis statistik penelitian ini menggunakan uji chi-square dengan menggunakan SPSS edisi 26. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil 71,4% responden memiliki tingkat pengetahuan mengenai sabun pembersih kewanitaan yang cukup, responden yang tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan setiap bulannya 76,0% mengalami leukorrheafisiologis, 74,1% mahasiswi yang menggunakan sabun pembersih kewanitaan dalam kategori setiap hari mengalami leukorrhea patologis. Setelah menggunakan sabun pembersih kewanitaan dalam kategori sering sebanyak 1-3 kali per bulan dengan leukorrhea yang meningkat berjumlah 70,0%.  Terdapat hubungan antara frekuensi pemakaian sabun pembersih kewanitaan dengan kejadian leukorrhea. Kesimpulan: Frekuensi penggunaan sabun pembersih kewanitaan dapat mempengaruhi jenis dan timbulnya leukorrhea, dimana terdapat resiko timbulnya jenis leukorrheapatologis pada mahasiswi yang sering menggunakan sabun pembersih kewanitaan. Dalam agama Islam menjaga kebersihan merupakan hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan terutama dalam menjaga alat reproduksi wanita.
Tingkat Pengetahuan dan Upaya Pencegahan terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Santriwati Madrasah Tsanawiyah Pesantren X di Bogor dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Nisa, Dhea; Widiyanti, Dian; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i10.4243

Abstract

Penyakit ISPA menjadi salah satu dari tiga diagnosis rawat jalan tertinggi di dunia. Berdasarkan diagnosis oleh tenaga medis (dokter, perawat dan bidan) di Indonesia dalam Riskesdas 2018, provinsi Jawa Barat berada diurutan kedelapan dengan prevalensi ISPA sebesar 4,7%. Angka tersebut menjadikan kejadian ini masalah yang perlu segera diatasi, terutama di daerah dingin seperti Kabupaten Bogor. Faktor lingkungan seperti kepadatan hunian yang tidak sesuai standar dan tingginya tingkat interaksi akan memudahkan pertumbuhan mikroba dan penularan penyakit menular seperti ISPA. Penelitian yang dilakukan oleh Fitrianti dan Muh. Ikbal Arief (2020) membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kepadatan hunian dan pencahayaan terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan atas di Pesantren. Adapun penelitian yang dilakukan ini bersifat analitik dengan desain penelitian secara cross sectional. Pengumpulan sampel menggunakan metode simple random sampling 91 sampel. Selanjutnya analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan metode chi square. Hasil penelitian membuktikan santriwati Madrasah Tsanawiyah yang pernah mengalami ISPA dalam tiga bulan terakhir sebanyak 54,9%, responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 81,3% dan yang melakukan upaya pencegahan dengan baik sebanyak 82,4%. Uji bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian ISPA (p=0,766) maupun upaya pencegahan dengan kejadian ISPA (p=0,908). Dalam Islam, hukum mencari ilmu untuk menambah pengetahuan dan menjaga kesehatan dengan melakukan upaya pencegahan adalah wajib.