Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Biologi

PENGARUH MERKURI KLORIDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HISTOPATOLOGI GINJAL IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS, LINN) Widyaningrum, Trianik; Suharyanti, Tutik
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.192 KB)

Abstract

ABSTRAK Masalah pencemaran lingkungan terutama masalah pencemaran air mendapat perhatian yang besar dari pemerintah, karena air merupakan salah satu unsur penting bagi makhluk hidup. Sejalan dengan meningkatnya industrialisasi, konsentrasi unsur logam berat di dalam perairan juga meningkat, sehingga menjadikan tingkat konsentrasi toksik bagi kehidupan aquatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh merkuri klorida terhadap pertumbuhan dan histopatologi ginjal ikan nila (Oreochromis niloticus, Linn) Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi Merkuri klorida 0,04 ppm; 0,08 ppm; 0,16 ppm; dan 0,32 ppm. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan yang meliputi berat dan panjang ikan nila serta kerusakan organ ginjal ikan nila yang terjadi akibat pengaruh merkuri klorida. Untuk pertumbuhan diamati setiap satu minggu sekali dan untuk kerusakan organ ginjal ikan nila diamati pada minggu ke-6. Data hasil penelitian pertumbuhan di analisis dengan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan dan di analisis dengan anava satu jalan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil, serta kerusakan organ ginjal ikan nila di analisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi merkuri klorida yang berbeda-beda berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila dan dan menyebabkan kerusakan pada organ ginjal ikan nila yaitu nekrosis, atropi dan peradangan. Kata kunci : Merkuri klorida, Pertumbuhan, Histopatologi Ginjal Ikan Nila
PENGARUH DOSIS EKSTRAK AIR KANGKUNG (IPOMOEA REPTANS POIR.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN MENCIT (MUS MUSCULUS) Widyaningrum, Trianik; Andriyani, Annisa
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.559 KB)

Abstract

ABSTRAK   Kangkung merupakan jenis sayuran yang kaya beta karotin dan serat pangan. Kangkung dapat berperan sebagai anti racun (antitoksik), anti radang, peluruh kencing, dan menghentikan pendarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air kangkung (Ipomoea reptans Poir) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin mencit (Mus musculus), serta untuk  mengetahui dosis ektrak air kangkung yang paling berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis ekstrak air kangkung dengan perlakuan yaitu A (1,25% setara dengan dosis 0,125 gram/KgBB), B (2,5%  setara dengan dosis 0,25 gram/KgBB), C (5% setara dengan dosis 0,5 gram/KgBB), D (10% setara dengan dosis 1 gram/KgBB), dan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air kangkung). Perhitungan jumlah jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-20 setelah pemberian ekstrak air kangkung. Untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air kangkung terhadap jumlah eritrosit pada mencit dilakukan analisis regresi, untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air kangkung berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada mencit. Dosis yang paling berpengaruh adalah perlakuan D (dosis ekstrak air kangkung 1 gram/KgBB).   Kata Kunci: Ekstrak air kangkung, Ipomoea reptans Poir, mencit (Mus musculus), jumlah eritrosit, dan kadar hemoglobin