Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi Kegiatan MBKM Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa: PHP2D 2021 KORPS Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Universitas Al Azhar Indonesia di Desa Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah Fadlillah, Syafiuddin; Faisol, Wildan; Herdiawanto, Heri; Gusman, Yuherina; Muhaimin, Ramdhan; Hidayat, Rizal Aditya; Umar, Nizar; Komarrudin, Ujang
Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial Vol 3, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaiss.v3i2.995

Abstract

Evaluasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berpedoman pada Permendikbud No. 03 Tahun 2020 tentang Standar Pendidikan Tinggi dengan salah satu amanahnya yaitu terdapat hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar universitas. Salah satu peluang dari program MBKM yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional ialah Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Dalam Program PHP2D ini, mahasiswamahasiswa Hubungan Internasional yang tergabung dalam Korps Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) memilih Desa Labuan Lelea di Sulawesi Tengah sebagai bagian dari menjalankan Program ini.Desa Labuan Lelea merupakan sebuah desa yang berada di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Program utama dari KOMAHI di Desa Labuan Lelea adalah mengembangkan minyak VCO sebagai potensi utama penggerak perekonomian masyarakat desa. Di samping itu KOMAHI juga turut membantu melestarikan lingkungan dengan penanaman 1000 pohon Evaluasi Kegiatan MBKM Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa: PHP2D 2021 Korps Mahasiswa Hubungan International (KOMAHI) FISIP Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Di Desa Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah 56 mangrove demi merevitalisasi wilayah pariwisata yang terdampak akibat bencana Tsunami. Dalam artikel ini tim peneliti ingin mengulas lebih dalam terkait evaluasi program MBKM PHP2D yang dilaksanakan oleh KOMAHI Universitas Al Azhar Indonesia di Desa Labuan Lelea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada tahun 2021. Peneliti menyimpulkan program ini sangat efektif dalam mengasah soft skills mahasiswa untuk semakin mendekatkan diri dengan lapisan-lapisan masyarakat. Kata kunci: Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, Desa, Pemberdayaan, Pembinaan.Kata kunci: Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, Desa, Pemberdayaan, Pembinaan.
EXPLORING THE CONTRIBUTION OF FAITH-BASED ORGANISATIONS TO THE RESILIENCE OF MIGRANT FAMILIES IN INDONESIA AND TAIWAN Gusman, Yuherina; Muhaimin, Ramdhan; Rahman, Riki; Syuan-yuan Chiou
Penamas Vol 38 No 2 (2025): Volume 38, Issue 2, July-December 2025
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v38i2.1012

Abstract

This study examines the role of faith-based organizations (FBOs) as a social infrastructure that supports the resilience of Indonesian migrant families in Indonesia and Taiwan. Data were collected qualitatively from 15 migrant workers, 15 left-behind children, 15 caregivers, 4 FBOs in Indonesia, and 5 FBOs in Taiwan. Data were collected in 2024 and 2025 using semi-structured, in-depth interviews. This study used an interpretivist paradigm to examine how FBOs strengthen the resilience of Indonesian migrant families. The participants were selected with purposive and snowball sampling. The findings show that at the micro level, faith provides emotional endurance and moral guidance for migrant workers but not for their children and caregivers; at the meso level, FBOs such as Dompet Dhuafa, Mandiri Amal Insani, Rumah Edukasi Kenanga, Majelis Taklim Parenting Nabawiyah, and Salimah Taiwan institutionalize care through religious education, parenting training, and psychosocial support. At the macro level, transnational faith networks supplement formal policy frameworks by providing moral and psychosocial protection. The study broadens the concept of social infrastructure to include religious and moral systems as key components of family resilience. It also integrates resilience theory with faith and migration studies and provides empirical evidence that FBOs can help develop more inclusive, culturally grounded transnational social policies.