Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Bagaimanakah Perkembangan Anak Usia 1 – 5 Tahun dengan Stunting? Fernandes, Andrye; Andriani, Yessi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/902p8x12

Abstract

Stunting secara defenisi terkait dengan pertumbuhan, tetapi memberikan dampak yang lebih luas pada perkembangan anak. Perkembangan sering terabaikan oleh orangtua dan program penanganan stunting dari pemerintah. Padahal, keterlambatan perkembangan ini memiliki konsekuensi jangka panjang yang sama seriusnya, bahkan lebih sulit untuk diperbaiki dibandingkan pertumbuhan fisik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan pada anak dengan stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 69 Balita dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar data demografi (usia, jenis kelamin, dan kategori status gizi) dan Denvert Development Screening Test II (DDST II). Peneliti melakukan kunjungan rumah untuk setiap responden. Hasil pengumpulan data didapatkan karakteristik yang mendominasi anak dengan stunting adalah kelompok usia toddler (81,1%), jenis kelamin laki-laki (57,9%), dan status gizi adalah pendek/ stunting (65,2%). Hasil pemeriksaan perkembangan sebagian besar anak stunting mendapatkan interpretasi pemeriksaan perkembangan suspect dan teridentifikasinya keterlambatan pada semua aspek perkembangan pada anak. Diharapkan penelitian selanjutknya untuk melihat dampak jangka panjang stunting pada perkembangan anak.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Faktor Risiko Kanker Ovarium terhadap Pengetahuan dan Sikap Perempuan dalam Pencegahan Kanker Ovarium di RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi Andriani, Yessi; Maulidina, Mia
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 9 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i9.1224

Abstract

Kanker ovarium merupakan pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada ovarium, walaupun rangsangan yang memicu perubahan tersebut telah berhenti, lesi dapat menyerbu dan merusak struktur di dekat ovarium serta menyebar ke organ lain yang menyebabkan kematian (Kumar, 2007). Faktor risiko kanker ovarium yaitu angka paritas, kehamilan, usia menarche, menopaushe, laktasi, penggunaan hormon, gaya hidup yang buruk, faktor genetik, faktor lingkungan serta memiliki riwayat kista endometriosis. Banyak masyarakat belum mengetahui tentang kanker, sehingga diperlukan Pendidikan Kesehatan mengenai faktor risiko kanker ovarium. RSUD Dr. Achmad Mochtar adalah tempat sasaran yang baik untuk dilakukannya Pendidikan Kesehatan karena merupakan rumah sakit rujukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan faktor risiko kanker ovarium terhadap pengetahuan dan sikap Perempuan dalam pencegahan kanker ovarium. Penelitian ini menggunakan desain quasy-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik sampling aksidental dengan 36 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pengetahuan responden tentang faktor risiko kanker ovarium sebelum intervensi adalah 10.14, sedangkan setelah intervensi menjadi 13.28. Rerata sikap responden sebelum intervensi adalah 26.06, sedangkan setelah intervensi menjadi 35.06, yang menunjukkan peningkatan, yang artinya terjadi peningkatan rerata pengetahuan dan sikap responden setelah diberikannya intervensi.
EFEKTIFITAS PENGARAHAN POSISI DALAM MENYUSUI (BIOLOGIC NURTURING BABY LED FEEDING) TERHADAP ADAPTASI NYERI IBU POST SECTIO CAESARIA DI RUANG KEBIDANAN RSUD DR. ADNAN WD PAYAKUMBUH Satria, Okti; Oviana, Athica; Andriani, Yessi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2183

Abstract

Penanganan yang sering dilakukan untuk mengurangi nyeri post sectio caesarea adalah dengan analgesik. Namun pemberian farmakologi tidak bisa meningkatkan kemampuan untuk mengontrol nyeri. Salah satu terapi non farmakologi untuk mengurangi nyeri post section caesarea adalah dengan mengatur posisi dalam menyusui bayi (biologic nurturing baby led feeding). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pengarahan posisi dalam menyusui (biologic nurturing baby led feeding) terhadap adaptasi nyeri ibu post sectio caesaria. Desain penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Populasi adalah seluruh ibu post sectio caesarea di Ruang Kebidanan RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh, dengan jumlah rata-rata 17 orang per bulan. Jumlah sampel 16 orang, diambil secara convenience sampling. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji paired t-test. Analisa univariat didapatkan rerata skala nyeri yang dirasakan responden sebelum intervensi adalah 4,88 (nyeri sedang) dan sesudah dilakukan intervensi 3,63 (nyeri ringan). Hasil bivariat ada efektifitas  pengarahan posisi dalam menyusui bayi (biologic nurturing baby led feeding) terhadap adaptasi nyeri ibu post sectio caesaria. Disimpulkan bahwa pengarahan posisi dalam menyusui bayi (biologic nurturing baby led feeding) berpengaruh pada nyeri yang dirasakan ibu post sectio caesarea (dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan). Diharapkan pada pihak rumah sakit agar dapat menambahkan pelaksanaan pengarahan posisi dalam menyusui bayi (biologic nurturing led feeding) sebagai salah satu tindakan dalam mengatasi nyeri pada post sectio caesarea.Kata kunci : Cara posisi ; menyusui ; adaptasi nyeri
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI PADA IBU BERSALIN Amalia, Endra; Gusfani, Rahmi Santi; Andriani, Yessi; Delima, Mera
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29601

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses memulai menyusui sesegera mungkin setelah bayi lahir, idealnya dalam waktu satu jam pertama setelah kelahiran. IMD melibatkan kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi segera setelah kelahiran, yang memungkinkan bayi untuk secara alami mencari dan menemukan payudara ibu untuk menyusu (WHO., 2020). Menurut Riskesdas 2013, proses menyusui mulai terjadi pada 1-6 jam setelah kelahiran (35,2%) dan kurang dari 1 jam (inisiasi menyusui dini) sebesar 34,5%. Sedangkan proses menyusui terendah terjadi pada 7-23 jam setelah kelahiran yaitu sebesar 3,7%. Beberapa program dalam rangka penurunan angka kematian bayi adalah program inisiasi menyusui dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pengetahuan, sikap dan dukungan tenaga Kesehatan yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Koto Tinggi Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan kuisionersebagai alat ukur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil uji statistic untuk variabel  pengetahuan dan sikap didapatkan P value 0,000<0,05 artinya ada hubungan pegetahuan, sikap dengan pelaksanaan inisiasi menyusui  dini dan untuk variabel  dukungan tenaga Kesehatan didapatkan P value 0,001<0,05 artinya ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan inisiasi menyusui dini. Disarankan untuk pihak Puskesmas agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu bersalin dengan cara memberikan edukasi inisiasi menyusui dini kepada ibu baik selama masa kehamilan atau sebelum persalinan serta membantu ibu saat proses persalinan untuk pelaksanaan inisiasi menyusu dini.
Kemiskinan dalam Naskah Hah Karya Putu Wijaya (Tinjauan Sosiologi Sastra) Andriani, Yessi; Syafril, Syafril; Sukmawati, Noni
Puitika Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.76-88.2022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis dengan naskah HAH karya Putu Wijaya yang mengangkat tentang permasalahan sosial yang sering terjadi dilingkungan masyarakat. Pada akhirnya memfokuskan penelitian pada masalah sosial yaitu kemiskinan dalam naskah HAH ini.Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Landasan teori yang digunakan adalah teori kemiskinan yang dikemukakan oleh Chambers, yang menjelaskan kemiskinan dibagi menjadi empat jenis, yaitu kemiskinan absolut, relatif, kultural dan struktural. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang menghasilkan data tertulis dari teks yang mengacu pada masalah sosial. Teknik yang digunakan yaitu pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data.                Setelah dilakukan penelitian ditarik kesimpulan, bahwa jenis kemiskinan yang ada dalam naskah HAH karya Putu Wijaya ini yaitu berupa kemiskinan absolut, kemiskinan relatif, dan kemiskinan kultural. Penyebab terjadinya kemiskinan dalam naskah HAH karya Putu Wijaya ini terdapat beberapa faktor. Yang pertama yaitu disfungsi keluarga, dan tingkat pendidikan yang rendah. Kemudian terdapat beberapa masalah atau akibat yang ditimbulkan oleh kemiskinan tersebut, seperti putus asa dan ingin bunuh diri, dan dikucilkan oleh lingkungan sekitar. Juga terdapat beberapa bentuk kemiskinan dalam naskah HAH karya Putu Wijaya, yaitu miskin materi, miskin hati, miskin agama, dan miskin ilmu.
Hubungan Caring Petugas Kesehatan dan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Ibu Primipara di Rumah Bersalin Yenda Hasnita; Athica Oviana; Mera Delima; Yessi Andriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.898

Abstract

Kecemasan saat persalinan merupakan respons psikologis yang umum dialami oleh ibu primipara dan dapat berdampak negatif terhadap proses persalinan, termasuk peningkatan persepsi nyeri dan gangguan kemajuan persalinan. Salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan ibu adalah faktor psikososial, seperti perilaku caring petugas kesehatan dan dukungan keluarga. Caring petugas kesehatan tercermin melalui komunikasi terapeutik, empati, perhatian, serta pendekatan yang melibatkan keluarga dalam proses persalinan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan perilaku caring petugas kesehatan dan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan ibu primipara di rumah bersalin Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan survey analitik dengan pendekatan cros-sectional.  Penelitian ini dilakukan di Rumah Bersalin di Kota Payakumbuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden ibu primipara dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan intrumen kuesioner meliputi kuesioner caring petugas kesehatan (20 item), dukungan keluarga (12 item), dan tingkat kecemasan (20 item). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistic menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara caring petugas kesehatan dengan tingkat kecemasan ibu primipara (p = 0,005 < 0,05; OR = 25,000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p = 0,019 < 0,05; OR = 16,000). Ibu yang memperoleh caring yang baik dan dukungan keluarga yang optimal cenderung mengalami kecemasan ringan. Dapat disimpulkan bahwa caring petugas kesehatan dan dukungan keluarga berperan penting dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu primipara saat persalinan. Peningkatan praktik kebidanan berbasis caring dan keterlibatan keluarga secara aktif dalam proses persalinan perlu dioptimalkan untuk mendukung kesejahteraan psikologis ibu.
Komunikasi terapeutik perawat berhubungan dengan kepercayaan pasien dan kelurga terhadap perawat: Nurses' therapeutic communication is associated with patients' and families' trust in nurses Vera Sesrianty; Yessi Andriani; Nur Rahmah Inda
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 2 (2026): JiKep | Juni 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12iSupp 1.3257

Abstract

Komunikasi terapeutik yang efektif dalam pemberian asuhan keperawatan memungkinkan pasien dan keluarga memperoleh informasi yang jelas, merasa didengarkan, dihargai, serta dilibatkan dalam proses perawatan sehingga membangun kepercayaan terhadap perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepercayaan pasien dan keluarga terhadap perawat di RSUD Kota X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien dan keluarganya yang menjalani perawatan di ruang rawat inap RSUD Kota X. Sampel dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner komunikasi terapeutik dan kuesioner TINS untuk mengukur kepercayaan pasien dan keluarga terhadap perawat. Kedua instrumen telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik variabel dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik perawat berada pada kategori terapeutik, sedangkan kepercayaan pasien dan keluarga terhadap perawat berada pada kategori tinggi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepercayaan pasien dan keluarga terhadap perawat. Peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik melalui pelatihan dan supervisi berkelanjutan perlu dilakukan untuk memperkuat kepercayaan pasien serta meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.