Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PENGELUARAN KONSUMSI RUMAH TANGGA TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO INDONESIA TAHUN 2017-2018 Wijayanti, Rahayu
Jurnal Aktual Akuntansi Keuangan Bisnis Terapan (AKUNBISNIS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/akunbisnis.v6i2.5194

Abstract

Gross Domestic Product  (GDP) is one of the economics growth benchmarks in a country. Gross Domestic Product (GDP) affected by several components. One component that affects GDP regarding expenditure is the Household Consumption Expenditure Component. This study is descriptive based. The data in this study are secondary data that is published by Indonesian Central Bureau odf Statistics (BPS) in 2017 to 2018. The result of this study shows that : (1) Household Consumption Expenditure not significant effect on rate of Indonesian Gross Domestic Product growth in 2017-2018; (2) Household Consumption Expenditure significantly affected structure of Indonesia’s Gross Domestic Product growth in 2017-2018.
TRAINING NEEDS ANALYSIS DAN PERENCANAAN PROGRAM PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BRIMOB Wijayanti, Rahayu
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v2i1.387

Abstract

Abstrak Analisis kebutuhan pelatihan dan perencanaan program pelatihan sumber daya manusia bidang pengelolaan perbekalan farmasi di RS. Bhayangkara Brimob ruang lingkup kompetensi SDM bidang pengelolaan perbekalan farmasi, dilakukan 3 (tiga) analisis yaitu analisis struktur organisasi, analisis pekerjaan dan analisis individu sumber daya manusia bidang pengelolaan perbekalan farmasi dari ketiga analisis tersebut diperoleh gap kompetensi SDM yang saat ini ada .Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain cross sectionaldengan melakukan pengamatan, pencatatan, dan analisis terhadap variabel dependen (sumber daya manusia) dan variabel independen yang dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil ke-3 (tiga) analisis terhadap 20 (dua puluh) orang pegawai dan pekerjaan pengelolaan perbekalan farmasi RS. Bhayangkara Brimob, ditemukan gap kompetensi SDM yang saat ini ada dengan kompetensi SDM yang diharapkan bagi pengelolaan perbekalan farmasi rumah sakit, masing-masing pegawai memiliki kebutuhan pelatihan terhadap pekerjaan bidang pengelolaan perbekalan farmasi dan dibuat perencanaan program pelatihan sesuai dengan kebutuhan pelatihan yang dihasilkan dengan menggunakan metode pelatihan standard yang ada, dan hasilnya dijadikan rekomendasi kepada pihak manajemen RS. Bhayangkara Brimob. Kata kunci : kebutuhan pelatihan, kompetensi, rekomendasi       Abstract Training needs analysis and program planning field training of human resources management in hospital pharmaceutical Bhayangkara Brimob, by performing three analyzes : analysis of the organizational structure, task analysis and individual analysis in the management of pharmaceuticals derived from analysis of the gap ordifference competencies humans that existed at this time and as expected. Research conducted using cross-sectional design with observing, recording, and analysis of dependent variable (human resources) and the independent variables in this study are the factors that influence it. Data processing was conducted using descriptive analysis. The results showed that the results ofthese three analizes are conducted on twenty employees and job management of pharmaceuticals,in this research foundHRcompetency gapsthat currently existwithHRcompetenciesexpected each employee has the training needs of the pharmaceutical supply management field work and made planning the training program in accordance with the training needs generated by using standard training methods there, and the result will be recommendations to the hospital management Brimob Police Hospitals. Keywords : Training needs analysis, competencies , recommendations
KAJIAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP SWAMEDIKASI COMMON COLD DI BANDAR LAMPUNG Pontoan, Jenny; Bahri, Saiful; Wijayanti, Rahayu; Khoirunnisa, Ariana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36921

Abstract

Common cold merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan paling umum oleh rhinovirus. Common cold berada peringkat ke-2 dari 10 kasus penyakit tertinggi di Provinsi Lampung dengan 252,298 kasus. Common cold dapat dilakukan swamedikasi untuk meringankan gejala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku masyarakat Kota Bandar Lampung terhadap swamedikasi common cold. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis univariate dan bivariate. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner berupa lembar pertanyaan dan google form, kemudian hasil data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 400 responden, yang merupakan masyarakat Kota Bandar Lampung yang sedang atau pernah mengalami common cold. Variabel pada penelitian ini berupa pengetahuan sebagai variabel bebas dan perilaku sebagai variabel terikat. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar masyarakat Kota Bandar Lampung yang melakukan swamedikasi common cold memiliki pengetahuan yang baik sebesar 85,8% serta memiliki perilaku yang baik sebesar 81,5%. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji spearman diperoleh p value  0,000  (0,05), maka hipotesis diterima yang artinya signifikan. Berarti ada hubungan pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap swamedikasi common cold di Kota Bandar Lampung. Pengetahuan dapat mempengaruhi seseorang dalam berperilaku, sehingga dengan pengetahuan yang baik dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam melakukan swamedikasi dengan baik juga.
Analisis Penerapan Penyimpanan Obat High Alert dan Potensi Kejadian Medication Errors Pada Penyimpanan Obat High Alert di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Melina, Citra; Hartianty, Eka Pebi; Wijayanti, Rahayu
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2025.v3i1.12942

Abstract

Penyimpanan merupakan suatu langkah menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan sediaan farmasi yang dinilai aman dari pencurian dan gangguan fisik yang bisa merusak mutu obat sehingga penyimpanan obat harus dilakukan dengan baik dan benar, khususnya obat high alert jika terjadi kesalahan dalam pengelolaannya maka berpotensi menimbulkan medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penyimpanan obat high alert dan potensi kejadian medication error pada penyimpanan obat high alert. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian observasional secara langsung, jenis obat yang diteliti yaitu obat high alert dengan lokasi penelitian di gudang obat, instalasi farmasi rawat inap dan rawat jalan. Hasil yang diperoleh pada kategori LASA nama obat sama kekuatan berbeda sebesar 70,98% di gudang obat, 71,54% di instalasi rawat inap dan 71,12% di instalasi rawat jalan. Kategori obat LASA nama obat mirip (sound alike) sebesar 71,74% di gudang obat, 71,74% di instalasi rawat inap dan 74,64% di instalasi rawat jalan. Kategori obat LASA kemasan obat mirip (look alike) sebesar 71,43% di gudang obat, 72,62% di instalasi rawat inap dan 76,19% di instalasi rawat jalan. Kategori elektrolit konsentrat sebesar 100% di gudang obat dan instalasi rawat inap. Kategori risiko tinggi sebesar 73% di gudang obat, 76% di instalasi rawat inap dan 70% di instalasi rawat jalan. Kategori narkotika sebesar 100% di gudang obat, instalasi rawat inap dan instalasi rawat jalan. Dapat disimpulkan bahwa potensi medication error pada penyimpanan obat high alert terdapat pada kategori LASA dan risiko tinggi, sedangkan pada kategori elektrolit konsentrat dan narkotika tidak berpotensi adanya medication error.
Evaluasi Penggunaan Antidiabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap Di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Ninia, Kriselda Evelyin; Oktavilantika, Dina Melia; Wijayanti, Rahayu
Jurnal Farmasi dan Farmakoinformatika Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jff.2025.v3i1.12943

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit gangguan metabolik akibat penurunan sekresi insulin oleh sel ᵦ pankreas atau gangguan fungsi insulin. Penyakit DM ini menjadi penyebab utama kebutaan, penyakit jantung dan kerusakan ginjal, International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan 463 juta orang usia 20 sampai 79 tahun di dunia menderita DM pada tahun 2019, dan hasil survei World Health Organization (WHO) Indonesia adalah negara ranking 4 penyandang DM terbanyak. Sehingga penulisan penelitian ini bertujuan untuk evaluasi penggunaan terapi antidiabetes yaitu yang terdiri dari golongan metformin, , sulfonilurea, penghambat enzim sodium glucose co-transporter 2 (SGLT-2 inhibitor), penghambat alpha glukosidase, Thiazolidinedione, glucagon-like peptide-1 analog, penghambat dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) dan insulin. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pola penggunaan dan rasionalitas antidiabetes pasien DMT2 di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, pengambilan sampel secara retrospektif. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pada analisis pola penggunaan diperoleh golongan antidiabetes yang paling banyak digunakan yaitu insulin , pola penggunaan obat tunggal paling banyak yaitu monoterapi insulin ditahun 2023, dan pola penggunaan obat kombinasi paling banyak yaitu kombinasi insulin. Kemudian pada analisis rasionalitas diperoleh tepat obat sebanyak 62%, tepat pasien 97,6%, tepat dosis 97,6% dan tepat interval waktu pemberian 97,6%.