Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KAJIAN KESUBURAN DAN KESESUAIAN LAHAN BERBASIS KOMODITAS DI KECAMATAN TUGU DAN KARANGAN KABUPATEN TRENGGALEK Arifin, Syamsul; Samudra, Ferdianto Budi; Utami, Kartika Budi; Putra, Aditya Nugraha; Setiawan, Adi; Riza, Sativandi; Andhika, Yosi; Maulidiyah, Nurul
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.2.18

Abstract

Drought is a major challenge in developing the integrated farming system (IFS) in Trenggalek Regency, making it one of the factors contributing to the construction of the Tugu Dam. Additionally, in developing the IFS area, it is necessary to assess soil fertility and land suitability evaluation for food and livestock feed commodities. The research was conducted in Tugu and Karangan Sub-Districts, Trenggalek Regency by conducting spatial analysis and soil survey at locations potentially affected by dam construction and soil samples analysis at the laboratory. The results of this study found that the level of soil fertility at the research site was included in the low to very low class with characteristics of acidic pH, very low C-organic, very low total N and low base saturation. While the results of the actual land suitability evaluation of rice, maize, and elephant grass showed the land suitability class S3 with limiting factors of C-organic, pH, total N, P2O5, and base saturation.
Pembuatan Abon Ayam Broiler dengan Penambahan Buah Pepaya (Carica Papaya L.) Adawiah, Rabiiatul; Utami, Kartika Budi; Kristanti, Novita Dewi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.502 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.20127

Abstract

ABSTRAKAbon ayam broiler merupakan produk olahan dari daging ayam yang tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia. Pada umumnya hanya dikenal abon murni dari bahan hewani saja tanpa adanya campuran dari bahan lainnya, oleh karena itu diperlukan suatu penambahan inovasi dalam pengolahan abon. Buah pepaya dengan kandungan gizi dan rasa yang baik serta harga yang tergolog murah sangat menunjang sebagai bahan campuran dalam pembuatan abon ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap penambahan buah pepaya (Carica papaya L.) pada abon ayam broiler yang dihasilkan dari uji organoleptik, uji proksimat serta analisa ekonomi. Rancangan percobaan dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 1 perlakuan kontrol dan 5 perlakuan penambahan buah pepaya dan dilakukan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan diantaranta P0 (100% daging ayam), P1 (90% daging ayam + 10% pepaya), P2 (80% daging ayam + 20% pepaya), P3 (70% daging ayam + 30% pepaya), P4 (60% daging ayam + 40% pepaya) dan P5 (50% daging ayam + 50% pepaya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari penambahan buah pepaya muda terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur serta berpengaruh terhadap kadar air, serat kasar dan kadar protein produk abon yang dihasilkan.Kata kunci: abon ayam, buah pepaya, olahan daging ayam.Chicken Abon Broiler with Papaya Fruit Added (Carica papaya L.)ABSTRACTAbon ayam broiler is a processed product of chicken meat that is familiar to the people of Indonesia. In general, only known as pure abon from animal materials alone without any mixture of other materials, therefore it is necessary to add innovation in the processing of abon. Papaya fruit with good nutritional content and taste and cheap price tergolog very supportive as a mixed material in the manufacture of chickenbon. This study aims to determine the influence on the addition of papaya fruit (Carica papaya L.) in broiler chickenbons resulting from organoleptic tests, proximate tests and financial analysis. The experimental design using RAL (Complete Random Design) with 1 control treatment and 5 treatments of papaya fruit addition and performed 3 times replay. Treatment is done between P0 (100% chicken meat), P1 (90% chicken meat + 10% papaya), P2 (80% chicken meat + 20% papaya), P3 (70% chicken meat + 30% papaya), P4 (60% chicken meat + 40% papaya) and P5 (50% chicken meat + 50% papaya). The results showed that the influence of the addition of young papaya fruit to the color, aroma, taste and texture and affect the moisture content, coarse fiber and protein content of the product abon produced.Keywords: chicken abon, papaya fruit, processed chicken meat.
KETERAMPILAN PETERNAK TENTANG PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KOTORAN KAMBING DI DESA WONOREJO Ganang Trisno Priyambodo; Kartika Budi Utami; Abdul Muksid
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.163

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan keterampilan peternak tentang pembuatan pupuk organik cair dari kotoran kambing. Materi penelitian yaitu 25 orang peternak yang ditentukan secara purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Penelitian telah dilakukan pada bulan Maret-Juni 2018. Keterampilan peternak meliputi keterampilan dalam prosedur pembutan pupuk organik cair pada tahap persiapan, pencampuran dan pengakhiran. Data tentang keterampilan peternak diperoleh menggunakan kuesioner melalui observasi. Kualitas pupuk organik cair meliputi kualitas fisik dan kandungan unsur hara. Kualitas fisik meliputi bau, warna, konsistensi dan tekstur. Kandungan unsur hara meliputi C-Organik, pH, N, P dan K. Kualitas fisik POC diketahui dengan uji organoleptik sedangkan kandungan unsur hara dilakukan uji laboratorium. Data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum tingkat keterampilan peternak tentang pembuatan pupuk organik cair dari feses kambing pada kategori terampil. Pada tahap persiapan sejumlah 13 orang atau 52% peternak dengan kategori terampil, pada tahap pencampuran sejumlah 15 orang atau 60% peternak dengan kategori cukup terampil dan pada tahap pengakhiran sejumlah 21 orang atau 84% peternak pada kategori sangat terampil.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETERNAK TENTANG TEKNOLOGI PENGOLAHAN JERAMI PADI Kartika budi utami; Ratna fitri hidayah; Isyunani Isyunani
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.168

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan pengetahuan dan sikap peternak Margo Utomo 3 tentang teknologi pembuatan pakan lengkap jerami padi. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dan survei. Materi penelitian yaitu 30 orang peternak sapi potong yang ditentukan secara purposive sampling. Kajian telah dilakukan pada Mei 2018. Data primer berupa pengetahuan dan sikap peternak diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisa secara deskriptif. Hasil kajian pengetahuan menunjukkan bahwa sebanyak 36,7% responden termasuk kategori pengetahuan rendah, pengetahuan kategori sedang sebanyak 40%, dan pengetahuan kategori tinggi sebanyak 23,3%. Hasil analisa sikap menunjukkan bahwa sebanyak 18 orang atau 60% responden memiliki sikap menerima dan sebanyak 12 orang atau 40% responden memiliki sikap menolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu peternak memiliki kategori pengetahuan sedang dan menerima teknologi pakan lengkap jerami padi.
PERILAKU PETERNAK TENTANG PEMBUATAN KOMPOS FESES SAPI POTONG DI KECAMATAN NGUNUT, TULUNGAGUNG (STUDI KASUS DI KELOMPOK USAHA TERNAK LEMBU SURA) Diyah Umi Mahmudah; Bambang Riyanto; Kartika Budi Utami
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v1i2.171

Abstract

Populasi sapi potong di Kecamatan Ngunut terus mengalami peningkatan setiap tahun diiringi peningkatan produksi feses. Pada tahun 2016, jumlah populasi sapi potong di Kecamatan Ngunut adalah 7.743 ST dengan rata-rata kepemilikan ternak 1 – 5 ekor. Jika 1 ekor sapi menghasilkan feses sebanyak 10 – 25 kg/hr, maka produksi feses di Kecamatan Ngunut adalah 193.575 kg/hr. Selama ini, feses sapi potong belum termanfaatkan namun berpotensi menjadi unit usaha baru bagi kelompok menjadi produk pupuk kompos. Penelitian dilakukan di Kelompok Usaha Ternak (KUT) Lembu sura Kecamatan Ngunut. Tujuan penelitian yaitu mendiskripsikan kualitas pupuk kompos yang dihasilkan oleh responden dan mendiskripsikan perilaku responden dalam pembuatan pupuk kompos dari feses sapi potong dengan menggunakan bahan tambahan yang tersedia secara lokalita. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penentuan sampel dilakukan dengan metode kelompok (cluster sampling) yang merupakan kelompok kelas Madya dan aktif yaitu KUT Lembu sura, Jumlah responden sebanyak 36 orang. Hasil kajian perilaku menunjukkan bahwa pengetahuan responden berada pada kategori “Analisis”, keterampilan berada pada kategori “Sangat Terampil”, dan Sikap berada pada kategori “Mengorganisir”.
KAJIAN KESUBURAN DAN KESESUAIAN LAHAN BERBASIS KOMODITAS DI KECAMATAN TUGU DAN KARANGAN KABUPATEN TRENGGALEK Arifin, Syamsul; Samudra, Ferdianto Budi; Utami, Kartika Budi; Putra, Aditya Nugraha; Setiawan, Adi; Riza, Sativandi; Andhika, Yosi; Maulidiyah, Nurul
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.2.18

Abstract

Drought is a major challenge in developing the integrated farming system (IFS) in Trenggalek Regency, making it one of the factors contributing to the construction of the Tugu Dam. Additionally, in developing the IFS area, it is necessary to assess soil fertility and land suitability evaluation for food and livestock feed commodities. The research was conducted in Tugu and Karangan Sub-Districts, Trenggalek Regency by conducting spatial analysis and soil survey at locations potentially affected by dam construction and soil samples analysis at the laboratory. The results of this study found that the level of soil fertility at the research site was included in the low to very low class with characteristics of acidic pH, very low C-organic, very low total N and low base saturation. While the results of the actual land suitability evaluation of rice, maize, and elephant grass showed the land suitability class S3 with limiting factors of C-organic, pH, total N, P2O5, and base saturation.
Analisis Pengetahuan Peternak Tentang Deteksi Kebuntingan Sapi Potong Menggunakan Metode Punyakoti dan Asam Sulfat (H2SO4) Kurniawan, Wahyu; Utami, Kartika Budi; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1194

Abstract

Deteksi kebuntingan sapi potong sangat penting dilaksanakan untuk mengetahui status kebuntingan pada sapi potong dan dapat mengidentifikasi keberhasilan inseminasi buatan yang dilaksanakan. Pengetahuan peternak di Desa Jajar tentang deteksi kebuntingan masih sangat terbatas sehingga perlu dilaksanakan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan peternak tentang deteksi kebuntingan menggunakan metode punyakoti dan asam sulfat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengisian kuisioner dan wawancara kepada 43 peternak sapi potong di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tingkat pendidikan, akses terhadap teknologi informasi, media penyuluhan, dan metode penyuluhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan peternak karena memiliki nilai signifikasi <0,05, sedangkan faktor umur, pengalaman beternak, partisipasi petani, dan sifat inovasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan peternak karena memiliki nilai signifikasi >0,05.
Efektivitas Ekstrak Daun Mimba sebagai Antiparasit Skabies pada Kelinci Hias Rex Pujiningtyas, Arum Tira Swara Ratna; Utami, Kartika Budi; Bintari, Intan Galuh
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.4.1.1-7

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, umum menyerang kelinci dan berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas spray ekstrak daun mimba (Azadirachta indica) sebagai antiparasit alami untuk pengobatan skabies pada kelinci hias Rex di usaha peternakan rakyat Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan: kontrol, spray mimba dosis 5%, 15%, 25%, serta obat kimia sebagai pembanding, masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi prevalensi skabies, pertambahan bobot badan, pertumbuhan rambut, pengurangan area kerak, lama penyembuhan, dan analisis biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spray mimba dosis 15% paling efektif, meningkatkan bobot badan, mempercepat pertumbuhan rambut, mengurangi area kerak, dan lebih ekonomis dibandingkan obat kimia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa spray ekstrak daun mimba dosis 15% merupakan alternatif alami yang efektif dan aman untuk menangani skabies pada kelinci hias Rex.
A Preliminary System-Level Exploratory Study of Behavior-Based Modifications to Cage-Free Housing in KUB Chickens Utami, Kartika Budi; Dewi Kristanti, Novita; Aini, Fitria Nur; Susanti, Eka Febri; Pramuja, Arya; Wardana, Mochamad Riski
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 36 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Standard cage-free systems may not fully accommodate the active behavior of local chickens, potentially affecting welfare and productivity. This preliminary study evaluated behavior-based modifications to cage-free housing and their associations with physiological responses, behavioral expression, and egg quality in Kampung Unggul Balitnak (KUB) pullets. Sixty 20-week-old pullets were assigned to a control group (Humane Farm Animal Care [HFAC] standards) or a modified group with reduced stocking density (6–7 hens/m²), a 1:3 nest-to-hen ratio, and multi-level perches. Welfare indicators included plasma corticosterone levels (measured by enzyme-linked immunosorbent assay, ELISA) and behavioral observations. At the same time, egg quality was assessed based on physicochemical properties and microbiological safety in accordance with the Indonesian National Standard (SNI). Corticosterone levels were comparable between the modified (1.69±0.56 ng/mL) and control (1.48±0.49 ng/mL) groups. The modified housing system was associated with more frequent expression of natural behaviors, such as dust bathing and perching, and a lower frequency of aggressive interactions compared with the control system. Egg quality parameters were similar between groups, and microbiological contamination remained below SNI safety thresholds. The modified group showed a numerically higher yolk cholesterol levels (764.94 mg/100 g) than the control group (634.24 mg/100 g). In conclusion, this preliminary study suggests that behavior-based modifications to cage-free housing may enhance behavioral expression in KUB chickens without compromising egg safety. However, the findings are limited by the preliminary design and lack of experimental replication. Future replicated studies are needed to validate these observations.
Peningkatan Pengetahuan KSTM Al-Maun 2, 3 dan Darul Murtadlo Tentang Pemeliharaan Ayam Joper Di Kota Pasuruan Jawa Timur Yoshua Tri Ramadani; Nensy Ayu Sagita; Yudi Rustandi; Kartika Budi Utami
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 18 No. 2 (2019): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.431 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v18i2.432

Abstract

Anggota KSTM Al–Maun 2, Al–Maun 3, dan Darul Murtadlo di Kota Pasuruan merupakan peternak pemula yang belum memiliki pengetahuan terkait dasar-dasar pemeliharaan ayam joper yang baik, hal ini berdasarkan hasil need assessment. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi penyuluhan dengan tujuan peningkatan pengetahuan anggota KSTM tentang penyuluhan pemeliharaan ayam joper (good farming practice). Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner pre-test dan post-test kepada responden penyuluhan sebesar 58 anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai klasikal pre-test anggota KSTM sebesar 62,5% berada pada kategori pengetahuan cukup, sedangkan nilai klasikal post-test sebesar 96,29% berada pada kategori pengetahuan baik sehingga terjadi peningkatan nilai sebesar 33,79%. Penilaian pre-test secara individu menunjukkan bahwa terdapat 33% anggota KSTM yang berada pada kategori “baik” (76% - 100%), sedangkan 67% berada dibawah kategori “baik”. Pada penilaian post-test menunjukkan sebanyak 100% anggota berada pada kategori pengetahuan “baik”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan secara klasikal sebesar 33,79% dan secara individu sebanyak 100% anggota berada pada kategori pengetahuan “baik”. Kata kunci— Penyuluhan, Peningkatan Pengetahuan, Ayam Joper