Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengolahan Limbah Minyak Goreng Menjadi Lilin Aromaterapi Sebagai Produk Yang Berdayaguna di Desa Cranggang Dawe Kudus Ismah, Kadar; Handayani, Yanulia; Riyanto, Bagus; Safitri, Elsa Maulida; Regita, Elvira Dian; Zahra, Fatimah Azz
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i3.25

Abstract

Minyak jelantah (JGO) merupakan limbah yang berasal dari rumah tangga. Berdasarkan jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNSIQ, banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana cara mengolah JGO menjadi suatu produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah mengajak masyarakat untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat. Untuk mencapai sasaran tersebut, metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah praktik pengolahan minyak jelantah menjadi lilin. Dalam kegiatan ini, masyarakat akan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan tentang dampak limbah terhadap kesehatan dan lingkungan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN JENGKOL (Pithecellobium lobatum Benth) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) Firmansyah, Gunawan; Wijaya, Hasty Martha; Palupi, Dian Arsanti; Karima, Nur Aini; Riyanto, Bagus
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 1 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i1.331

Abstract

Diabetes mellitus is a type of chronic disease with specific characteristics with blood glucose levels above normal. Jengkol leaves are one part of the plant that contains flavonoids, saponins and tannins that can be used as a treatment for DM. This study aims to understand the impact of administering ethanol extract of jengkol leaves (Phitecellobium lobatum Benth) on blood glucose levels in male white rats (Rattus novergicus). This study is an experimental study applying a pretest and posttest control group design. After checking glucose levels on H0, the rats were induced using alloxan monohydrate intraperitoneally. The rats were separated into 5 groups including the positive control group given metformin, the negative control group given Na-CMC, control groups 1, 2, 3 were given ethanol extract of jengkol leaves with a continuous dose of 500, 1000, 1500 mg, given orally for 14 days. The checks were carried out on H7 and H14 after being given alloxan induction. The results of the study were analyzed using the Shapiro Wilk normality test and data homogeneity test. Then continued One Way ANOVA analysis and Tukey Post Hoc test on H7 and H14 treatments. The results showed no significant difference in the positive control with the 1000 mg and 1500 mg dose groups, this indicates that both doses of jengkol leaf ethanol extract have a balanced ability with the positive control group. Ethanol extract of jengkol leaves has an effect on reducing blood glucose levels in male Wistar strain rats and the effective dose of jengkol leaf ethanol extract on blood glucose levels in male white Wistar strain rats given alloxan monohydrate is 1000 mg/KgBW.
Pemanfaatan Bahan Alam dan Budaya Minum Jamu Sebagai Solusi Kesehatan Alami untuk Masyarakat Modern Fitrianingsih, Sri; Megawati, Annik; Maghfirah, Aisyah Putti; Auliya, Hilda; Yashirly, Vicky; Wildayanti, Wildayanti; Zulkarya, Luvita Gabriel; Riyanto, Bagus; Handayani, Yanulia; Ismah, Kadar; Nafi’ah, Luthfiana Nurulin; Sari, Dessy Erliani Mugita; Tuggadewi, Aprillia Puspitasari
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes), Edisi Juni 2025
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/jupkes.v4i2.52

Abstract

Berkembangnya zaman dan meningkatnya kesibukan masyarakat, kebiasaan minum jamu mulai terpinggirkan, digantikan oleh penggunaan obat-obatan kimia yang lebih praktis. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi kebangkitan minat terhadap jamu, terutama di kalangan masyarakat urban yang mulai sadar akan pentingnya kesehatan alami dan pengobatan holistik. Tujuan umum kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahan alam dan budaya minum jamu sebagai solusi kesehatan alami untuk masyarakat modern. Sedangkan tujuan khusus adalah memberikan pengetahuan bagi masyarakat tentang bahan alam yang berpotensi untuk kesehatan, memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang zat khasiat yang terkandung pada bahan alam, manfaat/khasiat mengkonsumsi jamu. Sasaran pengabdian masyarakat adalah sekumpulan warga Kudus yang melakukan CFD. Kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi beberapa tahapan dalam mencapai target dan luaran, yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan hingga tahapan monitoring dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat telah memahami dengan baik materi yang disampaikan dan masyarakat mengikuti kegiatan tampak sangat antusias, yang terlihat dari partisipasi aktif dan keterlibatan mereka sepanjang acara.
Pelatihan Desain Grafis Menggunakan Canva di SD Negeri 7 Kandangmas Riyanto, Bagus; Nafi’ah, Luthfiana Nurulin; Handayani, Yanulia; Putri, Feby Rianti Viana; Khasanah, Rahma Maulida; Sa'idah, Siti Malimatus; Munawaroh, Siti; Dhamayanti, Sintya Septa
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 8 (2025): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/eq21sa97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Canva bagi siswa kelas IV dan V di SD Negeri 7 Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya pemanfaatan media teknologi kreatif dalam proses pembelajaran siswa sekolah dasar, padahal kemampuan literasi digital dan berpikir visual merupakan keterampilan penting di era abad 21. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa yang mengikuti pelatihan pada tanggal 20 Januari 2025 di ruang kelas V. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, dokumentasi hasil karya siswa, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan Canva ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan keterampilan desain grafis dasar siswa. Siswa mampu mengoperasikan Canva dengan bimbingan langsung, memilih elemen desain yang sesuai dengan tema, serta membuat karya visual sederhana dalam bentuk poster digital bertema “Ajakan Hidup Sehat di Sekolah.” Selain itu, pelatihan ini juga mendorong peningkatan kreativitas, kerjasama, dan komunikasi siswa. Keterbatasan sarana seperti jumlah perangkat dan koneksi internet diatasi dengan strategi kerja kelompok dan pengelolaan waktu yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan desain grafis berbasis Canva merupakan metode pembelajaran inovatif yang dapat mendukung penguatan profil pelajar Pancasila, khususnya dalam hal kreativitas, kemandirian, dan gotong royong. Pelatihan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dan dikembangkan dalam skala lebih luas pada satuan pendidikan dasar.
Pencegahan DBD Melalui Pemberian Abate di SDN 03 Kandangmas : Upaya Meningkatkan Kepedulian Lingkungan di kalangan Siswa Riyanto, Bagus; Nafi’ah, Luthfiana Nurulin; Handayani, Yanulia; Milda, Immalisa; Suandari, Lutfia Elmita; Roiyah, Nazikatu; Diyana, Nurul Ulya Nushrotud; Hanin, Putri Khansa
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 8 (2025): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/pt3r3016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepedulian masyarakat Dusun Sintru, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) serta efektivitas program edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ITEKES Cendekia Utama Kudus tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian yang cukup baik terhadap kebersihan lingkungan, namun konsistensi dan pemahaman lebih lanjut masih perlu ditingkatkan. Program edukasi yang interaktif, khususnya kepada anak-anak sekolah, berhasil meningkatkan kesadaran pencegahan DBD dan partisipasi aktif masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN berperan penting sebagai fasilitator dalam penyampaian informasi. Rekomendasi diberikan agar program pencegahan DBD dapat berkelanjutan dan masyarakat lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Formulation and Evaluation of Nanoemulsions Combination of Black Cumin Seed Oil (Nigella sativa L.) and Moringa Seed Oil (Moringa oleifera L.) as Sunscreen Sari, Dessy Erliani Mugita; Puryanti, Della Triyana; Islamiyati, Ricka; Zulkarya, Luvita Gabriel; Riyanto, Bagus
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.672

Abstract

Nanoemulsion preparations can improve quality and facilitate the penetration of active ingredients into the skin. Black cumin seed oil (Nigella sativa L.) and Moringa seed oil (Moringa oleifera L.) contain flavonoids that can absorb UV rays. This study aims to determine the physical properties and SPF value of nanoemulsion preparations as a sunscreen combination of black cumin seed oil and moringa seed oil. Nanoemulsion preparations with variations in the concentration of black cumin seed oil: moringa seed oil at F1 4:0, F2 0:4, F3 2:2, F4 3:1 and F5 1:3. Nanoemulsion preparations are evaluated for their physical and chemical properties such as organoleptis test, pH, viscosity, percent transmittance, particle determination test and SPF value. The results showed that variations in the concentration of black cumin seed oil and moringa seed oil affected to the test except in viscosity, statistical tests on pH tests and SPF tests have significant differences. The results of the transmittance percent test, perticle size test and polydispersity index of the preparation are in the ideal range. The potential zeta test results of the preparation do not fall within the ideal range. Black cumin seed oil and moringa seed oil in nanoemulsion preparations meet the parameters of good physical properties, organoleptis test, pH test, viscosity test, transmittance percent test, , while in particle determination test it does not meet the requirements on potential zeta measurement. Formula 1 is the optimal formula of nanoemulsion preparations as sunscreens.
PERANCANGAN INCUBATOR TELUR PUYUH OTOMATIS BERBASIS IOT Ardiniansyah, Alvin; Nofitasari, Nofitasari; Riyanto, Bagus; Hariansyah, Muhammad
Journal of Informatics and Computer Engineering Research Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/jicer.v2i2.6013

Abstract

The success rate of quail egg hatching is highly dependent on the stability of temperature, humidity, and frequency of egg turning during the incubation period. Conventional incubators that are still widely used by small farmers tend to be less efficient because they rely on manual supervision, which can cause fluctuations in the incubation environment. Therefore, this study aims to design and compare the performance of an automatic quail egg incubator based on the Internet of Things (IoT) with a conventional manual system. The prototype of the automatic incubator uses an ESP32 microcontroller, DHT22 sensor, servo motor for egg rotation, and the Blynk application for remote monitoring. Testing was carried out for 18 days by comparing temperature, humidity, hatching power, and hatching weight between the two systems. The results showed that the IoT incubator was able to maintain a stable temperature in the range of 37.5–38°C with a fluctuation of ±0.3°C and produced a hatching power of 88%, higher than the conventional incubator which only reached 68%. The average hatching weight in the automatic incubator was also greater, namely 7.4 grams compared to 7.0 grams in the manual system. Based on these results, the application of IoT technology has been proven to increase the efficiency of the hatching process and reduce the need for manual monitoring. This innovation can be an appropriate solution in modernizing small to medium-scale poultry farms.