Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SOSIALISASI MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE DALAM MATERI IHSAN PADA SISWA SMA NEGERI 20 KABUPATEN TANGERANG Nurislamiah, Siti; Setyawati, Ariesta; Azhari, Ainul; Irawan, Irawan; Hermawan, Denny
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Strategi Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Era Pasca Pandemi
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan kurikulum 2013, bahwa dalam hal pembelajaran peserta didik lebih ditekankan pada aspek pengembangan individu masing-masing. Partisipan dalam kegiatan sosialisasi media pembelajaran online dalam materi meraih kasih allah dengan ihsan adalah siswa-siswi kelas 12 SMAN 20 Kabupaten Tangerang. Pembelajaran online yang digunakan selama pandemi ini membuat pembelajaran secara tatap muka secara online memberikan solusi terhadap pemahaman siswa pada materi yang disampaikan oleh guru meskipun tidak langsung di kelas, tapi melalui pembuatan video pembelajaran terkait dengan materi yang ingin disampaikan. Sehingga dalam penyampaian materi khususnya materi meraih kasih Allah dengan ihsan memudahkan tujuan pembelajaran ini tercapai sehingga dapat memacu siswa-siswi agar menjadi insan yang luhur akan budi pekertinya, juga dapat menjadi pengendalian perbuatannya ketika ia melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt, sehingga ia pun tidak menjadi buruk dan terjatuh dalam perbuatan yang tercela.
Persepsi Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Al Azhar Indonesia Terhadap Implementasi Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka Hermawan, Denny; Supriyanto, Arif; Hakim, Dewi Ananta; Nofanti, Amanda Chelsi
Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial Vol 3, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaiss.v3i2.1000

Abstract

Banyak jalan menuju kompetensi unggul. Setiap mahasiswa memiliki potensi, cita-cita, aspirasi dan kecenderungan yang berbeda satu sama lain. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk memberikan kemerdekaan kepada mahasiswa dalam memilih jalan terbaik mengembangkan potensi diri melalui pembelajaran yang fleksibel. Program Studi Informatika Universitas Al Azhar Indonesia (IF UAI) menjadi salah satu program studi (prodi) yang mengambil peranan aktif dalam implementasi MBKM untuk mendukung pendidikan yang memerdekakan dan memberdayakan guna mencapai visi dan misi prodi serta tujuan pendidikan tinggi. Penelitian ini melakukan analisis deskriptif terhadap jawaban dari 21 pertanyaan survei sebanyak 198 mahasiswa aktif IF UAI yang melakukan pengisian survei daring melalui platform survey.spadadikti.id. Pertanyaan dikelompokkan menjadi 5 bagian yakni Pengetahuan Program MBKM, Kondisi Prodi sebelum adanya MBKM, Kesiapan dan minat mahasiswa untuk mengikuti Program, Manfaat program MBKM untuk peningkatan Kompetensi mahasiswa, Manfaat Program MBKM untuk memasuki pasca kampus, dan rekomendasi program. Hasil survei menggambarkan persepsi mahasiswa Program Studi Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Al Azhar Indonesia terhadap program MBKM. Sebagian besar mahasiswa memiliki perspektif yang baik mengenai program ini dan menyatakan bahwa MBKM merupakan program yang penting, dapat memberikan kompetensi tambahan serta melatih soft skill mahasiswa. Selain itu, kompetensi tambahan sangat relevan dan dibutuhkan dalam kehidupan setelah di kampus.Kata kunci - MBKM, kompetensi, learning fleksible, passion.
Light-Based Positioning System Using Arduino Assidqi, Nurul Imam; Astharini, Dwi; Hamid, Sofian; Hermawan, Denny; Aribowo, Budi
EXSACT-A Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/exc.v1i1.2286

Abstract

The Light Positioning System (LPS) represents an innovative technology employed for precise object localization by utilizing light as a positional reference. This method encompasses the utilization of light sources, such as LED lights or other visible light emitters, which can be strategically positioned at various orientations and angles. This research centers on the practical implementation of the LPS paradigm through the application of Arduino. Additionally, the study involves the integration of the Kalman filter algorithm within the Arduino framework to enhance the accuracy of sensor data estimations. The LPS implementation employs distinct sensors, namely the Photoresistor LM393, Photodiode LM393, and TF-Luna Lidar. The programming is accomplished using the Arduino Integrated Development Environment (IDE), while the hardware framework is based on the Arduino Mega 2560 microcontroller. In this research, the ESP32 module plays a pivotal role as it establishes a seamless connection between the sensor data and the Blynk platform. This integration empowers effective and comprehensive data monitoring and analysis, facilitating real-time tracking and evaluation of the LPS system's performance. The photoresistor exhibits better reading accuracy compared to the photodiode, as evident from the obtained RMSE values. The KF PR with 16 LEDs has the smallest RMSE value, which is 0,03. The TF-Luna LiDAR sensor readings are more accurate and effective under well-lit conditions as opposed to low-light conditions. The RMSE value at lux 160 is 1,28 , while the RMSE value at lux 2 is 3,32
FPGA Implementation of Kalman Filter for Visible Light Wahyudi, Imam; Astharini, Dwi; Gandana, Danny M; Hamid, Sofian; Hermawan, Denny; Aribowo, Budi
EXSACT-A Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/exc.v1i1.2280

Abstract

Visible Light (VL) has received significant attention due to its benefits in energy efficiency, wide bandwidth availability, and resistance to electromagnetic interference. This final project discusses VL utilizing the Kalman Filter (KF) to predict and estimate the position of related data. The development of the VL method is carried out using Xilinx FPGA Arty A7 hardware, and the KF implementation is carried out in a two-dimensional framework with the Linear KF approach. The main objective of this Final Project is to implement VL using Photodetectors (Photodiode and Photoresistor LM393) on FPGA. The use of Xilinx FPGA Arty A7 hardware and Xilinx SDK software provides the flexibility and reliability required for system implementation. The results indicate that the implementation of Xilinx FPGA Arty A7-35T with KF and the use of 16 LED and 8 LED configurations yield relatively accurate estimations. While the Photodiode LM393 (PD LM393) sensor does not exhibit superior results compared to the Photoresistor LM393 (PR LM393) sensor, this research effectively optimizes light measurements by utilizing the sensor and KF algorithm. The Root Mean Squared Error (RMSE) results show that for the system with 16 LEDs, KF with PR LM393 has an RMSE of approximately ). This RMSE value indicates that KF with PR LM393 can provide relatively more accurate estimations. Similarly, for the system with 8 LEDs, KF with PR LM393 has an RMSE of around ). In this case, KF with PR LM393 again provides relatively more accurate estimations. Meanwhile, the RMSE result for 2D KF in this system is approximately ), indicating that the KF estimation has a relatively small error value compared to the actual measurement value. This demonstrates that KF effectively reduces noise and measurement data fluctuations in the LM393 Photodetector system with 16 LEDs.
Implementasi Kebijakan Peraturan Daerah Kota Bogor No 10 Tahun 2018 Tentang Kawasan Tanpa Rokok Hidayat, Muhammad Qopal; Hermawan, Denny; Apriliani, Afmi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i12.16370

Abstract

Merokok pada dasarnya sangat berbahaya bagi kesehatan. Fenomena dunia menunjukkan bahwa merokok mengakibat terpapar penyakit hingga meninggal dunia akibat masih banyaknya masyarakat yang merokok. Oleh karena itu pemerintah menghadirkan kebijakan salahsatunya Indonesia tentang Kawasan tanpa rokok. Pengimplementasian kebijakan tersebut salah satunya di Alun-Alun Kota Bogor. Kota Bogor membuat kebijakan yang tertuangkan didalam peraturan daerah nomor 10 tahun 2018 tentang kawasan tanpa rokok (KTR). Pada tahap survei peneliti menemukan masalah diantaranya kepatuhan masyarakat terhadap KTR masih rendah, kurangnya sosialisasi, pengawasan yang minim, sanksi yang kurang tegas, kurangnya fasilitas yang mendukung dan minimnya partisipasi masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan peraturan daerah nomor 10 tahun 2018 tentang kawasan tanpa rokok (KTR) dalam perspektif implementor dalam studi kasus di alun-alun kota bogor, kendala-kendala dan upaya dalam mengatasi kendala mengenai kebijakan tersebut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Dengan jumlah populasi yakni 24 orang yang terdiri dari 2 unsur implementor. Teknik sampel yang digunakan yakni sampling jenuh dengan jumlah 24 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik studi kepustakaan, studi lapangan, wawancara, observasi, dan kuesioner yang berskala likert dengan didasari rumus WMS. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai total rata-rata sebesar 4,09, dengan kategori “Baik”. Nilai tersebut memiliki keberagaman nilai tertinggi yakni di Dimensi komunikasi antarorganisasi yang berperan dalam pelaksanaan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) memperoleh hasil yang sangat baik yakni 4,4. Dan nilai terendah di dimensi Sumber Daya, yang memperoleh skor 3,6 dan termasuk dalam kategori "baik." Nilai yang relatif. Kendala dalam impelementasi yakni dimensi sumber daya yang mempengaruhi salah satunya akibat terbatasnya fasilitas seperti papan informasi, dan belum menyediakan tempat khusus untuk merokok. Adapun upaya yang dilakukan oleh implementator yakni menambah penunjang fasilitas, dan menyelenggarakan rapat sidang diarea alun-alun sekaligus menegur dan mengedukasi masyarakat tentang KTR hal ini akan mempengaruhi salahsatunya pemahaman atau pola pikir dalam pengimplementasian kebijakan KTR.