Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Safety Risk Management pada Kegiatan Praktikum Taruna Teknik Pesawat Udara di Politeknik Penerbangan Indonesia Bhima Shakti Arrafat
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 01 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v14i01.409

Abstract

Setiap aktivitas praktikum yang dilakukan oleh taruna pada program studi teknik pesawat udara, maka aktivitas tersebut memiliki risiko yang perlu tindakan mitigasi. Dalam safety risk management mengharuskan program studi untuk melakukan penilaian risiko yang dapat terjadi dari suatu aktivitas dengan menggunakan hazard identification, risk assessment and mitigation. Dengan mengidentifikasi jenis hazard, menilai risiko, mendapatkan hasil berupa risk matrix dan risk level dan mengidentifikasi tindakan mitigasi yang dapat dilakukan dan diterima. Selanjutnya menghasilkan dokumen hazard identification and risk assessment & mitigation (HIRAM), serta pengendalian risiko sampai pada tingkat acceptable dan tolerable dengan tindakan mitigasi. Safety risk management yang menjadi salah satu standard penerapan safety management system di Program Studi Teknik Pesawat Udara dapat terpenuhi.
Analisis Kerusakan Propeller Blade P/N R815505-6 dengan Metode Root Cause Failure Analysis pada Pesawat ATR 72 Egi Nurfauzi; Lilies Esthi Riyanti; Bhima Shakti Arrafat
Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Vol 5 No 2 (2022): Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46509/ajtk.v5i2.297

Abstract

The propeller blade is a component that is the main source of thrust on the ATR 72 aircraft. Based on data from the Aircraft Flight Maintenance Log (AFML) for the period 2019 – 2021 ATR 72 aircraft, the propeller blade component was damaged causing the need for unscheduled removal which had impact losses to airlines such as delays and aircraft-on-ground (AOG). This study aims to find the root causes of damage to the propeller blade components. Analysis was carried out using the Root-Cause Failure Analysis (RCFA) method using fault tree analysis (FTA) and fishbone diagrams as tools so that factors related to propeller blade damage will be found. The results of analysis using fault tree analysis (FTA) and fishbone found that the root cause of damage to the propeller blade was in the area of ​​the heating element (de-icer) as the top event, while the propeller blade operation, propeller blade maintenance and the ATR 72 aircraft operating environment were the intermediate events
Analisis Safety Risk Management pada Kegiatan Praktikum Taruna Teknik Pesawat Udara di Politeknik Penerbangan Indonesia Bhima Shakti Arrafat
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 01 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v14i01.409

Abstract

Setiap aktivitas praktikum yang dilakukan oleh taruna pada program studi teknik pesawat udara, maka aktivitas tersebut memiliki risiko yang perlu tindakan mitigasi. Dalam safety risk management mengharuskan program studi untuk melakukan penilaian risiko yang dapat terjadi dari suatu aktivitas dengan menggunakan hazard identification, risk assessment and mitigation. Dengan mengidentifikasi jenis hazard, menilai risiko, mendapatkan hasil berupa risk matrix dan risk level dan mengidentifikasi tindakan mitigasi yang dapat dilakukan dan diterima. Selanjutnya menghasilkan dokumen hazard identification and risk assessment & mitigation (HIRAM), serta pengendalian risiko sampai pada tingkat acceptable dan tolerable dengan tindakan mitigasi. Safety risk management yang menjadi salah satu standard penerapan safety management system di Program Studi Teknik Pesawat Udara dapat terpenuhi.
Analisis Safety Risk Management pada Kegiatan Praktikum Taruna Teknik Pesawat Udara di Politeknik Penerbangan Indonesia Bhima Shakti Arrafat
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 01 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v14i01.409

Abstract

Setiap aktivitas praktikum yang dilakukan oleh taruna pada program studi teknik pesawat udara, maka aktivitas tersebut memiliki risiko yang perlu tindakan mitigasi. Dalam safety risk management mengharuskan program studi untuk melakukan penilaian risiko yang dapat terjadi dari suatu aktivitas dengan menggunakan hazard identification, risk assessment and mitigation. Dengan mengidentifikasi jenis hazard, menilai risiko, mendapatkan hasil berupa risk matrix dan risk level dan mengidentifikasi tindakan mitigasi yang dapat dilakukan dan diterima. Selanjutnya menghasilkan dokumen hazard identification and risk assessment & mitigation (HIRAM), serta pengendalian risiko sampai pada tingkat acceptable dan tolerable dengan tindakan mitigasi. Safety risk management yang menjadi salah satu standard penerapan safety management system di Program Studi Teknik Pesawat Udara dapat terpenuhi.
RANCANGAN MAIN INSTRUMENT PANEL PESAWAT B737 CLASSIC DENGAN TEKNIK SHEET METAL DI HANGGAR 01 PPIC Athallah Azhar Reksatama; Bhima Shakti Arrafat; Fawwaz Yusa Gifari
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 1 (2026): JSRD, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i1.1559

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan Main Instrument Panel (MIP) pesawat B737 Classic berbasis sheet metal menggunakan material 2024 T3 ALCLAD AMS QQ-A-250/5 dengan ketebalan 0,508 mm sebagai media pelatihan praktis bagi mahasiswa teknik penerbangan di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) untuk memastikan proses yang sistematis dan terstruktur. Data dimensi diperoleh dari Aircraft Maintenance Manual (AMM) B737 Classic guna menjamin akurasi desain dengan lebar sekitar 2,5 meter yang mencakup slot instrumen navigasi seperti airspeed indicator, altitude indicator, dan artificial horizon. Proses fabrikasi meliputi layouting, cutting menggunakan squaring shear, deburring dengan half-round bastard file, bending dengan cornice brake dengan mempertimbangkan bend allowance dan springback, drilling dengan bor elektrik, serta perakitan menggunakan blind rivet NAS1738-6 dan rangka baja hollow 2x2 cm. Validasi dilakukan melalui pengukuran menggunakan caliper digital dengan deviasi maksimum ±0,25 mm serta inspeksi visual untuk mendeteksi cacat. Hasil fabrikasi menunjukkan deviasi rata-rata 0,025 mm sehingga memenuhi toleransi industri. Rancangan MIP mendukung pembelajaran praktis melalui simulasi bongkar pasang tanpa risiko pada pesawat asli serta meningkatkan pemahaman beban struktural. Desain modular memungkinkan pengembangan lebih lanjut seperti integrasi simulasi digital. Manual fabrikasi dan keselamatan yang dihasilkan telah diuji menggunakan angket skala Likert dan dinilai jelas serta bermanfaat.
Operational and Technological Determinants of On-Time Delivery Performance in Urban Freight Distribution: Evidence from Indonesian Cities Bhima Shakti Arrafat; Fardan Zeda Achmadi Yuda; Quirina Ariantji Patrisia Mintje
Logistica : Journal of Logistic and Transportation Vol. 4 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/logistica.v4i2.1739

Abstract

Urban freight distribution has grown increasingly complex due to e-commerce growth, rising customer expectations, and traffic congestion. This study investigates operational and technological determinants of on-time delivery performance in Indonesian urban freight distribution, evaluating the relative contribution of operational, environmental, technological, and customer-related factors. A quantitative cross-sectional design used 480 delivery observations from Jakarta, Surabaya, Bandung, and Medan. On-time delivery was coded as a binary outcome, with explanatory variables including congestion index, departure delay, loading time, number of stops, distance, peak-hour operation, rainfall, route optimization, real-time tracking, and customer availability, analyzed through binary logistic regression. Results show an overall on-time delivery rate of 90.63%. Traffic congestion was the strongest constraint, significantly reducing punctuality odds with each unit increase. Route optimization and real-time tracking significantly improved on-time delivery probability, demonstrating that digital logistics technologies enhance reliability through better planning and visibility. Delivery distance showed a marginal negative effect, while departure delay, loading time, peak-hour operation, rainfall, and customer availability were not significant. Number of stops showed a positive association, interpreted as reflecting efficient route configuration rather than a direct causal benefit. The study concludes that delivery reliability depends on the interaction between traffic conditions and digital logistics capabilities, with route optimization and real-time tracking mitigating congestion's adverse effects—offering practical guidance for improving urban freight performance in developing-country contexts.
Pengaruh Complacency terhadap Budaya Keselamatan pada Personel Perawatan Pesawat Udara di PT Airfast Indonesia Izza Deriyant Haq; Bhima Shakti Arrafat; Bela Firmantoyo
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9196

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat complacency, mengevaluasi tingkat budaya keselamatan, serta menganalisis pengaruh complacency terhadap budaya keselamatan pada personel perawatan pesawat udara di PT Airfast Indonesia. Rutinitas kerja maintenance yang berulang dan berjangka panjang berpotensi memicu complacency, yaitu penurunan kewaspadaan akibat rasa percaya diri berlebih, yang berisiko melemahkan budaya keselamatan organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal terhadap 69 personel (teknisi dan engineer) yang dipilih secara purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner Skala Likert 1–5 yang telah diuji validitas (Product Moment Pearson) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha), menghasilkan 14 butir valid untuk variabel complacency dan 18 butir valid untuk variabel budaya keselamatan. Karena data tidak berdistribusi normal (uji Kolmogorov-Smirnov), pengujian pengaruh dilakukan melalui regresi kuantil pada kuantil median (q=0,5) yang dikonfirmasi oleh uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat complacency berada pada kategori Rendah (mean = 2,05), sementara tingkat budaya keselamatan berada pada kategori Sangat Tinggi (mean = 4,26). Uji Spearman menghasilkan koefisien korelasi -0,472 (Sig. < 0,001), dan regresi kuantil menghasilkan koefisien -0,346 dengan Sig. = 0,003 (95% CI -0,572 s.d. -0,121), membuktikan bahwa complacency berpengaruh negatif dan signifikan terhadap budaya keselamatan, dengan kontribusi (Pseudo R-Squared) sebesar 12,5%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan complacency sekecil apa pun berdampak langsung pada penurunan budaya keselamatan, sehingga PT Airfast Indonesia direkomendasikan menerapkan program anti-complacency yang terstruktur, sistem double-inspection pada tugas repetitif, dan rotasi penugasan berkala.
Pengaruh Oil 2197, 2380, dan MJO II terhadap Deteriorasi O-ring Oil Cooler APU GTCP331 Muhammad Daffa; Bhima Shakti Arrafat; Bela Firmantoyo
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9198

Abstract

Kebocoran oil cooler Auxiliary Power Unit (APU) GTCP331 pada armada Airbus A330 yang dirawat PT GMF AeroAsia Tbk tercatat 41 kejadian sepanjang 2022–2025 dengan tren meningkat dari 5 menjadi 15 kejadian per tahun, sementara penanganannya masih bersifat korektif tanpa analisis akar penyebab. Pemeriksaan teknis menunjukkan sumber kebocoran berada pada deteriorasi O-ring P/N AS43013-118 berbahan Fluorocarbon (FKM) 76 IRHD, sedangkan armada tersebut dirawat menggunakan tiga oli turbin berspesifikasi sama, yaitu MIL-PRF-23699. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Oil 2197, Oil 2380, dan Mobil Jet Oil II (MJO II) terhadap deteriorasi O-ring tersebut serta menentukan oli yang berdampak paling signifikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental melalui immersion test mengacu ASTM D471; metode ini dipilih karena memungkinkan pengamatan perubahan material secara non-destruktif dan berulang pada spesimen yang sama. Tiga spesimen brand new direndam terpisah selama 24 minggu dengan pengamatan visual serta pengukuran diameter penampang dan berat setiap dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan ketiga oli menimbulkan discoloration, surface roughening, dan kehilangan massa dengan urutan pengaruh Oil 2197 > Oil 2380 > MJO II. Oil 2197 mencatat penurunan terbesar, yaitu diameter -1,794% dan berat -6,024%, dengan onset paling awal dan urutan tersebut dikuatkan hasil uji particulate contamination media perendaman. Disimpulkan bahwa kesamaan spesifikasi militer tidak menjamin kesetaraan kompatibilitas terhadap material seal, sehingga diusulkan penetapan task preventif pemeriksaan O-ring setiap dua tahun mengikuti C-Check. Penelitian lanjutan disarankan menambah jumlah spesimen serta menguji pada kondisi temperatur dan tekanan operasional.