Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

“PERANCANGAN MESIN PENGHANCUR LIMBAH KACA DENGAN TRANSMISI PULLEY“ Yogy Dwi Cahyono; Nur Robbi; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah an-organik ialah kegiatan sehari-hari manusia berupa sisa atau proses alam yang lama dalam pengurainnya dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Pada tahun 2020, setiap hari penduduk Indonesia menghasilkan sampah sebanyak 67,8 Ton. Jenis sampah an-organik yang dihasilkan setiap harinya masih tergolong banyak dan kurangnya tahap pengelolaan dan pemanfaatanya. Untuk memecahkan permasalahan sampah di Indonesia, pemerintah membuat  Undang-undang No.18 pada tahun 2008 tentang pengelolaan sampah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan untuk merubah sampah sebagai sumber dayaSalah satu jenis sampah an-organik yang masih kurang dalam hal pemanfatnya adalah jenis limbah kaca, maka kami rancang sebuah mesin penghancir limbah kaca kapasitas 60 Kg/jam bersistem hammer mill yang menghancurkan kaca dengan bentuk serpihan kaca dan lubang keluar sebagai output.  Diameter Pulley didapatkan diameter motor 100 mm dan diameter pulley mesin 254 mm menggunakan bahan material Alumunium.  Diameter poros motor 24,5 mm dan diameter poros pisau 25,4 mm dengan perbandingan Reduksi 2:5 menghasilkan putaran output 600 Rpm. Belt menggunakan jenis Belt-V Tipe A dengan dimensi panjang belt 1500 (belt No.59) lebar 13 mm, tinggi 8 mm dan luas penampang 0,81 cm² dengan jarak sumbu Poros 48,8 cm.Kata Kunci : Limbah Kaca, Mesin Penghancur Kaca, Pulley dan Belt
PERANCANGAN MESIN PENGGILING LIMBAH KACA DENGAN SISTEM TRANSMISI PULLEY BERKAPASITAS 60 KG/JAM Galu Prastiyo; Margianto Margianto; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Sampah adalah bahan sisa yang dihasilkan oleh manusia didalam kehidupan sehari-hari. Sampah menurut jenisnya terbagi menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa terurai kembali oleh alam dalam waktu yang singkat, sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak  bisa terurai kembali oleh alam secara langsung dan membutuhkan waktu yang lama untuk terurai kembali oleh alam. Limbah kaca merupakan sampah anorganik yang bersifat padat dan membutuhkan waktu 1.000.000 tahun untuk terurai sepenuhnya oleh alam jika tidak didaur ulang kembali. Untuk  mengatasi penumpukan limbah kaca, maka dirancang mesin penggiling limbah kaca dengan sistem transmisi pulley berkapasitas 60 kg/jam.     Mesin penggiling limbah kaca dirancang dengan sistem transmisi pulley dengan bahan material aluminium, pulley motor diameter 5 inchi, pulley mesin roll penggiling diameter 12 inchi dengan jarak antar sumbu poros 600 mm dan sabuk penghantar daya yang dipakai yaitu V-belt tipe A-74. Motor listrik yang digunakan memiliki kecepatan putaran 1400 rpm serta daya 1,5 HP. Perancangan mesin penggiling limbah kaca mampu mencapai kapasitas 60 kg/jam dengan hasil penggilingan berupa serbuk kaca.Kata Kunci : sampah, limbah kaca, mesin penggiling, transmisi pulley dan belt
PERANCANGAN MESIN PENGGILING LIMBAH KACA SISTEM ROLL KAPASITAS 60 KG/JAM Hari Predianto; Margianto Margianto; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaca merupakan bahan yang tergolong sampah anorganik, yang berbahan dasar pasir silika yang dihasilkan melalui proses peleburan pada suhu 1400o C, kemudian dilakukan proses pemadatan dengan proses pendinginan, kaca memerlukan waktu 1 juta tahun untuk terurai, sehingga perlu adanya solusi untuk mengurangi limbah dari kaca menjadi barang yang lebih memiliki nilai jual yaitu menjadikan produk lain berupa serbuk kaca, dari masalah yang di hadapi oleh masyarakat tersebut direncanakan sebuah mesin penggiling limbah kaaca.Mesin penggiling kaca merupakan alat yang digunakan untuk menghancurkan limbah kaca, mesin ini digunakan untuk memperkecil pecahan kaca yang semula serpihan menjadi ukuran sangat kecil berupa serbuk kaca. Proses penggilingan dilakukan dengan satu set roll yang berputar dan menekan benda kerja sehingga terjadi perubahan bentuk maupun ukuran, yang semula berupa serpihan menjadi serbuk halus akibat tekanan dari dua buah roll. Dalam perancangan ini menggunakan roll ganda dengan permukaan rata, memiliki celah 0,5 mm, kapasitas 60 kg/jam, sengan syarat tergiling kurang dari 0,5 mm, mesin penggiling limbah kaca lampu ini menggunakan putaran 600 rpm, mampu digerakan menggunakan daya 1 HP.
PENGARUH VARIASI WAKTU PENCELUPAN PLAT BAJA A36 TERHADAP KETEBALAN dan KEKERASAN PELAPISAN ZN pada PROSES ELEKTROPLATING Miftachul Tofani; Unung Lesmanah; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak sektor industri yang menggunakan lapisan logam krom dan hampir semua manusia menggunakan alat yang terbuat dari logam karena baja A36 banyak digunakan diberbagai komponen sepeda motor, mobil, furniture, dan kontruksi bangunan/jembatan tetapi mudah terkorosi juga berwarna abu-abu, tidak menarik, untuk menghambat korosi serta mempercantik tampilan dilakukan pelapisan. Metode ini menggunakan proses electroplating  dengan pelapisan anoda ZN dan material yang dilapisi adalah baja A36, dan memvariasikan lama waktu pencelupan pada proses electroplating yaitu antara 60, 90, dan 120 menit setelah dilapisi di uji ketebalan dan kekerasan lapisan. Dari hasil penelitian ini menghasilkan nilai ketebalan terkecil pada pelapisan anoda zn pada variasi lama waktu pencelupan 60 menit sebesar 9,7 μm, sedangkan nilai ketebalan tertinggi pada variasi lama waktu pencelupan 120 menit sebesar 17,25 μm. Dan nilai kekerasan terkecil terdapat pada variasi lama waktu pencelupan 60 menit sebesar 265,7 μm, sedangkan nilai kekerasan tertinggi pada variasi lama waktu pencelupan 120 menit sebesar 498,1 μm. Kata Kunci : Ketebalan & kekerasan lapisan, electroplating, Zinc, Baja A36.
ANALISIS VARIASI KUAT ARUS TERHADAP NILAI KETEBALAN DAN KEKERASAN LAPISAN ZN PADA PROSES ELEKTROPLATING BAJA A36 Troy Febrianto; Unung Lesmanah; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era yang berkembang pada saat ini, masyarakat ataupun pabrik mengalami kemajuan yang signifikan. Banyak sekali barang yang dibuat manusia, untuk tujuan kebutuhan sehari – hari ataupun untuk kebutuhan produksi. dinama barang itu banyak yang dibuat dari logam/baja. Dari macam-macam jenis logam, logam juga memiliki kekurangan yang sangat umum yaitu rentan terhadap korosi. Maka perlu dilakukan pelapisan untuk meningkatkan daya Tarik, dikarenakan logam setelah dilapisi akan terlihat lebih indah, mengkilat, dan memiliki tingkat keawetan yang tinggi.. Pada penelitian ini menggunakan baja A36, dimana baja A36 termasuk jenis baja karbon rendah yang memiliki kekerasan rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan variasi arus terhadap ketebalan dan kekerasan lapisan zinc atau seng selama proses electroplating.Pada penelitian ini menggunakan metode pelapisan electroplating dengan pelapisnya yaitu zinc. Variasi kuat arus pelapisan yaitu 5 A, 15 A, 25 A, dengan waktu pelapisan 60 menit, didapatkan hasil pengujian ketebalan menggunakan Coating Thickness Gauge, hasil pengujian ketebalan tertinggi didapat pada variasi arus 25 A yaitu 3,9 μm, Sedangkan hasil ketebalan ter rendah di dapat pada arus 5 A mendapatkan nilai ketebalan 1,8 μm. Sedangkan hasil uji kekerasan menggunakan Hardness Vickers didapatkan nilai kekerasan tertinggi dengan variasi kuat arus 25 A dengan nilai kekerasan 528,2 HV, sedangkan nilai kekerasan terendah didapat pada kuat arus 5 A dengan nilai kekerasan 400,1 HV. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi arus pada proses pelapisan maka semakin besar ketebalan dan kekerasan semakin tinggiKata kunci: Baja A36, Electropating, Variasi Kuat Arus, Zinc, Uji kekerasan, Uji ketebalan
ANALISI MIKROSTRUKTUR DAN KEKERASAN PADA PENGECORAN ALUMUNIUM PADUAN MAGNESIUM Ahmad Nidhom Uddin; Unung Lesmanah; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTProses pengecoran logam adalah proses pembuatan produk dimana logam terlebih dahulu dilebur ke dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam cetakan dimana polanya terlebih dahulu dibuat, sampai logam cair tersebut memadat kemudian dikeluarkan dari cetakan. Kemudian proses pengecoran terutama memiliki tiga bagian, satu adalah proses pembuatan cetakan, yang lainnya adalah proses pembuatan bahan inti, dan yang ketiga adalah proses pengecoran logam. Hasil yang diperoleh dari berbagai unsur salah satunya adalah uji mikrostruktur, dengan penambahan magnesium (Mg) lebih banyak.Hasil analisis komputasi coran aluminium dan paduan magnesium untuk mencari nilai kekerasan magnesium yang ditentukan untuk masing-masing magnesium oleh media ekstraksi ketapang. Nilai kekerasannya adalah 236,5 HV untuk campuran 5% Mg pada media ekstraksi ketapang, 318,2 HV untuk campuran 10% pada media ekstraksi Ketapang, dan 323,2 HV untuk campuran 15% Mg pada media ekstraksi ketapang. Dari hasil penelitian ini, nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada paduan magnesium 15%, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar perubahan persentase penambahan magnesium (Mg) dan media pendingin pada pengecoran aluminium, semakin keras Kekerasan dan bentuk senyawa intermetalik yang mengarah pada peningkatan sifat mekanik. Kata kunci: aluminium, magnesium, proses pengecoran, air laut, Ekstra Daun Ketapang, larutan HCL, kekerasan Vickers, struktur mikroABSTRACTThe metal casting process is a product manufacturing process that begins with melting the metal into a smelting furnace and then pouring it into a mold that is first made into a pattern,until the molten metal freezes and then is removed from the mold. There are three main parts to the casting process, the first is the mold making process, the second is the core manufacturing process and the third is the metal casting process. The results obtained from the many kinds of alloying elements above, one of which is from the microstructure testing conducted by concluding that the more magnesium (Mg) is added.The results of the analysis and calculation of aluminum casting with magnesium alloy, to find the hardness value of magnesium alloy, the ketapang extract media was determined for each magnesium alloy. for a mixture of 5% Mg in ketapang extract media, the hardness value was 236.5 HV, for a 10% mixture in Ketapang extract media a hardness value was 318.2 HV and for a mixture of 15% Mg in ketapang extract media a hardness value was 323.2 HV. From the results of this study, the highest hardness value was obtained in the Mg alloy of 15%, so it can be concluded that the more the percentage of addition of Magnesium (Mg) and the variation of the cooling medium in aluminum casting will produce a harder hardness and also form intermetallic compounds that cause mechanical properties increase.Keywords :    Aluminum, Magnesium,Casting Process,Seawater, Ketapang Leaf Extract, HCL Solution, Vikers Hardness, Microstructure
ANALISIS KETEBALAN dan KEKERASAN PADA PROSES ELECTROPLATING CHROME PADA BAJA ST 37 DENGAN PELAPISAN DASAR COPPER A ridhoni Al-Hikmani; Nur Robbi; Mochammad Basjir
Jurnal Teknik Mesin Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir setiap orang menggunakan alat-alat logam: perhiasan yang berbeda, furnitur, kerajinan yang berbeda, suku cadang sepeda motor, mobil, dan banyak lagi. Beberapa logam yang digunakan adalah baja. Penelitian ini bertujuan menemukan pengaruh waktu pencelupan dengan  memvariasikan 45 menit, 90 menit, 135 menit, tegangan 2 volt, dan arus 15 amp, ditemukan pengaruh waktu perendaman pada proses elektroplating terhadap ketebalan dan kekerasan lapisan baja ST37.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketebalan lapisan tertinggi untuk proses pelapisan tembaga-kromium terjadi pada waktu pencelupan 135 menit, tegangan 2 volt dan arus 15 amp pada nilai 19,8 µm, mencapai nilai kekerasan tertinggi. Ditampilkan. Proses elektroplating tembaga-kromium, waktu perendaman 135 menit, tegangan 2 volt, arus 15 amp, nilai 656,9 VHN. Artinya, semakin lama waktu perendaman yang digunakan, maka lapisan akan semakin tebal dan keras. Kata Kunci: Waaktu pencelupan, Elektroplating, Baja ST37, Ketebalan, Kekerasan
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PLASTIK MENGGUNAKAN SIX SIGMA GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING Mochammad Basjir; Suhartini Suhartini; Nur Robbi
Journal of Research and Technology Vol. 9 No. 1 (2023): JRT Volume 9 No 1 Juni 2023
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the products produced by PT. XYZ is in the form of a white plastic spoon in the production process, and problems are often found in the form of products having defects that significantly affect the quality, management system, and expenses of the company. To overcome this, an analysis was carried out using the Six Sigma method, and from the calculation results obtained a sigma value of 3.9 with a defect value of 10531 for a million production. From the results of the analysis carried out to push the company towards zero defects by seeking improvements to machine and human factors as the main factors for product defect problems, some of the recommendations for improvements given are to carry out maintenance on the machines and tools that exist in the company, to rearrange the machines damaged by changing parts so as not to hinder the ongoing production flow, supervising worker operators using Production Operations Standards (SOP), conducting a worker appraisal system according to applicable regulations so that workers are motivated to perform better. Keywords: plastic products, defects, quality, Six Sigma
Characterization of Voltage Generation Obtained from Water Droplets on a Taro Leaf (Colocasia esculenta L) Surface Ena Marlina; Akhmad Faruq Alhikami; Metty Trisna Negara; Sekar Rahima Sahwahita; Mochammad Basjir
Journal of Earth Energy Engineering Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jeee.2023.12916

Abstract

Voltage generation was obtained using a water droplet characterization on a taro (Colocasia esculenta L) leaf surface. This method relies on the superhydrophobic effect from the contact angle between the water droplet and the taro leaf’s surface allowing electron jumping and voltage generation. Water droplets were dropped on the top of taro leaf surface equipped with aluminum foil underneath as an electrode. The voltage was measured at various slope angles of 20°, 40° and 60° in a real-time basis. A digital camera was used to capture the droplet movement and characterization. It is found that the taro leaf has a surface morphology of nano-sized pointed pillars which created a superhydrophobic field. The energy generation was primarily obtained from the electron jump which was caused by the surface tension of the nano-stalagmite structure assisted by the minerals contained in the taro leaf surface. The results reported that the smaller the droplet radius (the smaller the droplet surface area), the greater the droplet surface tension and the greater the voltage generation. Furthermore, the highest voltage generation was obtained 321.2 mV at 20°-degree angle of slopes.
Peningkatan Kualitas Produk dengan Metode Six Sigma dan Kaizen Mochammad Basjir; Suhartini; Nur Robbi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The company has a strategy to ensure its survival and increase its competitiveness. PT. XYZ is a foreign company that operates in the industrial manufacturing aspect. The products manufactured are lamp cases, lamp holders, front grills, port rings, screw hole covers and air conditioning boxes. PT. XYZ also produces supporting components, one of which is cup buses. The problem in the research is that bus cup products often experience defective products with a percentage of 30% - 40%. This research aims to identify the causes of defects in bus cup products, determine the most dominant types of defects in bus cup products, and determine proposed corrective actions for bus cup products at PT. XYZ. The research will use Six Sigma and Kaizen methods. The research results show that there are 4 (four) types of Critical to Quality, namely Short Mold, Shink Mark, Warping and Black Dot, while the DPMO is 131,723 and produces a Sigma of 42.37. This study suggests improvements: the production manager checks every 1 hour, the operator continuously checks the materials and the injection machine. Control of work activities, regular maintenance of machines, care of raw materials and environmental conditions of the production area.