Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Bagaimanakah Perkembangan Anak Usia 1 – 5 Tahun dengan Stunting? Fernandes, Andrye; Andriani, Yessi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/902p8x12

Abstract

Stunting secara defenisi terkait dengan pertumbuhan, tetapi memberikan dampak yang lebih luas pada perkembangan anak. Perkembangan sering terabaikan oleh orangtua dan program penanganan stunting dari pemerintah. Padahal, keterlambatan perkembangan ini memiliki konsekuensi jangka panjang yang sama seriusnya, bahkan lebih sulit untuk diperbaiki dibandingkan pertumbuhan fisik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan pada anak dengan stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 69 Balita dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar data demografi (usia, jenis kelamin, dan kategori status gizi) dan Denvert Development Screening Test II (DDST II). Peneliti melakukan kunjungan rumah untuk setiap responden. Hasil pengumpulan data didapatkan karakteristik yang mendominasi anak dengan stunting adalah kelompok usia toddler (81,1%), jenis kelamin laki-laki (57,9%), dan status gizi adalah pendek/ stunting (65,2%). Hasil pemeriksaan perkembangan sebagian besar anak stunting mendapatkan interpretasi pemeriksaan perkembangan suspect dan teridentifikasinya keterlambatan pada semua aspek perkembangan pada anak. Diharapkan penelitian selanjutknya untuk melihat dampak jangka panjang stunting pada perkembangan anak.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Faktor Risiko Kanker Ovarium terhadap Pengetahuan dan Sikap Perempuan dalam Pencegahan Kanker Ovarium di RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi Andriani, Yessi; Maulidina, Mia
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 9 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, September 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i9.1224

Abstract

Kanker ovarium merupakan pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada ovarium, walaupun rangsangan yang memicu perubahan tersebut telah berhenti, lesi dapat menyerbu dan merusak struktur di dekat ovarium serta menyebar ke organ lain yang menyebabkan kematian (Kumar, 2007). Faktor risiko kanker ovarium yaitu angka paritas, kehamilan, usia menarche, menopaushe, laktasi, penggunaan hormon, gaya hidup yang buruk, faktor genetik, faktor lingkungan serta memiliki riwayat kista endometriosis. Banyak masyarakat belum mengetahui tentang kanker, sehingga diperlukan Pendidikan Kesehatan mengenai faktor risiko kanker ovarium. RSUD Dr. Achmad Mochtar adalah tempat sasaran yang baik untuk dilakukannya Pendidikan Kesehatan karena merupakan rumah sakit rujukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan faktor risiko kanker ovarium terhadap pengetahuan dan sikap Perempuan dalam pencegahan kanker ovarium. Penelitian ini menggunakan desain quasy-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik sampling aksidental dengan 36 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pengetahuan responden tentang faktor risiko kanker ovarium sebelum intervensi adalah 10.14, sedangkan setelah intervensi menjadi 13.28. Rerata sikap responden sebelum intervensi adalah 26.06, sedangkan setelah intervensi menjadi 35.06, yang menunjukkan peningkatan, yang artinya terjadi peningkatan rerata pengetahuan dan sikap responden setelah diberikannya intervensi.
EFEKTIFITAS PENGARAHAN POSISI DALAM MENYUSUI (BIOLOGIC NURTURING BABY LED FEEDING) TERHADAP ADAPTASI NYERI IBU POST SECTIO CAESARIA DI RUANG KEBIDANAN RSUD DR. ADNAN WD PAYAKUMBUH Satria, Okti; Oviana, Athica; Andriani, Yessi
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2183

Abstract

Penanganan yang sering dilakukan untuk mengurangi nyeri post sectio caesarea adalah dengan analgesik. Namun pemberian farmakologi tidak bisa meningkatkan kemampuan untuk mengontrol nyeri. Salah satu terapi non farmakologi untuk mengurangi nyeri post section caesarea adalah dengan mengatur posisi dalam menyusui bayi (biologic nurturing baby led feeding). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pengarahan posisi dalam menyusui (biologic nurturing baby led feeding) terhadap adaptasi nyeri ibu post sectio caesaria. Desain penelitian quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Populasi adalah seluruh ibu post sectio caesarea di Ruang Kebidanan RSUD dr. Adnan WD Payakumbuh, dengan jumlah rata-rata 17 orang per bulan. Jumlah sampel 16 orang, diambil secara convenience sampling. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji paired t-test. Analisa univariat didapatkan rerata skala nyeri yang dirasakan responden sebelum intervensi adalah 4,88 (nyeri sedang) dan sesudah dilakukan intervensi 3,63 (nyeri ringan). Hasil bivariat ada efektifitas  pengarahan posisi dalam menyusui bayi (biologic nurturing baby led feeding) terhadap adaptasi nyeri ibu post sectio caesaria. Disimpulkan bahwa pengarahan posisi dalam menyusui bayi (biologic nurturing baby led feeding) berpengaruh pada nyeri yang dirasakan ibu post sectio caesarea (dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan). Diharapkan pada pihak rumah sakit agar dapat menambahkan pelaksanaan pengarahan posisi dalam menyusui bayi (biologic nurturing led feeding) sebagai salah satu tindakan dalam mengatasi nyeri pada post sectio caesarea.Kata kunci : Cara posisi ; menyusui ; adaptasi nyeri
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI PADA IBU BERSALIN Amalia, Endra; Gusfani, Rahmi Santi; Andriani, Yessi; Delima, Mera
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29601

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses memulai menyusui sesegera mungkin setelah bayi lahir, idealnya dalam waktu satu jam pertama setelah kelahiran. IMD melibatkan kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi segera setelah kelahiran, yang memungkinkan bayi untuk secara alami mencari dan menemukan payudara ibu untuk menyusu (WHO., 2020). Menurut Riskesdas 2013, proses menyusui mulai terjadi pada 1-6 jam setelah kelahiran (35,2%) dan kurang dari 1 jam (inisiasi menyusui dini) sebesar 34,5%. Sedangkan proses menyusui terendah terjadi pada 7-23 jam setelah kelahiran yaitu sebesar 3,7%. Beberapa program dalam rangka penurunan angka kematian bayi adalah program inisiasi menyusui dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pengetahuan, sikap dan dukungan tenaga Kesehatan yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Koto Tinggi Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan menggunakan kuisionersebagai alat ukur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil uji statistic untuk variabel  pengetahuan dan sikap didapatkan P value 0,000<0,05 artinya ada hubungan pegetahuan, sikap dengan pelaksanaan inisiasi menyusui  dini dan untuk variabel  dukungan tenaga Kesehatan didapatkan P value 0,001<0,05 artinya ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan inisiasi menyusui dini. Disarankan untuk pihak Puskesmas agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu bersalin dengan cara memberikan edukasi inisiasi menyusui dini kepada ibu baik selama masa kehamilan atau sebelum persalinan serta membantu ibu saat proses persalinan untuk pelaksanaan inisiasi menyusu dini.