Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN PERINTIS

PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKSUAL TERHADAP KEJADIAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI SD NEGERI 04 BALAI RUPIH SIMALANGGANG PAYAKUMBUH TAHUN 2018 Endra Amalia; Fatimah Laila Afdila; Yessi Andriani
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 5 No 2 (2018): DESEMBER 2018 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.642 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v5i2.125

Abstract

Masalah seks masih dianggap tabu dikalangan masyrakat untuk dibicarakan didepan anak-anak apalagi untuk mengajarkannya, sehingga anak cenderung beresiko terhadap kekerasan seksual. Kejadian kekerasan seksual pada anak di Indonesia cenderung mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2016 tercatat sebanyak 2676 kasus kekerasan seksual pada anak dan meningkat menjadi 2898 sepanjang Januari-Juli 2017, sedangkan di Simalanggang tercatat sebanyak 393 kasus kekerasan seksual pada anak sepanjang 2016-2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan seksual terhadap kejadian kekerasan seksual di SDN 04 Balai Rupih Simalanggang Payakumbuh Tahun 2018. Jenis penelitian ini Quasy Eksperimen dengan pendekatan Pretest-posttes one grup Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dengan besar sampel 64 orang. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian penunjukkan bahwa rata-rata kejadian kekerasan seksual sebelum intervensi adalah 13,00 dan setelah intervensi adalah 12,06. Ada perbedaan rerata penurunan kejadian kekerasan seksual sebelum intervensi 13,00 dan sesudah intervensi menurun menjadi 12,00. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pendidikan seksual berpengaruh signifikan terhadap kejadian kekerasan seksual pada anak SDN 04 Balai Rupih Simalanggang (p = 0,000). Diharapkan kepada semua pihak, terutama orang tua dan guru dapat selalu memberikan pendidikan seksual sedini mungkin kepada anak, agar anak mampu mengetahui dan menghindari resiko kejadian kekerasan seksual.
FAKTOR MEMPENGARUHI KUNJUNGAN IBU MEMBAWA BALITA KE POSYANDU KELURAHAN TANJUNG PAUH TAHUN 2018 Endra Amalia; Syahrida Syahrida; Yessi Andriani
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 6 No 1 (2019): JUNI 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.163 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v6i1.242

Abstract

Posyandu is one form of community-based health effort managed jointly the health development as an effort to get basic health services for the.Lack of support from family, the cadres and capital work affect a visit to posyandu.The purpose of this research is to find the, family support the cadres and capital work for the child mother brought to the posyandu.This study was conducted in january 2019, with the design cross sectional, and population of the research is all the mothers with children under five were 76. peopleThe sample in a simple. random samplingThe analysis univariat shows that most visit the child to the posyandu good category ( 65.8 % ), more than child separoh mother supported the poor ( 52.6 % ), the role of kaders kategiri less active ( 53.9 % ) and more than separoh mother working visit to the posyandu ( 56.6 % ).
Paket Pendidikan Kesehatan “Tegar” Terhadap Pengetahuan, Sikap Dan Kecemasan Ibu Pasca Abortus Yessi Andriani; Setyowati Setyowati; Yati Afiyanti
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 7 No 1 (2020): JUNI 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.398 KB) | DOI: 10.33653/jkp.v7i1.397

Abstract

Kurangnya informasi tentang abortus serta perawatan kehamilan pasca abortus berkontribusi terhadap penderitaan Ibu pasca abortus. Dampak psikologis yang ditimbulkan ibu sering diabaikan oleh keluarga bahkan tenaga kesehatan, padahal sangat penting untuk ditangani karena dapat menciptakan konflik dengan persepsi mereka tentang kehamilan serta dapat mempengaruhi pemulihan selanjutnya serta kesiapan untuk hamil kembali. Paket Pendidikan Kesehatan “Tegar”, dapat menjadi solusi bagi ibu dalam perawatannya pasca abortus. Paket PenKes “Tegar”berisi edukasi tentang apa itu abortus serta cara untuk mengatasi kecemasan Ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paket pendidikan kesehatan “Tegar” terhadap pengetahuan, sikap dan kecemasan ibu pasca abortus. Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimen pendekatan pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Total sampel sebanyak 68 responden, pengambilan sampel dengan teknik concecutive sampling. Paket PenKes “Tegar” diberikan pada Ibu pasca abortus dengan cara pemberian kuesioner pre test langsung pada Ibu, kemudian memberikan edukasi dan demonstrasi serta manajemen stres atau cemas selama dua kali kunjungan dan diakhiri dengan pengisian kuesioner post test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket pendidikan kesehatan “Tegar” berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan pengurangan kecemasan ibu (p=0,000; α<0,05). Paket pendidikan kesehatan ini disarankan dapat diterapkan di pelayanan kesehatan agar ibu pasca abortus memiliki pengetahuan serta dapat mengatasi dampak psikologisnya dan tidak merasa diabaikan.
Bagaimanakah Perkembangan Anak Usia 1 – 5 Tahun dengan Stunting? Fernandes, Andrye; Andriani, Yessi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/902p8x12

Abstract

Stunting secara defenisi terkait dengan pertumbuhan, tetapi memberikan dampak yang lebih luas pada perkembangan anak. Perkembangan sering terabaikan oleh orangtua dan program penanganan stunting dari pemerintah. Padahal, keterlambatan perkembangan ini memiliki konsekuensi jangka panjang yang sama seriusnya, bahkan lebih sulit untuk diperbaiki dibandingkan pertumbuhan fisik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan pada anak dengan stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 69 Balita dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar data demografi (usia, jenis kelamin, dan kategori status gizi) dan Denvert Development Screening Test II (DDST II). Peneliti melakukan kunjungan rumah untuk setiap responden. Hasil pengumpulan data didapatkan karakteristik yang mendominasi anak dengan stunting adalah kelompok usia toddler (81,1%), jenis kelamin laki-laki (57,9%), dan status gizi adalah pendek/ stunting (65,2%). Hasil pemeriksaan perkembangan sebagian besar anak stunting mendapatkan interpretasi pemeriksaan perkembangan suspect dan teridentifikasinya keterlambatan pada semua aspek perkembangan pada anak. Diharapkan penelitian selanjutknya untuk melihat dampak jangka panjang stunting pada perkembangan anak.