Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MANFAAT MORAL REASONING DALAM PENINGKATAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS XI TKJ TRISAKTI PEMATANGSIANTAR TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Krissi Wahyuni Saragih; Imman Yusuf Sitinjak; Christian Daniel Hermes; Netty Elvan Safitri Simbolon
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/z1w7ae30

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat moral reasoning dalam peningkatan karakter peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di kelas XI TKJ TRISAKTI Pematangsiantar serta untuk mengetahui upaya penerapan moral reasoning terhadap materi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada peserta didik di kelas XI TKJ TRISAKTI Pematangsiantar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan deskriptif kualitatif, alat pengumpulan data dan analisis data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta angket yang dilakukan dengan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) TRISAKTI Pematangsiantar. Pembelajaran moral reasoning dalam penigkatan karakter di kelas XI TKJ TRISAKTI sangat penting bagi peserta didik dan sekolah dalam pembentukan karakter peserta didik. oleh karena itu, penggunaan metode pembelajaran moral reasoning dapat menjadi alternatif yang tepat untuk membantu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran peserta didik, serta membantu membangun karakter peserta didik yang bermoral dan beretika. Penerapan moral reasoning dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai pendidikan nilai-moral bertujuan untuk membentuk kepribadian siswa agar memiliki jati diri dan penerapan pembelajaran moral reasoning untuk membentuk Moralitas dan Karakter Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran. Tujuannya membentuk moralitas dan karakter siswa
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KENAKALAN PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIAH MESRA PEMATANGSIANTAR TP. 2023/2024 Krissi wahyuni Saragih; Sariaman Gultom; Hadijah Hasibuan
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/y4nxkb23

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi yang di gunakan guru Madrasah Tsanawiah Mesra dalam mengatasi kenakalan peserta didik. Yang menjadi latar belakang dari penelitian ini karna pada saat melakukan observasi ke Madrasah Tsanawiah Mesra, peneliti menemukan peserta didik yang melakukan kenakalan mulai dari terlambat, rebut dalam kelas,keluar jam kelas tanpa alasan, berkata bohong, berkata kasar (kotor) ,berkelahi. Dalam lembaga pendidikan terdapat peserta didik yang menjadi generasi dari bangsa ini. Peserta didik dalam rentang usia adalah seorang anak yang dalam perkembangannya dari masa anak-anak hingga remaja. Dalam hitungan rata-rata peserta didik dapat di golongkan sebagai orang yang belum dewasa, dewasa ia membutuhkan pengajaran, pelatihan, dan bimbingan orang untuk kedewasaan.  MESRA PEMATANGSIANTAR TP. 2023/2024".  MORALITA:  Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, vol. 5, no. 2, pp. 47-56, 2024. This is an open access article under the CC BY SA license Penelitian mengantarkan ini dilakukan menuju untuk mengetahui hasil penelitian dari sebuah skripsi yang berjudul Strategi Guru Dalam Mengatasi Kenakalan Peserta Didik di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar Tahun Pelajaran 2023/2024. Oleh karna itulah di perlukan strategi guru dalam mengatasi kenakalan peserta didik agar membentuk kepribadian peserta didik yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia,sehat, berilmu, kreatif,  mandiri dan menjadi waega negara yang demokratis serta tanggung jawab. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah faktor  dan bentuk yang menyebabkan terjadinya kenakalan peserta didik di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar tahun pelajaran 2023/2024? ( 2) Apakah strategi yang di gunakan guru dalam mengatasi kenakalan peserta didik di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar tahun pelajaran  2023/2024? Yang menjadi responden dalam penelitian ini yaitu wawancara 1 guru wali kelas dan 20 guru yang mengajar di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar dengan metode angke
POLARISASI POLITIK DALAM ERA MEDIA SOSIAL: KAJIAN BIBLIOMETRIK ETIKA KOMUNIKASI POLITIK DAN RELEVANSI SIYASAH SYAR’IYYAH Aris Suhendar; Krissi Wahyuni Saragih; Ahmad Bakri; Nurul Hikmah
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/c2ycyq62

Abstract

Penelitian ini mengkaji polarisasi politik dalam era media sosial melalui pendekatan bibliometrik serta menelaah relevansi prinsip Siyasah Syar’iyyah dalam etika komunikasi politik. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya peran media sosial dalam memperkuat echo chamber, filter bubble, misinformasi, dan disinformasi politik yang memperdalam perpecahan sosial. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan dukungan aplikasi Publish or Perish dan analisis visual bibliometrik menggunakan VOSviewer terhadap literatur periode 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema dominan dalam literatur global berpusat pada media sosial, fake news, political disinformation, algorithm, dan participation. Namun, integrasi nilai-nilai etika komunikasi Islam, khususnya Siyasah Syar’iyyah, masih sangat terbatas dalam diskursus akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa prinsip keadilan, kejujuran, musyawarah, persatuan, dan tabayyun memiliki relevansi kuat sebagai landasan normatif untuk membangun komunikasi politik digital yang lebih etis, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama
KEPEMIMPINAN KOLABORATIF SEBAGAI PRAKTIK KOMUNIKASI SOSIAL DI MADRASAH ALIYAH NEGERI: STUDI SOSIOLOGI KOMUNIKASI INTEGRASI MAHASISWA MBKM DALAM PEMBELAJARAN Krissi Wahyuni Saragih; Sariaman Gultom; Imman Yusuf Sitinjak; Aris Suhendar; Nayla Anshari; Manat Hutapea
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/npakm414

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan kolaboratif sebagai praktik komunikasi sosial di Madrasah Aliyah Negeri dalam integrasi mahasiswa Asistensi Mengajar Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) pada proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri Kota Pematangsiantar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif dijalankan melalui komunikasi dialogis, pembagian peran yang dinegosiasikan, serta pendampingan berkelanjutan antara kepala madrasah, guru pamong, dan mahasiswa MBKM. Praktik tersebut mencerminkan mekanisme distributed leadership yang memungkinkan mahasiswa MBKM berperan sebagai mitra pedagogis tanpa mengganggu koherensi pembelajaran dan budaya madrasah. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi MBKM sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi kepemimpinan sebagai praktik sosial dalam institusi pendidikan berbasis keagamaan.
THE CONTRIBUTION OF THE FIRST PRINCIPLE OF PANCASILA TO THE FORMATION OF MODERATE RELIGIOUS CHARACTER IN THE DISRUPTION ERA Aris Suhendar; Krissi Wahyuni Saragih
Journal Analytica Islamica Vol 14, No 2 (2025): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v14i2.25950

Abstract

This study examines the contribution of the first principle of Pancasila to the formation of moderate religious character among youth in the era of digital disruption. The growing phenomenon of religion-based intolerance in digital spaces serves as a significant background for this inquiry. The aim of the research is to evaluate the extent to which the value of Belief in One Supreme God can be internalized within education and religious social life. The method employed is a meta-analysis literature review by analyzing academic studies from the past five years. Data were collected through systematic searches of reputable journals and analyzed using content analysis techniques and bibliometric visualization. The findings indicate that the value of divinity holds great potential in shaping tolerant religiosity, yet its implementation remains suboptimal. This study recommends the strategic integration of divine values into curricula and digital religious literacy initiatives.
EFFORTS TO DEVELOP CHARACTER VALUES THROUGH THE DISCOVERY OF THE BOJONGMENJE TEMPLE SITE Andres M. Ginting; Asnewastri; Ahmad Fakhri Hutauruk; Krissi Wahyuni Saragih; Juliardi Damanik; Yohannes Setiawan Zega
CAKRAWALA: Journal of Citizenship Teaching and Learning Vol 3 No 2 (2025): December
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/76vh6f55

Abstract

This article describes a historical discovery of the Bojongmenje Temple Site which should provide a forum for the formation of the character of the local community, considering that a history must have cultural values. The purpose of this article is to examine efforts to build character values around the Bojongmenje temple discovery site. These results indicate that the discovery of the Bojongmenje Temple site does not have a significant impact on the formation of the character values of the local community. The many efforts that have been made by the management have not been able to make everyone care about taking the side of the historical values of the Bojongmenje site. As values in society are starting to fade, it will be interesting to see if a discovery site can change its current character. Overall, this is an interesting point for further research by identifying the causes of deficient character formation.