Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL FLYWHEEL

KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK TERMODINAMIKA DARI PEMANASAN REFRIGERANT 12 TERHADAP PENGARUH PENDINGINAN Asroni, Mochtar; Widodo, Basuki; Bakti S, Dwi
JURNAL FLYWHEEL Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v6i1.591

Abstract

Pengkondisian udara adalah suatu proses perlakuan udara terhadap suhu untuk mengatur suhu, kelembaban, kebersihan dan pendistribusian secara serentak guna mencapai kondisi nyaman yang dibutuhkan oleh penghuni yang berada didalamnya. Segala upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kerja system pengkondisian udara. Salah satunya adalah apa yang akan dilakukan pada penelitian mesin pengkondisian udara system kompresi uap ini. Mesin pengkondisian udara system kompresi uap digunakan diaplikasikan untuk mesin pedingin ruangan dengan kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator sebagai alat utama penyusunnya dan refrigerant 12 sebagai fluida kerjanya. Kondensor kedua dan pemanas kompor ditambahkan ke dalam system penelitian ini. Kondensor kedua terletak di antara kondensor pertama dan katup ekspansi. Sedangkan kompor berfungsi untuk memanaskan kondensor ke dua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya efek pendinginan jika refrigerat 12 dalam kondensor kedua dipanaskan dengan menggunakkan kompor listrik sebagai sumber panas. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa pemanasan refrigerant 12 pada kondensor kedua dapat meningkatkan tekanan refrigerant meningkat, hal ini berimbas pada temperature keluaran evaporator. Sehingga pemanasan dapat meningkatkan efek pendinginan.
PENGGUNAAN ELEKTRODE E 7016 PADA BAJA AISI 1050 TERHADAP SIFAT MEKANIK DENGAN VARIASI POSISI PENGELASAN SMAW Widodo, Basuki; Eko Purkuncoro, Aladin
JURNAL FLYWHEEL Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v8i1.674

Abstract

Objek penelitian ini adalah baja AISI 1050 silindris yang memiliki sifat mekanis kekerasan 92 HRB, kekuatan tarik (Kgf/mm2) 600 – 800, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pengelasan kampuh V dengan tiga posisi pengelasan yaitu posisi 1G, 2G dan 3G. Untuk mengetahui sifat mekanik maka dilakukan pengujian berupa uji kekerasan uji tarik dan struktur mikro. Pada posisi 3G memiliki nilai kekerasan tertinggi dengan rata-rata daerah las sebesar 87.38 HRB, daerah HAZ nilai kekerasan rata-rata 90.16 HRB dan logam induk nilai kekerasan rata-rata sebesar 84.53 HRB. Sedangkan kekuatan tarik posisi 3G memiliki nilai tarik tertinggi dengan rata-rata yaitu 3G (A) sebesar 54.31 Kgf/mm2, 3G (B) sebesar 42.56 Kgf/mm2 dan 3G (C) sebesar 56.07 Kgf/mm2. Dari hasil kekuatan tarik ini dapat diambil rata-rata kekuatan tariknya adalah 50.98 Kgf/mm2. Struktur mikro posisi 3G terdapat perlit lebih banyak pada posisi 1G karena tingkat kekerasan lebih tinggi dan kekuatan tarik tinggi. Disimpulkan kekerasan yang tertinggi dan mendekati nilai mekanis baja AISI 1050 adalah posisi pengelasan 3G yaitu dengan nilai rata-rata daerah las 87.38 HRB, daerah HAZ 90.16 HRB sedangkan logam induk sebesar 84.53 HRB, dan memiliki nilai Tensile strength tertinggi 50.98 Kgf/mm².
Penggunaan Fraksi Volume Komposit Serat Batang Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) Orientasi Sudut Acak Dengan Matrik Polyester Terhadap Sifat Mekanik Purkuncoro, Aladin Eko; Widodo, Basuki; Subardi, Anang
JURNAL FLYWHEEL Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Flywheel
Publisher : Teknik Mesin S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/flywheel.v9i1.2554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi volume (10%, 20%, 30%, 40%, 50%) komposit serat batang pisang kepok dengan matrik polyester terhadap kekuatan tarik serta kekuatan impak.Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata – rata kekuatan tarik paling optimal terdapat pada fraksi volume serat 10% dan matrik 90% yaitu 51.863 N/mm2 dan nilai regangan 5.754 N/mm2. Sedangkan untuk kekuatan tarik paling rendah pada fraksi volume serat 20% dan matriks 80% yaitu 36.356 N/mm2 dan nilai regangan 7.796%. Komposit yang memiliki energy dan harga impak rata-rata yang tertinggi adalah fraksi volume 50% matrik 50% memiliki tingkat penyerapan dengan nilai rata–rata energi yang diserap 0.8093 Joule dan Harga Impak rata–rata sebesar 0,0101 Joule/mm2, sedangkan yang terendah adalah fraksi volume 20% matrik 80% dengan nilai energi rata–rata 0.4129 Joule dan Harga Impact rata–rata 0,0052 joule/mm2. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penambahan fraksi volume serat berpengaruh pada kekuatan tarik dan kekuatan impak.