Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN TAS PENYIMPANAN OBAT TERHADAP KONTROL TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI Niken Larasati; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2022): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.229 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v7i1.762

Abstract

Number of people with hypertension in Indonesia is increasing. In addition, not all patients diagnosed with hypertension are adherent to treatment. Based on the 2018 Basic Health Research data, Yogyakarta was ranked second as the province with the highest hypertension patients in Indonesia. The purpose of this study is to determine the effect of using a medicine storage bag on blood pressure control of hypertension patients. This study used a pretest and posttest design with a control group of 36 patients’ sample at the Puskesmas Gamping 1 Yogyakarta from March to August 2019. At the beginning of the study, blood pressure data of patients in both groups were taken. The intervention group was given counseling to patients with medicine storage bags. Observations were made on the results of therapy in the form of controlled blood pressure attainment. The intervention resulted in a p-value of 0.031 for systolic and 0,000 for diastolic (p-value <0.05) indicated that there was an effect of using a medicine storage bag on the control of systolic and diastolic blood pressure in hypertensive patients. This study might conclude that medication aids are useful for hypertensive patients because they can increase the achievement of therapeutic targets.
HUBUNGAN KESESUAIAN ANTIBIOTIK DEFINITIF DENGAN CLINICAL OUTCOME PADA PASIEN ULKUS DIABETIK DI RSUD KOTA YOGYAKARTA Sugiyono Sugiyono; Padmasari Padmasari
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.482 KB) | DOI: 10.33751/jf.v9i1.1261

Abstract

Ulkus diabetik yang mengalami infeksi memerlukan terapi antibiotik yang tepat. Pemberian terapi antibiotik sebaiknya berdasarkan hasil uji kultur bakteri dan sensitivitas antibiotik. Fakta-fakta di lapangan menunjukkan bahwa pola bakteri penyebab ulkus diabetik dan sensitivitas antibiotiknya berbeda-beda di setiap rumah sakit. Hal ini menjadi perhatian penting karena pemilihan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan outcome yang buruk pada pasien dan mempengaruhi resistensi antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian antibiotik definitif yang digunakan dalam pengobatan ulkus diabetik terhadap hasil uji kultur bakteri dan sensitivitas antibiotik serta mengetahui hubungan kesesuaian penggunaan antibiotik definitif dengan clinical outcome. Penelitian menggunakan rancangan observasional deskriptif-analitik dengan desain kohort retrospektif pada pasien ulkus diabetik di RSUD Kota Yogyakarta periode 1 Januari 2017 - 31 Desember 2017. Data diambil dari rekam medik pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis bivariat dengan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian antibiotik definitif terhadap uji kultur bakteri dan sensitivitas antibiotik yaitu sebesar 61,54% (16 pasien) sesuai dan 38,46% (10 pasien) tidak sesuai. Berdasarkan analisis Chi-square hubungan antara kesesuaian antibiotik definitif dengan clinical outcome didapatkan nilai p= 0,014 dan nilai RR= 1,667. Penggunaan antibiotik definitif yang sesuai dengan hasil uji kultur bakteri dan sensitivitas antibiotik lebih besar dari pada yang tidak sesuai. Terdapat adanya hubungan yang bermakna antara kesesuaian antibiotik definitif dengan clinical outcome.
Apoteker Sharing Session: Fakta Dan Hoax Vaksin Covid-19 Nadia Husna; Sugiyono
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.690

Abstract

ABSTRAK Covid-19 telah ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) sejak Maret 2020. Penanganan yang telah diberikan sejauh ini adalah tindakan kuratif berupa pemberian agen farmakologi dengan pendekatan simptomatik yang terjadi pada pasien. Vaksinasi sebagai bagian dari tindakan preventif telah mulai diberikan sejak Januari 2021 dengan suntikan pertama pada Presiden Republik Indonesia. Banyaknya informasi yang salah mengenai vaksinasi dan kurangnya informasi menghasilkan rendahnya minat dan kontribusi masyarakat terhadap program ini. Rendahnya kontribusi masyarakat dapat menghambat percepatan berakhirnya pandemi ini di Indonesia. Pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada masyarakat luas yang memiliki dan atau dapat mengakses akun media sosial sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap vaksinasi. Kegiatan ini akan dilakukan dengan metode diskusi interaktif dua arah yang dikemas dalam bentuk podcast secara audio-visual yang disaksikan sebanyak 50 orang selama 2 minggu penayangan. Diskusi dilakukan dan dipandu oleh seorang pembawa acara yang berasal dari mahasiswa prodi keperawatan selama kurang lebih 32 menit. Kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapatkan perhatian yang cukup dari masyarakat.
Penyuluhan Deteksi dan Pencegahan Stroke dengan Pengenalan Senam Anti Stroke Pada Masyarakat Desa Bulus Kulon Kabupaten Bantul Yuni Andriani; Sugiyono; Reza Iqbal Suhada
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 5 No 2 (2023): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v5i2.956

Abstract

Stroke adalah sindroma klinis yang ditandai oleh disfungsi cerebral fokal atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih, yang dapat menyebabkan disabilitas atau kematian yang disebabkan oleh perdarahan spontan atau suplai darah yang tidak adekuat pada jaringan otak [1]. Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan sekitar 31% dari 56,5 juta orang atau 17,7 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Serangan stroke yang terjadi secara tiba-tiba dan harus ditangani segera karena dapat menjadi kondisi yang membahayakan atau bahkan kematian. Menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 80% masyarakat Indonesia tidak mengetahui gejala stroke sehingga seringkali penanganan stroke menjadi terlambat, sehingga kerusakan sel otak tidak bisa dihindari [2]. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan penyuluhan dalam bentuk promotif dan preventif melalui penyuluhan tentang penyakit stroke dan pencegahannya dengan melakukan pelatihan senam stroke. Pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada masyarakat Desa Bulus Kulon, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini akan dilakukan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dengan 40 peserta dilanjutkan dengan praktek senam anti stroke bersama-sama. Tahapan dari kegiatan ini yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Tahapan persiapan terdiri dari observasi lapangan, pengumpulan bahan, penyusunan proposal, dan persiapan materi. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu pretest, ceramah, dan diskusi. Tahapan evaluasi meliputi posttest, pengisian kuisioner, dan penyusunan laporan. Hasil dari nilai pretest peserta yakni sebanyak 17 (42,5%) peserta yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan 15 (37,5%) peserta dan 17 peserta (42,5%) masing- masing memiliki pengetahuan hipertensi yang cukup dan kurang. Hasil posttest menunjukkan bahwa sebanyak 28 peserta (70%) memiliki pengetahuan yang baik, 15 peserta (22,5%) memiliki pengetahuan yang cukup dan sejumlah 3 peserta (37,5%) memiliki pengetahuan yang kurang. Adanya peningkatan nilai pretest ke nilai posttest ini menunjukkan adanya efek atau pengaruh penyuluhan pencegahan stroke yang diberikan terhadap pemahaman peserta.
Edukasi Pengelolaan Obat Melalui Dagusibu di Padukuhan Ngentak, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta Sugiyono Sugiyono; Niken Larasati
Kreativasi : Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 2 (2023): Vol.2 No. 2, 2023 : September 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/kreativasi.v2i2.28794

Abstract

People are increasingly using various drugs for health purposes, influenced by factors like disease prevalence, expanded medication options, and improved access through national health insurance. These developments have both positive and negative effects. On the positive side, more people are taking better care of their health by seeking medical attention. However, the negative consequence of increased drug use includes potential errors in usage and disposal due to insufficient public education. These errors can harm individuals and the environment. Community service in Padukuhan Ngentak, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta, focuses on educating residents about Dagusibu (Get-Use-Save-Dispose). It employs education, counseling, discussions, and material reviews. The goal is to enhance public knowledge of Dagusibu to ensure proper medication acquisition, usage, and storage, preventing environmental harm from improper drug waste disposal. The process involves three phases: pretest, lecture-based information delivery, and postest evaluation. Community service activities can run smoothly and the community follows enthusiastically. The number of residents who participated in this activity was 33 people. Based on the assessment of the level of pretest and postest knowledge using questionnaires, it showed an increase in the good category by 78.79%. These results show an increase in citizen knowledge and this is expected to have an impact on public health.
Analisis Pengetahuan, Kepatuhan, dan Outcome Klinis Pasien Hipertensi di Puskesmas Jetis Yogyakarta Husna, Nadia; Sugiyono, Sugiyono; Yunilistianingsih, Yunilistianingsih
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 21 No 1 (2023): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v21i1.1100

Abstract

Hypertension has been an increasing global epidemic problem over years and considered as one of the deadly disease with a high cardiovascular complication risk. Knowledge and adherence play an important role in patient's clinical impact, which determined the level of medication’s adherence. Thus, adherence level determines the achievement of clinical outcome. The optimum clinical optimum will be achieved if the adherence level is at good level. The method in this study was using observational analytics with a cross sectional approach. The sampling method was consecutive sampling. The subjects were the adult hypertensive patients at Puskesmas Jetis Kota from August until October 2020. Univariate analysis was conducted in patient’s and medication characteristics. Kendal Tau test was used to analyze the relationship between adherence and clinical outcome. 81 hypertensive patients were included in this study. The highest prevalence of patient’s characteristics were shown on the women’s group: 45-59 years old, senior high school education background, and no occupation. Amlodipine was the highest medication used as a single therapy. It was found that there is no relationship between knowledge and adherence level. In addition to that, there was no relationship between adherence level and clinical outcome measured by systole and diastole.
Peningkatan Pengetahuan Pentingnya Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Larasati, Niken; Sugiyono, Sugiyono; Andriani, Yuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i1.6109

Abstract

Kepatuhan minum obat menjadi suatu hal penting karena merupakan hal yang mendasari dari keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Pemahaman masyarakat terkait penyakit dan risiko yang akan terjadi apabila tidak terobati merupakan faktor penting untuk menjaga keteguhan pasien dalam menjalankan terapi. Hal tersebut menunjukkan pemberian informasi serta edukasi dini mengenai kepatuhan minum obat penting bagi masyarakat usia remaja. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian materi edukasi kepada 32 orang siswa di SMK YPKK 1 Sleman. Kegiatan diawali dengan penyusunan materi dan soal sebagai instrument. Pada pelaksanaannya, tim memberikan pretestt dan postest untuk menganalisis tingkat pengetahuan siswa mengenai kepatuhan minum obat. Hasil pretestt dan postest kemudian dilakukan pengujian Paired Sample T-test yang mendapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0,003 ((Sig. (2-tailed) 0,05). Berdasarkan hasil tersebut terlihat terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah pemberian materi. Pemberian perlakuan berupa pemaparan materi terkait kepatuhan minum obat memberikan pengaruh yang bermakna terhadap tingkat pengetahun siswa SMK. 
ESTIMASI BIAYA PRODUKTIVITAS YANG HILANG AKIBAT KEMATIAN DINI PASIEN COVID-19 DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Andriani, Yuni; Sugiyono, Sugiyono
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 is an infectious disease caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The COVID-19 virus infection has had an impact on the global health and economic system, including in developing countries. This research is an observational study by estimating the indirect costs of lost productivity due to premature deaths in COVID-19 patients at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital in 2021 and knowing the characteristics of the patients. This hospital was chosen as the research site because the percentage of Bed Occupancy Rate (BOR) was the highest in Sleman Regency in 2021, reaching 68.94%. The results of the research show that the characteristics of inpatient COVID-19 patients at PKU Muhammadiyah Gamping in 2021 are dominated by those aged over 60 years, 139 (52.26%) patients, with the largest gender being male, namely 146 (55%) patients. Patients had a mean hospitalization value of 7.56 with a median cost of 7 days, a minimum of 1 day, and a maximum of 32 days. The patient's comorbid status was 195 (73.3) patients who were diagnosed with COVID-19 and had comorbid diseases with the highest percentage being diabetes mellitus, 96 (36.1) patients. These results indicate that the cost of lost productivity due to premature death in COVID-19 cases at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital for men is higher than for women. This is influenced by the death rate and average income which are predominantly higher in male subjects.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Terhadap Luaran Klinik Pasien Hipertensi Lanjut Usia di Puskesmas Gamping I Yogyakarta Padmasari, Siwi; Pangestika, Annisa; Sugiyono, Sugiyono
Majalah Farmasetika Supl. 9 No. 1, Tahun 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i7.58996

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah salah satu penyakit kronis tidak menular yang sering ditemukan pada lanjut usia. Penyakit ini hanya dapat dikontrol dan tidak dapat disembuhkan sehingga diperlukan pengobatan jangka panjang. Pengendalian tekanan darah sangat penting terhadap lanjut usia untuk mencegah terjadinya komplikasi sehingga kepatuhan minum obat menjadi salah satu faktor penentu dalam terkontrolnya tekanan darah. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi terhadap luaran klinik pasien lanjut usia dengan hipertensi di Puskesmas Gamping I Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap 161 pasien hipertensi lansia di Puskesmas Gamping I Yogyakarta dengan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Morisky Medication Aderence Scale (MMAS-8) dan analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini menunjukkan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien lansia dengan hipertensi di Puskesmas Gamping I Yogyakarta berada dikategori kepatuhan rendah sebanyak 84 pasien (52,17%), kepatuhan sedang sebanyak 44 pasien (27,33%) dan kepatuhan tinggi sebanyak 33 pasien (20,50%) dengan luaran klinik (tekanan darah) tidak terkontrol sebanyak 83 pasien (51,55%) dan tekanan darah terkontrol sebanyak 78 pasien (48,45%). Uji analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p value= 0,023 (<0,05). Terdapat hubungan antara kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan luaran klinik pasien lanjut usia dengan hipertensi.
Pemanfaatan Media Sosial Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Siwi Padmasari; Sugiyono Sugiyono
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v9i2.74336

Abstract

Teknologi digital menjadi sumber daya penting untuk penyampaian layanan kesehatan. Mobile Health yang efektif digunakan pada pelayanan kesehatan, tetapi belum banyak diteliti adalah edukasi melalui penggunaan media WhatsApp (WA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi penggunaan obat menggunakan media sosial WA dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Desain yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental, pretest-posttest design with control group dan pengambilan sampel menggunakan cara convenience sampling. Kelompok perlakuan akan mendapatkan edukasi penggunaan obat antidiabetik oleh apoteker melalui pesan teks dan leaflet melalui aplikasi WA setiap minggu selama 1 bulan. Pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuisioner Diabetes Knowledge Questionnaire-24 (DKQ24) dan pengukuran kepatuhan menggunakan kuisioner Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5). Data karakteristik pasien dianalisis secara deskriptif. Data tingkat pengetahuan dan kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antara kedua kelompok. Karakteristik pasien DM tipe 2 di Puskesmas Mlati II mayoritas berusia >45 tahun, jenis kelamin perempuan, memiliki tingkat pendidikan SMA, dan memiliki penyakit penyerta hipertensi. Pemberian edukasi pesan teks dan leaflet melalui WA dapat meningkatkan pengetahuan responden pada kelompok intervensi secara signifikan dengan nilai ∆4,71 (p=0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai ∆2,59 (p=0,073). Tingkat kepatuhan pada kelompok intervensi mengalami peningkatan secara signifikan dengan nilai ∆7,74 (p=0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai ∆6,65 (p=0,069). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara edukasi yang dilakukan oleh apoteker melalui media WA terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan pada pasien DM tipe 2 (p<0,05).