Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANDI KABUPATEN WAKATOBI Jafriadin; jumadi; waode Azfari Azis; La Ode Muh Taufiq
Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kjkm.v4i1.728

Abstract

Occurrence diarrhea in toddlers cannot be separated from role behavioral factors that maternal behavioral interactions. Data from Sandi Health Center in 2020 showed that of 314 toddlers there were of 65 toddlers who experienced diarrhea. Purpose study was to find out the description of mother's behavior in form exclusive breastfeeding, hand washing habits, use clean water, selection children's playgrounds, and management children's feces in preventing diarrheal diseases in toddlers. Type of research used is descriptive observational. Population and sample in this study were 60 families, sample amounting to 60 families and side method used was total sampling. Research data collection consisted primary data obtained by questionnaire and secondary data obtained from report notes Sandi Health Center. Data processing is done computerized using SPSS program. Analysis used is univariate analysis, namely to see appearance frequency distribution each variable studied. Data was analysis by univariate approach 78.3% have good behavior in exclusive breastfeeding, there are 83.3% have good behavior in washing hands, there are 100% have good behavior in use of clean water, there are 73.3% have good behavior in selection of children's playgrounds, and there are 68.3% have good behavior in management of children's feces as an effort to prevent diarrhea in toddlers. Conclusion shows that mothers have good behavior in preventing diarrhea in toddlers in Sandi Health Center District Wakatobi Regency. Suggestions in form need for increased education to the community about efforts to prevent diarrhea especially in toddlers.
Gambaran Sikap Kerja Duduk Pada Kursi Dan Meja Kerja Yang Tidak Ergonomi Dengan Kelelahan Kerja Pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau: Description of Working Posture Sitting on Non-Ergonomic Chairs and Work Desks with Work Fatigue of Baubau City Health Service Employees Rininta Andriani; Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Jumadi; Isma
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.8602

Abstract

Kursi dan meja kerja yang tidak ergonomis dapat memengaruhi kelelahan kerja, produktivitas, dan sikap kerja karyawan. Berdasarkan teori kelelahan kerja (Fatigue Theory), postur kerja yang tidak sesuai menyebabkan kelelahan fisik dan potensi cedera otot, sehingga menurunkan kinerja. Teori ergonomi menekankan pentingnya desain tempat kerja yang sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan manusia untuk meminimalkan beban kerja fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Sikap Kerja Duduk Pada Kursi Dan Meja Kerja Yang Tidak Ergonomi Dengan Kelelahan Kerja Pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang, yang merupakan pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau pada bidang kesehatan masyarakat, dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dan kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa sikap kerja duduk pada kursi dan meja kerja yang tidak ergonomis menyebabkan ketidaknyamanan fisik seperti nyeri punggung, leher, dan bahu yang berdampak pada penurunan produktivitas kerja pegawai Dinas Kesehatan Kota Baubau. Berdasarkan analisis antropometri, ukuran kursi dan meja belum sesuai dengan tinggi badan rata-rata pegawai (155–160 cm), sehingga posisi duduk tidak ideal dan menimbulkan kelelahan. Dengan demikian, kesesuaian fasilitas kerja dengan ukuran tubuh pekerja sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan produktivitas kerja.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Petugas Lapangan Di Pt. Pln Nusantara Power Unit Pembangkitan Kendari Ulpltd Baubau: Analysis of Workplace Accident Risks for Field Workers at PT. PLN Nusantara Power Unit Kendari Power Plant ULPLTD Baubau Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Wahyuddin; Jumadi; Sri Wahyuni Eka Safitri
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10278

Abstract

Petugas lapangan di PT. PLN Nusantara Power UP Kendari ULPLTD Baubau memiliki risiko tinggi kecelakaan kerja akibat paparan langsung aktivitas kelistrikan dan lingkungan berbahaya. Sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018, perusahaan wajib melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko. Penelitian ini bertujuan mengenali potensi bahaya, mengevaluasi tingkat risiko dan menetapkan langkah-langkah pengendalian kecelakaan kerja melaui analisis HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). Metode penelitian yang digunakan snowball sampling dengan jenis penelitian kualitatif dengan 7 informan kunci, serta studi dokumentasi. Variabel yang dianalisis meliputi identifikasi bahaya, penilaian tingkat risiko, dan langkah pengendalian yang diterapkan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan triangulasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa risiko kecelakaan kerja masih cukup tinggi dan perlu ditingkatkan pengendaliannya melalui perbaikan sistem manajemen K3 dan pelatihan berkala. Saran dari penelitian ini yaitu perlunya SOP yang berupa petunjuk penggunaan alat dan APD yang sesuai dengan jenis pekerjaan, pengawasan rutin, penyediaan APD lengkap, serta pelatihan K3 yang terstruktur bagi seluruh petugas lapangan di PT. PLN Nusantara Power UP Kendari ULPLTD Baubau.
Strategi Diet Hipertensi dengan Metode Pengelolaan Smoothies dari Buah Pisang dan Semangka sebagai Alternatif Makanan Sehat: Hypertension diet strategy with Smoothie management method from Banana and Watermelon as a healthy food alternative Andi Yaumil Bay R Thaifur; Wa Ode Nadzyran; Fitriani; Jumadi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.169 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.484

Abstract

latar belakang : Data catatan rekam medik di Puskesmas Katobengke Kota Baubau menunjukkan angka kunjungan penderita Hipertensi pada tahun 2018 sebanyak 139 kasus, tahun 2019 sebanyak 152 kasus, sedangkan tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 178 kasus dan pada tahun tahun 2021 dari Januari-Juni sebanyak 95 kasus Tujuan : Untuk membantu masyarakat terkhusus lansia yang memiliki tekanan darah tinggi untuk mengelolah dan mengomsusmsi Smoothis semangka dan pisang. Metode : Memberikan pre test dan post test , melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan smoties semangka , Membagikan Leaflet serta memberikan smoties pisang dan semangka sebagai intervensi fisiknya Hasil : Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden setelah diberikan edukasi dan pelatihan pembuatan smoothies. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya persentase jawaban benar dari responden. Kesimpulan : Smooties olahan berbahan dasar buah pisang dan semangka merupakan salah satu inovasi makanan yang dapat menurukan angka prevalensi hipertensi.
Pendampingan Pelatihan Pengolahan Bahan Makanan Dari Daun Kelor Untuk Mencegah Stunting : Assistance in Food Processing Training from Moringa Leaves to Prevent Stunting Andi Yaumil Bay R Thaifur; Jumadi; Fitriani; Eky Endriana Amiruddin; Ni’ma Meilani; Muh. Subhan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.056 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.502

Abstract

latar belakang: Berdasarkan data e-PPGBM menunjukan jumlah kasus stunting di Kota Baubau tahun 2020 sebanyak 287 kasus atau 13,4% menjadi 589 kasus atau 9,8 % di tahun 2021, dan pada tahun 2022 menjadi 716 kasus atau 8,8% .Penurunan kasus maupun prevalensi Stunting di tahun 2022 menjadi 8,8% tentunya menjadi beban yang harus bisa diselesaikan bersama oleh pemerintah maupun seluruh perangkat daerah terkait yang harus diselesaikan dengan melakukan konvergensi Stunting. Tujuan: Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat terkhusus ibu yang memiliki anak yang terkena stunting dan anak yang sulit mengonsusmi makan sayuran, dengan melakukan pengabdian pengelolaan daun kelor menjadi kue bolu. Metode: Memberikan pretest dan posttest, melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan bolu kelor, Membagikan Leaflet serta membagikan bolu kelor sebagai intervensi fisiknya Hasil: untuk uji normalitas data karena respondennya kurangnya dari 30 peserta maka yang digunakan untuk uji normalitas data Shapiro-Wilk. Hasil uji Shapiro-Wilk didapatkan bahwa data berdistribusi tidak normal karena terdapat perdeeaan normalitass antara pretest dan posttest maka tetap dikategorikan data terdistribusi normal nilai sig 0,13>0,05. Diketahui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,02. Karena nilai 0,02 lebih besar dari >0,05, maka dapat disimpulkan bahwa "Ha ditolak". Artinya tidak ada perbedaan antara PreTest dan Post Test. Kesimpulan: Pengetahuan mereka tentang bahaya stunting dan pemanfaatan daun kelor meningkat.
Ekologi Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting dengan Bolu Kelor, Penyedap Rasa Ikan Tongkol, dan Kerupuk Ikan Tongkol: Local Food Ecology for Stunting Prevention with Moringa Sponge Cake, Tuna Flavoring, and Tuna Crackers Andi Yaumil Bay R. Thaifur; Eky Endriana Amiruddin; Wa Ode Nadziyran Urufia; Waode Azfari Azis; Jumadi; Fitriani; Muhamad Subhan; Mariene Wiwin Dolang
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.7035

Abstract

Stunting terjadi ketika anak mengalami gizi kurang dalam jangka waktu yang lama (kronik). Desa Tongali merupakan salah satu desa yang berasa di Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi sebesar 37,01%. Kasus stunting di daerahn ini tertinggi kedua setelah Kabupaten Buton, namun prevalensi kasusnya tidak jauh berbeda secara signifikan. Perbaikan gizi masyarakat dengan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi solusi dalam pencegahan stunting di Desa Tongali, diantaranya dengan mengkonsumsi kelor dan ikan tongkol. Keduanya merupakan pangan lokal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat setempat, namun belum diketahui luas bahwa kelor dan ikan tongkol dapat mencegah stunting, biasanya hanya diolah sebagai sayur dan ikan masak atau digoreng, serta dijual sebagai penghasilan masyarakat desa.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengani manfaat kelor dan ikan tongkol dalam mencegah stunting dan memberikan pelatihan untuk mengolah kelor dan ikan tongkol menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi berupa bolu kelor, penyedap rasa ikan tongkol, dan kerupuk ikan tongkol. Manfaat kegiatan ini adalah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tongali dalam mencegah stunting dengan memanfaatkan olahan pangan lokal dari kelor dan ikan tongkol. Kegiatan ini dilakukan tanggal 07 Oktober 2024 di Desa Tongali yang diikut oleh ibu-ibu PKK Desa Tongali sebanyak 40 orang. Kegiatan ini menhasilkan produk berupa bolu kelor, penyedap rasa ikan tongkol, dan kerupuk ikan tongkol, serta dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mencegah stunting dengan memanfaatkan pangan lokal dari kelor dan ikan tongkol. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi kelor dan ikan tongkol untuk mencegah stunting.