I Made Kusuma Wijaya
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan Undiksha

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : GANESHA MEDICINA

HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA USAHA DODOL DESA PENGLATAN Wijaya, I Made Kusuma; Wibowo, IP Adi
Ganesha Medicina Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gm.v4i1.77266

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan pada UMKM dodol karena terdapat berbagai risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan/penyakit pada pekerja sehingga menurunkan produktivitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor lingkungan dan beban kerja terhadap stress pekerja dodol. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di desa Penglatan. Sampel penelitian adalah pekerja dodol di desa Penglatan, sebanyak 60 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket dan observasi. Analisis data menggunakan model analisis regresi logistik ganda yang disajikan dalam grafik dan tabel. Hasil analisis data menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara beban kerja dengan stress kerja pekerja dodol di desa Penglatan. Hasil sebaliknya ditemukan pada lingkungan kerja dimana hasil analisis data menunjukan terdapat hubungan yang secara statistik signifikan antara lingkungan kerja dengan stress kerja pekerja dodol di desa Penglatan. Berdasarkan atas hasil tersebut disarankan kepada pengusaha dan pemerintah secara bersama-sama untuk selalu memperhatikan lingkungan kerja pada UMKM sehingga akan meningkatkan kinerja dan produktivitasnya.
DIABETES MELITUS TIPE 2: FAKTOR RISIKO, DIAGNOSIS, DAN TATALAKSANA Widiasari, Kadek Resa; Wijaya, I Made Kusuma; Suputra, Putu Adi
Ganesha Medicina Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.605 KB) | DOI: 10.23887/gm.v1i2.40006

Abstract

AbstrakDiabetes melitus menggambarkan sekelompok penyakit metabolik yang temuan umumnya adalah kadar glukosa darah yang meningkat. Pada usia 20-79 tahun, terdapat 463 juta atau setara 9,3% orang di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Diabetes melitus tipe 2 ditandai dengan defisiensi insulin relatif yang disebabkan oleh disfungsi sel pankreas dan resistensi insulin. Faktor risiko penyebabnya dibagi menjadi dua yaitu faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi. Gejala klasik diabetes seperti poliuria, polidipsia, polifagia dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Empat tes diagnostik untuk diabetes yaitu pengukuran glukosa plasma puasa, glukosa plasma 2 jam setelah TTGO 75 g, HbA1c, dan glukosa darah acak dengan adanya tanda dan gejala klasik diabetes. Tatalaksana dibagi menjadi dua, yaitu farmakologi dan non farmakologi. Tatalaksana non farmakologis terdiri atas edukasi, nutrisi medis, dan latihan fisik. Terapi farmakologis terdiri atas obat oral dan bentuk suntikan dalam bentu obat anti hiperglikemik dan insulin. Terapi farmakologi dan non farmakologi ini berjalan beriringan. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review dan diharapkan dapat dijadikan acuan kedepan dalam melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan pasien diabetes melitus sehingga prevalensi berkurang dan komplikasi dapat dihindari.   AbstractDiabetes mellitus describes a group of metabolic diseases whose common finding is elevated blood glucose levels. At the age of 20-79 years, there were 463 million or 9.3% of people in the world suffer from diabetes in 2019. Type 2 diabetes mellitus is characterized by relative insulin deficiency caused by pancreatic cell dysfunction and insulin resistance. The risk factors that cause it are divided into two, namely modifiable and non-modifiable risk factors. The classic symptoms of diabetes include polyuria, polydipsia, polyphagia and unexplained weight loss. The four diagnostic tests for diabetes are measurement of fasting plasma glucose, plasma glucose 2 hours after OGTT 75 g, HbA1c, and randomized blood glucose in the presence of classic signs and symptoms of diabetes. Treatment is divided into two, namely pharmacological and non-pharmacological. Non-pharmacological management consists of education, medical nutrition, and physical exercise. Pharmacological therapy consists of oral drugs and injections in the form of anti-hyperglycemic drugs and insulin. Pharmacological and non-pharmacological therapy goes hand in hand. The writing of this article uses the literature review method and is expected to be used as a future reference in carrying out prevention and treatment of diabetes mellitus patients so that prevalence is reduced and complications can be avoided.