Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penerapan ROM Aktif Cylindrical Grip dalam Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Iskemik di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Syahrir, Akifa; Cahyani Maliki, Wahyu; Aswad, Yusrin
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian kedua terbanyak serta kecacatan ketiga terbanyak di dunia. Gangguan dapat dipulihkan dengan penatalaksanaan Range of Motion (ROM). Cylindrical Grip merupakan salah satu dari latihan ROM dengan cara menggenggam benda berbentuk silindris yang berfungsi agar jari-jari tangan dapat bergerak dan menggenggam secara sempurna. Tujuan penelitian ini menggambarkan bagaimana penerapan ROM aktif Cylindrical Grip dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke iskemik di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi. Studi kasus dilakukan secara deksriptif untuk menggambarkan bagaimana Penerapan ROM Aktif Cylindrical Grip dalam Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Iskemik di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi. Hasil penelitian setelah dilakukan penerapan 2 kali sehari selama 1 minggu didapatkan bahwa ROM Aktif Cylindrical Grip dapat meningkatkan kekuatan otot ekstremitas atas pada ketiga subjek studi kasus. Dengan kesimpulan penerapan ROM Aktif Cylindrical Grip dapat menjadi alternatif non farmakologis yang dapat diterapkan dan dilakukan oleh penderita stroke iskemik dalam membantu pemulihan motorik yang mengalami kelemahan.
Implementation of Screen Time Danger Education to Increase Mothers' Knowledge about Screen Time in Children Aged 2-5 Years Syahrir, Akifa; Aditya Nihali, Moh Rianto; Apriana, Rista; Agung Ayu , Gusti; Ariani, Putu Putri
Omni Health Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Omni Health Journal. Volume 2. Issue 2. (April 2025)
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/ohj.v2i2.50

Abstract

Background: Screen time or digital screen is the time spent by a child or individual using electronic or digital media such as television, smartphones, tablets, or computers, the negative impact of children who use too much screen time that is seen in aspects of language development other than language delays is videos accessed using languages ​​other than those used by people around them, especially English. Objective: To find out the Implementation of screen time danger education to improve mothers' knowledge about screen time in children aged 2-5 years in Bulango Timur Health Center Methods: This design used a descriptive case study method to describe the Implementation of Screen Time Danger Education to improve mothers' knowledge about screen time in children aged 2-5 years in Bulango Timur Health Center. This case study was carried out for one week with three meetings, which guided researchers to assess mothers' knowledge of the dangers of screen time in children aged 2-5 years. Direction were given in the form of questionnaires to the three respondents. Results: The implementation of education about the dangers of screen time on mothers' knowledge in children aged 2-5 years in the seven mother respondents during three meetings a week increased with results in Mrs. W.M as much as 80%, in Mrs. Y.K, Mrs. N.H, and Mrs.S as much as 90% and in Mrs. A.Y and Mrs. W.T as much as 100%. All are in the good category. Conclusion: Based on the results of the case study, it can be concluded that the implementation of screen time education can increase mothers' knowledge about the dangers of screen time in Bulango Timur Health Center.
PEMBERDAYAAN KADER DETEKSI DINI GANGGUAN PERTUMBUHAN ANAK DENGAN METODE TIKAR STUNTING SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN TAPA, KECAMATAN SIPATANA, GORONTALO Apriana, Rista; Syahrir, Akifa; Buheli, Kartin
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 2 (2023): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v2i2.1935

Abstract

Gorontalo Province is one of the areas that has a fairly high prevalence of stunting. Several ways that can be done to reduce the risk of stunting is through early prevention which is carried out routine screening and follow-up on children's growth. This community service aims to increase cadres' knowledge about preventing and handling stunting as well as improving cadres' skills in carrying out early detection of stunting. The activities were done with a target of 20 health cadres in Tapa Village during July-September 2023 which consisted of 2 stages as follows: 1. Education and training of health cadres using lecture methods, procedure demonstrations, and examination simulations followed by question-and-answer discussions accompanied by pre-tests and post-tests to measure achievement targets. The measuring tool uses a questionnaire. 2. Cadre assistance is carried out by supervising procedures and mentoring health cadres in carrying out screening using stunting mats. The results of the activity showed that there was an increase in cadres' knowledge about stunting prevention in the post-test by 20 people (100%) with an average increase of 46 scores and an increase in cadres' skills in screening using the stunting mat method by 20 people (100%) with an average increase 81 scores. It can be concluded that this service activity has had an impact in increasing cadres' knowledge and skills regarding stunting prevention and screening. The cadres then apply their skills to the people in their area so that in the future the stunting rate in the Tapa sub-district can be reduced.
Relaksasi Slow Deep Breathing Untuk Mengurangi Nyeri Pada Anak Dengan Prosedur Pengambilan Darah Vena: Studi Kasus Apriana, Rista; Syahrir, Akifa; Falah, Fakhriatul; Katili, Risty
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i2.3453

Abstract

Nyeri yang berat didapatkan saat perawatan dirumah sakit akibat tindakan invansif khususnya saat prosedur pengambilan darah yang berhubungan dengan jarum suntik menimbulkan rasa takut pada anak. Penanganan nyeri pada anak secara non-farmakologi salah satunya adalah dengan memberikan intervensi teknik relaksai slow deep breathing dengan meniup gelembung sabun. Tujuan studi kasus ini untuk mendapatkan gambaran, pengalaman dan mengidentifikasi penurunan skala nyeri setelah diberikan penerapan terapi slow deep breathing dengan meniup gelembung sabun. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi kasus yaitu dengan menggambarkan pelaksanaan teknik relaksasi slow deep breathing dengan meniup gelembung sabun untuk menurunkan skala nyeri pada anak saat tindakan pengambilan darah vena. Hasil studi kasus menunjukkan relaksasi slow deep breathing dengan meniup gelembung sabun berhasil menurunkan skala nyeri pada anak saat pengambilan darah vena.
Efektivitas Clown Therapy Terhadap Kecemasan Anak Saat Menjalani Hospitalisasi Di Rumah Sakit Provinsi Gorontalo Syahrir, Akifa; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Bahuwa, Mohamad Esar; lapatu, Nur Sintiawati; Ayuba, Adinda Putri
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i2.3448

Abstract

Anak prasekolah cenderung suka dengan sesuatu yang menyenangkan, oleh karena itu saat mereka menjalani Hospitalisasi tentu saja akan ada perubahan kondisi lingkungan secara signifikan yang menjadi salah satu faktor meningkatnya tingkat kecemasan pada pasien anak. Clown Therapy adalah salah satu terapi yang dapat menurunkan tingkat kecemasan pada anak yang menjalani Hospitalisasi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas Clown Therapy dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien anak yang sedang menjalani hospitalisasi dan mengetahui penurunan tingkat kecemasan pada pasien anak sebelum dan sesudah diberikan Clown Therapy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental design with non equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Clown Therapy mendapatkan nilai p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan kecemasan pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan clown therapy. Sehingga terapi ini sangat efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien anak yang menjalani hospitalisasi. Kesimpulan yang didapatkan adalah Clown Therapy sangat efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien anak yang sedang menjalani hospitalisasi.  
Penerapan Asuhan Keperawatan pada Pasien Post Amputasi Diabetes Melitus dengan Gangguan Citra Tubuh di Ruangan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Toto Kabila Nasaru, Silvana m.; Syahrir, Akifa
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.3326

Abstract

Kaki diabetik merupakan komplikasi pada penderita Diabetes Mellitus (DM) yang beresiko terjadinya amputasi. Tindakan amputasi dapat mempengaruhi bentuk fisik dan psikologis penderita. Intervensi yang dapat diberikan pada pasien dengan gangguan citra tubuh salah satunya adalah promosi citra tubuh. Tujuan : Menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien post amputasi  diabetes melitus dengan gangguan citra tubuh. Metode: Rancangan studi kasus ini dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui pemberian asuhan keperawatan dengan 2 sampel informan post amputasi diabets melitus. Hasil: Setelah dilakukan intervensi promosi citra tubuh selama 1 minggu terdapat peningkatan citra tubuh  pada Ny. A dan Tn. K dengan hasil membaik. Kesimpulan: Penerapan promosi citra tubuh dapat meningkatkan persepsi positif dalam mendukung perawatan pasien post amputasi diabtes dengan gangguan citra tubuh.
Peningkatan pengetahuan caregiver dan pemberdayaan kader kesehatan dalam pengelolaan diabetes mellitus Gobel, Hafni Van; Adam, Lusiane; Syahrir, Akifa
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1666

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the body cannot produce enough insulin or cannot use insulin effectively, resulting in high blood sugar levels. Most people with diabetes are unaware of or unaware of their condition. Data shows that 17.3% of men and 26.3% of women die from diabetes complications in Lamahu Village, with diabetes mellitus cases ranking the 8th highest in the region. The limited achievement of DM management targets, limited knowledge of health workers about screening and early detection, and suboptimal skills in reporting and managing diabetes are some of the contributing factors to this problem. Purpose: To increase caregiver knowledge and enhance the skills of health workers in managing and preventing diabetes mellitus. Method: This activity was conducted over two days from April to November 2024 at the Lamahu Village Office, with the support of partners such as the Village Head, health workers from the Tapa Community Health Center, the Family Welfare Movement (PKK) group, village officials, and health cadres. This activity involved eight health cadres and 16 caregivers. The outreach activities included providing education on diabetes mellitus management and prevention to the caregivers and training on screening for early detection to the health cadres. The instruments used were posters, leaflets, pocket books, and screening tools. Monitoring was conducted through a WhatsApp group application. The pre-activity assessment data served as the pre-test and the post-activity assessment data served as the post-activity. Results: The majority of caregivers' knowledge before the education activity was in the poor category (13 people (81.2%), while the majority of caregivers' knowledge after the education activity was in the good category (14 people (87.5%). The level of ability of health cadres before the training activity was mostly in the low category, namely 6 people (75.0%), while the level of ability of health cadres after the training activity was mostly in the good category, namely 7 people (87.5%). Conclusion: Educational activities to increase caregiver knowledge and provide screening training to health workers about diabetes mellitus are highly effective intervention models for managing and preventing diabetes mellitus in the community. Interventions based on caregiver education and health worker empowerment are synergistic in supporting early detection of diabetes mellitus at the community level. Suggestion: Health institutions are encouraged to develop similar education and training programs in broader areas, particularly in areas with high diabetes mellitus prevalence. Further research can be conducted to assess the long-term impact of these programs, including changes in health behavior and the effectiveness of early detection in reducing the incidence of diabetes mellitus in the community. It is also hoped that similar intervention models can be applied to the prevention of non-communicable diseases at the village level. Keywords: Caregiver; Diabetes mellitus; Health education; Health worker empowerment; Training Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi. Sebagian besar pendeita diabetes juga tidak menyadari dan memahami penyakit yang dideritanya. Data menunjukkan 17.3% laki-laki dan 26.3% perempuan meninggal akibat komplikasi diabetes di Desa Lamahu, dengan kasus diabetes melitus menjadi peringkat ke-8 tertinggi di wilayah tersebut. Minimnya target capaian pengelolaan DM, rendahnya pengetahuan kader tentang skrining dan deteksi dini, serta belum optimalnya keterampilan dalam pelaporan dan manajemen DM menjadi beberapa faktor yang berkontribusi menjadi penyebab permasalahan ini. Tujuan: Memberikan peningkatan pengetahuan caregiver dan meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam upaya mengelola dan pencegahan diabetes mellitus. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada bulan April-November 2024 di Kantor Kelurahan Lamahu, dengan dukungan mitra seperti Kepala Desa, tenaga kesehatan dari Puskesmas Tapa, kelompok PKK, perangkat desa, dan kader kesehatan. Kegiatan ini melibatkan 8 orang kader kesehatan dan 16 orang pendamping (caregiver). Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan memberikan edukasi tentang pengelolaan dan penyakit diabetes melitus kepada kelompok pendamping, dan memberi pelatihan tentang skrining untuk deteksi dini kepada kader kesehatan. Instrumen yang digunakan berupa poster, leaflet, buku saku, dan alat skrining.   Monitoring dilakukan melalui aplikasi grup WhatsApp. Data penilaian sebelum kegiatan adalah sebagai data pre-test dan penilaian setelah kegiatan adalah sebagai data post-test. Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan caregiver sebelum kegiatan edukasi adalah dalam kategori kurang yaitu sebanyak 13 orang (81.2%), sedangkan tingkat pengetahuan caregiver sesudah kegiatan edukasi menjadi sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 14 orang (87.5%). Untuk tingkat kemampuan kader kesehatan sebelum kegiatan pelatihan adalah mayoritas dalam kategori rendah yaitu sebanyak 6 orang (75.0%), sedangkan tingkat kemampuan kader kesehatan sesudah kegiatan pelatihan menjadi sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 7 orang (87.5%). Simpulan: Kegiatan edukasi peningkatan pengetahuan caregiver dan pemberian pelatihan skrining pada kader kesehatan tentang diabetes melitus merupakan model intervensi yang sangat efektif dalam upaya pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus di masyarakat. Intervensi berbasis edukasi caregiver dan pemberdayaan kader adalah sinergisitas tindakan dalam mendukung deteksi dini diabetes melitus di tingkat komunitas. Saran: Diharapkan kepada lembaga kesehatan untuk membuat program edukasi dan pelatihan serupa di wilayah yang lebih luas, terutama di daerah yang memiliki status diabetes melitus tinggi. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang program ini, termasuk perubahan perilaku kesehatan dan efektivitas deteksi dini dalam menekan angka kejadian diabetes melitus di masyarakat. Diharapkan juga bahwa model intervensi serupa dapat diterapkan untuk pencegahan penyakit tidak menular di tingkat desa.