Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelatihan Konselor Sebaya Pada Guru Sekolah Inklusi Muhammad Erwan Syah; Wina Driyan Pradana; Deni Santi Pertiwi; Nurul Hidayah
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2024
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v3i2.46

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta meningkatkan psychological well being melalui konseling sebaya pada guru di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi. Guru di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi Kota Yogyakarta jenjang Sekolah Dasar mengalami banyak permasalahan dan beban kerja pada penyelenggara pendidikan inklusi, sedangkan faktor tenaga pendidik memiliki pera penting dalam pencapaian kualitas pendidikan secara umum. Banyaknya tuntutan kerja dan kurangnya dukungan sosial pada guru menjadikan beban guru semakin berat. Dukungan sosial menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well being pada seseorang. Sasaran dalam pengabdian yaitu 45 guru dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan serta meningkatkan psychological well being melalui konseling sebaya pada guru di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Hasil dari pelatihan konselor sebaya ini menunjukan pengaruh yang positif pada psychological well being pada guru di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi dilihat dari adanya peningkatan yang baik setelah guru diberikan pelatihan tersebut. Pada akhir sesi dari kegiatan pelatihan ini siswa terlihat lebih bersemangat, gembira, dan antusias hal tersebut menunjukan bahwa siswa merasa lebih baik dari sebelumnya.
Keterikatan Kerja pada Generasi Z Ditinjau dari Kebahagiaan Karyawan dan Kinerja Adaptif Dian Juliarti Bantam; Tatang Sulaiman; Muhammad Erwan Syah; Fonny Dameaty Hutagalung
Indonesian Psychological Research Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v7i2.1513

Abstract

Work engagement is one component that can predict reduced turnover in Indonesia. Generation Z employees with high work engagement feel happier and can adjust their performance in uncertain situations. This study explores the role of employee happiness and adaptive performance on work engagement in Generation Z employees in Indonesia. This quantitative correlational study involved 342 participants of Generation Z employees who has worked for at least 1 year. The sampling technique in this study was purposive sampling.  This study uses three measurement for data collection, namely the employee happiness, adaptive performance, and work engagement scales which were administered using the Google form platform. Data were analyzed using multiple linear regression analysis techniques conducted on SPSS. The results showed that employee happiness and adaptive performance were significantly associated with work engagement among Generation Z employees and explain 45.4% of the variance. This study highlights the needs of future studies to further explore other variable that may affect work engagement beyond to the two variables that have been studied. In addition, the result provides a theoretical basis in developing employee engagement programs for Generation Z employees.
Eye movement desensitization and reprocessing (EMDR) sebuah teknik terapi guna menangani posttraumatic stress disorder (PTSD) di tengah melonjaknya kasus pemerkosaan Ogi Nanda Raka Ade Candra Nugraha; Alnesa Fadiya; Dwi Mulya Pratiwi; Sonia Mifta Muliyani; Muhammad Erwan Syah
Jurnal Sumbangsih Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Sumbangsih (In Process)
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v3i2.63

Abstract

Beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami peningkatan atau pelonjakkan kasuspelecehan seksual, selama rentang waktu tahun 2016 hingga 2021, laporan kasus kasusseksual mengalami peningkatan sebesar 31%, data tersebut tidak termasuk kasuspelecehan lain yang belum terlaporkan. tindakan seksual sendiri memilikipengaruh besar terhadap kondisi psikis maupun psikis korban diantaranya mengalami gejala pasca trauma. tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui dan memperdalam mengenai kondisi korban seksual atau terlebih dahulu mengetahui kondisi pasca trauma yang dialami dan cara penanganan berupa terapi eye movement desensitization and reprocessing (EDMR) sebagai salah satu terapi terhadap pasca penanganan. Metode peneltian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif sebagai sumber sekunder yaitu Jurnal, buku, maupun literatur lainnya. Gejala pasca trauma yang dialami korban dapat memberikan efek yang cukup besar bagi kondisi psikisnya diantarnya korban dapat menyalahkan dirinya sendiri, menutup diri dari dunia luar, hingga dapat menjerumuskan korban dengan cara hidup yang tidak sehat,(EMDR) yang berfungsi menghilangkan stres dengan memproses memori traumatik, melalui klien EMDR dapat menggeneralisasi afek dan kognisi positif untuk terhubung dengan jaringan memori atau memori yang ditemukan sepanjang jaringan saraf, selanjutnya dihasilkan perilaku yang tepat. Dengan adanya EMDR sebagai terapi terobosan baru dalam dunia Psikologi diharapkan dapat memberikan kontribusi maupun efek yang besar dalam menangani gejala PTSD.
Program Coaching untuk Meningkatkan Personal Growth Initiative Guru SMP dalam Menulis Karya Ilmiah Dian Juliarti Bantam; Muhammad Erwan Syah
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v5i1.10197

Abstract

Teachers have an important role in education, as facilitators for students to be able to develop their potential interests and talents. One of the skills that need to be mastered by teachers is the ability to write scientific papers, both independently and together with students. The problem is that the written work produced by teachers in Indonesia, in terms of quantity, is still far from that of neighboring countries, including the teachers of SMP Negeri 1 Kalasan. The purpose of this community service is to provide a coaching program to improve personal growth initiatives in writing scientific papers for teachers of SMP Negeri 1 Kalasan. The method used is coaching where the provision of material about motivation to write and writing strategies is followed by coaching training in writing a scientific article. The subjects in this study amounted to 17 teachers at SMK Negeri 1 Kalasan. The time for coaching is 1 day with a duration of 1 hour of material and 3 hours of sincere practice. The result achieved is that all participants write articles on the given google form. The next step is that the participants' writings will be bombed until they are published in the mass media or bulletins.Guru memiliki peran penting dalam pendidikan, sebagai fasilitator bagi siswa untuk dapat mengembangkan potensi minat dan bakat. Salah satu keterampilan yang perlu dikuasai oleh guru adalah kemampuan dalam menulis karya ilmiah, baik secara mandiri maupun bersama-sama dengan siswa. Permasalahnnya karya tulis yang dihasilkan oleh para guru di Indonesia, dari segi kuantitas, masih jauh jumlahnya dengan negara-negara tetangga, tidak terkecuali Guru SMP Negeri 1 Kalasan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan program coaching untuk meningkatkan personal growth initiative dalam menulis karya ilmiah pada guru SMP Negeri 1 Kalasan. Metode yang digunakan berupa coaching dimana pemberian materi seputar motivasi untuk menulis dan strategi menulis, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan coaching menulis di sebuah artikel ilmiah. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 17 orang guru di SM Negeri 1 Kalasan. Waktu pelaksanaan coaching 1 hari dengan durasi pemberian materi 1 jam dan latihan menulus 3 jam. Hasil ang dicapai yaitu semua peserta menulis artikel di google form yang diberikan. Langkah selanjutnya yaitu tulisan peserta yang layak akan di bombing sampai ter publish di media masa atau bulletin.
Model Intervensi Mindfulness-Based Cognitive Program untuk Optimalisasi Pola Asuh Gizi dan Pencegahan Stunting Eniyati Eniyati; Tika Sari Dewi; Ika Fitria Ayuningtyas; Muhammad Erwan Syah
Jurnal Diversita Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v12i1.18528

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas mindfulness-based cognitive program dalam optimalisasi pola asuh gizi dan pencegahan stunting. Selain itu, penelitian sejalan dengan prioritas riset nasional dalam bidang kesehatan serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yaitu Teknologi Pangan dan Kesehatan. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen pre dan post-test. Intervensi yang digunakan adalah Mindfulness-Based Cognitive Program (MBCP) yang menggabungkan prinsip mindfulness dengan strategi kognitif untuk memperbaiki pola asuh gizi, suatu pendekatan yang relatif baru dalam konteks pencegahan stunting di Posyandu. Alat ukur tingkat Pola Asuh Gizi yaitu Kuesioner Pola Asuh Gizi (KPG). Subjek penelitian ini berjumlah 130 yaitu ibu dengan balita yang terlibat langsung dalam pemberian makan dan pengasuhan balita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Intervensi Mindfulness-Based Cognitive Program terbukti efektif dalam mengoptimalkan pola asuh gizi sebagai upaya pencegahan stunting. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor pola asuh gizi yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol setelah intervensi (p < 0,05). Dengan melibatkan 130 partisipan (65 kelompok eksperimen dan 65 kelompok kontrol), temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis mindfulness dan cognitive program mampu meningkatkan kesadaran orang tua dalam praktik pengasuhan, pengambilan keputusan terkait pemenuhan gizi anak, serta perilaku pencegahan stunting. Model ini berpotensi menjadi alternatif intervensi promotif dan preventif yang dapat diimplementasikan pada layanan Posyandu.
Pemberdayaan Orang Tua Anak PAUD dalam Perencanaan Keuangan Keluarga untuk Mendukung Kesiapan Pendidikan Anak Murwani Eko Astuti; Wahyu Adi Mudiparwanto; Muhammad Erwan Syah; Nurul Hidayah
Gotong Royong: Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2026
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v5i2.120

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada terlaksana dengan baik dan memperoleh respons yang positif dari para peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam mengelola keuangan keluarga secara bijak dan terencana, sehingga mampu mendukung kebutuhan pendidikan anak secara berkelanjutan. Melalui program ini diharapkan orang tua tidak hanya memahami pentingnya perencanaan keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari demi masa depan pendidikan anak yang lebih baik. Program ini memberikan wawasan dan keterampilan kepada orang tua mengenai pentingnya perencanaan keuangan keluarga sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan pendidikan anak sejak usia dini. Melalui kegiatan penyuluhan, diskusi, dan praktik penyusunan anggaran keluarga, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang lebih terencana, mulai dari pengaturan pendapatan, pengendalian pengeluaran, pembentukan dana darurat, hingga persiapan dana pendidikan anak. Orang tua juga semakin menyadari bahwa investasi pendidikan perlu dipersiapkan sejak dini agar kebutuhan pendidikan anak di masa depan dapat terpenuhi secara optimal.
Analisis Pandemic Fatigue Melalui Gratitude Training Service Pada Tenaga Kesehatan Puskesmas Kalasan Selama Pandemi Covid-19 Muhammad Erwan Syah; Suwarno Suwarno
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7817

Abstract

The COVID-19 pandemic has had an impact in various aspects including mental health. As the frontline handling of covid-19, health workers are vulnerable to psychological impacts due to longer working hours than usual, the risk of exposure to the virus, and the existence of a double job desk during the pandemic, making them vulnerable to burnout which results in psychological problems. In order for health workers to be able to manage psychological problems so that their feelings become more positive in receiving various stimuli, then training in diversity may be a solution. The purpose of this study is to analyze pandemic fatigue in health workers through the Gratitude Training Service Program. This research method is action research with an experimental type with One Group Pretest-Posttest and a research sample of 20 people. Data collection was carried out using the PANAS (Positive Affect Negative Affect Schedule) scale and analyzed with a paired sample t-test. The results showed that after training there was a decrease in the size of the negative affect to be low and very low with a p value of 0.000. There were significant differences related to the decrease in negative affect in respondents before and after treatment. Pandemi covid-19 memberikan dampak di berbagai aspek termasuk kesehatan mental. Sebagai garda terdepan penangan covid-19, tenaga kesehatan menjadi rentan terkena dampak psikologis akibat jam kerja yang lebih panjang dari biasanya, resiko terpapar virus, dan adanya double job desk selama pandemi, sehingga rentan mengalami burnout yang mengakibatkan timbulnya permasalahan psikologis. Agar nakes mampu mengelola permasalahan psikologis sehingga perasaannya menjadi lebih positif dalam menerima berbagai stimulus, maka pelatihan kebersyukuran mungkin menjadi solusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisa pandemic fatigue pada tenaga kesehatan melalui Gratitude Training Service Program. Metode Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) dengan jenis eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest dan sampel penelitian berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala PANAS (Positive Affect Negative Affect Schedule) dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah pelatihan terjadi penurunan kebersyukuran afek negative sedang menjadi rendah dan sangat rendah dengan p value 0.000. Ada perbedeaan yang signifikan terkait penurunan afek negatif pada responden sebelum dan setelah perlakuan.
Analisis School Well Being Pada Remaja di Lokasi Pengungsian Kabupaten Lumajang Melalui Logoanalis Pasca Erupsi Gunung Semeru Ferianto Ferianto; Muhammad Erwan Syah; Suwarno Suwarno
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9204

Abstract

As a result of the Mount Semeru eruption disaster, disaster victims experience a crisis of the meaning of life for adolescents while taking meaningful learning and affecting their level of spirituality. The meaning of life alone makes a significant contribution to adolescent spirituality. Learning from experience in the form of the psychospiritual impact of the disaster, it is necessary to make efforts to reduce the bad risks due to disasters, especially those that are preventive in nature, namely the logoanalysis program. The purpose of this research is to analyze school wellbeing in youth staff through logoanalysis. This research method is action research with an experimental type with One Group Pretest-Posttest and a research sample of 30 people. Data collection was carried out using the Psychological Preparedness Scale for Disasters and analyzed using the paired sample t-test. The results showed that after the training the average score of positive affect level of School Well Being in Adolescents at the Lumajang Regency Refugee Site after the treatment had increased from 18.70 to 23.10. The conclusion is that there is a significant difference regarding the decrease in negative affect on respondents before and after treatment.Akibat dari bencana erupsi Gunung Semeru telah membuat korban bencana mengalami krisis makna hidup bagi remaja saat menempuh belajar yang berarti serta mempengaruhi tingkat spiritualitas yang dimiliki. Makna hidup sendiri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap spiritualitas remaja. Belajar dari pengalaman berupa dampak psikospiritual dari bencana tersebut, perlu dilakukan usaha-usaha untuk mengurangi resiko buruk akibat bencana terutama yang bersifat preventif yaitu program logoanalisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisa school wellbeing pada tenaga remaja melalui logoanalisis. Metode Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) dengan jenis eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest dan sampel penelitian berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Kesiapan Psikologis terhadap Bencana dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah pelatihan terjadi skor rata-rata tingkat afek positif School Well Being Pada Remaja di Lokasi Pengungsian Kabupaten Lumajang setelah dilakukan perlakuan mengalami kenaikan dari 18.70 menjadi 23.10. Ada perbedeaan yang signifikan terkait penurunan afek negatif pada responden sebelum dan setelah perlakuan.
Konstruksi skala grit untuk penjual online pasca pandemi Egi Prawita; Deni Santi Pertiwi; Muhammad Erwan Syah; Arini Mifti Jayanti; Hesty Yuliasari; Davit Bagus Triyantoro; Anisah Zaqiyatuddinni
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 4 No 1 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v4i1.636

Abstract

Grit merupakan konsep baru dalam psikologi positif yang memiliki arti kualitas positif yang meliputi adanya ketekunan dan semangat dalam individiu untuk memperoleh tujuan dalam jangka panjang. Grit merupakan konsep yang cukup baru tetapi penting karena memiliki berbagai dampak positif karena memicu individu untuk fokus pada hal-hal positif di dalam dirinya. Selama ini, penelitian grit banyak dilakukan di setting pendidikan. Padahal, grit bukan hanya istilah untuk pendidikan, melainkan di seluruh sektor pun individu memerlukan grit. Pasca pandemi, yang banyak mengalami perubahan adalah penjual online, maka dari itu perlu dilakukan konstruksi untuk pengukuran grit pada penjual online pasca pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun alat ukur grit yang ditujukan untuk penjual online sehingga skala ini dapat digunakan untuk berbagai kepentingan yang berhubungan dengan pengembangan keilmuan maupun penggunaan praktis di bidang psikologi positif, psikologi konsumen, dan psikologi industri dan organisasi. Reliabilitas akhir pada skala ini dihitung menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach yaitu sebesar 0,846 yang berarti memiliki reliabilitas yang baik. Validitas yang digunakan adalah validitas isi yang bergerak antara 0,75 sampai dengan 0,89 yang menunjukkan bahwa alat ukur ini valid. Aitem pada skala ini menjadi 14 setelah 2 aitem gugur setelah proses pengujian status psikometrika. 
Hubungan Antara Self-Compassion dengan Resiliensi Akademik pada Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Depok Sleman Septiana Rahmawati; Muhammad Erwan Syah
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 8 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i8.7122

Abstract

High school students face various academic demands—such as assignments, exams, performance-based competition, and expectations from both school and family—that can generate academic pressure. Navigating these conditions requires the ability to endure, adapt, and bounce back from adversity, a quality known as academic resilience. One internal factor believed to play a role in enhancing academic resilience is self-compassion: an individual's ability to treat themselves with kindness, recognize failure as a part of the human experience, and maintain a balanced awareness of negative experiences. This study aimed to examine the relationship between self-compassion and academic resilience among 11th-grade students at SMA Negeri 1 Depok Sleman. A quantitative approach utilizing a correlational method was employed. The study involved 146 11th-grade students from SMA Negeri 1 Depok Sleman, selected via random sampling. Data were collected using a modified Self-Compassion Scale (based on Neff’s theory) and a modified Academic Resilience Scale-30 (ARS-30; based on Cassidy’s theory). The data were analyzed using the Pearson correlation technique. The results revealed a correlation coefficient of 0.797 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a strong relationship; thus, the research hypothesis was accepted. Categorization results showed that the majority of students possessed moderate to high levels of both self-compassion and academic resilience. Consequently, it can be concluded that there is a significant positive relationship between self-compassion and academic resilience: higher levels of self-compassion correspond to higher levels of academic resilience, and vice versa. These findings have implications for the development of guidance and counseling programs that focus on fostering self-compassion as a means to strengthen students' academic resilience.