Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN AUTISM SPECTRUM DISORDER DENGAN INDEKS PRESTASI AKADEMIK SISWA SLB NEGERI 2 BULELENG TAHUN AJARAN 2023-2024 Wiranjaya, I Wayan Satryadi; Pasek, Made Suadnyani; Wibowo, Adi; Airawata, Chintya Puteri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36679

Abstract

Prevalensi Autism Spectrum Disorder (ASD) terus meningkat secara global. Sekitar 1 dari 68 anak terdiagnosis autisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara derajat keparahan Autism Spectrum Disorder (ASD) dengan indeks prestasi akademik siswa di SLB Negeri 2 Buleleng pada tahun ajaran 2023-2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, penelitian ini melibatkan sejumlah siswa dengan ASD, di mana data mengenai tingkat keparahan ASD dan indeks prestasi akademik dikumpulkan dan dianalisis. Adapun jumlah sampel yang diteliti sebanyak 26 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat keparahan ASD yang tergolong berat (46,15%). Rerata indeks prestasi akademik siswa mencapai 73,90 ± 2,50, yang termasuk dalam kategori "baik." Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara derajat keparahan ASD dengan indeks prestasi akademik, dengan arah hubungan negatif dan kekuatan hubungan lemah (r = -0,413). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi derajat keparahan ASD, semakin rendah indeks prestasi akademik siswa.
Peningkatan Pengetahuan Dan Kesiapan Menarche: Program Pendidikan Kesehatan Di Sd No.1 Canggu, Bali Sulyastini, Ni Komang; armynia subratha, hesteria friska; Wulandari, Made Ririn Sri; Pasek, Made Suadnyani; Pratiwi , Made Dinda
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.628

Abstract

Pendidikan kesehatan tentang menarche sangat penting bagi siswa sekolah dasar, mengingat semakin banyak anak perempuan yang mengalami menstruasi pada usia dini. Kesiapan dalam menghadapi menarche tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga mental dan psikososial. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD No.1 Canggu, Bali, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan siswa menghadapi menarche melalui edukasi kesehatan reproduksi. Kegiatan ini melibatkan 154 siswa kelas 1 hingga 6 dan menggunakan metode penyuluhan interaktif, termasuk penggunaan video animasi dan demonstrasi praktik kebersihan menstruasi.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang menarche sebesar 31,7%, praktik kebersihan menstruasi sebesar 28,8%, dan kesiapan mental menghadapi menarche sebesar 32,2%. Program ini juga berhasil mengurangi stigma terkait menstruasi. Hal ini didukung oleh umpan balik yang diterima dari siswa dan pengamatan dalam interaksi kelompok, yang menunjukkan peningkatan penerimaan dan pemahaman di antara siswa, termasuk siswa laki-laki yang turut berpartisipasi dalam kegiatan edukasi.Kesimpulannya, edukasi kesehatan reproduksi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa menghadapi menarche. Disarankan agar program ini diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah secara berkelanjutan, dengan dukungan orang tua serta pelatihan khusus bagi guru dan tenaga kesehatan. Kata kunci : menarche, kesehatan reproduksi, edukasi, kesiapan mental, siswa sekolah dasar
PELATIHAN PEMBIMBING PROGRAM KERJA LAPANGAN BAGI STAF PUSKESMAS BULELENG II SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN FIELD LAB Putra, Adnyana; Wahyuni, Ni Putu Dewi Sri; Giri, Made Kurnia Widiastuti; Pasek, Made Suadnyani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i2.53605

Abstract

Puskesmas Buleleng II telah menjadi salah satu wahana program kerja lapangan untuk field lab kedokteran pariwisata Prodi Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha. Melalui program pengabdian ini para staf puskesmas dapat dibekali wawasan sebagai pembimbing. Dengan demikan diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap para tenaga kesehatan. Sasaran program ini adalah staf Puskesmas Buleleng II sebanyak 10 orang. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang antara lain: dokter, perawat, bidan, kesehatan masyarakat, farmasi, dan gizi. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan dan pelatihan. Evaluasi dilaksanakan dalam bentuk pretest dan posttest berbentuk tes tulis esai. Pada hasil pretest didapatkan bahwa umumnya peserta lebih terfokus pada aspek disiplin dan tanggung jawab. Pada posttest didapatkan hasil dimana fokus bertambah pada umpan balik yang konstruktif, memasukkan isu-isu terkini di bidang kesehatan, bagaimana bersosialisasi, dan koordinasi antar profesi. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan pengetahuan pada tenaga kesehatan dalam hal membimbing mahasiswa dalam field lab, yaitu perubahan wawasan dari  fokus pada aspek konten dan output mahasiswa menjadi fokus pada aspek kualitas pembimbingan. Disarankan agar pelaksanaan pengabdian yang serupa perlu diberikan pada tenaga kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan yang sama dan juga berperan sebagai pembimbing pada field lab
HUBUNGAN ASUPAN GIZI MAKRONUTRIEN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DI SLB N 2 SINGARAJA Dwijayantari, Si Ayu Dinda; Pasek, Made Suadnyani; Purnomo, Ketut Indra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38558

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) menurut DSM-V ialah kelainan pada perkembangan sistem saraf. Kurangnya komunikasi dan interaksi sosial, perilaku berulang, serta keterbatasan minat ialah pertanda daripada ASD. Anak-anak dengan autism juga sering mengalami masalah sensorik, seperti kesulitan merespons tekstur, bau, atau sentuhan tertentu. Hal tersebut yang menyebabkan anak dengan autsisme sering kali memilii masalah dengan elektivitas makanan, yang berpengaruh pada pola makan mereka, sehingga memengaruhi asupan makanan anak-anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makronutrien dan status gizi pada anak dengan autisme. Penelitian ini menggunakan desian penelitian cross-sectional yang melibatkan 26 orang tua dan anak-anak dengan gangguan spektrum autisme. Asupan makronutrien diukur menggunakan kuesioner SQ-FFQ, sementara status gizi diukur dengan metode antropometri. Uji korelasi Rank Spearman dan uji korelasi Pearson digunakan untuk analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak ASD berjenis kelamin laki-laki, dengan rata-rata status gizi berdasarkan z-score (IMT/U) 2,52, asupan kalori rata-rata 1488,83 kkal, protein 59,22 g, lemak 45,75 g, dan karbohidrat 210,35 g. Terdapat hubungan antara asupan protein dan lemak dengan status gizi pada anak dengan gangguan spektrum autisme (p>0,05), namun tidak ditemukan hubungan antara asupan kalori dan karbohidrat dengan status gizi anak-anak tersebut (p<0,05). Kesimpulannya, terdapat hubungan antara asupan makronutrien (protein dan lemak) dengan status gizi pada anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD) di SLB N 2 Singaraja.
Evidence Mapping of Low Birth Weight and Stunting Association: A Holistic Scoping Review (2022–2024) Ardiyanto, Muhammad Abim Aufarizqi; Setiawan, Komang Hendra; Pasek, Made Suadnyani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i11.62540

Abstract

Stunting and low birth weight (LBW) are significant public health challenges that have a global impact on infant development. It is imperative to comprehend the correlation between LBW defined as a birth weight below 2,500 grams and subsequent stunting in order to develop targeted interventions that enhance the health outcomes of children. The objective of this scoping review was to systematically map and integrate the findings regarding the association between stunting incidence in children under five and LBW, utilizing literature published between 2022 and 2024. We conducted a search of PubMed, Scopus, Google Scholar, and SciSpace from January 2022 to October 2024 in accordance with PRISMA-ScR guidelines. A particular emphasis was placed on Indonesian journals that were ranked Sinta. The criteria were satisfied by twenty-seven studies, which included meta-analyses, systematic reviews, case-control studies, facility base studies, and national surveys. Meta-analytic data indicated that the likelihood of stunting was 2.19-2.42 times higher in children who were underweight 2.19 to 2.42 (95% CI: 1.77-3.15).. National survey analyses from Bangladesh, India, and Zambia confirm this association with adjusted odds ratios between 1.19 and 3.24. Facility-based studies report even stronger associations (OR: 10.9, 95% CI: 5.85-20.30). The relation was consistently supported by Indonesian studies, with odds ratios ranging from 1.76 to 3.95. Integrated interventions addressing maternal nutrition, antenatal care quality, and early childhood nutrition are essential for breaking the cycle of intergenerational malnutrition.
The Relationship Between Stunting and Decrease in Cognitive Ability: A Literature Review Adnyani, I Gusti Ayu Putu Widi; Pasek, Made Suadnyani; Wahyuni, Ni Putu Dewi Sri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11005

Abstract

Chronic nutritional inadequacy causes stunting, which affects children's physical appearance and mental development, particularly in the first 1,000 days of life. This research used narrative synthesis to evaluate literature. Google Scholar was searched for 2020–2025 literature on stunting influence on cognitive development in children. Original research papers (excluding reviews) with a citation count ≥50 and first five pages of search results were considered for inclusion. Nine articles were chosen for final analysis after reviewing titles and abstracts for relevance and eligibility. The synthesis found persistent links between early-life stunting and worse memory, language, numeracy, and literacy scores. These relationships remained substantial after adjusting for environmental and socioeconomic characteristics. Stunting impairs brain development by disrupting neurogenesis, synaptogenesis, and myelination owing to nutritional deficits in early growth. The data confirm that stunting affects long-term intellectual capacity as well as physical development. This review enhances scientific knowledge of neurocognitive pathways influenced by early-life undernutrition and emphasizes the need for early dietary therapies to avoid permanent brain impairment. This study highlights the need for integrated strategies that combine nutritional and cognitive stimulation interventions in child health programs, while also identifying future directions for research on evidence-based early development policies.        
Pengaruh Faktor Rumah Tangga terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia: Tinjauan Sistematis: The Influence of Household Factors on Stunting among Under-Five Children in Indonesia: A Systematic Review Arya Satya Darma, I Gede; Wibowo, I.P. Adi; Setiawan, Komang Hendra; Pasek, Made Suadnyani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9866

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia yang dipengaruhi oleh berbagai determinan di tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai faktor rumah tangga yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Tinjauan literatur sistematis ini disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan pencarian artikel pada PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar periode 2019–2024. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pendidikan orang tua, jumlah anggota keluarga, status ekonomi, praktik ASI eksklusif, sanitasi rumah tangga, dan lokasi tempat tinggal berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Temuan ini menegaskan bahwa stunting pada balita di Indonesia dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam rumah tangga serta pentingnya intervensi pencegahan berbasis keluarga.
Efektivitas Dan Potensi 17-α-Hydroxyprogesterone Caproate (17-OHPC) Intramuskular Dalam Tata Laksana Persalinan Prematur: Sebuah Tinjauan Sistematis Jingga, I Gusti Ayu; Sudarsana, Putu; Pasek, Made Suadnyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21927

Abstract

Kelahiran Prematur merupakan masalah kesehatan yang dirasakan hampir seluruh negara di dunia. Tingginya angka kematian neonatus serta balita sebagian besar disebabkan oleh komplikasi kelahiran prematur. Salah satu terapi farmakologis dalam upaya pencegahan persalinan prematur adalah pemberian progesteron. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menggali informasi terkait efektivitas serta potensi 17-OHPC sebagai agen profilaksis dan tokolisis. Metode yang digunakan adalah penyaringan beberapa artikel jurnal dengan menggunakan panduan PRISMA. Database yang digunakan telah terakreditasi seperti Google Scholar, Science Direct, dan Pubmed. Setelah pengkajian artikel dilakukan, dapat disimpulkan bahwa 17-OHPC berpotensi digunakan sebagai agen profilaksis pilihan untuk kehamilan dengan faktor risiko persalinan prematur serta mampu meningkatkan efektivitas obat tokolisis bila dikombinasikan, khususnya dengan nifedipin. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi landasan pertimbangan penggunaan 17-OHPC dalam tatalaksana persalinan prematur.
Comparison of Maternal Age Risk Factors forLow Birth Weight (LBW): A Literature Review Danuarta, Arif; Danu Arta, Gede Arif; Sri Wahyuni, Ni Putu Dewi; Pasek, Made Suadnyani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1060

Abstract

Introduction: Low Birth Weight (LBW) remains a key indicator of perinatal healthand continues to be a significant concern due to its association with increasedneonatal morbidity and mortality. Differences in maternal age, particularlyadolescent and advanced maternal age groups, are believed to contribute to LBWthrough distinct biological and clinical mechanisms. This review aims to compareLBW risk across maternal age groups and to explore the underlying biologicalpathways and contributing factors.Method: Literature searches were conducted through Google Scholar, PubMed,and ScienceDirect using keyword combinations related to LBW and maternalage. Article selection followed inclusion criteria of publications within the last tenyears, written in English or Indonesian, and employing quantitative study designs.Eligible studies were analyzed descriptively using a PICO framework to compareLBW risk among different maternal age categories.Discussion: The review indicates that adolescents face a higher likelihood ofLBW due to biological immaturity, nutritional competition between maternal andfetal growth, and psychosocial factors that may impair pregnancy health. Incontrast, advanced maternal age is primarily associated with LBW throughincreased obstetric complications, such as hypertension and impaired placentalperfusion, which restrict fetal growth. Differences in findings across studies areinfluenced by variations in confounder control, suggesting that observed risksreflect not only age itself but also accompanying health conditions.Conclusion: Both younger and older maternal age groups contribute to LBWthrough differing mechanisms. Effective prevention requires antenatal carestrategies tailored to the specific risk profiles of each age group to reduce thelikelihood of LBW.
Pengaruh Berat Badan Lahir Bayi Terhadap Kejadian Hiperbilirubinemia Pada Neonatus : Systematic Literature Review Prayogo, Ni Luh Putu Mahadewi Eka Putri; Wijaya, I Made Kusuma; Pasek, Made Suadnyani
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperbilirubinemia merupakan salah satu gangguan paling umum pada neonatus dan dapat menimbulkan komplikasi neurologis serius jika tidak ditangani dengan tepat. Berat badan lahir bayi diduga menjadi faktor determinan penting dalam risiko hiperbilirubinemia. Penelitian ini bertujuan menelaah pengaruh berat badan lahir bayi terhadap kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan systematic literature review dengan analisis PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data seperti PubMed dan Google Scholar. Diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk dianalisis lebih lanjut, dengan fokus pada perbandingan neonatus dengan berat badan lahir rendah dan normal serta mekanisme fisiologis yang mendasari hiperbilirubinemia. Hasil telaah menunjukkan bahwa BBLR memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap hiperbilirubinemia dibandingkan bayi dengan berat badan normal. Mekanisme yang mendasari mencakup peningkatan produksi bilirubin, imaturitas fungsi hati, rendahnya kadar albumin, serta aktivitas peristaltik usus yang belum optimal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan terdapat pengaruh yang signifikan antara berat badan lahir bayi dengan hiperbilirubinemia pada neonatus.