Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI LABORATORIUM LINGKUNGAN: EDUKASI KONSERVASI AIR DAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Nuniek Nizmah Fajriyah Mochtar; Herni Rejeki; Firman Faradisi; Bagus Tata Wijaya
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol. 8 No. 3 (2026): DedikasiMU September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v8i3.12507

Abstract

Pendidikan lingkungan bagi siswa sekolah dasar perlu dikembangkan melalui pendekatan yang tidak hanya menekankan penyampaian informasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami secara langsung proses mengenali dan menangani permasalahan lingkungan di sekitarnya. MI Muhammadiyah Pakumbulan, Buaran, Pekalongan menghadapi permasalahan berupa keterbatasan area resapan air serta pengelolaan sampah organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan siswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman dalam pembuatan dan pemanfaatan lubang resapan biopori (LRB). Kegiatan melibatkan 70 siswa kelas I–VI dan guru dengan menerapkan pendekatan experiential learning melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah, edukasi, demonstrasi, praktik pembuatan biopori, pengisian sampah organik, dan monitoring. Sebanyak 10 LRB dipasang pada lokasi yang ditentukan berdasarkan kondisi lingkungan madrasah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa skor rata-rata pemahaman siswa mengenai fungsi biopori meningkat dari 40 sebelum kegiatan menjadi 85 setelah kegiatan, atau mengalami peningkatan relatif sebesar 112,5%. Siswa juga berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan pengisian sampah organik ke dalam biopori. Monitoring awal menggunakan uji siram menunjukkan bahwa air tampak lebih cepat meresap pada area yang dipasangi LRB, meskipun laju infiltrasi belum dilakukan secara instrumental. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa LRB tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai teknologi sederhana untuk konservasi air dan pengelolaan sampah organik, tetapi juga berpotensi menjadi media pembelajaran lingkungan berbasis pengalaman. Agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara berkelanjutan, pemeliharaan LRB perlu diintegrasikan ke dalam aktivitas rutin siswa dan madrasah sehingga dapat berkembang menjadi laboratorium lingkungan.