Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Fraud Pentagon Theory dalam Mendeteksi Financial Statement Fraud pada Perusahaan BUMN Tahun 2020-2024 Reffi Zahara Anggraini; Abdillah Arif Nasution; Risanty; Yuni Lestari Br Sitepu
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2560

Abstract

Kecurangan laporan keuangan (financial statement fraud) masih menjadi permasalahan penting pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karena dapat menurunkan kredibilitas informasi keuangan, merugikan pemangku kepentingan, serta mengurangi kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen Fraud Pentagon Theory yang terdiri atas pressure, opportunity, rationalization, capability, dan arrogance dalam mendeteksi financial statement fraud pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal dan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan serta laporan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dengan melibatkan 30 perusahaan selama lima tahun pengamatan sehingga diperoleh 150 observasi. Financial statement fraud diukur menggunakan F-Score, sedangkan data dianalisis dengan regresi data panel menggunakan EViews 12. Hasil pemilihan model menunjukkan bahwa Random Effect Model merupakan model yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pressure, opportunity, rationalization, capability, dan arrogance berpengaruh signifikan terhadap financial statement fraud. Secara parsial, pressure dan opportunity berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan rationalization, capability, dan arrogance tidak berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,690640 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 69,06% variasi financial statement fraud. Temuan ini menegaskan bahwa tekanan pencapaian kinerja keuangan dan peluang manipulasi menjadi faktor yang lebih relevan dalam mendeteksi risiko kecurangan laporan keuangan pada perusahaan BUMN, sehingga penguatan pengendalian internal dan pengawasan terhadap pencapaian target keuangan serta akun yang rentan dimanipulasi perlu menjadi perhatian utama.
Kajian Efisiensi, Kesesuaian Wilayah, Dan Analisis Teknoekonomi Penerapan Mesin Pengering Cabai Tenaga Surya Di Kabupaten Simalungun Immanuelta Sitepu; Yuni Lestari br Sitepu
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 2 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3ax07z58

Abstract

Cabai merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, tetapi sifatnya mudah rusak dan sangat dipengaruhi oleh kadar air pascapanen. Penelitian ini bertujuan mengkaji efisiensi teknis, kesesuaian wilayah, dan kelayakan teknoekonomi penerapan mesin pengering cabai tenaga surya di Kabupaten Simalungun. Kajian dilakukan pada tahun 2026 dengan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui analisis data sekunder produksi cabai, penilaian potensi energi surya, simulasi kebutuhan energi pengeringan, pembobotan kesesuaian wilayah, dan simulasi ekonomi. Rancangan yang dianalisis adalah pengering kabinet surya berkapasitas 50 kg/batch. Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan panas efektif desain sekitar 51,2 MJ/batch dan efisiensi pengeringan 21,4-28,7%. Wilayah prioritas penerapan adalah Purba dan Raya, diikuti Dolok Pardamean, Silimakuta, dan Pematang Silimahuta. Pada simulasi teknoekonomi dengan investasi awal Rp15.000.000, umur alat 10 tahun, tingkat diskonto 10%, biaya operasi dan pemeliharaan 5% investasi per tahun, serta 120 batch/tahun, total biaya tahunan ekuivalen diperkirakan Rp3,19 juta atau sekitar Rp26,6 ribu/batch. Analisis sensitivitas menunjukkan simple payback period sekitar 1,33-2,86 tahun untuk manfaat ekonomi Rp50-100 ribu/batch, dengan NPV 10 tahun tetap positif pada seluruh skenario. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi berpotensi layak secara teknis dan ekonomi apabila tingkat pemanfaatan alat dan nilai tambah produk dapat dipertahankan