Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KNOWLEDGE AND BEHAVIOR TO PREVENT PULMONARY TUBERCULOSIS TRANSMISSION Silvia Putri Arifah; Umi Faridah; Sukarmin Sukarmin
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.2469

Abstract

Indonesia continues to face major challenges in controlling pulmonary tuberculosis (TB) transmission, with high rates of new cases often linked to inadequate prevention practices such as poor mask compliance, lack of cough etiquette, and insufficient household ventilation, which significantly increase transmission risk within families. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and behavior in preventing pulmonary TB transmission at the Kaliwungu Community Health Center. A cross-sectional descriptive design was used with purposive sampling, involving 57 respondents who met the inclusion criteria: patients who tested positive for pulmonary TB, were registered at the Kaliwungu Community Health Center, resided in Kaliwungu District, were aged ≥18 years, and fully conscious during data collection. Exclusion criteria were patients who had recovered, those with TB-HIV or MDR-TB, and respondents who did not complete the questionnaire correctly. Data were collected using a structured questionnaire on TB knowledge and prevention behaviors, then analyzed using univariate analysis and chi-square tests for bivariate analysis. The results revealed a significant relationship between knowledge and prevention behavior (p=0.009; OR=6.000), indicating that respondents with higher knowledge were six times more likely to engage in preventive actions compared to those with lower knowledge. These findings emphasize the critical role of patient knowledge in shaping behavior, suggesting that improving health literacy about pulmonary TB can directly strengthen prevention practices. In conclusion, the study demonstrates a significant association between knowledge and prevention behaviors, highlighting the need for targeted educational interventions to reduce TB transmission at the community level..
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI DESA SUKAMULYA DAN MANGUNKERTA Umi Faridah; Noor Hidayah; Abdul Faruq; Abdul Rohman S; Ananda Quraini Dwi p; M Imam Wakhidin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i1.1958

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS menunjukkan setiap kebiasaan yang dijalankan dengan percaya diri dengan cara keluarga dan semua anggota perawatan kesehatan mereka membantu diri sendiri dan aktif berpartisipasi pada kegiatan masyarakat. Pola hidup bersih sehat adalah upaya dalam penyampaian perilaku sehat melalui saluran komunikasi oleh pribadi, anggota atau masyarakat umum sebagai sarana tranfer informasi. berbagai informasi yang bisa disharingkan ada banyak, misalkan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan, sikap serta perilaku hidup bersih dan sehat dengan materi pembelajaran.
Pengaruh Terapi Dzikir Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Undaan Zelda Yanuaria Alta; Sukarmin Sukarmin; Umi Faridah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3198

Abstract

Hipertensi di Asia Tenggara berada di posisi ke-3 tertinggi dengan prevalensi sebesar 25% terhadap total penduduk. 1 di antara 5 orang perempuan di seluruh dunia memiliki hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Undaan. Hipertensi, yang prevalensinya terus meningkat, umumnya diobati secara farmakologis namun berisiko efek samping, sehingga diperlukan alternatif non-farmakologis seperti dzikir yang menekan sistem saraf simpatis, mengaktifkan saraf parasimpatis, dan memberikan efek relaksasi. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen Non-equivalent Pre-Post Test with Control Group dengan 112 responden (56 intervensi, 56 kontrol). Kelompok intervensi mendapat terapi dzikir (istighfar, sholawat, tahlil, hauqolah, tasbih masing-masing 50×, 3×/minggu selama 10–15 menit), sedangkan kontrol mendapat edukasi leaflet. Hasil menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada kelompok kontrol (p=0,322), sedangkan kelompok intervensi mengalami penurunan signifikan tekanan darah sistolik dari 143,1 menjadi 133,2 mmHg dan diastolik dari 93,1 menjadi 83,0 mmHg (p=0,000). Perbedaan penurunan antar kelompok juga signifikan (p=0,000). Kesimpulannya, terapi dzikir efektif, murah, aman, dan layak diterapkan sebagai intervensi tambahan dalam pengendalian hipertensi 
Bonus Demografi Dalam Bayang-Bayang Pernikahan Anak: Penguatan Literasi Siswa Sma Al Islam 1 Surakarta Melalui Program Edukasi Dian Kartikasari; Umi Faridah; Sri Siska
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi nutrisi seimbang terhadap status nutrisi balita di wilayah kerja Puskesmas Undaan, Kabupaten Kudus. Tujuan utama adalah meningkatkan status nutrisi balita melalui peningkatan pengetahuan orang tua tentang pola makan bergizi. Target spesifik meliputi pengukuran perubahan status nutrisi sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol dan intervensi, serta analisis dampak edukasi terhadap tingkat pemahaman ibu. Serta metode yang digunakan merupakan penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest menggunakan kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 32 ibu balita yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi melibatkan edukasi dengan metode ceramah dan media e-booklet selama 60 menit, difokuskan pada pentingnya pola makan gizi seimbang. Data primer berupa indeks antropometri balita dan data sekunder diperoleh dari Puskesmas Undaan. Data akan dianalisis menggunakan software Statistical Package For Sosial Sciences (SPSS) untuk menguji perbedaan dan pengaruh edukasi terhadap status nutrisi balita. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang, perubahan signifikan pada status nutrisi balita, serta publikasi ilmiah dalam jurnal nasional dan internasional. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka Stunting dan wasting di wilayah tersebut.
Terapi Relaksasi Benson Dan Murotal Surat Ar Rahman Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu Di Puskesmas Kaliwungu Shafa Khansania; Sukarmin Sukarmin; Umi Faridah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7574

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan krisis kesehatan global dengan prevalensi meningkat dan komplikasi hiperglikemia akibat stres, memerlukan intervensi non-farmakologis efektif seperti terapi relaksasi Benson dan murottal Surat Ar-Rahman. Penelitian kuasi-eksperimental pretest-posttest control group ini mengevaluasi pengaruh kombinasi keduanya terhadap kadar gula darah sewaktu pada 62 pasien DM tipe 2 (31 intervensi, 31 kontrol) di Puskesmas Kaliwungu, dipilih purposive sampling dari 211 kasus eligible. Intervensi 7 hari (15 menit/hari) menggunakan glucometer terkalibrasi untuk pengukuran pre/post, dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, Wilcoxon Signed Rank untuk perbedaan intrakelompok, dan Mann-Whitney U untuk antarkelompok (SPSS 25, α=0,05). Kelompok intervensi mengalami penurunan signifikan dari 247,97±34,30 mg/dL menjadi 199,68±26,96 mg/dL (p=0,000), berbeda dengan kelompok kontrol stabil dari 250,55±42,79 ke 249,58±43,83 mg/dL (p=0,352), dengan perbedaan antarkelompok signifikan (p=0,000). Kombinasi relaksasi Benson dan murottal Surat Ar-Rahman efektif menurunkan kadar gula darah lebih baik daripada perawatan standar.
Hubungan Berat Badan Lahir dengan Status Nutrisi Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Undaan Kabupaten Kudus Muhammad Dimas Al-Abab Sutrisno; Umi Faridah; Sukarmin Sukarmin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43008

Abstract

This research is motivated by the high prevalence of problems with the nutritional status of children under five in Indonesia, such as stunting, wasting and overweight, which have a significant impact on the quality of human resources in the future. One of the main factors contributing to this problem is low birth weight (LBW), which reflects a lack of nutritional intake during pregnancy. LBW conditions can trigger various long-term health risks in toddlers, including growth disorders, stunting and malnutrition. The nutritional status of toddlers is assessed through various anthropometric indicators, such as body weight, height and body mass index (BMI), thus providing a comprehensive picture of the balance of nutritional intake and body needs. This research was carried out in the work area of the Undaan Community Health Center, Kudus Regency, involving a population of 83 toddlers. From this population, 68 toddlers were selected as samples based on predetermined inclusion criteria. Data collection was carried out through direct measurements of the toddler's weight and height and using a questionnaire that included information related to birth weight and nutritional patterns. Data analysis was carried out in stages, starting from univariate analysis to map data distribution, followed by bivariate analysis using the Spearman test to identify the relationship between birth weight and nutritional status of toddlers. The results of the study showed that there was a statistically insignificant relationship between birth weight and nutritional status of toddlers with a value of p = 0.442 (p > 0.05). However, birth weight remains one of the factors that can influence a child's nutritional development during the growth period. Therefore, it is necessary to educate mothers regarding the importance of fulfilling nutrition during pregnancy and monitoring the growth of toddlers regularly. It is hoped that the Community Health Center can improve its nutrition education program to optimize the growth and development of toddlers and prevent malnutrition problems.
Duration, Compliance, and Value of Interdialytic Weight Gain in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis Muhamad Jauhar; Muhammad Adi Saseno; Umi Faridah
Journal of Bionursing Vol 8 No 2 (2026): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2026.8.2.15881

Abstract

Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a life-threatening problem. CKD patients who require hemodialysis therapy experience a significant increase; one of the important indicators in hemodialysis therapy is interdialytic weight gain (IDWG). In practice, there are still cases where patients experience high IDWG, which is suspected to be due to non-compliance with the schedule or length of hemodialysis sessions. Objectives: This study aimed to determine the relationship between frequency and compliance with the value of IDWG in CKD patients undergoing hemodialysis. Methods: This quantitative study uses a correlative analytical research method with a cross-sectional approach. The population was 47 chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at the Muhammadiyah Mayong Hospital, Jepara. The instruments used were weight scales, patient medical records, and End-Stage Renal Disease Adherence Questionnaire (ESRD-AQ) questionnaires. Bivariate analysis in this study used the Spearman Rho test. Results: The results of this study are that most respondents have undergone hemodialysis for more than 12 months, as many as 20 respondents (42.6%); respondents who are compliant with hemodialysis are 25 respondents (53.2%); and most respondents experienced a mild weight gain category of 16 respondents (34%). There is a relationship between the length of time (p-value = 0.001, r= 0,762) and hemodialysis compliance (p-value = 0.003, r= 0,578) with the interdialytic weight gain value in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis at the hospital. Conclusion: Frequency and compliance have a relationship with the value of IDWG in CKD patients undergoing hemodialysis. The correlation between two variables are direct and positive means that the more compliant with HD, the value of IDWG is lower.
Hubungan Sikap dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SD Miska Samrotus Surayya; Umi Faridah; Edi Wibowo Suwandi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.470

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan antara sikap dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa kelas IV–VI SDN Pasuruhan Kayen. Latar belakang penelitian adalah rendahnya penerapan PHBS di kalangan anak sekolah, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran melalui sikap positif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan rancangan cross-sectional, dengan populasi 84 siswa yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup aspek sikap dan perilaku PHBS, serta telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa memiliki sikap baik terhadap PHBS (88,10%) dan mayoritas berperilaku hidup bersih serta sehat secara positif (96,43%). Uji bivariat menghasilkan nilai p = 0,024 (<0,05), sehingga disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara sikap dan perilaku PHBS. Kesimpulannya, sikap berperan penting dalam membentuk penerapan PHBS pada peserta didik sekolah dasar. Temuan ini menegaskan peningkatan perilaku sehat di sekolah dapat dicapai melalui penguatan sikap positif siswa dengan program pendidikan berkelanjutan.
Hubungan Sikap Perawat dan Ketersediaan Fasilitas dengan Kepuasan Pasien Dian Ayu Lestari; Rusnoto Rusnoto; Umi Faridah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1465

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan rumah sakit yang penting untuk dievaluasi secara berkelanjutan. Beberapa keluhan pasien berkaitan dengan waktu tunggu pelayanan, keterlambatan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, serta kenyamanan ruang perawatan yang dianggap masih kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap perawat dan ketersediaan fasilitas dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RS Sarkies ’Aisyiyah Kudus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap sebanyak 200 orang kemudian dihitung dengan rumus slovin ditetapkan 133 pasien yang diambil dengan teknik accidental sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner sikap perawat, ketersediaan fasilitas, dan kepuasan pasien yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji rank spearman.  Hasil Penelitian menyimpulkan ada hubungan antara sikap perawat (0,000) dan ketersediaan fasilitas (0,000) dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RS Sarkies Aisyiyah Kudus.
HUBUNGAN STATUS FUNGSIONAL PASIEN DAN KESEHATAN FISIK CAREGIVER DENGAN KESIAPAN MERAWAT PASIEN DI RUMAH PADA PASIEN SARAF DI RST Tk. II dr. SOEDJONO MAGELANG Sarwo Edi; Muhamad Jauhar; Umi Faridah; Edita Pusparatri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3457

Abstract

Penyakit neurologis merupakan gangguan pada sistem saraf yang dapat menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi fisik dan status fungsional pasien. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada keluarga sebagai caregiver, khususnya pada kesehatan fisik dan kesiapan caregiver dalam merawat pasien di rumah setelah masa hospitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status fungsional pasien dan kesehatan fisik caregiver sebagai variabel independen dengan kesiapan merawat pasien di rumah sebagai variabel dependen pada pasien dengan penyakit neurologis. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien saraf di RS Tingkat II dr. Soedjono Magelang dengan rata-rata kunjungan 1.237 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, dengan kriteria caregiver yang merawat anggota keluarga yang terdiagnosis medis penyakit saraf oleh dokter di rawat jalan dengan minimal tingkat pendidikan SD dan mampu membaca dan menulis. Pada kriteria ekslusi adalah caregiver yang tidak mengikuti proses penelitian sampai akhir. Penelitian dilakukan pada bulan November hingga Desember 2025. Instrumen penelitian meliputi Barthel Indeks, kuesioner Short Form-12 Health Survey (SF-12), serta Kuesioner Kesiapan Merawat Pasien di Rumah. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status fungsional pasien dengan kesiapan merawat pasien di rumah (p-value = 0,000; r = 0,469) dan terdapat hubungan antara kesehatan fisik caregiver dengan kesiapan merawat pasien di rumah (p-value = 0,000; r = 0,448), dengan kekuatan korelasi sedang. Penelitian ini merekomendasikan agar keluarga meningkatkan kesehatan fisik caregiver serta melakukan pemantauan status fungsional pasien secara berkelanjutan guna mendukung kesiapan perawatan pasien di rumah secara optimal.